Kategori: parfum

  • Komdigi Hanya Kantongi Rp8 Triliun, Digitalisasi Terancam hingga Kesenjangan Melebar

    Komdigi Hanya Kantongi Rp8 Triliun, Digitalisasi Terancam hingga Kesenjangan Melebar

    Bisnis.com, JAKARTA— Pengamat Telekomunikasi sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi, menilai alokasi anggaran Kementerian Komunikasi dan Virtual (Komdigi) sebesar Rp8 triliun pada 2026 akan berdampak signifikan terhadap digitalisasi di Indonesia.

    Padahal, sebelumnya Komdigi sempat mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp12,6 triliun. Jika usulan itu disetujui, overall kebutuhan anggaran Komdigi untuk tahun anggaran 2026 seharusnya mencapai Rp20,3 triliun.

    “Penyediaan web di daerah terpencil, seperti Indonesia Timur, akan terhambat, memperlebar kesenjangan virtual. Proyek strategis seperti pusat information nasional (PDN) dan pengembangan AI bisa tertunda, yang dipastikan ini bisa mengurangi daya saing ekonomi virtual di ASEAN,” kata Heru kepada Alexander.

    Heru menambahkan, transformasi layanan publik, seperti aplikasi terpadu, juga berisiko melambat sehingga mempengaruhi efisiensi birokrasi.

    Selain itu, startup lokal mungkin kesulitan mendapat dukungan infrastruktur, yang bisa menghambat inovasi. Dengan anggaran terbatas, lanjut dia, fokus mungkin bergeser ke pemeliharaan sistem current ketimbang ekspansi ambisius.

    “Meski begitu, kolaborasi dengan swasta bisa menjadi solusi untuk menjaga momentum. Tanpa strategi cerdas, Indonesia berisiko tertinggal dalam revolusi virtual world,” kata Heru.

    Menurutnya, Komdigi harus memprioritaskan proyek berdampak tinggi dengan anggaran Rp8 triliun tersebut. Seperti halnya perluasan infrastruktur virtual di wilayah 3T, meningkatkan kecepatan broadband ke 100 Mbps di wilayah strategis.

    “Prioritaskan keamanan ruang virtual, seperti mencegah konten negatif demi perlindungan masyarakat,” kata Heru.

    Heru mengaku khawatir digitalisasi bisa terpinggirkan, sehingga menghambat investasi di sektor AI, giant information, maupun keamanan siber.

    “Kesenjangan akses web Jawa-luar Jawa bakal melebar, proyek seperti pusat information nasional (PDN) yang melambat dan transformasi layanan publik mandek. Ekonomi virtual, yang seharusnya jadi pendorong pertumbuhan 5,4 persen, berisiko tertinggal dari ASEAN,” paparnya.

    Dia menambahkan, meski ada peluang dukungan anggaran dari kementerian lain, misalnya untuk pertanian virtual, tanpa prioritas yang jelas Indonesia bisa kehilangan momentum menuju Indonesia 5.0.

    “Mau tidak mau harus dimaksimalkan kolaborasi dengan swasta meski tetap tantangannya juga besar menanti,” ujarnya.

    Infrastruktur telekomunikasi di daerah 3T
    Infrastruktur telekomunikasi di daerah 3T

    Heru juga menilai tidak adanya tambahan anggaran ini menjadi sinyal undervaluation atas potensi virtual sebagai pendorong pertumbuhan jangka panjang, terutama di tengah revolusi AI world.

    “Absennya pembangunan virtual dari delapan time table utama menunjukkan kurangnya komitmen politik kuat dan berisiko membuat Indonesia ketinggalan momentum transformasi besar menuju Indonesia Emas 2045,” ucapnya.

    Menurutnya, pemangkasan ini menandakan Indonesia terlalu fokus pada kebutuhan jangka pendek dan mengesampingkan fondasi jangka panjang. Padahal, lanjut dia, dunia kini berlomba di AI, giant information, dan konektivitas. Dia menyoroti Singapura dan Korea Selatan yang alokasikan miliaran dolar untuk virtual.

    “Mengabaikan sektor ini menunjukkan kurangnya visi strategis untuk bersaing di ekonomi world, dimana virtual diprediksi sumbang 20% PDB dunia pada 2030,” tutur Heru.

    Heru menilai ekonomi virtual Indonesia yang saat ini baru berkontribusi sekitar 4–5% terhadap PDB membutuhkan dorongan besar agar bisa mencapai goal ambisius 8 persen. Dia menegaskan, jika sektor virtual diabaikan, maka efisiensi, inovasi, dan daya saing akan terancam, sehingga visi pertumbuhan ekonomi besar menjadi sulit tercapai.

    Sebelumnya, Komdigi menghadiri rapat tertutup bersama Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Senin (15/9/2025). Menteri Komunikasi dan Virtual Meutya Hafid mengungkapkan rapat tersebut membahas anggaran Komdigi. Sesuai hasil pembahasan Badan Anggaran (Banggar), anggaran Komdigi ditetapkan sebesar Rp8 triliun, sama dengan pagu awal.

    “[Anggaran Komdigi] Rp8 triliun, jadi tadi ini kurang lebih sama dengan pagu awal, kemudian menjadi pagu definitifnya,” kata Meutya usai rapat di Kompleks Parlemen, Senin (15/9/2025).

    Meutya menegaskan, pihaknya akan patuh pada keputusan Banggar dan menata ulang prioritas penggunaan anggaran agar program utama, khususnya yang terkait dengan Asta Cita Presiden serta fast wins Komdigi, tetap bisa dijalankan.

    Dia menyebut terdapat sejumlah program prioritas, antara lain pembangunan infrastruktur virtual, pengawasan ruang virtual yang aman untuk masyarakat, hingga komunikasi publik yang dapat mendukung pertumbuhan ekosistem startup.

    Berdasarkan Buku II Nota Keuangan beserta RAPBN 2026, Komdigi mendapat alokasi sebesar Rp8,08 triliun. Angka ini lebih rendah dibanding outlook 2025 yang mencapai Rp9,52 triliun.

    Parfum AXL

  • Gerhana Matahari Sebagian 21 September 2025, Bisakah Terlihat di Langit Indonesia?

    Gerhana Matahari Sebagian 21 September 2025, Bisakah Terlihat di Langit Indonesia?

    JAKARTA – Fenomena alam Gerhana Matahari Sebagian akan terlihat di langit dunia pada 21 September 2025.

    Namun apakah fenomena tersebut bisa terlihat di langit di Indonesia? Jawabannya adalah Tidak.

    Pemandangan alam yang cantik tersebut hanya akan terlihat di langit Selandia Baru, Kepulauan Mikronesia, Fiji dan sebagian kecil wilayah Australia Timur.

    Mengutip BMKG, gerhana matahari sebagian merupakan peristiwa terhalangnya sebagian cahaya matahari oleh bulan sehingga tidak semuanya sampai ke bumi.

    Hal ini terjadi saat posisi matahari, bumi, dan bulan tidak sejajar. Di mana akan terlihat seolah-olah bulan telah “menggigit” matahari.

