Aturan ‘8 Gelas Sehari’ Cuma Mitos? Ini Kebutuhan Air Minum Anda yang Sebenarnya

JAKARTA – “Jangan lupa minum air putih delapan gelas sehari!” Nasihat ini mungkin sudah sangat akrab di telinga kita sejak kecil. Aturan “8 gelas” atau sekitar 2 liter in line with hari seringkali menjadi patokan untuk hidrasi. Namun, apakah aturan ini benar-benar berlaku untuk semua orang?

Menurut para ahli dari Institute of Drugs U.S, jawabannya tidak sesederhana itu. Meskipun aturan 8 gelas adalah awal yang baik, kebutuhan cairan setiap individu sebenarnya sangat dinamis dan non-public.

Institute of Drugs U.S merekomendasikan jumlah overall air harian, rata-rata pria membutuhkan sekitar 3,7 liter ( sekitar 15,5 cangkir) cairan in line with hari, sementara wanita 2,7 liter (sekitar 11,5 cangkir) cairan in line with hari.

Jumlah ini mencakup cairan dari minuman dan juga makanan yang mengandung air, seperti buah-buahan dan sayuran. Namun, untuk menjaga kesehatan ginjal dan membantu tubuh membuang racun, orang dewasa sehat sebaiknya minum sekitar 1,5 hingga 2 liter air putih in line with hari.

Memenuhi kebutuhan cairan sangat krusial. Seperti yang dilansir dari Occasions of India, hidrasi yang cukup membantu tubuh untuk:

  • Mengeluarkan racun dan menjaga kesehatan ginjal.
  • Mengatur suhu tubuh, terutama saat cuaca panas.
  • Melumasi sendi dan meningkatkan fungsi otot.
  • Meningkatkan tingkat energi dan fungsi otak.
  • Menjaga kesehatan dan elastisitas kulit.

Mengapa Air Penting untuk Ginjal?

Ginjal berfungsi menyaring limbah dari darah dan mengeluarkannya melalui urine. Ketika tubuh cukup terhidrasi, proses ini berjalan lancar sehingga risiko penumpukan racun bisa dihindari.

Sebaliknya, dehidrasi dapat membuat urine menjadi lebih pekat, meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal, serta memperbesar kemungkinan terjadinya infeksi saluran kemih.

Asupan air yang cukup bukan hanya membantu membuang racun, tetapi juga menjaga keseimbangan elektrolit yang sangat penting untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Cairan Anda

Kebutuhan cairan Anda bisa lebih banyak atau lebih sedikit dari panduan umum, tergantung pada beberapa faktor:

1. Aktivitas Fisik: Semakin banyak Anda berolahraga atau bergerak dan berkeringat, semakin banyak cairan yang perlu Anda ganti.
2. Lingkungan dan Iklim: Tinggal di negara beriklim tropis dan lembap seperti Indonesia membuat kita lebih banyak berkeringat, bahkan saat tidak beraktivitas berat. Ini secara otomatis meningkatkan kebutuhan cairan harian.
3. Kondisi Kesehatan: Saat Anda demam, muntah, atau diare, tubuh kehilangan banyak cairan dan Anda perlu minum lebih banyak. Sebaliknya, beberapa kondisi seperti penyakit ginjal atau jantung mungkin mengharuskan Anda untuk membatasi asupan cairan.
4. Kehamilan dan Menyusui: Wanita hamil atau yang sedang menyusui membutuhkan cairan ekstra untuk mendukung kesehatan diri dan bayinya.

Cara Paling Mudah Mengecek Standing Hidrasi Anda

Lupakan hitungan gelas yang rumit. Ada dua cara sederhana untuk mengetahui apakah Anda cukup minum:

Dengarkan Rasa Haus Anda: Bagi kebanyakan orang sehat, rasa haus adalah indikator yang andal bahwa tubuh Anda membutuhkan cairan.

Periksa Warna Urin Anda: Ini adalah cara yang paling mudah. Jika urin Anda berwarna kuning pucat atau hampir bening, berarti Anda terhidrasi dengan baik. Jika warnanya kuning pekat atau lebih gelap, itu tandanya Anda perlu segera minum lebih banyak air.

Parfum AXL