Kategori: parfum kualitas terbaik

  • Komdigi Hanya Kantongi Rp8 Triliun, Digitalisasi Terancam hingga Kesenjangan Melebar

    Komdigi Hanya Kantongi Rp8 Triliun, Digitalisasi Terancam hingga Kesenjangan Melebar

    Bisnis.com, JAKARTA— Pengamat Telekomunikasi sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi, menilai alokasi anggaran Kementerian Komunikasi dan Virtual (Komdigi) sebesar Rp8 triliun pada 2026 akan berdampak signifikan terhadap digitalisasi di Indonesia.

    Padahal, sebelumnya Komdigi sempat mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp12,6 triliun. Jika usulan itu disetujui, overall kebutuhan anggaran Komdigi untuk tahun anggaran 2026 seharusnya mencapai Rp20,3 triliun.

    “Penyediaan web di daerah terpencil, seperti Indonesia Timur, akan terhambat, memperlebar kesenjangan virtual. Proyek strategis seperti pusat information nasional (PDN) dan pengembangan AI bisa tertunda, yang dipastikan ini bisa mengurangi daya saing ekonomi virtual di ASEAN,” kata Heru kepada Alexander.

    Heru menambahkan, transformasi layanan publik, seperti aplikasi terpadu, juga berisiko melambat sehingga mempengaruhi efisiensi birokrasi.

    Selain itu, startup lokal mungkin kesulitan mendapat dukungan infrastruktur, yang bisa menghambat inovasi. Dengan anggaran terbatas, lanjut dia, fokus mungkin bergeser ke pemeliharaan sistem current ketimbang ekspansi ambisius.

    “Meski begitu, kolaborasi dengan swasta bisa menjadi solusi untuk menjaga momentum. Tanpa strategi cerdas, Indonesia berisiko tertinggal dalam revolusi virtual world,” kata Heru.

    Menurutnya, Komdigi harus memprioritaskan proyek berdampak tinggi dengan anggaran Rp8 triliun tersebut. Seperti halnya perluasan infrastruktur virtual di wilayah 3T, meningkatkan kecepatan broadband ke 100 Mbps di wilayah strategis.

    “Prioritaskan keamanan ruang virtual, seperti mencegah konten negatif demi perlindungan masyarakat,” kata Heru.

    Heru mengaku khawatir digitalisasi bisa terpinggirkan, sehingga menghambat investasi di sektor AI, giant information, maupun keamanan siber.

    “Kesenjangan akses web Jawa-luar Jawa bakal melebar, proyek seperti pusat information nasional (PDN) yang melambat dan transformasi layanan publik mandek. Ekonomi virtual, yang seharusnya jadi pendorong pertumbuhan 5,4 persen, berisiko tertinggal dari ASEAN,” paparnya.

    Dia menambahkan, meski ada peluang dukungan anggaran dari kementerian lain, misalnya untuk pertanian virtual, tanpa prioritas yang jelas Indonesia bisa kehilangan momentum menuju Indonesia 5.0.

    “Mau tidak mau harus dimaksimalkan kolaborasi dengan swasta meski tetap tantangannya juga besar menanti,” ujarnya.

    Infrastruktur telekomunikasi di daerah 3T
    Infrastruktur telekomunikasi di daerah 3T

    Heru juga menilai tidak adanya tambahan anggaran ini menjadi sinyal undervaluation atas potensi virtual sebagai pendorong pertumbuhan jangka panjang, terutama di tengah revolusi AI world.

    “Absennya pembangunan virtual dari delapan time table utama menunjukkan kurangnya komitmen politik kuat dan berisiko membuat Indonesia ketinggalan momentum transformasi besar menuju Indonesia Emas 2045,” ucapnya.

    Menurutnya, pemangkasan ini menandakan Indonesia terlalu fokus pada kebutuhan jangka pendek dan mengesampingkan fondasi jangka panjang. Padahal, lanjut dia, dunia kini berlomba di AI, giant information, dan konektivitas. Dia menyoroti Singapura dan Korea Selatan yang alokasikan miliaran dolar untuk virtual.