    Kemudian mengutip Observatorium Bosscha, wilayah di permukaan Bumi yang berada di dalam penumbra akan dapat menyaksikan Gerhana Matahari Sebagian (GMS), yaitu saat piringan matahari tidak tertutup sepenuhnya oleh piringan bulan (Gambar 3) ketika fase maksimum gerhana.

    Kemudian wilayah lain di permukaan Bumi di luar penumbra tidak akan dapat menyaksikan gerhana matahari.

    Cara Menonton Gerhana Matahari

    Anda tidak dapat melihat langsung ke matahari selama gerhana matahari tanpa perlindungan mata yang sesuai. Pastikan untuk menggunakan kacamata gerhana matahari atau filter out matahari untuk teleskop atau teropong.

    Proyektor lubang jarum juga merupakan pilihan yang bagus jika Anda sudah terlambat mendapatkan peralatan khusus, karena Anda dapat dengan mudah membuatnya dengan beberapa barang dasar dari sekitar rumah Anda.

    Biasanya, penampakan gerhana matahari sebagian juga akan disiarkan oleh beberapa observatorium melalui tayangan reside streaming.

    Parfum AXL

  • Lenovo Beberkan Strategi Investasi untuk Percepat Adopsi AI Indonesia

    Lenovo Beberkan Strategi Investasi untuk Percepat Adopsi AI Indonesia

    JAKARTA  — Lenovo, perusahaan teknologi asal China, berkomitmen memperkuat kehadirannya di Indonesia melalui strategi investasi jangka pendek, menengah, dan panjang yang menyasar percepatan adopsi kecerdasan buatan (AI), pembangunan ekosistem virtual, serta keberlanjutan.

    Government Director CAP & ANZ Infrastructure Answers Staff (ISG) Lenovo Kumar Mitra mengatakan Indonesia memiliki potensi besar dalam transformasi virtual, khususnya di sektor yang mengandalkan adaptasi AI untuk mendorong efisiensi bisnis.

    Pendekatan investasi Lenovo tidak hanya berorientasi pada produk, tetapi juga pada kepercayaan jangka panjang, peningkatan keterampilan, serta kontribusi terhadap goal ekonomi virtual nasional.

    Dalam rencana investasi jangka pendek, Lenovo menekankan percepatan implementasi AI melalui solusi AI Rapid Get started, sebuah program yang memungkinkan perusahaan memulai proyek AI secara cepat dengan biaya lebih efisien, sekaligus memberikan hasil nyata yang bisa ditingkatkan skalanya seiring waktu.

    “Kami ingin membantu perusahaan di Indonesia agar tidak ragu memulai perjalanan AI. AI Rapid Get started memberikan fondasi yang tepat tanpa proses yang kompleks,” kata Kumar kepada Bisnis, Senin .

    Sementara itu untuk rencana jangka menengah, Lenovo akan memperkuat kolaborasi dengan mitra lokal, termasuk Unbiased Device Seller (ISV), device integrator, dan penyedia layanan cloud. Strategi ini dirancang untuk memperluas profesional services and products Lenovo serta mendukung inisiatif alih keterampilan tenaga kerja Indonesia agar lebih siap menghadapi tren AI.

    Government Director CAP & ANZ Infrastructure Answers Staff (ISG) Lenovo Kumar Mitra

    Kumar menambahkan salah satu faktor penting yang ditawarkan Lenovo adalah type konsumsi fleksibel melalui platform TruScale. Dengan sistem ini, perusahaan dapat mengakses infrastruktur dan kemampuan AI sesuai kebutuhan tanpa harus mengeluarkan investasi awal yang besar, sesuatu yang kerap menjadi hambatan utama bagi bisnis menengah di Indonesia.

    Ke depan, Lenovo menegaskan akan terus memperluas portofolio yang mencakup PC, infrastruktur, komputasi edge, hingga high-performance computing (HPC). Dimensi keberlanjutan juga menjadi pilar utama dalam strategi jangka panjang Lenovo.

    Teknologi pendingin hemat energi Neptune serta praktik ekonomi sirkular diproyeksikan menjadi solusi yang tidak hanya mendukung efisiensi perusahaan, tetapi juga tujuan lingkungan Indonesia yang lebih hijau.

    Dengan pendekatan bertahap ini, Lenovo berharap dapat memperkuat posisinya sebagai mitra utama transformasi virtual Indonesia, sekaligus mendorong adopsi AI dan keberlanjutan yang sejalan dengan time table pemerintah maupun kebutuhan industri.

    “Bagi Lenovo, Indonesia adalah pasar strategis. Kami tidak hanya ingin menghadirkan teknologi, tetapi juga membangun kepercayaan, memastikan keberlanjutan, dan mendukung visi ekonomi virtual nasional,” kata Kumar.

    Kumar mengatakan berdasarkan studi Lenovo bersama IDC, 65% organisasi di Indonesia memprioritaskan type hybrid atau on-prem untuk beban kerja AI, karena faktor keamanan knowledge, latensi, dan kepatuhan. Di Indoneisa, lanjutnya, kebutuhan ini semakin relevan mengingat transformasi virtual yang cepat di sektor perbankan, manufaktur, hingga ritel.

    “Lenovo melihat peluang besar untuk membantu perusahaan membangun fondasi AI yang kuat mulai dari knowledge control, governance, hingga infrastruktur virtual yang andal,” kata Kumar.

    Parfum AXL

  • Ini Arti Suara-suara Aneh dari Tubuh, Termasuk Perut Keroncongan dan Cegukan

    Ini Arti Suara-suara Aneh dari Tubuh, Termasuk Perut Keroncongan dan Cegukan

    JAKARTA – Tubuh kita adalah mesin biologis yang sibuk, dan terkadang, dia mengeluarkan suara-suara aneh.

    Mulai dari perut yang keroncongan di tengah rapat, sendi yang berbunyi ‘krek’ saat peregangan, hingga telinga yang tiba-tiba berdenging.

    Seringkali suara-suara ini membuat kita malu atau bahkan sedikit cemas. Namun, sebagian besar dari suara ini sebenarnya commonplace dan merupakan tanda bahwa tubuh Anda sedang bekerja.

    Pada dasarnya, tubuh kita memang “berisik”. Kuncinya adalah mendengarkan tidak hanya suaranya, tetapi juga sinyal lain seperti rasa sakit. Jika ada suara aneh yang disertai dengan gejala lain yang mengganggu, jangan ragu untuk bertanya pada ahlinya.

    Berikut arti di balik beberapa suara tubuh yang paling umum:

    1. Perut Keroncongan (Abdomen Growling)

    Suara gemuruh atau “krucuk-krucuk” ini bukan hanya pertanda lapar. Suara ini disebabkan oleh kontraksi otot di lambung dan usus (disebut peristalsis) yang mendorong makanan, cairan, dan fuel melalui saluran pencernaan. Proses ini terjadi sepanjang waktu, tetapi suaranya lebih terdengar saat perut kosong karena tidak ada makanan yang meredamnya.
    Hal ini Jarang sekali perlu dikhawatirkan. Namun, jika suara ini disertai dengan nyeri hebat, kram, atau kembung yang terus-menerus, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

    2. Sendi Berbunyi ‘Krek’ (Joints Cracking)

    Bunyi letupan saat Anda meregangkan jari, lutut, atau punggung seringkali disebabkan oleh pecahnya gelembung fuel (biasanya nitrogen) yang terbentuk di dalam cairan sinovial, pelumas alami sendi Anda. Ini adalah proses yang disebut kavitasi dan umumnya tidak berbahaya.

