Kategori: parfum kualitas internasional

  • Benang Jarum Hadirkan Viola Assortment di Type Country XIX

    Benang Jarum Hadirkan Viola Assortment di Type Country XIX

    Jakarta – Gelaran mode tahunan Type Country XIX di Senayan Town kembali menjadi panggung prestisius bagi emblem lokal untuk menunjukkan karya terbaiknya. Tahun ini, Benang Jarum tampil memukau dengan menghadirkan koleksi terbaru yang menegaskan identitasnya sebagai label ready-to-wear fashionable dan relevan bagi perempuan masa kini.
    Type Country, yang rutin menghadirkan desainer lokal maupun internasional, menjadi ruang bagi Benang Jarum untuk menampilkan kekuatan desain khasnya. Logo ini dikenal dengan pola dan motif ikonik yang selalu standout, memadukan elemen elegan dan artistik, serta menghadirkan busana yang bukan hanya mewah, namun juga fungsional untuk dikenakan sehari-hari.
    Kehadiran di runway Type Country XIX sekaligus menegaskan konsistensi Benang Jarum dalam menjaga element, identitas, serta daya tarik yang mampu merangkul pasar lokal maupun world.

    Pada kesempatan ini, Benang Jarum meluncurkan Viola Assortment, koleksi terbaru yang resmi diperkenalkan pada 23 September 2025. Terinspirasi dari keindahan bunga viola, koleksi ini menampilkan motif floral abstrak dengan teknik watercolor yang berpadu harmonis dengan garis stripes watercolor serta signature monogram khas Benang Jarum.
    Siluet yang mengalir, element bordir halus, dan potongan flexible menjadikan koleksi ini pilihan tepat bagi perempuan fashionable yang menginginkan busana dengan sentuhan delicate luxurious, fashionable, dan tetap praktis untuk berbagai kesempatan.

    Mifthahul Jannah, Inventive Director Benang Jarum, menyampaikan komitmennya untuk terus mengangkat type Indonesia ke degree lebih tinggi.
    “Benang Jarum selalu berkomitmen untuk membawa type Indonesia ke panggung yang lebih luas. Kami ingin menunjukkan bahwa desain ready-to-wear lokal tidak hanya relevan di pasar domestik, tapi juga memiliki kualitas dan karakter untuk bersaing di degree world,” ungkapnya.
    Viola Assortment resmi diperkenalkan di runway Type Country XIX, dan kini sudah tersedia di butik Benang Jarum maupun platform on-line resmi. Kehadirannya di ajang mode bergengsi ini sekaligus memperkuat posisi Benang Jarum sebagai emblem yang konsisten menghadirkan karya ready-to-wear berkelas, dengan perpaduan antara keanggunan, identitas kuat, dan fleksibilitas gaya bagi perempuan masa kini.

    Parfum AXL

  • Dari Evaluation Konsumen hingga Knowledge Tren, Sociolla Award 2025 Jadi Tolok Ukur Industri Kecantikan

    Dari Evaluation Konsumen hingga Knowledge Tren, Sociolla Award 2025 Jadi Tolok Ukur Industri Kecantikan

    Jakarta – Growthmates, Sociolla resmi meluncurkan Sociolla Award 2025, ajang penghargaan kecantikan tahunan yang sejak 2019 telah menjadi tolok ukur industri sekaligus panduan utama bagi attractiveness fanatic di Indonesia.
    Tahun ini, penghargaan bergengsi tersebut hadir dengan structure baru yang diawali dengan pengumuman 100 Hotlist, yakni daftar kurasi produk kecantikan dan perawatan diri terfavorit yang dipilih melalui proses seleksi ketat berbasis Actual Person Evaluations, Robust Logo Efficiency, serta analisis tren dari SOCO Perception Manufacturing unit.
    Ghea Yantra, SVP Advertising and marketing Operations Social Bella, menuturkan bahwa perjalanan satu dekade Sociolla telah membentuk fondasi kuat bagi inovasi di industri kecantikan.
    Ia menambahkan, konsistensi Sociolla dalam menghadirkan ekosistem yang relevan bagi konsumen sekaligus model spouse menjadi kunci keberhasilan perusahaan hingga kini.
    “Sepuluh tahun perjalanan Sociolla mengajarkan kami pentingnya menghadirkan pengalaman yang relevan dan inovatif, bagi konsumen juga model spouse. Sejak 2019, Sociolla Award menjadi bentuk apresiasi atas pertumbuhan industri kecantikan, merayakan inovasi, kampanye, serta kualitas brand-brand terbaik,” terang Ghea, saat Press Convention Kick-Off Sociolla Award 2025 yang digelar di Jakarta, Senin (29/9/2025).
    “Tahun ini, kami kembali mengajak seluruh attractiveness fanatic Indonesia untuk berpartisipasi agar Sociolla Award terus menjadi tolok ukur yang relevan, kredibel, sekaligus panduan tepercaya bagi attractiveness fans dalam menemukan produk terbaik sesuai tren dan kebutuhan mereka,” sambung Ghea.