    “Mengabaikan sektor ini menunjukkan kurangnya visi strategis untuk bersaing di ekonomi world, dimana virtual diprediksi sumbang 20% PDB dunia pada 2030,” tutur Heru.

    Heru menilai ekonomi virtual Indonesia yang saat ini baru berkontribusi sekitar 4–5% terhadap PDB membutuhkan dorongan besar agar bisa mencapai goal ambisius 8 persen. Dia menegaskan, jika sektor virtual diabaikan, maka efisiensi, inovasi, dan daya saing akan terancam, sehingga visi pertumbuhan ekonomi besar menjadi sulit tercapai.

    Sebelumnya, Komdigi menghadiri rapat tertutup bersama Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Senin (15/9/2025). Menteri Komunikasi dan Virtual Meutya Hafid mengungkapkan rapat tersebut membahas anggaran Komdigi. Sesuai hasil pembahasan Badan Anggaran (Banggar), anggaran Komdigi ditetapkan sebesar Rp8 triliun, sama dengan pagu awal.

    “[Anggaran Komdigi] Rp8 triliun, jadi tadi ini kurang lebih sama dengan pagu awal, kemudian menjadi pagu definitifnya,” kata Meutya usai rapat di Kompleks Parlemen, Senin (15/9/2025).

    Meutya menegaskan, pihaknya akan patuh pada keputusan Banggar dan menata ulang prioritas penggunaan anggaran agar program utama, khususnya yang terkait dengan Asta Cita Presiden serta fast wins Komdigi, tetap bisa dijalankan.

    Dia menyebut terdapat sejumlah program prioritas, antara lain pembangunan infrastruktur virtual, pengawasan ruang virtual yang aman untuk masyarakat, hingga komunikasi publik yang dapat mendukung pertumbuhan ekosistem startup.

    Berdasarkan Buku II Nota Keuangan beserta RAPBN 2026, Komdigi mendapat alokasi sebesar Rp8,08 triliun. Angka ini lebih rendah dibanding outlook 2025 yang mencapai Rp9,52 triliun.

    Parfum AXL

  • Intip Tanda-tanda Kehidupan Alien Kuno di Planet Mars

    Intip Tanda-tanda Kehidupan Alien Kuno di Planet Mars

    JAKARTA – Rover Perseverance menemukan Cheyava Falls pada Juli 2024 saat menjelajahi formasi ‘Brilliant Angel’, yang merupakan sekelompok bukit batu di tepi utara dan selatan Neretva Vallis.

    Neretva Vallis adalah lembah sungai kuno selebar sekitar 400 meter, yang terbentuk oleh aliran air ke Kawah Jezero, saat Mars masih memiliki air di permukaannya.

    “Penemuan ini merupakan hasil langsung dari upaya NASA untuk merencanakan, mengembangkan, dan melaksanakan misi secara strategis yang mampu menghasilkan jenis ilmu pengetahuan ini,” kata Nicky Fox, wakil administrator Direktorat Misi Sains di Markas Besar NASA di Washington, dikutip dari BBC Astronomy, Selasa (16/9/2025).

    Penemuan tersebut disebut sebagai studi lebih lanjut untuk membenarkan potensi kehidupan kuno di Mars.

    “Dengan publikasi hasil yang telah direview oleh rekan sejawat ini, NASA membuat information ini tersedia bagi komunitas ilmiah yang lebih luas untuk studi lebih lanjut guna mengonfirmasi atau membantah potensi biologisnya” sambung Nicky Fox.

    Rover Perseverance menemukan batuan sedimen yang terdiri dari lempung dan lumpur, yang, ketika ditemukan di Bumi, dapat mengandung bukti kuno kehidupan mikroba masa lalu. Batu-batuan tersebut kaya akan karbon organik, belerang, besi teroksidasi (karat), dan fosfor.