    Selama tidak ada rasa sakit, bunyi ini commonplace. Namun, jika bunyi ‘krek’ disertai dengan nyeri tajam, bengkak, atau sendi yang “terkunci”, itu bisa menjadi tanda adanya masalah seperti radang sendi atau cedera ligamen.

    3. Telinga Berdenging (Ringing Ears)

    Jika Anda mendengar suara denging atau “nging” sesaat setelah berada di tempat yang bising (seperti konser), itu adalah tanda bahwa sel-sel rambut halus di telinga bagian dalam Anda mengalami iritasi. Namun, jika suara ini terjadi terus-menerus, kondisi ini disebut tinnitus. Tinnitus yang kronis atau hanya terjadi di satu telinga harus segera diperiksakan ke dokter. Ini bisa menjadi tanda kerusakan pendengaran, infeksi, atau masalah medis lainnya.

    4. Cegukan (Hiccups)

    Cegukan terjadi ketika diafragma, otot besar di bawah paru-paru Anda mengalami kejang atau kontraksi tiba-tiba. Kejang ini membuat Anda menghirup udara dengan cepat, yang kemudian dihentikan oleh penutupan pita suara secara mendadak, sehingga menghasilkan suara “hik!” yang khas. Pemicunya bisa karena makan terlalu cepat, minum minuman berkarbonasi, atau perubahan suhu.

    Cegukan biasanya hilang dengan sendirinya. Namun, jika cegukan berlangsung lebih dari 48 jam, ini bisa menjadi pertanda adanya masalah medis yang perlu diperiksa.

    5. Hidung Bersiul (Whistling Nostril)

    Suara siulan saat Anda bernapas biasanya disebabkan oleh aliran udara yang melewati saluran hidung yang menyempit. Penyebab paling umum adalah penumpukan lendir akibat pilek atau alergi.

    Biasanya tidak berbahaya dan akan hilang saat hidung Anda bersih. Namun, jika siulan terjadi terus-menerus bahkan saat Anda sehat, itu mungkin menandakan adanya polip hidung atau penyimpangan septum yang perlu diperiksa oleh dokter THT.

    Parfum AXL

  • Aturan ‘8 Gelas Sehari’ Cuma Mitos? Ini Kebutuhan Air Minum Anda yang Sebenarnya

    Aturan ‘8 Gelas Sehari’ Cuma Mitos? Ini Kebutuhan Air Minum Anda yang Sebenarnya

    JAKARTA – “Jangan lupa minum air putih delapan gelas sehari!” Nasihat ini mungkin sudah sangat akrab di telinga kita sejak kecil. Aturan “8 gelas” atau sekitar 2 liter in line with hari seringkali menjadi patokan untuk hidrasi. Namun, apakah aturan ini benar-benar berlaku untuk semua orang?

    Menurut para ahli dari Institute of Drugs U.S, jawabannya tidak sesederhana itu. Meskipun aturan 8 gelas adalah awal yang baik, kebutuhan cairan setiap individu sebenarnya sangat dinamis dan non-public.

    Institute of Drugs U.S merekomendasikan jumlah overall air harian, rata-rata pria membutuhkan sekitar 3,7 liter ( sekitar 15,5 cangkir) cairan in line with hari, sementara wanita 2,7 liter (sekitar 11,5 cangkir) cairan in line with hari.

    Jumlah ini mencakup cairan dari minuman dan juga makanan yang mengandung air, seperti buah-buahan dan sayuran. Namun, untuk menjaga kesehatan ginjal dan membantu tubuh membuang racun, orang dewasa sehat sebaiknya minum sekitar 1,5 hingga 2 liter air putih in line with hari.

    Memenuhi kebutuhan cairan sangat krusial. Seperti yang dilansir dari Occasions of India, hidrasi yang cukup membantu tubuh untuk:

    • Mengeluarkan racun dan menjaga kesehatan ginjal.
    • Mengatur suhu tubuh, terutama saat cuaca panas.
    • Melumasi sendi dan meningkatkan fungsi otot.
    • Meningkatkan tingkat energi dan fungsi otak.
    • Menjaga kesehatan dan elastisitas kulit.

    Mengapa Air Penting untuk Ginjal?

    Ginjal berfungsi menyaring limbah dari darah dan mengeluarkannya melalui urine. Ketika tubuh cukup terhidrasi, proses ini berjalan lancar sehingga risiko penumpukan racun bisa dihindari.

    Sebaliknya, dehidrasi dapat membuat urine menjadi lebih pekat, meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal, serta memperbesar kemungkinan terjadinya infeksi saluran kemih.

    Asupan air yang cukup bukan hanya membantu membuang racun, tetapi juga menjaga keseimbangan elektrolit yang sangat penting untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.

    Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Cairan Anda

    Kebutuhan cairan Anda bisa lebih banyak atau lebih sedikit dari panduan umum, tergantung pada beberapa faktor:

    1. Aktivitas Fisik: Semakin banyak Anda berolahraga atau bergerak dan berkeringat, semakin banyak cairan yang perlu Anda ganti.
    2. Lingkungan dan Iklim: Tinggal di negara beriklim tropis dan lembap seperti Indonesia membuat kita lebih banyak berkeringat, bahkan saat tidak beraktivitas berat. Ini secara otomatis meningkatkan kebutuhan cairan harian.
    3. Kondisi Kesehatan: Saat Anda demam, muntah, atau diare, tubuh kehilangan banyak cairan dan Anda perlu minum lebih banyak. Sebaliknya, beberapa kondisi seperti penyakit ginjal atau jantung mungkin mengharuskan Anda untuk membatasi asupan cairan.
    4. Kehamilan dan Menyusui: Wanita hamil atau yang sedang menyusui membutuhkan cairan ekstra untuk mendukung kesehatan diri dan bayinya.

    Cara Paling Mudah Mengecek Standing Hidrasi Anda

    Lupakan hitungan gelas yang rumit. Ada dua cara sederhana untuk mengetahui apakah Anda cukup minum:

    Dengarkan Rasa Haus Anda: Bagi kebanyakan orang sehat, rasa haus adalah indikator yang andal bahwa tubuh Anda membutuhkan cairan.

    Periksa Warna Urin Anda: Ini adalah cara yang paling mudah. Jika urin Anda berwarna kuning pucat atau hampir bening, berarti Anda terhidrasi dengan baik. Jika warnanya kuning pekat atau lebih gelap, itu tandanya Anda perlu segera minum lebih banyak air.

    Parfum AXL

  • Hubungan Anemia dan Matcha, Minuman Populer yang Bisa Bikin Defisiensi Zat Besi

    Hubungan Anemia dan Matcha, Minuman Populer yang Bisa Bikin Defisiensi Zat Besi

    JAKARTA — Ketenaran minuman hijau cerah, matcha, belum menurun. Padahal, minuman yang dianggap lebih sehat ini juga punya risiko terhadap kesehatan.

