Penulis: axlprojectpbn@gmail.com

  • Benang Jarum Hadirkan Viola Assortment di Type Country XIX

    Benang Jarum Hadirkan Viola Assortment di Type Country XIX

    Jakarta – Gelaran mode tahunan Type Country XIX di Senayan Town kembali menjadi panggung prestisius bagi emblem lokal untuk menunjukkan karya terbaiknya. Tahun ini, Benang Jarum tampil memukau dengan menghadirkan koleksi terbaru yang menegaskan identitasnya sebagai label ready-to-wear fashionable dan relevan bagi perempuan masa kini.
    Type Country, yang rutin menghadirkan desainer lokal maupun internasional, menjadi ruang bagi Benang Jarum untuk menampilkan kekuatan desain khasnya. Logo ini dikenal dengan pola dan motif ikonik yang selalu standout, memadukan elemen elegan dan artistik, serta menghadirkan busana yang bukan hanya mewah, namun juga fungsional untuk dikenakan sehari-hari.
    Kehadiran di runway Type Country XIX sekaligus menegaskan konsistensi Benang Jarum dalam menjaga element, identitas, serta daya tarik yang mampu merangkul pasar lokal maupun world.

    Pada kesempatan ini, Benang Jarum meluncurkan Viola Assortment, koleksi terbaru yang resmi diperkenalkan pada 23 September 2025. Terinspirasi dari keindahan bunga viola, koleksi ini menampilkan motif floral abstrak dengan teknik watercolor yang berpadu harmonis dengan garis stripes watercolor serta signature monogram khas Benang Jarum.
    Siluet yang mengalir, element bordir halus, dan potongan flexible menjadikan koleksi ini pilihan tepat bagi perempuan fashionable yang menginginkan busana dengan sentuhan delicate luxurious, fashionable, dan tetap praktis untuk berbagai kesempatan.

    Mifthahul Jannah, Inventive Director Benang Jarum, menyampaikan komitmennya untuk terus mengangkat type Indonesia ke degree lebih tinggi.
    “Benang Jarum selalu berkomitmen untuk membawa type Indonesia ke panggung yang lebih luas. Kami ingin menunjukkan bahwa desain ready-to-wear lokal tidak hanya relevan di pasar domestik, tapi juga memiliki kualitas dan karakter untuk bersaing di degree world,” ungkapnya.
    Viola Assortment resmi diperkenalkan di runway Type Country XIX, dan kini sudah tersedia di butik Benang Jarum maupun platform on-line resmi. Kehadirannya di ajang mode bergengsi ini sekaligus memperkuat posisi Benang Jarum sebagai emblem yang konsisten menghadirkan karya ready-to-wear berkelas, dengan perpaduan antara keanggunan, identitas kuat, dan fleksibilitas gaya bagi perempuan masa kini.

    Parfum AXL

  • Mengenal Diana Kusumastuti, Arsitek Perempuan di Balik Megaproyek IKN yang Kini Menjabat Wakil Menteri PU

    Mengenal Diana Kusumastuti, Arsitek Perempuan di Balik Megaproyek IKN yang Kini Menjabat Wakil Menteri PU

    Jakarta – Dalam susunan Kabinet Merah Putih, terdapat sejumlah tokoh perempuan yang dipercaya mengisi jabatan strategis.

    Salah satunya adalah Ir. Diana Kusumastuti, M.T. yang resmi dilantik oleh Presiden RI, Prabowo Subianto pada 21 Oktober 2024 sebagai Wakil Menteri (Wamen) Pekerjaan Umum.

    Sosok Diana sendiri dikenal luas sebagai birokrat senior yang telah lama berkecimpung di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Ia juga pernah menjadi ‘anak buah’ Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono di technology Presiden Joko Widodo.

    Dengan karier panjang, dedikasi, dan segudang prestasi, Diana Kusumastuti membuktikan bahwa perempuan bisa menjadi motor penggerak pembangunan bangsa.

    Lantas, siapa sebenarnya Diana Kusumastuti dan bagaimana sepak terjang kariernya hingga dipercaya mendampingi menteri di kabinet?