    “Kombinasi senyawa kimia yang kami temukan di Formasi Brilliant Angel berpotensi menjadi sumber energi yang kaya bagi metabolisme mikroba,”

    “Namun, hanya karena kami melihat semua tanda kimia yang meyakinkan dalam information tersebut tidak berarti kami memiliki tanda biologis potensial. Kami perlu menganalisis apa arti information tersebut” kata Joel Hurowitz, ilmuwan dari Universitas Stony Brook, New York, dan penulis utama makalah tersebut.

    Penemuan oleh Rover Perseverance

    Rover Perseverance NASA dilengkapi dengan sejumlah alat untuk menganalisis sampel yang ditemukan di Planet Merah.

    Instrumen PIXL (Planetary Software for X-ray Lithochemistry) dan SHERLOC (Scanning Liveable Environments with Raman & Luminescence for Organics & Chemical substances) digunakan dalam penemuan ini.

    Di Cheyava Falls, ditemukan batu berbentuk panah berukuran sekitar 1 meter x 0,6 meter, yang mengandung bintik-bintik berwarna. Para ilmuwan mengatakan bintik-bintik ini mungkin dihasilkan oleh kehidupan mikroba yang menggunakan bahan kimia dalam batu sebagai sumber energi.

    Perseverance menemukan bukti visible reaksi kimia yang terjadi pada batu, yang tim ilmuwan sebut sebagai ‘bintik-bintik macan tutul’. Bintik-bintik ini mengandung dua mineral kaya besi: vivianite dan greigite.

    NASA mengatakan vivianite ditemukan di Bumi dalam sedimen, rawa gambut, dan materi organik yang membusuk, sementara beberapa kehidupan mikroba di Bumi dapat menghasilkan greigite. Artinya, ini adalah jejak potensial kehidupan mikroba yang menghasilkan energi dan tumbuh.

    Namun, diperlukan bukti lebih lanjut, karena mineral-mineral ini juga dapat terbentuk tanpa adanya kehidupan. Mereka mungkin bisa saja terbentuk akibat suhu tinggi, kondisi asam, dan ikatan dengan senyawa organik. Namun, NASA mengatakan bahwa batuan di Brilliant Angel tidak menunjukkan bukti bahwa mereka mengalami suhu tinggi atau kondisi asam.

    Kehidupan yang penuh vitalitas

    Dulu dianggap bahwa tanda-tanda kehidupan kuno di Mars terbatas pada formasi batuan yang lebih tua, tetapi penemuan ini dilakukan pada beberapa batuan sedimen termuda yang dianalisis oleh Perseverance.

    Ini dapat berarti Mars, mungkin pernah layak huni untuk periode yang lebih lama, atau pada tahap sejarah planet yang lebih akhir daripada yang diperkirakan sebelumnya.

    “Klaim astrobiologi, terutama yang terkait dengan penemuan kehidupan extraterrestrial di masa lalu, memerlukan bukti yang luar biasa”

    “Meskipun penjelasan abiotik untuk apa yang kita lihat di Brilliant Angel kurang mungkin berdasarkan temuan dalam makalah ini, kita tidak dapat mengesampingkannya” kata Katie Stack Morgan, ilmuwan proyek Perseverance di Laboratorium Propulsi Jet NASA di California Selatan.

    Jenis kehidupan Mars apa yang kita bicarakan? Bukan jenis yang datang dengan damai atau pergi ke mana-mana. NASA sedang menganalisis information, melakukan tes tambahan, dan berbagi hasil dengan ilmuwan di seluruh dunia untuk melihat apa yang dapat dipelajari lebih lanjut.

    Ada banyak hal yang harus dikesampingkan, mulai dari kontaminasi sampel secara tidak sengaja hingga kemungkinan asal-asal non-kehidupan organik. Semuanya sulit dilakukan karena jarak jutaan kilometer antara Planet Bumi dengan Mars, tetapi NASA sedang berusaha memecahkannya. (Stefanus Bintang)

    Parfum AXL

  • Privy Siap Tadah Pendanaan Baru Tahun Depan, Jumlah Pelanggan Melonjak

    Privy Siap Tadah Pendanaan Baru Tahun Depan, Jumlah Pelanggan Melonjak

    JAKARTA — Privy, startup penyedia identitas virtual dan tanda tangan elektronik yang sah dan felony, mencatatkan lonjakan pelanggan hingga 38 kali lipat selama pada 2024 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pencapaian ini membawa perusahaan dalam jalur memperoleh pendanaan baru.