    Banyak pengguna media sosial yang mengunggah foto diri mereka di rumah sakit setelah “minum terlalu banyak matcha”.

    Salah satunya, seorang perawat dari Maryland, AS, menjadi viral di TikTok setelah videonya mengklaim bahwa dua latte matcha seminggu membuatnya rambutnya rontok, dan ternyata dia mengalami kadar zat besi yang sangat rendah sehingga dirawat di rumah sakit karena kelelahan.

    Namun, para ahli menekankan bahwa dia dan orang lain seperti dirinya mungkin sudah memiliki kadar zat besi yang lebih rendah dari biasanya sebelum mereka mulai mengonsumsi matcha.

    Jadi, apa hubungan matcha dan anemia defisiensi besi?

    Bubuk matcha terbuat dari daun teh hijau yang digiling halus, yang kaya akan antioksidan. Molekul antioksidan dapat melindungi sel-sel kita dari penyebab kanker dan penyakit kronis lainnya.

    Namun, matcha juga mengandung polifenol atau ‘tremendous antioksidan’ yang disebut katekin yang memengaruhi penyerapan zat besi.

    Meskipun memiliki sifat anti-inflamasi yang bermanfaat, katekin mengikat beberapa jenis zat besi saat melewati usus, sehingga lebih sedikit yang diserap ke dalam darah.

    Kadar zat besi yang rendah mengurangi jumlah sel darah merah yang sehat, yang necessary untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh.

    Dr. Magali Chohan, dosen senior nutrisi di St Mary’s College, London, mengatakan kualitas antioksidan matcha adalah salah satu alasan mengapa matcha menjadi begitu populer.

    Namun dia menambahkan bahwa senyawa-senyawa ini juga dapat mengikat zat besi non-heme, jenis yang ditemukan dalam makanan nabati, sehingga lebih sulit diserap tubuh.

    Intinya, ini berarti orang tidak mendapatkan zat besi yang mereka kira berasal dari sayuran atau kacang-kacangan, sehingga kadarnya secara keseluruhan menjadi lebih rendah.

    Hal ini dapat mengakibatkan gejala anemia defisiensi besi, yang meliputi:

    • Kelelahan

    • Masalah pernapasan

    • Palpitasi jantung

    • Kulit lebih pucat dari biasanya

    • Sakit kepala

    • Pusing

    Siapa yang paling berisiko?

    Karena matcha berinteraksi secara spesifik dengan zat besi dalam makanan nabati, para vegan dan vegetarian paling berisiko mengalami defisiensi, kata Dr. Chohan.

    Siapa pun yang sudah kekurangan zat besi juga harus berhati-hati dalam mengonsumsinya, termasuk ibu hamil, mereka yang sedang menstruasi, bayi, dan orang-orang yang sudah mengalami defisiensi zat besi atau anemia, tambahnya.

    Sedangkan mereka yang bisa mendapatkan zat besi dari sumber non-heme, seperti daging dan ikan, akan lebih sedikit terdampak.

    Namun, Dr. Chohan, menambahkan bahwa mereka yabg rajin konsumsi marcha tetap bisa mendapatkan asupan zat besi.

    “Maka seperti tren lainnya, moderasi adalah kuncinya,” lanjutnya.

    Memberi jarak antara asupan matcha di antara waktu makan atau suplemen zat besi berarti efek antioksidannya akan berkurang saat dikonsumsi.

    Jika Anda masih khawatir, nutrition C juga membantu penyerapan zat besi non-heme, imbuh sang ahli.

    “Disarankan untuk menghindari minum matcha bersamaan dengan makanan atau suplemen kaya zat besi dan tingkatkan penyerapan zat besi dengan memadukan zat besi nabati dengan nutrition C, seperti perasan lemon pada salad. Jika ragu, konsultasikan dengan dokter umum Anda,” tambahnya.

    Parfum AXL

  • Terapi Dislipidemia untuk Deteksi Kadar Kolesterol dalam Darah

    Terapi Dislipidemia untuk Deteksi Kadar Kolesterol dalam Darah

    JAKARTA -Menurut information terbaru U.S. Nationwide Institutes of Well being (NIH) tahun ini, sekitar 40 juta orang dewasa di Indonesia mengalami kadar kolesterol LDL (LDL-C) tinggi yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

    Banyak yang belum mendapatkan terapi, sehingga menjadi faktor utama meningkatnya angka kematian akibat penyakit kardiovaskular. Peningkatan akses terapi dan edukasi kesehatan menjadi prioritas yang mendesak.

    Tantangan ini diperkuat dengan penelitian internasional. Studi INTERASPIRE (Eu Center Magazine, 2024) melaporkan bahwa di Indonesia, hanya 16,6% pasien penyakit arteri koroner yang berhasil mencapai goal LDL-C <70 mg/dL, sementara kepatuhan terhadap panduan terapi secara keseluruhan masih sangat rendah.

    Mayoritas pasien gagal mengontrol tekanan darah, memiliki prevalensi tinggi diabetes dan obesitas, serta minim partisipasi dalam program rehabilitasi jantung.

    Dr. Ade Meidian Ambari, Presiden Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), menjelaskan bahwa dahulu goal LDL-kolesterol untuk pasien kardiovaskular risiko tinggi adalah <100 mg/dL atau <70 mg/dL. Namun, pada kadar tersebut pun, banyak pasien masih berisiko tinggi mengalami kejadian kardiovaskular mayor seperti serangan jantung dan stroke.

    Dia menekankan bahwa pedoman ESC/EAS 2021 bahkan menurunkan goal untuk pasien risiko sangat tinggi menjadi <55 mg/dL, menegaskan kembali prinsip bahwa “semakin rendah, semakin baik”.

    “Dalam lanskap terapi world yang terus berkembang, monoterapi saja tidak cukup. Pendekatan dual-inhibition dengan rosuvastatin dan ezetimibe menjadi jalur optimum untuk mencapai goal LDL-C dan mempertahankan hasil jangka panjang.” ujarnya.

    Dia menjelaskan, terapi dual-inhibition mengombinasikan rosuvastatin, yang menekan sintesis kolesterol di hati, dengan ezetimibe, yang menghambat penyerapan kolesterol di usus halus. Kombinasi ini memungkinkan pasien mencapai kadar goal dengan lebih efektif dan aman dibandingkan monoterapi.

    “Bagi pasien risiko sangat tinggi, strategi dual-inhibition yang menekan sintesis sekaligus penyerapan kolesterol adalah cara paling efektif mencapai goal LDL-C. Terapi dislipidemia memberikan pendekatan ini, dengan peningkatan signifikan pada hasil terapi pasien.”

    Baik In Hyun, Direktur Daewoong Pharmaceutical Indonesia, menyatakan, penyakit kardiovaskular adalah penyebab kematian nomor satu di Indonesia, namun banyak pasien masih gagal menurunkan LDL-kolesterolnya secara efektif.

    “Mengatasi kebutuhan medis yang belum terpenuhi adalah salah satu misi utama kami di Daewoong Indonesia, demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.” paparnya.

    Dia mengatakan salah satu terapi yang bisa digunakan orang dengan kolesterol tinggi yakni terapi dislipidemia yang bisa menurunkan LDL-C yang lebih kuat dibandingkan terapi yang ada sebelumnya.