    Kurasi Ketat 100 Hotlist
    Menurut Ghea, kehadiran 100 Hotlist menjadi pembeda utama Sociolla Award 2025. Produk yang masuk daftar eksklusif ini dipilih melalui tiga pilar utama.
    “Pertama, produk harus memiliki ranking minimum 4,5 dari assessment pengguna aktif SOCO App yang berasal dari transaksi riil di ekosistem omnichannel Sociolla. Kedua, performa model sepanjang Juli 2024–Juni 2025, tidak hanya dari sisi penjualan tapi juga popularitas dan konsistensi model. Ketiga, pemilihan produk divalidasi oleh knowledge dan analisis tren dari SOCO Perception Manufacturing unit, pusat riset konsumen milik Social Bella,” jelasnya.
    Hanya produk dalam 100 Hotlist yang berhak mengikuti vote casting untuk memenangkan Sociolla Award 2025.

    Parfum AXL

  • Produk Terbaru CeraVe Atasi Jerawat dalam 3 Hari: Blemish Regulate Vary

    Produk Terbaru CeraVe Atasi Jerawat dalam 3 Hari: Blemish Regulate Vary

    Jakarta – CeraVe, merek perawatan kulit yang dikembangkan bersama dermatolog, resmi meluncurkan rangkaian terbaru Blemish Regulate Vary pada CeraVe Zits Academy di Mal Kota Kasablanka hingga 5 Oktober 2025. Melalui dua langkah penting ini, CeraVe menegaskan komitmennya untuk membantu masyarakat Indonesia memutus siklus jerawat dengan solusi perawatan kulit yang efektif sekaligus delicate, sambil memperkuat pores and skin barrier.
    Nama CeraVe berasal dari gabungan kata CERAmides dan MVE supply generation (MultiVesicular Emulsion). Produk CeraVe diformulasikan dengan tiga ceramide esensial yang skin-identical (1, 3, dan 6-II) yang identik dengan ceramide alami di kulit.

    “Kami percaya bahwa kulit merupakan refleksi dari kesehatan diri. Didirikan pada tahun 2005 oleh sekumpulan dermatolog, CeraVe hadir sebagai solusi untuk berbagai masalah kulit dengan komitmen memperkuat pores and skin barrier. Sejak hadir pada awal 2024 di Indonesia, CeraVe semakin diterima oleh konsumen, dan memasuki tahun keduanya kami melangkah lebih jauh dengan berbagai inisiatif baru, termasuk peluncuran Blemish Regulate Vary melalui acara CeraVe Zits Academy,” ujar Silvia Yohana, Common Supervisor, L’Oréal Dermatological Attractiveness Indonesia, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (1/10/2025).
    Banyak orang mengira jerawat hanya masalah remaja atau hormon yang akan hilang seiring waktu. Padahal, jerawat dapat muncul di setiap tahapan usia dan menjadi alasan utama orang mencari pertolongan dermatolog di seluruh dunia. Untuk memutus siklusnya, jerawat perlu dipahami bukan sekadar fase singkat, melainkan masalah kulit berulang yang membutuhkan penanganan tepat.
    “Di Indonesia, jerawat masih menjadi masalah kulit nomor satu, yang dialami oleh sekitar 58% masyarakat selama 12 bulan terakhir. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari ketidakstabilan hormon, tingkat stres yang tinggi, hingga faktor eksternal lainnya. Apabila tidak ditangani dengan baik, dampaknya lebih dari sekadar tampilan kulit, jerawat dapat memengaruhi rasa percaya diri, suasana hati, hingga interaksi sosial,” ujar Pandu Brodjonegoro, Advertising Director, L’Oréal Dermatological Attractiveness Indonesia.
    dr. Vidyani Adiningtyas, Sp. DVE, Dermatolog, Dermsquad CeraVe Indonesia, menjelaskan bahwa jika kandungan ceramide rusak, pores and skin barrier dapat terganggu dan menyebabkan kemerahan, peradangan, gatal. Kulit dengan pores and skin barrier yang rusak biasanya mengalami defisiensi ceramide.
    “Karena itu, jika ingin memperbaiki pores and skin barrier, kita perlu fokus menutrisi kulit dengan jenis ceramide 1, 3, dan 6-II. Semakin banyak ceramide, tidak otomatis lebih baik. Yang penting jenis ceramide sesuai dengan kebutuhan kulit. Selain itu, produk dengan teknologi pelepasan molekul bertahap juga penting. Dengan begitu, ceramide bisa dilepaskan perlahan sehingga bertahan lebih lama di kulit, menjaga kelembapan, dan membuat kulit tetap terhidrasi sepanjang hari,” jelasnya.
    Rangkaian Blemish Regulate Vary
    Blemish Regulate Vary terdiri dari tiga produk yang bisa didapatkan secara resmi di CeraVe Professional Store dan Watsons Indonesia sebagai berikut:

    Blemish Regulate Cleanser, pembersih wajah untuk mengangkat sebum berlebih serta meredakan jerawat sambil memperkuat pores and skin barrier;
    Blemish Regulate Gel, pelembap berbentuk gel untuk mencegah jerawat baru serta memperbaiki tampilan pori-pori tanpa mengganggu pores and skin barrier; serta
    Resurfacing Retinol Serum, serum ringan untuk mengurangi noda bekas jerawat dan noda hitam, menyamarkan pori, meratakan warna kulit, memperbaiki tekstur, sekaligus memperkuat pores and skin barrier.