    Latar Belakang Pendidikan

    Dikutip dari Kumparan, Diana lahir di Surakarta pada Juli 1967. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di bidang Teknik Arsitektur di Universitas Diponegoro, Semarang, pada tahun 1991.

    Perjalanan akademiknya berlanjut ke Institut Teknologi Bandung (ITB), tempat ia menempuh magister Teknik Studi Pembangunan hingga lulus pada 2004.

    Tak hanya itu, Diana juga tercatat mengikuti Diklat Kepemimpinan Tingkat II sebagai bagian dari pengembangan kapasitas aparatur negara.

    Jejak Karier di Kementerian PUPR

    Sebelum masuk birokrasi, Diana sempat bekerja di perusahaan kontraktor dan menjadi konsultan inside. Kariernya di Kementerian PUPR sendiri dimulai pada tahun 1993 melalui Direktorat Bina Program.

    Dikutip dari Tribunnews, Diana kemudian dipercaya menangani berbagai sub-direktorat, antara lain Program Rencana Jangka Menengah, Program Air Minum dan Penyehatan Lingkungan, serta Program Tata Bangunan dan Lingkungan Permukiman.

    Beberapa tugas penting yang pernah diemban Diana Kusumastuti antara lain memimpin pembangunan venue Asian Video games di Jakarta dan Palembang, melakukan revitalisasi Stadion Manahan Solo, serta merehabilitasi sejumlah bangunan cagar budaya seperti Masjid Istiqlal Jakarta, Pasar Johar Semarang, dan Pasar Atas Bukittinggi.

    Diana juga pernah terlibat dalam penataan 8 destinasi pariwisata tremendous prioritas dan menjalankan program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) di daerah 3T, yang menunjukkan peran strategisnya dalam pembangunan infrastruktur nasional.

    Kemudian, pada 2019, Diana menjabat sebagai Direktur Bina Penataan Bangunan. Setahun kemudian, ia dipercaya menjadi Direktur Jenderal Cipta Karya (2020–2024).

    Dalam posisi ini, Diana memainkan peran sentral dalam pembangunan infrastruktur nasional, termasuk mengelola anggaran proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

    Parfum AXL

  • Sociolla Award 2025 Hadir dengan 100 Hotlist, Kurasi Kredibel dari 58 Logo Kecantikan Ternama

    Sociolla Award 2025 Hadir dengan 100 Hotlist, Kurasi Kredibel dari 58 Logo Kecantikan Ternama

    Jakarta – Memasuki satu dekade kiprahnya sebagai pionir omni-channel good looks store di Indonesia, Sociolla kembali menghadirkan Sociolla Award 2025.
    Tahun ini, penghargaan tahunan tersebut dikemas lebih istimewa melalui kurasi eksklusif “100 Hotlist”, daftar 100 produk kecantikan dari 58 emblem ternama, yang dipilih secara komprehensif berdasarkan actual consumer opinions, performa penjualan, serta analisis tren dari Soco Perception Manufacturing facility.
    Ghea Yantra, selaku SVP Advertising and marketing Operations Social Bella, menegaskan bahwa Sociolla sejak awal berkomitmen membangun ekosistem kecantikan yang kredibel dan transparan.
    “Selama 10 tahun, kami tidak hanya hadir sebagai omni-channel store terpercaya, tapi juga menciptakan ekosistem kecantikan yang lengkap. Hingga kini, kami punya lebih dari 7,6 juta pengguna dan lebih dari 3,5 juta ulasan di Soco App, serta lebih dari 125 toko di 55 kota Indonesia. Semua produk yang kami hadirkan pasti autentik, aman, dan relevan bagi para good looks fanatic,” papar Ghea, saat Press Convention Kick-Off Sociolla Award 2025, di Jakarta, Senin (29/9/2025).
    Menurutnya, kurasi 100 Hotlist menjadi tonggak baru dalam penyelenggaraan Sociolla Award.
    “Produk yang masuk hotlist harus memenuhi tiga pilar, yakni punya ranking minimum 4,5 dari pengguna, memiliki catatan penjualan konsisten sepanjang Juni 2024–Juni 2025, dan relevan dengan tren yang terdeteksi oleh Soco Perception Manufacturing facility. Dari 100 hotlist inilah publik bisa menentukan pemenang melalui proses balloting terbuka di Soco App hingga 29 Oktober 2025,” jelasnya.