    Terapi ini menunjukkan efikasi lebih tinggi dan risiko efek samping lebih rendah dibandingkan monoterapi statin, mampu menurunkan LDL-C lebih dari 50% bahkan pada dosis rendah 10/2,5 mg.

    Selain itu, terapi ini tersedia dalam tiga opsi dosis (10/5 mg, 10/10 mg, 10/20 mg), termasuk kombinasi dosis rendah 10/5 mg pertama di Indonesia, sehingga memungkinkan terapi yang lebih dipersonalisasi sesuai kebutuhan pasien.

    Rosuvastatin, sebagai satu-satunya statin dengan bukti klinis dapat memperlambat progresi aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah akibat penumpukan lemak/plak), semakin memperkuat potensi terapi Daewoong untuk menjadi standar baru dalam tata laksana dislipidemia.

    Prof. JeeHoon Kang dari Seoul Nationwide College Clinic mempresentasikan hasil studi RACING yang melibatkan 3.780 pasien dengan penyakit kardiovaskular aterosklerotik (ASCVD) di Korea Selatan.

    Studi ini menunjukkan bahwa kombinasi dosis tetap rosuvastatin dan ezetimibe, mekanisme dual-inhibition yang sama dengan terapi Daewoong, mencapai tingkat keberhasilan goal LDL-C satu tahun yang lebih tinggi dibandingkan monoterapi statin intensitas tinggi (73% vs. 55%), dengan tingkat penghentian terapi yang lebih rendah, sehingga lebih menguntungkan untuk kepatuhan jangka panjang (The Lancet, 2022).

    Prof. JeeHoon Kang berkomentar, “Dalam praktik klinis, sebagian besar pasien masih gagal mencapai goal terapi. Terapi dislipidemia Daewoong hadir sebagai alternatif yang tepat waktu dan relevan.” Ia menambahkan, “Dengan dual-inhibition, terapi ini menurunkan beban efek samping sekaligus meningkatkan efektivitas, yang sangat mengesankan. Pedoman 2025 akan menetapkan goal LDL-C yang lebih ketat, dan terapi dislipidemia Daewoong siap menjadi tolok ukur baru.”

    Parfum AXL

  • WHO Ungkap 5,6 Miliar Orang Berisiko Terinfeksi Dengue dan Arbovirus Lainnya

    WHO Ungkap 5,6 Miliar Orang Berisiko Terinfeksi Dengue dan Arbovirus Lainnya

    JAKARTA -Infeksi dengue masih menjadi beban yang signifikan bagi masyarakat di seluruh dunia, menyebabkan krisis kesehatan yang parah, tekanan ekonomi, dan gangguan sosial.

    Insiden dengue meningkat secara signifikan di seluruh dunia dalam beberapa dekade terakhir, dengan jumlah kasus yang dilaporkan ke Badan Kesehatan Dunia (Global Well being Group/WHO) meningkat dari 505.430 kasus pada tahun 2000 menjadi 14,6 juta pada tahun 2024.

    Bahkan, knowledge terbaru tentang prevalensi dengue memperkirakan bahwa 5,6 miliar orang berisiko terinfeksi dengue dan arbovirus lainnya.

    Dengue adalah infeksi yang disebabkan oleh virus (DENV), yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus betina yang terinfeksi.

    Penyakit ini lebih umum di daerah beriklim tropis dan subtropis. Pada sebagian orang yang mengalaminya, gejala dengue sering kali tidak tampak atau hanya berupa gejala ringan. Namun, bagi yang mengalaminya, gejala paling umum adalah demam tinggi, sakit kepala, nyeri badan, nyeri sendi, mual, muntah dan ruam kulit.

    Virus dengue terdiri dari empat jenis/serotipe, oleh karena itu seseorang dapat terinfeksi virus dengue lebih dari satu kali, dan infeksi kedua kali dapat meningkatkan risiko terjadinya gejala yang lebih parah.

    Information Kementerian Kesehatan RI mencatat, sampai dengan 22 September 2025, terdapat 115.138 kasus dengue secara nasional dengan 479 kematian. Dari jumlah tersebut, 57 persen terjadi di Pulau Jawa yang menunjukkan tingginya konsentrasi beban penyakit di wilayah dengan populasi padat.

    Sementara itu, DKI Jakarta sebagai provinsi dengan mobilitas penduduk yang tinggi membutuhkan strategi berlapis agar perlindungan terhadap masyarakat dapat lebih diperkuat.

    drg. Ani Ruspitawati, M.M., Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta yang diwakili oleh dr. Ovi Norfiana, M.Ok.M., Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, menyampaikan, dengue adalah tantangan kesehatan yang terus kita hadapi setiap tahun dengan dampak yang signifikan bagi masyarakat Jakarta.

    Tahun ini, sampai dengan tanggal 22 September saja, DKI Jakarta mencatat jumlah kasus dengue sebanyak 7.274 kasus dengan 12 kematian.

    Tentunya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan berbagai langkah pengendalian, mulai dari program pengendalian vektor nyamuk seperti 3M Plus dan G1R1J edukasi masyarakat yang berkelanjutan, hingga intervensi berbasis eknologi.

    Salah satu inovasi yang telah kami terapkan adalah implementasi Wolbachia di wilayah Jakarta Barat, yang menjadi pilot untuk memutus rantai penularan virus dengue. Inisiatif ini menunjukkan bagaimana strategi berbasis sains dapat melengkapi upaya konvensional yang sudah berjalan. Tapi, kami menyadari bahwa pengendalian dengue membutuhkan strategi yang terintegrasi.

    Untuk memberikan perlindungan yang lebih optimum bagi masyarakat, diperlukan pendekatan lain yang juga inovatif. Karena itu, kami bersama Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) melaksanakan vaksinasi dengue, beserta pemantauan aktif, di Jakarta Selatan sebagai langkah pelengkap. Kami percaya bahwa kolaborasi
    lintas sektor ini akan semakin memperkuat upaya perlindungan, sekaligus membuka jalan bagi masyarakat Jakarta untuk mendapatkan manfaat dari berbagai bentuk inovasi kesehatan.”

    Prof. Dr. dr. Sri Rezeki Hadinegoro, SpA(Ok), Guru Besar Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, menambahkan pentingnya kewaspadaan terhadap dengue.

    “Dengue adalah penyakit yang dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia, di mana seseorang tinggal, maupun gaya hidup; dan bukan hanya saat musim hujan, tetapi juga mengancam sepanjang tahun. Itulah sebabnya masyarakat perlu selalu waspada, karena setiap keluarga berisiko terpapar. Pencegahan sangat penting, sama pentingnya adalah memastikan bahwa setiap intervensi yang dijalankan benar-benar memberikan dampak jangka panjang bagi kesehatan masyarakat.

    Melalui pemantauan aktif vaksinasi dengue pada anak Sekolah Dasar di Jakarta Selatan ini, FKUI bersama Dinkes Provinsi DKI Jakarta dengan dukungan Takeda berupaya menghadirkan mekanisme pemantauan efektifitas vaksin yang lebih sistematis. Kami percaya, dengan langkah ini, kita dapat membangun fondasi yang lebih kuat dan berkesinambungan dalam mengurangi beban dengue di Indonesia.

