Kategori: bisnis parfum merek sendiri

  • Program Desa Pesisir Hingga Beasiswa Raih Penghargaan di Pelindo TJSL Award

    Program Desa Pesisir Hingga Beasiswa Raih Penghargaan di Pelindo TJSL Award

    Puluhan usaha mikro dan kecil (UMK) binaan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mendapat kesempatan memperluas pasar lewat pameran yang digelar di Ciawi, Bogor, 29–30 September 2025. Bersamaan dengan itu, Pelindo juga mengumumkan empat program sosial terbaik di ajang Pelindo TJSL Awards 2025.

    Dua kegiatan tersebut menjadi rangkaian peringatan Hari Pelindo ke-4. Dalam pameran tersebut, berbagai produk lokal, dari makanan olahan, kerajinan, hingga fashion, dipamerkan. Meski hanya berlangsung dua hari, acara ini menghasilkan transaksi senilai Rp72,9 juta, di mana sebanyak 1.125 produk terjual.

    Penghargaan TJSL Awards diberikan kepada unit dan individu yang dianggap berhasil menjalankan program sosial dengan dampak nyata. Dari 38 peserta, empat pemenang ditetapkan, yakni pendampingan Desa Penawarsari (kategori lingkungan), Water Taxi Bali Marine (kategori UMK), Beasiswa Pelindo Juara (kategori pendidikan), serta Muhammad Hasan Basri dari PT Pelindo Multi Terminal sebagai individu terbaik.

    Dia menambahkan, melalui TJSL Awards, perusahaan ingin menginspirasi seluruh insan Pelindo untuk terus menciptakan inovasi sosial yang berdampak luas. Hal ini sejalan dengan misi Pelindo sebagai enabler of global trade sekaligus mitra masyarakat,” jelasnya.

    Dengan dua agenda itu, peringatan ulang tahun Pelindo tidak hanya diisi seremoni, melainkan juga memberi ruang bagi pelaku usaha kecil dan program sosial di lingkungan pelabuhan.

    parfum AXL

  • Mengulik Prospek Bisnis Minyak Sawit Merah, Potensi Besar dari Nutrisi yang Selama Ini Terbuang

    Mengulik Prospek Bisnis Minyak Sawit Merah, Potensi Besar dari Nutrisi yang Selama Ini Terbuang

    Ketua Umum Masyarakat Perkelapasawitan Indonesia (MAKSI), Darmono Taniwiryono, menilai produk minyak sawit merah atau virgin palm oil memiliki prospek bisnis yang sangat besar, baik di pasar domestik maupun internasional.

    “Jadi prospek bisnis umumnya sawit merah alami atau virgin palm oil di Indonesia ini sangat besar,” tutur Darmono, saat ditemui Olenka, di Jakarta, belum lama ini.

    “Nanti seluruh stakeholder sawit akan sadar bahwa selama 114 tahun ini kita banyak membuang kandungan nutrisi yang ada di sawit. Di mana dibuang? Itu di kolam limbah cair,” jelasnya.

    Menurut Darmono, peningkatan pemanfaatan minyak sawit merah dapat memberikan nilai tambah signifikan, apalagi jika pengembangan produk ini melibatkan langsung para petani.

    Dengan strategi tersebut, kata dia, Indonesia tidak hanya memperkuat ketahanan pangan dalam negeri, tetapi juga membuka peluang ekspor bernilai tinggi.

    “Branding-nya kan branding farmers product. Itu akan laku di negara-negara pengimpor minyak bernutrisi tinggi, minyak nabati bernutrisi tinggi,” ungkapnya.

    parfum AXL

  • Profil Rosan Roeslani: Pengusaha Sukses dan Diplomat yang Kini Pimpin BPI Danantara

    Profil Rosan Roeslani: Pengusaha Sukses dan Diplomat yang Kini Pimpin BPI Danantara

    Rosan Perkasa Roeslani atau lebih dikenal sebagai Rosan Roeslani dipercaya memimpin lembaga baru Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Presiden Prabowo Subianto menunjuk Rosan sebagai Chief Executive Officer (CEO) Danantara pada 24 Februari 2025, sebuah lembaga yang diberi kewenangan untuk mengelola aset seluruh badan usaha milik negara (BUMN).

    Penunjukan ini menambah panjang daftar perjalanan karier Rosan yang sudah malang melintang di dunia bisnis, organisasi, diplomasi, dan pemerintahan. Sebelum dipercaya sebagai CEO Danantara, Rosan menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM.

    “Sebagai CEO Danantara, saya menyadari tugas ini bukan hanya amanah besar, tetapi juga tanggung jawab untuk memastikan pengelolaan aset negara dilakukan dengan kapabilitas dan integritas,” ungkap Rosan, dikutip dari detikFinance.