    Transparansi dan Inovasi dalam Penjurian
    Sementara itu, Amanda Melissa, selaku VP Knowledge Control & Trade Intelligence Social Bella, menambahkan bahwa sistem baru ini membuat penghargaan lebih holistik dibanding award kecantikan lainnya.
    “Kami ingin memastikan produk yang terpilih memang the most efficient of the most efficient. Overview actual client dengan ranking di atas 4,5 menjamin kualitas, knowledge penjualan menunjukkan konsistensi dan repurchase, sementara analisis tren memastikan produk relevan dengan kebutuhan konsumen hari ini. Tapi ujungnya, siapa pemenangnya tetap ditentukan publik lewat balloting. It’s a sport changer,” terang Amanda.
    Lebih jauh, Amanda menilai kombinasi overview, gross sales, dan tren menjadikan Sociolla Award berbeda dari penghargaan lain di Indonesia.
    “Kita satu-satunya yang bisa menghadirkan award yang benar-benar holistik. Nggak hanya gross sales, nggak hanya overview, tapi gabungan knowledge yang utuh. Harapannya, emblem pemenang bisa menginspirasi konsumen sekaligus memotivasi emblem lain untuk terus berinovasi,” tambahnya.

    Parfum AXL

  • Sociolla Dorong Pertumbuhan Emblem Lokal dan Perluas Jangkauan di Indonesia

    Sociolla Dorong Pertumbuhan Emblem Lokal dan Perluas Jangkauan di Indonesia

    Jakarta – Sociolla terus menunjukkan komitmennya sebagai platform kecantikan terdepan di Indonesia dengan mendukung pertumbuhan model lokal sekaligus memperluas jaringan distribusinya.
    Meski sudah memiliki toko di Vietnam, Sociolla menegaskan bahwa fokus utama tahun ini masih tertuju pada ekspansi dalam negeri.
    “Sebenarnya kita sudah memiliki toko di Vietnam. Jadi kita belum ada rencana untuk ekspansi lagi di luar negeri tahun ini. Kalau ekspansi di Indonesia, pasti ada terus. Sampai akhirnya ditungguin saja,” ujar Ghea Yantra, SVP Advertising Operations Social Bella, saat Press Convention Kick-Off Sociolla Award 2025, di Jakarta, Senin (29/9/2025).
    Ghea menambahkan bahwa ekspansi Sociolla di Indonesia terus berjalan dinamis. Bahkan Sociolla pernah membuka tiga toko sekaligus dalam satu hari.
    “Hari ini ke teman-teman media sambil get ready buka toko juga. Tapi kita sendiri juga masih sangat semangat untuk terus mendekatkan diri ke para good looks fanatic di seluruh Indonesia,” lanjutnya.
    Pertumbuhan Emblem Lokal Melalui Kampanye Love Native
    Ghea memaparkan, Sociolla kini menaungi lebih dari 200 model lokal yang bergabung dalam jaringan distribusi baik on-line maupun offline.
    Kehadiran brand-brand tersebut memperkaya pilihan konsumen sekaligus menegaskan peran Sociolla sebagai rumah bagi pelaku industri kecantikan lokal.
    “General model lokal luar biasa di Sociolla itu sendiri. Kalau sekarang sih sudah kurang lebih 200 model lebih. Kita juga memiliki marketing campaign yang bernama Love Native. Jadi kita terus jadi platform untuk teman-teman para model lokal,” jelas Ghea.