    Selain itu, kegiatan ini juga akan dilakukan bersama di beberapa daerah lain yaitu Palembang dan Banjarmasin.

    Prof. Dr. dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, menegaskan komitmen FKUI dalam pelayanan kepada masyarakat.

    dr. Fadjar Surya Mensing Silalahi, Plh. Direktur Penyakit Menular, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengatakan upaya pengendalian dengue di Indonesia terus diperkuat dari waktu ke waktu sebagai bagian dari komitmen nasional dalam melindungi kesehatan masyarakat.

    Kementerian Kesehatan telah menetapkan Strategi Nasional Penanggulangan Dengue (STRANAS) 2021–2025 sebagai acuan bersama dalam menekan angka kesakitan dan kematian akibat dengue di seluruh wilayah. Keberhasilan strategi nasional ini tidak hanya ditentukan oleh pemerintah semata.

    Dibutuhkan dukungan nyata dari akademisi, sektor swasta, dan masyarakat agar upaya pencegahan bisa berjalan lebih menyeluruh dan berkelanjutan.

    dr. Arif Abdillah, Head of Clinical Affairs Takeda mengatakan, Takeda memiliki komitmen jangka panjang dalam mendukung Indonesia melawan dengue, sejalan dengan misi untuk menghadirkan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat.

    “Kami percaya bahwa peningkatan kesadaran publik tentang bahaya dengue, disertai kerja sama lintas sektor yang erat, merupakan fondasi penting untuk mencapai nol kematian akibat dengue pada tahun 2030,” ujarnya.

    Parfum AXL

  • Melancong di Usia Senja, Siapa Takut?

    Melancong di Usia Senja, Siapa Takut?

    Wisata budaya dan religius jadi pilihan lansia melancong ke mancanegara. Hanya saja, persiapan matang dibutuhkan, termasuk latihan fisik seperti banyak jalan kaki.

    Usia bukan lagi hambatan untuk beraktivitas, bahkan untuk melancong hingga ke negeri orang. Seorang diri, tanpa handai tolan, pun bukan persoalan. Itulah yang dilakukan oleh Liong Siak Tjhie (80), seorang wartawan harian berbahasa Mandarin, Huan Qiu Ri Bao, saat mengikuti Eva Air Famtrip selama lima hari ke Taiwan, beberapa waktu lalu.

    Ia menjadi orang yang paling tua di antara 13 anggota rombongan yang kebanyakan berusia di kepala tiga atau empat. Meskipun menjadi yang paling senior, Pak Liong sama sekali tidak merepotkan. Ia bisa mengikuti semua kegiatan yang mayoritas membutuhkan aktivitas jalan kaki yang lumayan jauh, berkisar 15.000-16.000 langkah tiap harinya.

    Lantas, apa resepnya?

    ”Yang pertama, jangan merasa kita sudah tua. Kalau kita merasa tua, jadi bener-bener tua. Jangan ingat umur … jangan ingat umur,” ujar Pak Liong berkali-kali.

    Keyakinan untuk tidak mengingat umur tersebut membuatnya tidak merasa kesulitan untuk beraktivitas di luar rumah. Meski tak boleh mengingat umur, tidak lantas menolak kenyataan bahwa usia memang sudah lanjut kemudian hidup sekenanya, tanpa memperhatikan kesehatan. Tetap tahu batas, dalam bahasa Pak Liong.

    ”Memang belakangan ini saya sering melangkahkan kaki, saya keliling rumah sakit. Bukan karena saya sakit. Hanya cari ada penyakit atau tidak. Ngecek saja. Ini seperti rapor anak sekolahan ya,” kata Liong.

    Keputusannya mengikuti perjalanan wisata ke Taipei, April lalu, pun sudah dipertimbangkan dengan matang. Ia juga mendapatkan izin untuk mengikuti lima hari tersebut dari anak-anaknya, meskipun tak punya kerabat di Ilha Formosa atau Pulau Formosa tersebut. Beda halnya jika berkunjung ke China, ia masih punya kerabat di beberapa kota di negeri tersebut.

    Saat ditanya apakah famtrip tersebut dirasa berat, Lion mengaku sama sekali tidak memberatkan. Ia mengikuti seluruh perjalanan, menikmati setiap atraksi yang disuguhkan. ”Ya, tetapi saya juga tahu diri. Kalau terlalu terjal, saya berjalan semampunya. Sesuai kemampuan saja,” ungkapnya.

    Rangkaian perjalanan kali ini memang agak berbeda dari tur-tur yang biasa dikunjungi oleh wisatawan mancanegara. Rombongan yang diundang oleh Eva Air bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata Taiwan tersebut dibawa ke destinasi-destinasi baru yang rupanya hendak diperkenalkan kepada para agensi perjalanan.

    Sebut saja, West Lake Resortopia di wilayah administratif Miaoli dan Lavender Woodland di Distrik Xinshe, kota Taichung. Pemandu wisata yang menemani perjalanan kami, Tommy Lee, mengaku baru pertama kali mengunjungi kedua tempat tersebut merupakan destinasi yang jarang masuk dalam paket tur yang ditawarkan ke wisatawan mancanegara.

    Di dua lokasi ini, pengunjung harus mengeluarkan energi ekstra untuk jalan kaki sedikit menanjak dan relatif jauh. Pada kondisi seperti ini, Pak Liong pun memilih untuk melangkahkan kaki seperlunya dan semampunya saja.

    Namun, dibandingkan saya sendiri yang umur mendekati angka 50, kondisi Pak Liong bahkan jauh lebih baik. Ia masih menganggap enteng ketika bertemu jalan menanjak, padahal napas saya sudah ngos-ngosan, serasa hampir putus. Pak Liong pun mencandai, ”Segitu mah enteng.”

    Lantas, apa latihan yang dipersiapkan oleh Liong untuk mengikuti kegiatan tur tersebut? Ia mengakui banyak jalan kaki, bahkan dirinya sering memilih menggunakan Transjakarta sebagai sarana mobilitas jika berada di Jakarta meskipun di beberapa bagian dirinya harus naik turun tangga untuk menggunakan jembatan penyeberangan menuju pemberhentian Transjakarta.

    ”Orang Indonesia itu biasanya suka melihat sesuatu yang bagus, wah, dan baru. Itu tipikal (turis) Indonesia. Dia tidak suka sesuatu yang berbau kultural, sejarah,” kata Tommy Lee.

    Ini dilakukannya meskipun sang anak memintanya untuk menggunakan jasa ojek roda empat melalui aplikasi. Ia juga tak mau jika ke mana-mana harus diantar oleh anaknya dengan kendaraan pribadi. Ia menolak kedua saran itu karena membuat kesempatannya berjalan kaki menjadi berkurang.

    Selain ke Taiwan, Liong memang relatif sering bepergian ke luar negeri. Setidaknya setahun sekali untuk mengunjungi saudaranya (paman dan bibinya, saudara kandung ayahnya) yang berada di China. Kepergiannya ke Taiwan, selain jalan-jalan, juga untuk mendapatkan satu jawaban mengapa kedua negara (Taiwan dan China) bermusuhan begitu lama, seperti saudara yang belum juga cocok.