    Parfum AXL

  • 6 Atlet Panjat Tebing Perempuan Indonesia yang Bikin Bangga

    6 Atlet Panjat Tebing Perempuan Indonesia yang Bikin Bangga

    Jakarta – Olahraga panjat tebing semakin populer di Indonesia. Bukan hanya karena tantangan adrenalin yang ditawarkan, tapi juga berkat kiprah atlet-atlet Tanah Air yang sukses mengharumkan nama bangsa di kancah nasional hingga internasional. Dari generasi senior hingga talenta muda, deretan atlet perempuan Indonesia terus menunjukkan prestasi membanggakan.
    Meski awalnya olahraga ini di Indonesia lebih banyak digeluti laki-laki, kini para atlet putri justru menjadi sorotan utama. Mereka tidak hanya rajin menyumbang medali di ajang bergengsi, tapi juga mencetak rekor dunia. Berikut enam atlet panjat tebing perempuan Indonesia yang prestasinya patut diacungi jempol:

    1. Desak Made Rita Kusuma Dewi
    Atlet asal Buleleng, Bali, ini adalah salah satu bintang paling bersinar di panjat tebing dunia. Lahir pada 24 Januari 2001, Desak Rita sudah akrab dengan olahraga ini sejak SD ketika secara tak sengaja melihat dinding panjat di Singaraja.
    Sejak itu, ia menekuni panjat tebing dan sering mewakili Bali di berbagai kejuaraan nasional. Ketekunannya membuahkan hasil besar ketika ia menyabet emas PON XX Papua 2021 dan Asian Video games 2022 Hangzhou.

    Prestasi paling mencolok hadir di IFSC International Championship 2023 di Bern, Swiss, ketika ia meraih medali emas sekaligus menjadi Juara Dunia pace mountaineering putri. Kariernya yang cemerlang juga membawanya lolos ke Olimpiade Paris 2024. Meski gagal meraih medali, keberadaan Desak Rita di kancah dunia membuktikan bahwa Indonesia mampu bersaing di degree tertinggi.
    2. Rajiah Sallsabillah
    Perempuan kelahiran Tangerang, 30 April 1999, ini awalnya hanya “iseng” ikut seleksi tim panjat tebing saat berusia 14 tahun. Namun, keisengan itu justru mengubah jalan hidupnya. Ia diterima sebagai atlet, lalu menjalani latihan intensif yang mengasah kemampuannya hingga menjadi salah satu panjat tebing putri terbaik di Indonesia.

    Rajiah pernah menyumbang emas Asian Video games 2018 di nomor Ladies’s Velocity Relay dan menjuarai IFSC International Cup Chamonix 2023. Ia bahkan mewakili Indonesia di Olimpiade Paris 2024, meski tak berhasil membawa pulang medali. Konsistensinya di berbagai ajang internasional membuktikan ketangguhannya dan menegaskan posisi Indonesia sebagai kekuatan besar di cabang pace mountaineering.
    3. Aries Susanti Rahayu
    Dikenal dengan julukan “Spiderwoman”, Aries adalah ikon panjat tebing Indonesia. Lahir di Grobogan, Jawa Tengah, 21 Maret 1995, ia awalnya adalah atlet atletik sebelum beralih ke panjat tebing berkat ajakan guru olahraganya. Keputusannya itu terbukti tepat, karena kariernya melesat pesat. Ia mencuri perhatian publik ketika meraih emas di Asian Video games 2018.
    Puncak prestasinya terjadi di IFSC International Cup Xiamen 2019, saat Aries memecahkan rekor dunia pace mountaineering dengan catatan waktu 6,995 detik. Pencapaian itu membuat namanya dikenal luas dan ia pun dijuluki sebagai Spiderwoman. Dengan karier yang berkilau, Aries menjadi inspirasi banyak atlet muda untuk berani bermimpi menembus panggung dunia.

    4. Amanda Narda Mutia
    Nama Amanda mulai banyak dibicarakan setelah tampil gemilang di PON XXI Aceh-Sumut 2024. Atlet asal Jawa Timur ini berhasil menyumbangkan emas nomor boulder tim dan pace relay putri, menambah deretan prestasi bagi kontingen Jatim. Ketenangannya dalam menghadapi tekanan kompetisi membuatnya semakin disegani.
    Tak hanya di degree nasional, Amanda juga sudah beberapa kali berlaga di kompetisi internasional, termasuk ajang kualifikasi Olimpiade. Keikutsertaannya di panggung international menjadi bukti bahwa talenta Indonesia terus meluas dan bersaing di antara atlet-atlet dunia.