    Leader Working Officer (COO) Privy Nitin Mathur mengungkapkan dalam setahun terakhir perusahaan mencatat peningkatan jumlah klien korporasi dari sekitar 4.000 lebih perusahaan pada 2023 menjadi lebih dari 155.000 pada 2024.

    Nitin menjelaskan bahwa pertumbuhan luar biasa tersebut didorong oleh dua segmen besar yaitu klien undertaking dan bisnis kecil-menengah (UKM). Dari sisi undertaking, Privy kini melayani sekitar 5.500 perusahaan besar. Namun, kontribusi utama justru datang dari sektor UKM.

    “Pertumbuhan paling signifikan berasal dari usaha kecil dan menengah. Mereka semakin sadar akan pentingnya virtual consider, apalagi di tengah maraknya isu deepfake dan transaksi virtual yang makin kompleks,” kata Nitin di Jakarta.

    Chief Operating Officer (COO) Privy Nitin Mathur
    Leader Working Officer (COO) Privy Nitin Mathur

    Salah satu faktor pendorong utama pertumbuhan tersebut, kata Nitin, adalah kerja sama dengan pemerintah. Privy menjadi mitra eksklusif dalam platform e-catalogue dan e-procurement nasional, yang memungkinkan pelaku bisnis skala kecil hingga menengah untuk mengadopsi layanan Privy secara masif.

    Nitin menekankan kehadiran Privy bukan sekadar wacana teknologi, melainkan menjawab masalah nyata berupa pemalsuan identitas melalui tanda tangan virtual. Pemalsuan ini turut berkontribusi atas sejumlah aktivitas ilegal yang tercatat merugikan negara hingga Rp142 triliun.

    “Kami menyelesaikan masalah serius. Virtual consider kini menjadi kebutuhan utama hampir di setiap transaksi bisnis. Itulah mengapa permintaan terhadap otoritas sertifikasi dan tanda tangan virtual melonjak pesat,” ujarnya.

    Pendanaan Baru di Depan Mata

    Privy terakhir kali menggalang pendanaan seri C pada 2022 sebesar Rp746 miliar dari investor world termasuk KKR dan Ventura Capital asal Amerika Serikat. Nitin menegaskan bahwa saat ini perusahaan kembali dalam proses untuk mengamankan putaran pendanaan berikutnya.

    “Kami telah bertemu dengan investor kami, dan sedang aktif menjajaki putaran pendanaan baru. Targetnya, kami bisa mendapatkan komitmen time period sheet pada akhir tahun ini, dengan rencana transaksi dan pencairan dana awal tahun depan,” jelasnya.

    Pendanaan baru ini, kata Nitin, akan digunakan untuk menopang ekspansi bisnis dan memperkuat ekosistem kepercayaan virtual di Indonesia.

    Parfum AXL

  • Ini Arti Suara-suara Aneh dari Tubuh, Termasuk Perut Keroncongan dan Cegukan

    Ini Arti Suara-suara Aneh dari Tubuh, Termasuk Perut Keroncongan dan Cegukan

    JAKARTA – Tubuh kita adalah mesin biologis yang sibuk, dan terkadang, dia mengeluarkan suara-suara aneh.

    Mulai dari perut yang keroncongan di tengah rapat, sendi yang berbunyi ‘krek’ saat peregangan, hingga telinga yang tiba-tiba berdenging.

    Seringkali suara-suara ini membuat kita malu atau bahkan sedikit cemas. Namun, sebagian besar dari suara ini sebenarnya commonplace dan merupakan tanda bahwa tubuh Anda sedang bekerja.