    ”Ini bukan soal politik, melainkan ingin tahu saja ya. Lebih ke tradition sebenarnya,” kata Liong. Meski sudah lima hari berada di Taiwan, Pak Liong belum juga menemukan jawabannya.

    Motivasi seperti itu, menurut Tommy, wajar dimiliki oleh para pelancong yang datang ke Taiwan. Sebab, banyak wisatawan yang datang ke Taiwan untuk bernostalgia, melihat tempat-tempat yang merekam peristiwa bersejarah baik bagi masyarakat pada umumnya maupun orang itu sendiri.

    Berdasarkan pengamatannya, turis dari beberapa negara memiliki tipe yang berbeda-beda. Misalnya, turis asal Indonesia lebih suka hal-hal baru yang sedang viral atau tren, wah, dan bagus. Tipikalnya sama hal dengan turis-turis asal Malaysia. Sementara turis lokal Taiwan, Jepang, ataupun Singapura lebih menyukai hal-hal yang mengandung unsur kebudayaan, memiliki nilai seni, dan sejarah.

    ”Orang Indonesia itu biasanya suka melihat sesuatu yang bagus, wah, dan baru. Itu tipikal (turis) Indonesia. Dia tidak suka sesuatu yang berbau kultural, sejarah,” kata Tommy. Satu hal lagi yang diingat Tommy, wisatawan asal negeri plus 62 sering sekali mencari kamar kecil.

    Taiwan sendiri, menurut Tommy, banyak menawarkan hal-hal berbau budaya. Dibandingkan China yang memiliki wilayah yang luas sehingga memiliki destinasi beragam untuk ditawarkan, Taiwan merupakan negara kecil yang luasnya setara dengan Provinsi Jawa Barat. Ia mengungkapkan, negeri ini bisa dikelilingi dengan perjalanan darat dalam waktu lebih kurang 72 jam.

    Efek positif

    Berdasarkan information Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jumlah penduduk di dunia yang berusia 60 tahun ke atas adalah 1,1 miliar jiwa pada tahun 2023. WHO memprediksi jumlah tersebut naik menjadi 1,4 miliar jiwa pada tahun 2030. Pertambahan jumlah lansia tentu berimplikasi pada persoalan kesehatan publik. Memelihara kesehatan menjadi hal krusial bagi lansia, tak hanya kesehatan fisik tetapi juga psikis dan kejiwaan. Dengan kesehatan yang baik, para lansia bisa tetap mandiri serta dapat berpartisipasi aktif di keluarga dan komunitas.

    Dari berbagai hasil penelitian, kesejahteraan (well-being), kebahagiaan, dan kepuasan hidup para lansia akan meningkat ketika mereka menjadi pelancong. Kegiatan melancong memungkinkan para turis lansia melampaui pengalaman dan zona nyamannya.

    Dalam artikel berjudul ”Tourism Choice of Seniors and Their Have an effect on on Wholesome Growing old” yang ditulis oleh Ian Patterson, Adela Balderas-Cejudo, dan Shane Pegg, terungkap bahwa wisata bagi kaum manula memiliki pengaruh positif terhadap kehidupan mereka dan berkontribusi pada gaya hidup yang lebih sehat. Artikel tersebut disusun setelah melakukan wawancara kualitatif terhadap 20 orang yang berusia 55 tahun hingga 80 tahun.

    Hasil penelitian itu dikelompokkan ke dalam dua tema, yaitu preferensi wisata terkait dengan waktu, jenis-jenis wisata, dan dengan siapa akan melakukan kegiatan tersebut. Tema kedua, terkait dengan tujuan wisata untuk tujuan kesehatan.

    Terkait dengan waktu, mayoritas lansia mengambil off top season (65 persen) atau bukan pada musim liburan (top season). Kebanyakan menghindari masa-masa liburan sekolah meskipun sebagian lansia menyatakan tidak masalah bepergian ke lokasi wisata pada musim liburan. Selain itu, berwisata bukan di musim liburan juga menghemat biaya akomodasi dan transportasi. Bahkan, keberadaan turis-turis lansia merupakan hal yang berharga dalam pasar pariwisata karena mereka mampu mengisi masa-masa off top season (bukan musim liburan).

    Sebagian lansia lebih suka wisata mandiri (tanpa agen wisata/go back and forth agent), sementara sepertiga lainnya memilih menggunakan jasa agen go back and forth. Motivasi utama untuk berwisata adalah untuk mengunjungi kerabat atau kenalan yang berada di tempat-tempat populer dan ingin didatangi.

    Mengenai tema kedua terkait liburan dan kesehatan, hampir semua responden memiliki kesadaran mengenai kesehatan dan sering mengekspresikan keyakinan mengenai pentingnya touring dan tetap aktif. Beberapa responden yakin touring berpengaruh pada kesehatan mereka, misalnya dengan melakukan aktivitas yang aktif selama touring akan meningkatkan peluang untuk terhindar dari demensia. Karena itu, sebagian responden menjadi heran ketika para manula tidak melakukan aktivitas, kecuali menonton televisi.

    Studi lain menemukan bahwa menua dengan aktif memiliki manfaat signifikan bagi interaksi sosial serta kesehatan fisik dan psikologis lansia. Pariwisata merupakan bagian penting dari kehidupan pascapensiun manusia-manusia senior ini dan sering berfungsi sebagai strategi adaptif untuk membantu orang yang sudah pensiun menghadapi proses penuaan secara commonplace.

    Lansia bertualang? Siapa takut….

    Parfum AXL

  • Aduhai, Zhuhai!

    Aduhai, Zhuhai!

    Zhuhai yang berbatasan dengan Makau dan China punya segudang hal untuk ditunjukkan. Namun, kami hanya punya kurang dari 24 jam untuk menjelajah kota ini.

    Semua terjadi serba cepat di Zhuhai, sebuah kota pesisir di selatan China yang berbatasan dengan Makau. Ini bukan karena ritme hidupnya yang cepat, melainkan karena kami tak punya banyak waktu untuk singgah. Namun, Zhuhai tampaknya tak rela melepas dan berusaha menahan kami tinggal lebih lama.

    ”Sayang sekali kita tidak sampai 24 jam di Zhuhai, ya,” ucap saya kepada Dragana Blejica, wartawan Serbia, saat melaju dengan bus di jalanan Zhuhai, Jumat (12/9/2025).

    Kala itu, sebagian wartawan Asia-Pasifik dan Eropa berkunjung ke Kota Zhuhai dan Shenzhen yang ada di Provinsi Guangdong, China. Kunjungan ini adalah bagian dari program China World Press Verbal exchange Heart (CIPCC), sebuah program di bawah Asosiasi Diplomasi Publik China (CPDA). Para wartawan diajak menengok kemajuan Zhuhai dan Shenzhen setelah menjadi zona ekonomi khusus 45 tahun terakhir.

    Wartawan Serbia tadi manggut-manggut. Dia juga pengin tinggal 1-2 hari lebih lama di Zhuhai. Bagi dia, yang suka keliling Asia untuk mencari kehangatan matahari saat musim dingin di Serbia, Zhuhai adalah tempat yang tepat untuk bertualang sambil berjemur.