    5. Alma Ariella Sani
    Masih sangat muda, baru berusia 15 tahun, Alma Ariella Sani mencuri perhatian lewat prestasinya di PON XXI 2024. Ia sukses menyabet emas nomor Mixed Putri serta ikut membawa pulang emas di nomor boulder tim untuk Jawa Timur. Kemenangan ini menjadikannya salah satu wajah baru yang bersinar di dunia panjat tebing Tanah Air.
    Kiprahnya di usia belia memberi harapan besar bagi masa depan olahraga ini. Alma dinilai sebagai simbol regenerasi yang menjanjikan, di mana bakat dan keberaniannya menjadi inspirasi generasi muda lain untuk berprestasi meski masih sangat muda.

    6. Fitria Hartani
    Fitria adalah salah satu atlet asal Jawa Timur yang kiprahnya tak boleh dilewatkan. Ia sempat masuk tim pelatnas untuk seleksi Olimpiade Tokyo 2020, sebuah pencapaian bergengsi yang hanya bisa diraih oleh atlet bermental kuat. Selain itu, Fitria juga dikenal berprestasi di ajang Pra-PON dengan torehan beberapa medali penting.
    Meski namanya tak selalu muncul di headline besar, perjuangannya di balik layar membuktikan dedikasinya pada dunia panjat tebing. Keberadaan atlet seperti Fitria menunjukkan bahwa kekuatan tim Indonesia bukan hanya berasal dari nama-nama besar, tapi juga dari kerja keras semua atlet yang konsisten berjuang.

    Parfum AXL

  • Mengenang Theresia Widia Soerjaningsih, Rektor Pertama dan Perempuan Visioner Pendiri Binus College

    Mengenang Theresia Widia Soerjaningsih, Rektor Pertama dan Perempuan Visioner Pendiri Binus College

    Jakarta – Ir. Theresia Widia Soerjaningsih, MM., Ph.D. adalah sosok perempuan Indonesia yang namanya tak bisa dilepaskan dari sejarah lahir dan berkembangnya Universitas Bina Nusantara (Binus College).

    Sebagai pelopor sekaligus Rektor pertama, kiprahnya menempatkan Binus sebagai salah satu universitas swasta paling bergengsi di Indonesia, dengan reputasi yang terus bergaung hingga kancah internasional.

    Kisah hidup Theresia Widia Soerjaningsih menjadi bukti nyata bahwa tekad, keberanian, dan visi besar mampu melahirkan karya enormous. Dari bimbingan belajar sederhana di teras rumah, lahirlah sebuah institusi pendidikan tinggi yang berpengaruh besar bagi generasi muda.

    Dan, dikutip dari berbagai sumber, Jumat (3/10/2025), berikut Olenka ulas profil singkat sosok inspiratif Theresia Widia Soerjaningsih.

    Latar Belakang Keluarga dan Masa Kecil

    Dikutip dari Wikipedia, Theresia Widia Soerjaningsih lahir di Malang, Jawa Timur pada 19 Oktober 1950. Ia merupakan anak ketiga dari enam bersaudara, putri pasangan Joseph Wibowo Hadipuspito dan Cicilia Setianingsih.

    Sejak kecil, perempuan yang akrab disapa Widia ini dikenal memiliki semangat belajar yang tinggi. Awalnya, ia bercita-cita menjadi dokter, lalu sempat tertarik menjadi pramugari, sebelum akhirnya menempuh pendidikan di Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Trisakti, Jakarta.

    Dalam perjalanan hidupnya, Theresia membangun keluarga bersama suaminya, Eko Atmo Boedi Santoso, dan dikaruniai tiga anak, yakni Stephen Wahyudi Santoso, BSE, M.SIST, Francis Budiraharja Santoso, dan Patrice Damayanti Santoso.

    Widia juga dikenal dekat dengan saudara-saudaranya, antara lain Ir. Bernard Gunawan Hadipuspito dan Carmelus, yang kelak turut aktif dalam pengembangan Binus.

    Perjuangan Awal dan Cikal Bakal Binus

    Perjalanan mendirikan Binus bermula dari kesulitan ekonomi yang dialami Widia semasa kuliah.

    Dikutip dari Wikipedia, karena bisnis keluarganya menerima pembayaran dengan cek kosong, mereka pun berinisiatif membuka bimbingan belajar sederhana di rumah kos di Grogol. Di sana, Widia mengajar fisika dan matematika, sementara kakaknya mengajar kimia dan biologi, sementara satu saudara lain mengurus pemasaran.

    Bimbingan belajar tersebut kemudian berkembang pesat, hingga akhirnya, bersama sang ayah Joseph Wibowo Hadipoespito, usaha kecil itu menjelma menjadi Trendy Pc Direction pada tahun 1974. Inilah yang menjadi cikal bakal Universitas Bina Nusantara.