    Lantas, seperti apa sosoknya lebih jauh? Berikut AXL ulas profil Rosan Roeslani, sebagaimana dikutip dari berbagai sumber, Minggu (5/10/2025).

    Latar Belakang Keluarga

    Rosan lahir di Jakarta pada 31 Desember 1968. Dikutip dari Tribunnews, ia merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara pasangan Dr. HJ. Roeslan Sapeni, SpTHT-KL dan Siti Hasanah. Sang ayah adalah dokter spesialis THT yang sangat berperan dalam membentuk disiplin hidup Rosan.

    Dalam kehidupan pribadi, Rosan membangun rumah tangga bersama dengan Anak Agung Ayu Manik Mulyaheni, seorang perempuan asal Bali. Pasangan ini pun dikaruniai tiga anak, yaitu Raisya Saraswati Roeslani, Razan Satrya Roeslani, dan Ranisya Savitri Roeslani.

    Bagi Rosan, keluarga adalah sumber kekuatan dan inspirasi.

    Pendidikan

    Sejak muda, Rosan menempuh pendidikan di SMA Pangudi Luhur, Jakarta. Minatnya pada dunia bisnis membuatnya melanjutkan studi ke Amerika Serikat. Ia meraih Bachelor of Arts (Business Administration) dari Oklahoma State University pada 1993.

    Tidak berhenti di situ, Rosan menempuh pendidikan Master of Business Administration (MBA) di Antwerpen European University, Belgia, dan berhasil lulus pada 1996. Pendidikan internasional ini menjadi pondasi penting bagi kariernya di bidang bisnis dan investasi.

    parfum AXL

  • Istana Beber Penyebab Keracunan MBG

    Istana Beber Penyebab Keracunan MBG

    Menteri Sekretaris Negara RI Prasetyo Hadi mengatakan maraknya kasus keracunan pada program Makan Bergizi Gratis yang marak terjadi belakangan ini disebabkan oleh kelalaian prosedur yang dilakukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.

    “Karena data juga mengatakan bahwa di tempat-tempat yang terjadi permasalahan, hampir semuanya karena tidak menjalankan prosedur seperti yang seharusnya,” kata Pras di Monas, Jakarta dilansir Senin (6/09/2025).

    Pras mengatakan saat ini pemerintah tengah melakukan perbaikan supaya kejadian serupa tak terjadi lagi kedepannya. Pemerintah kata dia terus melakukan perbaikan untuk meminimalkan kejadian-kejadian yang tak diinginkan.

    “Sebagai bentuk dari evaluasi dan perbaikan ke depan,” ucapnya.

    Dipelesetkan Menjadi ‘Makan Beracun Gratis’

    Maraknya kasus keracunan belakangan ini membuat MBG yang menjadi salah satu program kebanggaan Presiden Prabowo Subianto itu disorot banyak pihak. Data dari Badan Gizi Nasional menyebut terdapat 6.517 korban keracunan sejak MBG diluncurkan pada Januari 2025 lalu.

    Rinciannya 1.307 korban di wilayah I atau Pulau Sumatera. Kemudian 4.207 korban untuk wilayah pemantauan II atau Pulau Jawa dan 1.003 korban untuk wilayah pemantauan III atau Indonesia bagian timur.

    Maraknya kasus keracunan ini membuat MBG dipelesetkan berbagai pihak di media sosial, ada yang memplestakannya menjadi ‘Makan Beracun Gratis’ ada juga yang menyebut MBG sebagai ‘Makanan Belatung Gratis’

    Beberapa waktu lalu. Politisi PDI Perjuangan itu mengaku miris dengan konten-konten negatif terkait MBG yang berseliweran di media sosial.

    “Saya rasa kita semua punya media sosial ya, kalau kita buka sosial media hari-hari ini ini, banyak itu berseliweran konten-konten termasuk ajakan untuk menolak MBG,” kata Charles.

    Terkait berbagai pelesetan itu, Kepala BGN Dadan Hindayana, meminta masyarakat berhenti melakukannya, ia khawatir pelesatan tersebut justru mengaburkan tujuan mulia di balik program ini.

    “Gini ya, itu kan hak masing-masing ya. Tapi mohon tidak mengaburkan bahwa ini adalah program yang bertujuan mulia,” ujar Dadan.

    Baca Juga: Marak Kasus Keracunan, Seperti Apa Tata Kelola MBG?

    Dadan menyebut program MBG adalah cita-cita mulia dari Presiden Prabowo untuk meningkatkan gizi anak Indonesia maupun ibu hamil. Menurutnya, program tersebut perlu dihormati.

    “(Program) yang dilakukan oleh pemerintah Republik Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto. Jadi kita hormatilah istilah-istilah yang seperti itu,” ungkapnya.

    parfum AXL