    Parfum AXL

  • Menelaah Pergeseran Tren Kecantikan di Indonesia dan Peran Sociolla dalam Mendorong Inovasi Industri

    Menelaah Pergeseran Tren Kecantikan di Indonesia dan Peran Sociolla dalam Mendorong Inovasi Industri

    Jakarta – Industri kecantikan di Indonesia tengah mengalami dinamika yang begitu cepat. Pergeseran tren make-up dan skin care tidak hanya dipengaruhi faktor estetika, tetapi juga perubahan perilaku konsumen, perkembangan teknologi, hingga pemanfaatan information.
    Hal ini diungkapkan oleh Amanda Melissa, VP Knowledge Control & Industry Intelligence Social Bella, yang menilai pasar kecantikan di Indonesia semakin cerdas, variatif, dan menantang.
    Amanda menyebut, faktor utama yang mendorong perubahan tren kecantikan adalah meningkatnya literasi konsumen. Jika dulu label ‘brightening’ saja sudah cukup menarik minat, kini konsumen datang dengan pertanyaan yang lebih spesifik.
    “Konsumen itu semakin lebih pintar ketika mencari produk kecantikannya. Dulu cukup dengan label brightening. Sekarang mereka bisa tanya, ‘Mbak, moisturizer yang ada centella mana? Atau serum dengan niacinamide yang mana?’ Pintar banget tuh. Dan itu impact-nya post-COVID, ketika logo ramai beriklan dan sosmed makin aktif,” ungkap Amanda, saat Press Convention Kick-Off Sociolla Award 2025, di Jakarta, Senin (29/9/2025).
    Perempuan yang akrab disapa Mandy ini lantas menuturkan, dalam kurun 2–3 tahun, konsumen Indonesia berubah drastis. Mereka tidak hanya menuntut produk skin care, tapi juga frame care, hair care, hingga make-up dengan fungsi tambahan.

    “Sekarang cushion misalnya, bukan hanya untuk menutupi jerawat, tapi juga dituntut bisa menyembuhkan tanpa menimbulkan jerawat baru,” tukasnya.
    Selain literasi, sambung Amanda, perubahan demografi juga memberi warna pada industri kecantikan. Generasi muda seperti Gen Z membawa kebutuhan berbeda dengan Gen Y, Gen X, atau bahkan konsumen usia 30 tahun ke atas yang lebih mapan secara finansial.
    “Indonesia memang negara dengan demografi muda. Tapi generasi yang 30 tahun ke atas, yang punya daya beli kuat, juga makin besar. Sementara Gen Z baru masuk pasar dengan preferensi berbeda. Jadi marketplace makin ramai, makin seru,” jelas Amanda.
    Amanda melanjutkan, perubahan ekonomi pun semakin terlihat. Segmen harga produk tidak lagi hanya terbagi dua, yakni murah dan top class, melainkan melebar ke banyak lapisan. Amanda bilang, dari masker Rp100 ribu, cushion Rp300 ribu–Rp500 ribu, hingga produk dengan harga jutaan, semua punya pasarnya masing-masing.
    “Sekarang ke toko Sociolla bisa pusing, karena banyak banget pilihannya. Itu menandakan marketplace kita berkembang cepat,” katanya.

    Parfum AXL

  • Dari Evaluation Konsumen hingga Knowledge Tren, Sociolla Award 2025 Jadi Tolok Ukur Industri Kecantikan

    Dari Evaluation Konsumen hingga Knowledge Tren, Sociolla Award 2025 Jadi Tolok Ukur Industri Kecantikan

    Jakarta – Growthmates, Sociolla resmi meluncurkan Sociolla Award 2025, ajang penghargaan kecantikan tahunan yang sejak 2019 telah menjadi tolok ukur industri sekaligus panduan utama bagi attractiveness fanatic di Indonesia.
    Tahun ini, penghargaan bergengsi tersebut hadir dengan structure baru yang diawali dengan pengumuman 100 Hotlist, yakni daftar kurasi produk kecantikan dan perawatan diri terfavorit yang dipilih melalui proses seleksi ketat berbasis Actual Person Evaluations, Robust Logo Efficiency, serta analisis tren dari SOCO Perception Manufacturing unit.
    Ghea Yantra, SVP Advertising and marketing Operations Social Bella, menuturkan bahwa perjalanan satu dekade Sociolla telah membentuk fondasi kuat bagi inovasi di industri kecantikan.
    Ia menambahkan, konsistensi Sociolla dalam menghadirkan ekosistem yang relevan bagi konsumen sekaligus model spouse menjadi kunci keberhasilan perusahaan hingga kini.
    “Sepuluh tahun perjalanan Sociolla mengajarkan kami pentingnya menghadirkan pengalaman yang relevan dan inovatif, bagi konsumen juga model spouse. Sejak 2019, Sociolla Award menjadi bentuk apresiasi atas pertumbuhan industri kecantikan, merayakan inovasi, kampanye, serta kualitas brand-brand terbaik,” terang Ghea, saat Press Convention Kick-Off Sociolla Award 2025 yang digelar di Jakarta, Senin (29/9/2025).
    “Tahun ini, kami kembali mengajak seluruh attractiveness fanatic Indonesia untuk berpartisipasi agar Sociolla Award terus menjadi tolok ukur yang relevan, kredibel, sekaligus panduan tepercaya bagi attractiveness fans dalam menemukan produk terbaik sesuai tren dan kebutuhan mereka,” sambung Ghea.