    Seiring perkembangannya, Trendy Pc Direction yang digagas Widia dan sang Ayah bertransformasi menjadi Akademi Teknik Komputer (ATK) dengan jurusan Manajemen Informatika dan Teknologi Informasi.

    Kemudian pada tahun 1996, resmi berdiri Universitas Bina Nusantara (Binus College) dengan Theresia Widia Soerjaningsih sebagai rektor pertamanya. Dikutip dari Inews, nama Bina Nusantara sendiri diberikan oleh Rudy Poerwana, yang berarti Membangun Nusantara.

    Dan, dikutip dari laman resmi Binus College, perjuangan Widia yang dimulai dari teras rumah akhirnya membuahkan hasil. Binus kini dikenal sebagai salah satu universitas terbaik di Asia. Universitas ini melahirkan banyak alumni berprestasi di berbagai bidang, termasuk tokoh besar seperti William Tanuwijaya, pendiri Tokopedia.

    Parfum AXL

  • Deretan Perempuan Inspiratif di Bidang Sastra

    Deretan Perempuan Inspiratif di Bidang Sastra

    Olenka, Jakarta – Perempuan dan tulisan. Sejak R.A. Kartini dikenal sebagai salah satu tokoh emansipasi yang dikenal berkat tulisan-tulisan bernasnya dalam Habislah Gelap, Terbitlah Terang, makin banyak perempuan Indonesia yang menulis. Lewat jenis tulisan yang berbeda, para perempuan berikut memilih menulis cerita-cerita indah dan menggugah lewat karya sastra.
    Tulisan sastra memang fiksi. Namun, di dalamnya tersimpan hasil pemikiran mendalam penulisnya mengenai fenomena dan kejadian di sekitarnya. Lewat tangan dingin mereka, para penulis perempuan ini ikut merekam sejarah dan membuka mata pembacanya tentang pemikiran yang berbeda dan unique dari perasaan seorang perempuan.