    Hal serupa dirasakan oleh wartawan-wartawan Asia-Pasifik yang notabenenya sudah ”kenyang” dijemur matahari. Setelah sekian pekan tinggal di Beijing yang seperti hutan beton, pergi ke Zhuhai adalah sebuah kemewahan. Langitnya biru cerah, mataharinya hangat, udaranya bersih, dan laut biru terhampar di depan mata. Ibaratnya seperti pergi dari Jakarta ke Raja Ampat.

    Suasana Kota Zhuhai di Provinsi Guangdong, China pada Jumat (12/9/2025). Zhuhai yang terletak di selatan China merupakan satu dari empat kota pertama di China yang menjadi kawasan ekonomi khusus. Kota pesisir yang berbatasan dengan Hong Kong dan Makau ini pun menjadi salah satu kota dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat.

    Zhuhai pun menarik karena memiliki latar belakang sejarah dan budaya. Dulu, Zhuhai adalah desa bagi para nelayan, petambak garam, dan petani. Zhuhai lantas bertransformasi menjadi kota yang maju, bahkan menjadi salah satu gerbang globalisasi dan modernisasi.

    Posisi Zhuhai yang berada di pesisir Sungai Mutiara serta menghadap Laut China Selatan menjadikan kota ini strategis. Sejak technology Dinasti Han, ”Kota Seratus Pulau” ini menjadi simpul perdagangan penting antara China dengan Timur Tengah, Afrika, dan Eropa. Zhuhai juga termasuk salah satu simpul Jalur Sutra.

    Hal ini sekaligus menjadikan Zhuhai sebagai kanal pertukaran budaya dan pintu yang membuka pemahaman akan peradaban dunia. Zhuhai pun menjadi jendela buat dunia yang begitu luas, khususnya bagi para muda-mudi yang haus pengetahuan dan petualangan.

    Berangkatlah Yung Wing, Wong A laugh, dan Wong Shing ke Amerika Serikat pada 1847. Tiga pemuda Zhuhai ini adalah orang-orang China pertama yang menempuh pendidikan di luar negeri. Gelombang untuk menuntut ilmu ke luar negeri pun bergulir setelah mereka pulang kampung. Ilmu dan perspektif yang mereka peroleh di negeri orang adalah potongan-potongan puzzle yang lantas membentuk wajah Zhuhai saat ini.

    Suasana Kota Zhuhai di Provinsi Guangdong, China pada Kamis (11/9/2025). Zhuhai yang terletak di selatan China merupakan satu dari empat kota pertama di China yang menjadi kawasan ekonomi khusus. Kota pesisir yang berbatasan dengan Hong Kong dan Makau ini pun menjadi salah satu kota dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat.

    Oleh karena itu, jangan heran bila banyak warga China yang menempuh pendidikan jauh-jauh hingga ke luar negeri. Semuanya pengaruh Yung Wing dan kawan-kawan. Gelombang sekolah ke luar negeri melahirkan banyak sosok revolusioner dan prominen, misalnya Xue Jinqin yang adalah perempuan pembicara publik pertama di China.

    Daya pendidikan ini pada gilirannya memengaruhi kebijakan kota, setidaknya hingga satu abad seusai technology Yung Wing. Setelah technology reformasi ekonomi China, pemerintah Zhuhai menentukan arah pengembangan kota lewat pendekatan ilmiah, yakni pendidikan dan sains. Zhuhai sepertinya paham bahwa kebijakan sejatinya mesti jelas landasannya dan bisa dipertanggungjawabkan. Tidak boleh ngasal, apalagi buru-buru.

    Dan berkembanglah Zhuhai seperti sekarang. Zhuhai terpilih sebagai salah satu kota pertama yang ditetapkan sebagai zona ekonomi khusus China pada 1980. Selain Zhuhai, kota lain yang menjadi zona ekonomi khusus di periode yang sama adalah Shenzhen, Xiamen, dan Shantou.

    Kini, ekonomi Zhuhai digerakkan oleh sejumlah industri seperti teknologi dan industri. Zhuhai—yang disebut salah satu kota paling layak huni dan paling bahagia di China—melaju dengan produk domestik bruto (PDB) sekitar 450 miliar yuan atau sekitar Rp 1 triliun pada 2024.

    24 jam kurang

    Dalam waktu kurang dari 24 jam, kelompok wartawan internasional diajak berkeliling ke sebanyak-banyaknya tempat di Zhuhai. Dari semua tempat, mungkin Desa Beishan adalah yang paling menarik.

    Sekilas, Beishan tampak seperti desa yang kental dengan unsur sejarah dan budaya. Rumah-rumah tua dengan arsitektur China berdiri megah di beberapa titik.

    Ada lagi rumah tua yang didandani, dan kini menjadi pertokoan. Turis suka pergi ke sana karena suasananya yang elok dan adem. Barang dan jasa yang dijual pun menarik hati. Karena tahu tak akan lama ada di Zhuhai, sebagian anggota rombongan segera membeli suvenir atau penganan khas yang tersedia. Katanya, ”Kapan lagi ke Zhuhai, kan?”

    Selain Desa Beishan, rombongan juga diajak mengelilingi museum ini-itu di Kota Kuno Tangjia, yakni Zhuhai. Konten museumnya macam-macam, mulai dari sejarah Tangjia, bangunan-bangunan berarsitektur kuno yang masih dipelihara sampai sekarang, sampai kisah Yung Wing dan kawan-kawan yang melanglang buana ke AS.

    Sayang, perjalanan di Zhuhai tak berlangsung lama. Sekitar 23 jam setelah kedatangan di Zhuhai, kami sudah tiba lagi di bandara untuk pulang ke Beijing. Meski tubuh letih dan linu-linu seusai banyak berjalan kaki, sebagian wartawan masih ingin menjelajahi Zhuhai.

    ”Andaikan bisa lebih lama ada di sini,” kata beberapa rekan wartawan.

    Entah mantra apa yang tak sengaja terucap, sebagian wartawan jadi betulan mesti tinggal beberapa jam lebih lama di Zhuhai. Mungkin karena kesalahan sistem, nama dan nomor paspor wartawan-wartawan Asia-Pasifik tertukar. Akibatnya, kami tidak bisa test in dan melewatkan penerbangan sore.

    Beruntung ada staf dan penyelenggara perjalanan yang membantu. Dahi mereka sampai berkerut dan berpeluh untuk mengurus isu ini. Di sisi lain, kelompok wartawan Asia-Pasifik malah cengengesan dan menertawakan nasib. Bagi kami, tak ada gunanya juga stres (meski di dalam hati deg-degan juga).

    ”Betul, kan. Zhuhai tidak mau kita pulang cepat!”

    Kami bahkan berandai-andai kembali menginap di lodge bagus yang menghadap Laut China Selatan, lalu jalan-jalan sejenak dan makan hidangan ubur-ubur yang rasanya segar. Khayalan itu buyar ketika kami diberi tahu untuk pulang ke Beijing dengan penerbangan selanjutnya, lantas tiba di apartemen menjelang tengah malam.

    Waktu kami di Zhuhai memang singkat, tetapi sangat berkesan. Duh, Zhuhai, lain kali kami datang lagi, deh!

    Parfum AXL