    Kurasi Ketat 100 Hotlist
    Menurut Ghea, kehadiran 100 Hotlist menjadi pembeda utama Sociolla Award 2025. Produk yang masuk daftar eksklusif ini dipilih melalui tiga pilar utama.
    “Pertama, produk harus memiliki ranking minimum 4,5 dari assessment pengguna aktif SOCO App yang berasal dari transaksi riil di ekosistem omnichannel Sociolla. Kedua, performa model sepanjang Juli 2024–Juni 2025, tidak hanya dari sisi penjualan tapi juga popularitas dan konsistensi model. Ketiga, pemilihan produk divalidasi oleh knowledge dan analisis tren dari SOCO Perception Manufacturing unit, pusat riset konsumen milik Social Bella,” jelasnya.
    Hanya produk dalam 100 Hotlist yang berhak mengikuti vote casting untuk memenangkan Sociolla Award 2025.

    Parfum AXL

  • From This Island Luncurkan Serum Baru & Dukung Literasi Anak Papua

    From This Island Luncurkan Serum Baru & Dukung Literasi Anak Papua

    Jakarta – Setelah sukses menarik perhatian lewat Papua Crimson Fruit Plumping Cream, emblem skin care lokal From This Island besutan Maudy Ayunda kini menghadirkan inovasi terbarunya, Papua Crimson Fruit Potent Plumping Serum.
    Kehadiran serum ini semakin menegaskan peran Papua Crimson Fruit sebagai hero factor andalan emblem tersebut, dengan method yang lebih kuat serta tekstur ringan sehingga tetap nyaman digunakan setiap hari.
    From This Island menghadirkan inovasi baru lewat teknologi paten Lumera™, yang memaksimalkan potensi antioksidan Papua Crimson Fruit. Diperkaya Bakuchiol, Acetyl-Hexapeptide-8, dan Adenosine, serum ini membantu kulit lebih kencang, halus, kenyal, dan bercahaya alami.
    Peluncurannya dikemas dalam kampanye “Tremendous Elevate, Tremendous You”, mempertemukan Maudy Ayunda dan Ade Raisebagai simbol kecantikan, kecerdasan, kebugaran, dan kekuatan, mewakili manfaat serum yang menghidrasi sekaligus menjaga vitalitas kulit.

    Dari kulit terawat hingga masa depan anak Papua. Lebih dari sekadar menghadirkan skin care inovatif, peluncuran serum ini juga menegaskan komitmen From This Island untuk memberi dampak sosial yang nyata.
    “Sejak awal launching kita punya program affect product yang mana sebagian dari hasil penjualan akan kami salurkan kembali ke pulau dimana hero ingredientsnya berasal. Untuk product papua purple fruit kami bekerjasama dengan Wahana Visi Indonesia dengan menyediakan buku untuk 10 rumah baca di Biak dan Sentani untuk mendukung program literasi anak anak di Papua,” kata Maudy Ayunda, Founder From This Island.
    Sabtarina Febriyanti, Zonal Program Supervisor Indonesia Timur WVI, menegaskan bahwa akses terhadap buku dan literasi masih menjadi tantangan besar bagi anak-anak Papua.