    Berikut sejumlah perempuan penulis sastra di Indonesia dari masa ke masa yang berhasil Olenka rangkumkan:
    1. Siti Rukiah
    Nama Siti Rukiah Kertapati mungkin asing bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, bahkan di telinga penggemar sastra Indonesia. Padahal, dia merupakan sosok penulis perempuan yang mampu eksis di tengah dominasi penulis laki-laki di masa Kemerdekaan.
    Rukiah lahir di Purwakarta pada 25 April 1927. Pada usia 19 tahun, dia menulis puisi untuk Majalah Gelombang Zaman dan Godam Jelata serta pernah menjadi staf redaksi di Majalah Pudjangga Baru. Pernikahannya dengan editor Majalah Godam Jelata, yakni Sidik Kertapati, membuatnya memiliki nama belakang Kertapati. Beberapa karyanya adalah novel Kejatuhan dan Hati (1950), Si Rawun dan Kawan-Kawannya (1955), Teuku Hasan Johan Pahlawan (1957), Pak Supi Kakek Pengungsi, Taman Sandjak Si Kecil (1959), Dongeng-Dongeng Kutilang (1962), Jaka Tingkir (1962), dan Kisah Perjalanan Si Apin (1962).
    Siti Rukiah pernah mendapatkan penghargaan Seni Sastra dari Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional (BMKN) pada 1952 untuk kumpulan cerita pendek dan sajak. Namun, sejak tahun 1965, namanya tidak lagi terdengar di dunia sastra Tanah Air.
    2. Marga T.
    Di technology tahun 1970-an, karya-karya Marga T. alias Marga Tjoa menarik perhatian publik. Marga T. Penulis keturunan Tionghoa ini lahir di Jakarta pada 27 Januari 1943 dengan nama lengkap Intan Margaretha Harjamulia. Sementara itu, nama aslinya adalah Tjoa Liang Tjoe dan merupakan lulusan Fakultas Kedokteran, Universitas Trisakti, Jakarta.
    Semasa hidupnya, Marga T. tercatat melahirkan 128 cerita pendek dan 67 buku. Dia meninggal dunia di Australia pada Kamis, 17 Agustus 2023. Beberapa karya fenomenalnya adalah novel Karmila, Badai Pasti Berlalu, Gema Sebuah Hati, Bukan Impian Semusim, dan Ranjau-ranjau Cinta.
    Dua novelnya, Karmila (1973) dan Badai Pasti Berlalu (1874), menuai sukses saat diangkat ke layar lebar. Movie Karmila tayang pada 1974 dan difilmkan ulang pada 1981 hingga diangkat menjadi seri sinetron televisi dengan judul yang sama di tahun 1991. Sementara itu, movie Badai Pasti Berlalu rilis di tahun 1977 dan digarap ulang pada tahun 2007. Begitupun lagu “Badai Pasti Berlalu” yang mengiringi movie tersebut di tahun 2007 sukses menjadi hits di pasaran dan masih terkenal hingga saat ini.
    3. Nh. Dini
    Novel Pada Sebuah Kapal yang terbit di tahun 1972 telah melambungkan nama Nh. Dini. Perempuan kelahiran Semarang, Jawa Tengah pada tanggal 29 Februari 1936 ini memiliki nama lengkap Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin.
    Menunjukkan minat dan bakat menulis sejak kecil, karya pertamanya dimuat dalam majalah pada tahun 1952. Selanjutnya, Nh. Dini menerbitkan kumpulan cerpen berjudul Dua Dunia di tahun 1956. Menulis lebih dari 30 judul buku, Nh. Dini diganjar berbagai penghargaan, termasuk SEA Write Award pada tahun 2003 dan Lifetime Success Award dari Ubud Writers and Readers Competition pada tahun 2017.
    4. Mira W.
    Mira Widjaja (Wong) atau lebih dikenal dengan nama pena Mira W. lahir pada 13 September 1951 di Jakarta. Dia merupakan lulusan FK Usakti pada tahun 1980. Sepanjang karier menulisnya, Mira W. telah menghasilkan 23 buku yang meliputi 19 novel, tiga kumpulan cerita pendek, dan sebuah kumpulan puisi.
    Salah satu karyanya yang terlaris adalah Di Sini Cinta Pertama Kali Bersemi yang mencapai oplah 10.000, bahkan mengalami lima kali cetak ulang. Karya tersebut telah difilmkan, beserta sejumlah karya lainnya yang difilmkan bahkan diadaptasi menjadi serial TV seperti Kemilau Kemuning Senja, Ketika Cinta Harus Memilih, Permainan Bulan Desember, Dari Jendela SMP, dan Tak Kupersembahkan Keranda Bagimu.
    5. Leila S. Chudori
    Leila S. Chudori atau Leila Salikha Chudori merupakan sastrawan perempuan Indonesia yang pernah menjadi wartawan majalah Pace. Leila lahir di Jakarta pada tanggal 12 Desember 1962 dan merupakan putri dari Mohammad Chudori, seorang wartawan Kantor Berita Antara dan surat kabar The Jakarta Put up.
    Saat masih berusia 11 tahun, ia telah memublikasikan karyanya di majalah Si Kuncung (1973) lewat cerpen berjudul “Pesan Sebatang Pohon Pisang”. Setelah melahirkan banyak cerpen yang dimuat di berbagai surat kabar, buku kumpulan cerpen berjudul 9 dari Nadira terbit di tahun 2009. Karya tersebut mendapat “Penghargaan Sastra” dari Badan Pengembagan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pada tahun 2011.
    Beberapa novelnya yang terkenal adalah Pulang (2012) serta Laut Bercerita (2017). Bahkan, pemutaran nonkomersial movie Laut Bercerita selalu ramai peminat hingga saat ini. Sementara itu, sejumlah skenario yang ditulis Leila adalah drama televisi  “Dunia Tanpa Koma” (2006), movie pendek “Drupadi” (sebuah tafsir dari kisah Mahabrata, 2008), dan skenario movie “Kata Maaf Terakhir” (2009).
    6. Ayu Utami
    Ayu Utami merupakan lulusan Fakultas Sastra Universitas Indonesia yang lahir pada 21 November 1968. Novel pertamanya yang berjudul Saman langsung menarik perhatian publik. Bahkan, karya tersebut berhasil menjuarai sayembara penulisan roman Dewan Kesenian Jakarta pada tahun 1998 serta terjual sebanyak 55 ribu eksemplar dalam waktu tiga tahun.
    Beragam karya lainnya yang telah diterbitkan Ayu Utama adalah Larung (2001), Bilangan Fu (2008), Si Parasit Lajang (2012), dan Cerita Cinta Enrico (2012). Berkat karya-karyanya, ia menerima Prince Claus Award pada tahun 2000 untuk kontribusinya dalam bidang budaya dan pembangunan. Saat ini, Ayu Utami masih aktif dalam dunia literasi Indonesia dengan menggelar beragam kelas pelatihan menulis.
    7. Dee Lestari
    Dewi Lestari Simangunsong merupakan penulis, penyanyi, dan pencipta lagu asal Indonesia. Dalam karier bermusiknya, dia dikenal sebagai penyanyi dalam trio Rida Sita Dewi. Sementara itu, dia menggunakan nama pena Dee Lestari dalam karier kepenulisannya.
    Novel pertamanya berjudul Supernova: Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh terbit pada tahun 2001. Novel easiest supplier yang terjual sebanyak 7 ribu eksemplar dalam dua minggu ini terus berlanjut ke dalam 6 bagian yang terakhir di tahun 2016. Karya lainnya adalah Filosofi Kopi, Madre, Perahu Kertas, Rectoverso, hingga Aroma Karsa. Banyak dari judul-judul tersebut telah diangkat ke layar lebar.
    8. Ratih Kumala
    Belum lama ini, novel karya Ratih Kumala yang diangkat ke serial movie mampu mengguncang dunia perfilman Indonesia, bahkan luar negeri. Gadis Kretek yang dimainkan oleh Dian Sastrowardoyo menjadi perbincangan dan mendapat pujian baik dari dalam maupun luar negeri.
    Ratih Kumala lahir di Jakarta pada 4 Juni 1980 dan merupakan lulusan Sastra Inggris di Universitas Sebelas Maret. Novel pertamanya berjudul Tabula Rasa (2004) berhasil meraih penghargaan sebagai pemenang ketiga dalam Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta. Karya Ratih selanjutnya adalah Genesis (2005); kumpulan cerpen Larutan Senja (2006); Kronik Betawi (2009); Gadis Kretek (2012); Bastian dan Jamur Ajaib (2015); hingga Wesel Pos (2018).
    9. Ika Natasa
    Ika Natassa merupakan penulis Indonesia yang lahir pada 25 Desember 1977 di Medan, Sumatera Utara. Sebelum sukses menjadi penulis, dia merupakan seorang bankir dan sempat bekerja di Financial institution Mandiri sejak tahun 2002.
    Novel debutnya berjudul A Very Yuppy Marriage ceremony yang terbit di tahun 2007. Konsisten mengusung cerita unik dengan tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, beberapa karya Ika selanjutnya adalah Divortiare (2008); Underground (2010); Antologi Rasa (2011); Twivortiare (2012); Important 11 (2015); The Structure of Love (2016); Susah Sinyal (2017); Sementara, Selamanya (2020); hingga Heartbreak Motel (2022).
    10. Djenar Maesa Ayu
    Djenar Maesa Ayu atau yang akrab disapa Nai ini merupakan perempuan kelahiran Jakarta pada 14 Januari 1973. Dia juga dikenal sebagai aktris, produser, serta sutradara asal Indonesia.
    Karya pertamanya adalah cerpen “Lintah” (2002) yang dimuat di Kompas. Cerpen “Menyusu Ayah” menjadi Cerpen Terbaik 2003 versi Jurnal Perempuan dan diterjemahkan oleh Richard Oh. ke dalam bahasa Inggris dengan judul “Suckling Father”. Sementara itu, buku kumpulan cerpen pertamanya berjudul Mereka Bilang, Saya Monyet! (2004) berhasil masuk dalam sepuluh buku terbaik Khatulistiwa Literary Award 2003. Karya lain dari Djenar adalah novel berjudul Nayla (2005).