    Parfum AXL

  • Produk Terbaru CeraVe Atasi Jerawat dalam 3 Hari: Blemish Regulate Vary

    Produk Terbaru CeraVe Atasi Jerawat dalam 3 Hari: Blemish Regulate Vary

    Jakarta – CeraVe, merek perawatan kulit yang dikembangkan bersama dermatolog, resmi meluncurkan rangkaian terbaru Blemish Regulate Vary pada CeraVe Zits Academy di Mal Kota Kasablanka hingga 5 Oktober 2025. Melalui dua langkah penting ini, CeraVe menegaskan komitmennya untuk membantu masyarakat Indonesia memutus siklus jerawat dengan solusi perawatan kulit yang efektif sekaligus delicate, sambil memperkuat pores and skin barrier.
    Nama CeraVe berasal dari gabungan kata CERAmides dan MVE supply generation (MultiVesicular Emulsion). Produk CeraVe diformulasikan dengan tiga ceramide esensial yang skin-identical (1, 3, dan 6-II) yang identik dengan ceramide alami di kulit.

    “Kami percaya bahwa kulit merupakan refleksi dari kesehatan diri. Didirikan pada tahun 2005 oleh sekumpulan dermatolog, CeraVe hadir sebagai solusi untuk berbagai masalah kulit dengan komitmen memperkuat pores and skin barrier. Sejak hadir pada awal 2024 di Indonesia, CeraVe semakin diterima oleh konsumen, dan memasuki tahun keduanya kami melangkah lebih jauh dengan berbagai inisiatif baru, termasuk peluncuran Blemish Regulate Vary melalui acara CeraVe Zits Academy,” ujar Silvia Yohana, Common Supervisor, L’Oréal Dermatological Attractiveness Indonesia, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (1/10/2025).
    Banyak orang mengira jerawat hanya masalah remaja atau hormon yang akan hilang seiring waktu. Padahal, jerawat dapat muncul di setiap tahapan usia dan menjadi alasan utama orang mencari pertolongan dermatolog di seluruh dunia. Untuk memutus siklusnya, jerawat perlu dipahami bukan sekadar fase singkat, melainkan masalah kulit berulang yang membutuhkan penanganan tepat.
    “Di Indonesia, jerawat masih menjadi masalah kulit nomor satu, yang dialami oleh sekitar 58% masyarakat selama 12 bulan terakhir. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari ketidakstabilan hormon, tingkat stres yang tinggi, hingga faktor eksternal lainnya. Apabila tidak ditangani dengan baik, dampaknya lebih dari sekadar tampilan kulit, jerawat dapat memengaruhi rasa percaya diri, suasana hati, hingga interaksi sosial,” ujar Pandu Brodjonegoro, Advertising Director, L’Oréal Dermatological Attractiveness Indonesia.
    dr. Vidyani Adiningtyas, Sp. DVE, Dermatolog, Dermsquad CeraVe Indonesia, menjelaskan bahwa jika kandungan ceramide rusak, pores and skin barrier dapat terganggu dan menyebabkan kemerahan, peradangan, gatal. Kulit dengan pores and skin barrier yang rusak biasanya mengalami defisiensi ceramide.
    “Karena itu, jika ingin memperbaiki pores and skin barrier, kita perlu fokus menutrisi kulit dengan jenis ceramide 1, 3, dan 6-II. Semakin banyak ceramide, tidak otomatis lebih baik. Yang penting jenis ceramide sesuai dengan kebutuhan kulit. Selain itu, produk dengan teknologi pelepasan molekul bertahap juga penting. Dengan begitu, ceramide bisa dilepaskan perlahan sehingga bertahan lebih lama di kulit, menjaga kelembapan, dan membuat kulit tetap terhidrasi sepanjang hari,” jelasnya.
    Rangkaian Blemish Regulate Vary
    Blemish Regulate Vary terdiri dari tiga produk yang bisa didapatkan secara resmi di CeraVe Professional Store dan Watsons Indonesia sebagai berikut:

    Blemish Regulate Cleanser, pembersih wajah untuk mengangkat sebum berlebih serta meredakan jerawat sambil memperkuat pores and skin barrier;
    Blemish Regulate Gel, pelembap berbentuk gel untuk mencegah jerawat baru serta memperbaiki tampilan pori-pori tanpa mengganggu pores and skin barrier; serta
    Resurfacing Retinol Serum, serum ringan untuk mengurangi noda bekas jerawat dan noda hitam, menyamarkan pori, meratakan warna kulit, memperbaiki tekstur, sekaligus memperkuat pores and skin barrier.

    Parfum AXL

  • Profil Cathy Sharon dan Perjalanan Kariernya dari Panggung Hiburan ke Dunia Bisnis

    Profil Cathy Sharon dan Perjalanan Kariernya dari Panggung Hiburan ke Dunia Bisnis

    Jakarta – Cathy Sharon dikenal sebagai salah satu artis yang memiliki pesona awet muda. Di usia 42 tahun, kakak dari Julie Estelle ini tetap tampil menawan dengan gaya model yang selalu trendi dan relevan dengan perkembangan zaman.
    Tak hanya soal penampilan, Cathy juga menjadi sosok yang menginspirasi banyak orang lewat perjalanan kariernya. Ia memulai langkah di dunia hiburan, lalu perlahan merambah ke ranah bisnis dan berhasil menunjukkan konsistensi serta ketekunan dalam setiap peran yang dijalaninya.
    Berikut ini Olenka rangkum dari berbagai sumber, Rabu (1/10/2025), untuk mengenal lebih lanjut sosok dan perjalanan karier Cathy Sharon.

    Profil dan Kehidupan Pribadi
    Catherine Sharon Gasnier, atau yang lebih akrab dikenal dengan Cathy Sharon, lahir pada 8 Oktober 1982. Dalam hitungan hari, usianya akan genap 43 tahun. Ia merupakan anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Thierry Gasnier dan Hilda Limbara.
    Dari sang ayah, Cathy mewarisi darah Prancis, sementara sang ibu yang berasal dari Sulawesi Tengah memberikan sentuhan Indonesia dalam garis keturunannya. Ia juga memiliki dua adik perempuan yang tak kalah dikenal, yakni Julie Estelle dan Charlotte Christie.

    Parfum AXL

  • 6 Atlet Panjat Tebing Perempuan Indonesia yang Bikin Bangga

    6 Atlet Panjat Tebing Perempuan Indonesia yang Bikin Bangga

    Jakarta – Olahraga panjat tebing semakin populer di Indonesia. Bukan hanya karena tantangan adrenalin yang ditawarkan, tapi juga berkat kiprah atlet-atlet Tanah Air yang sukses mengharumkan nama bangsa di kancah nasional hingga internasional. Dari generasi senior hingga talenta muda, deretan atlet perempuan Indonesia terus menunjukkan prestasi membanggakan.
    Meski awalnya olahraga ini di Indonesia lebih banyak digeluti laki-laki, kini para atlet putri justru menjadi sorotan utama. Mereka tidak hanya rajin menyumbang medali di ajang bergengsi, tapi juga mencetak rekor dunia. Berikut enam atlet panjat tebing perempuan Indonesia yang prestasinya patut diacungi jempol:

    1. Desak Made Rita Kusuma Dewi
    Atlet asal Buleleng, Bali, ini adalah salah satu bintang paling bersinar di panjat tebing dunia. Lahir pada 24 Januari 2001, Desak Rita sudah akrab dengan olahraga ini sejak SD ketika secara tak sengaja melihat dinding panjat di Singaraja.
    Sejak itu, ia menekuni panjat tebing dan sering mewakili Bali di berbagai kejuaraan nasional. Ketekunannya membuahkan hasil besar ketika ia menyabet emas PON XX Papua 2021 dan Asian Video games 2022 Hangzhou.