    Parfum AXL

  • Profil dan Perjalanan Karier Rachel Maryam, dari Dunia Hiburan ke Panggung Politik

    Profil dan Perjalanan Karier Rachel Maryam, dari Dunia Hiburan ke Panggung Politik

    Olenka, Jakarta – Ada banyak artis Tanah Air yang melebarkan sayap kariernya ke dunia politik, salah satunya Rachel Maryam. Aktris cantik berdarah Sunda ini kini kembali menjabat sebagai anggota DPR RI untuk periode 2024–2029.
    Perjalanan politik Rachel terbilang konsisten. Ia pertama kali terpilih sebagai anggota DPR pada tahun 2009 dan terus dipercaya masyarakat hingga kini, menjadikannya sudah empat periode berturut-turut mengemban amanah di parlemen. Saat ini, Rachel Maryam aktif bertugas di Komisi I DPR RI serta di Badan Anggaran.
    Berikut telah Olenka rangkum dari pelbagai sumber, Minggu (5/10/2025), untuk mengenal lebih lanjut sosok Rachel Maryam dan perjalanan kariernya dari dunia hiburan ke panggung politik.

    Profil dan Kehidupan Pribadi
    Pemilik nama lengkap Rachel Maryam Sayidina ini lahir di Bandung pada 20 April 1980. Meski kini dikenal aktif di dunia politik, perjalanan pendidikannya justru dimulai dari bidang yang berbeda.
    Rachel sempat menempuh studi di Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung dengan mengambil jurusan Manajemen Tata Hidang, sesuai keinginan sang ibu yang menginginkan putrinya menekuni dunia perhotelan.
    Namun, jauh di dalam hatinya, Rachel sebenarnya ingin melanjutkan pendidikan di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) karena merasa lebih cocok dengan dunia seni. Ketidaksesuaian jurusan dengan minatnya membuat Rachel akhirnya tidak menyelesaikan kuliahnya, dan tak lama kemudian, ia justru menemukan jalannya sendiri di dunia hiburan.

    Parfum AXL

  • Istana Ungkap Isi Pertemuan Prabowo dan Jokowi: Bahas Masalah Negara

    Istana Ungkap Isi Pertemuan Prabowo dan Jokowi: Bahas Masalah Negara

    Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan isi pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).

    Adapun diketahui, pertemuan tersebut berlangsung di kediaman Prabowo di Jalan Kartanegara IV, Jakarta Selatan pada Sabtu (4/10) .

    “Kebetulan Pak Presiden ke-7, Pak Jokowi ada di Jakarta. Sudah, janjian ketemu waktunya makan siang. Tentu banyak hal yang dipercakapkan mengenai masalah-masalah kebangsaan. Termasuk memberikan masukan ke depan sebaiknya seperti apa untuk beberapa hal,” jelasnya kepada pewarta di Jakarta, Minggu (5/10).

    Lanjutnya, ia mengatakan jika pertemuan itu dilakukan dalam rangka kunjungan balasan saat Kepala Negara berada di Jawa Tengah.

    Diketahui, pertemuan Prabowo dan Jokowi berlangsung tertutup. Hal tersebut dikonfirmasi ajudan Jokowi, Kompol Syarif Muhammad Fitriansyah.

    “Ya, betul (sekaligus makan siang). Pertemuan berlangsung hanya empat mata. Pak Presiden Prabowo dan Pak Jokowi saja,” sambungnya.

    parfum AXL

  • Aksi Purbaya Tolak Pajak Baru Dipuji Mahfud MD: Terus Maju Pak, Bravo!

    Aksi Purbaya Tolak Pajak Baru Dipuji Mahfud MD: Terus Maju Pak, Bravo!

    Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memberikan apresiasi tinggi atas aksi-aksi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, salah satunya dengan tidak memberlakukan pajak baru di Indonesia dalam waktu dekat.

    Diketahui, Purbaya melakukan penundaan untuk penerapan skema baru pungutan bagi para pedagang di e-commerce, seperti Shopee dan Tokopedia.

    “Salut kepada Menkeu Pak Purbaya. Dia tidak membebani rakyat dengan pungutan pajak-pajak baru. Dia sikat korupsi, dia lakukan efektivitas dan efisiensi di K/L dan BUMN. Dia mulai hantam korupsi dan ilegalitas di perpajakan dan kepabeanan,” cuit Mahfud MD dalam akun X pribadinya seperti dilihat, Senin (6/10/2025).

    Menurutnya, langkahnya tersebut dinilai lebih berpihak kepada rakyat dan fokus pada pemberantasan korupsi, hingga efisiensi anggaran.

    “Terus maju, Pak. Bravo,” tukasnya.

    parfum AXL

  • Mengenal Sosok M. Hadi Nainggolan: Mantan Penjual Kue Keliling yang Kini Menjabat Ketua Satgas Pangan

    Mengenal Sosok M. Hadi Nainggolan: Mantan Penjual Kue Keliling yang Kini Menjabat Ketua Satgas Pangan

    Di tengah dinamika dunia bisnis dan sosial yang kian kompleks, nama Muhammad Hadi Nainggolan mencuat sebagai sosok pengusaha muda yang memadukan ketekunan, visi besar, dan komitmen sosial.

    Pria kelahiran 25 April 1983 ini dikenal bukan hanya sebagai entrepreneur lintas sektor, tetapi juga sebagai figur penting di balik lahirnya generasi baru pelaku usaha pangan di Indonesia.

    Lantas, seperti apa perjalanan hidup dan kiprah sosok Hadi ini? Dikutip dari berbagai sumber, Senin (6/10/2025), berikut ulas profil singkatnya.

    Masa Kecil Penuh Perjuangan

    Dikutip dari Suara.com, perjalanan hidup Hadi tidak dimulai dari kemewahan. Ia dibesarkan di Desa Rimo, Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh, dari ayah berdarah Tapanuli Utara dan ibu asal Aceh Singkil.

    Sejak usia sembilan tahun, Hadi kecil sudah berkeliling kampung menjajakan kue sepulang sekolah untuk membantu sang ibu.

    “Karena keterbatasan ekonomi ini, rutinitas ini saya tempuh setiap hari sehabis salat Subuh. Sepulang sekolah, saya jualan lagi, jual es dalam termos,” kenangnya dalam wawancara bersama Suara.com (6/4/2016).

    Ketika sang ayah jatuh sakit hingga meninggal dunia saat ia masih duduk di bangku kelas 6 SD, tanggung jawab keluarga pun berpindah ke pundaknya.

    Pendidikan dan Awal Kiprah Bisnis

    Usai menamatkan pendidikan di Madrasah Aliyah Muhammadiyah, Hadi melanjutkan studi di Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Medan.

    Semasa kuliah, ia aktif di berbagai organisasi mahasiswa seperti HMI, BEM, BAM, UKDM, dan KAMMI, membentuk karakter kepemimpinan dan kepedulian sosialnya sejak dini.

    Dikutip dari Tribunnews, sambil kuliah, Hadi membuka usaha desain grafis dan percetakan, bahkan sempat memiliki properti dan kendaraan dari hasil kerja kerasnya. Namun, seperti banyak pengusaha muda lainnya, ia pun mengalami jatuh bangun.

    Pada 2011, ia memutuskan untuk meninggalkan Medan dan merantau ke Surabaya dan Banjarmasin, menekuni bisnis batubara bersama mitra asal Singapura. Namun, ketika harga komoditas tersebut jatuh, ia menyadari perlunya membangun bisnis yang lebih berkelanjutan.

    “Dari situ saya berpikir bahwa kita harus merancang bisnis yang lebih bisa bertahan lama,” tuturnya.

    parfum AXL