    Prestasi paling mencolok hadir di IFSC International Championship 2023 di Bern, Swiss, ketika ia meraih medali emas sekaligus menjadi Juara Dunia pace mountaineering putri. Kariernya yang cemerlang juga membawanya lolos ke Olimpiade Paris 2024. Meski gagal meraih medali, keberadaan Desak Rita di kancah dunia membuktikan bahwa Indonesia mampu bersaing di degree tertinggi.
    2. Rajiah Sallsabillah
    Perempuan kelahiran Tangerang, 30 April 1999, ini awalnya hanya “iseng” ikut seleksi tim panjat tebing saat berusia 14 tahun. Namun, keisengan itu justru mengubah jalan hidupnya. Ia diterima sebagai atlet, lalu menjalani latihan intensif yang mengasah kemampuannya hingga menjadi salah satu panjat tebing putri terbaik di Indonesia.

    Rajiah pernah menyumbang emas Asian Video games 2018 di nomor Ladies’s Velocity Relay dan menjuarai IFSC International Cup Chamonix 2023. Ia bahkan mewakili Indonesia di Olimpiade Paris 2024, meski tak berhasil membawa pulang medali. Konsistensinya di berbagai ajang internasional membuktikan ketangguhannya dan menegaskan posisi Indonesia sebagai kekuatan besar di cabang pace mountaineering.
    3. Aries Susanti Rahayu
    Dikenal dengan julukan “Spiderwoman”, Aries adalah ikon panjat tebing Indonesia. Lahir di Grobogan, Jawa Tengah, 21 Maret 1995, ia awalnya adalah atlet atletik sebelum beralih ke panjat tebing berkat ajakan guru olahraganya. Keputusannya itu terbukti tepat, karena kariernya melesat pesat. Ia mencuri perhatian publik ketika meraih emas di Asian Video games 2018.
    Puncak prestasinya terjadi di IFSC International Cup Xiamen 2019, saat Aries memecahkan rekor dunia pace mountaineering dengan catatan waktu 6,995 detik. Pencapaian itu membuat namanya dikenal luas dan ia pun dijuluki sebagai Spiderwoman. Dengan karier yang berkilau, Aries menjadi inspirasi banyak atlet muda untuk berani bermimpi menembus panggung dunia.

    4. Amanda Narda Mutia
    Nama Amanda mulai banyak dibicarakan setelah tampil gemilang di PON XXI Aceh-Sumut 2024. Atlet asal Jawa Timur ini berhasil menyumbangkan emas nomor boulder tim dan pace relay putri, menambah deretan prestasi bagi kontingen Jatim. Ketenangannya dalam menghadapi tekanan kompetisi membuatnya semakin disegani.
    Tak hanya di degree nasional, Amanda juga sudah beberapa kali berlaga di kompetisi internasional, termasuk ajang kualifikasi Olimpiade. Keikutsertaannya di panggung international menjadi bukti bahwa talenta Indonesia terus meluas dan bersaing di antara atlet-atlet dunia.

    5. Alma Ariella Sani
    Masih sangat muda, baru berusia 15 tahun, Alma Ariella Sani mencuri perhatian lewat prestasinya di PON XXI 2024. Ia sukses menyabet emas nomor Mixed Putri serta ikut membawa pulang emas di nomor boulder tim untuk Jawa Timur. Kemenangan ini menjadikannya salah satu wajah baru yang bersinar di dunia panjat tebing Tanah Air.
    Kiprahnya di usia belia memberi harapan besar bagi masa depan olahraga ini. Alma dinilai sebagai simbol regenerasi yang menjanjikan, di mana bakat dan keberaniannya menjadi inspirasi generasi muda lain untuk berprestasi meski masih sangat muda.

    6. Fitria Hartani
    Fitria adalah salah satu atlet asal Jawa Timur yang kiprahnya tak boleh dilewatkan. Ia sempat masuk tim pelatnas untuk seleksi Olimpiade Tokyo 2020, sebuah pencapaian bergengsi yang hanya bisa diraih oleh atlet bermental kuat. Selain itu, Fitria juga dikenal berprestasi di ajang Pra-PON dengan torehan beberapa medali penting.
    Meski namanya tak selalu muncul di headline besar, perjuangannya di balik layar membuktikan dedikasinya pada dunia panjat tebing. Keberadaan atlet seperti Fitria menunjukkan bahwa kekuatan tim Indonesia bukan hanya berasal dari nama-nama besar, tapi juga dari kerja keras semua atlet yang konsisten berjuang.

    Parfum AXL