    Pada dasarnya, tubuh kita memang “berisik”. Kuncinya adalah mendengarkan tidak hanya suaranya, tetapi juga sinyal lain seperti rasa sakit. Jika ada suara aneh yang disertai dengan gejala lain yang mengganggu, jangan ragu untuk bertanya pada ahlinya.

    Berikut arti di balik beberapa suara tubuh yang paling umum:

    1. Perut Keroncongan (Abdomen Growling)

    Suara gemuruh atau “krucuk-krucuk” ini bukan hanya pertanda lapar. Suara ini disebabkan oleh kontraksi otot di lambung dan usus (disebut peristalsis) yang mendorong makanan, cairan, dan fuel melalui saluran pencernaan. Proses ini terjadi sepanjang waktu, tetapi suaranya lebih terdengar saat perut kosong karena tidak ada makanan yang meredamnya.
    Hal ini Jarang sekali perlu dikhawatirkan. Namun, jika suara ini disertai dengan nyeri hebat, kram, atau kembung yang terus-menerus, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

    2. Sendi Berbunyi ‘Krek’ (Joints Cracking)

    Bunyi letupan saat Anda meregangkan jari, lutut, atau punggung seringkali disebabkan oleh pecahnya gelembung fuel (biasanya nitrogen) yang terbentuk di dalam cairan sinovial, pelumas alami sendi Anda. Ini adalah proses yang disebut kavitasi dan umumnya tidak berbahaya.

    Selama tidak ada rasa sakit, bunyi ini commonplace. Namun, jika bunyi ‘krek’ disertai dengan nyeri tajam, bengkak, atau sendi yang “terkunci”, itu bisa menjadi tanda adanya masalah seperti radang sendi atau cedera ligamen.

    3. Telinga Berdenging (Ringing Ears)

    Jika Anda mendengar suara denging atau “nging” sesaat setelah berada di tempat yang bising (seperti konser), itu adalah tanda bahwa sel-sel rambut halus di telinga bagian dalam Anda mengalami iritasi. Namun, jika suara ini terjadi terus-menerus, kondisi ini disebut tinnitus. Tinnitus yang kronis atau hanya terjadi di satu telinga harus segera diperiksakan ke dokter. Ini bisa menjadi tanda kerusakan pendengaran, infeksi, atau masalah medis lainnya.

    4. Cegukan (Hiccups)

    Cegukan terjadi ketika diafragma, otot besar di bawah paru-paru Anda mengalami kejang atau kontraksi tiba-tiba. Kejang ini membuat Anda menghirup udara dengan cepat, yang kemudian dihentikan oleh penutupan pita suara secara mendadak, sehingga menghasilkan suara “hik!” yang khas. Pemicunya bisa karena makan terlalu cepat, minum minuman berkarbonasi, atau perubahan suhu.

    Cegukan biasanya hilang dengan sendirinya. Namun, jika cegukan berlangsung lebih dari 48 jam, ini bisa menjadi pertanda adanya masalah medis yang perlu diperiksa.

    5. Hidung Bersiul (Whistling Nostril)

    Suara siulan saat Anda bernapas biasanya disebabkan oleh aliran udara yang melewati saluran hidung yang menyempit. Penyebab paling umum adalah penumpukan lendir akibat pilek atau alergi.

    Biasanya tidak berbahaya dan akan hilang saat hidung Anda bersih. Namun, jika siulan terjadi terus-menerus bahkan saat Anda sehat, itu mungkin menandakan adanya polip hidung atau penyimpangan septum yang perlu diperiksa oleh dokter THT.

    Parfum AXL

  • Aturan ‘8 Gelas Sehari’ Cuma Mitos? Ini Kebutuhan Air Minum Anda yang Sebenarnya

    Aturan ‘8 Gelas Sehari’ Cuma Mitos? Ini Kebutuhan Air Minum Anda yang Sebenarnya

    JAKARTA – “Jangan lupa minum air putih delapan gelas sehari!” Nasihat ini mungkin sudah sangat akrab di telinga kita sejak kecil. Aturan “8 gelas” atau sekitar 2 liter in line with hari seringkali menjadi patokan untuk hidrasi. Namun, apakah aturan ini benar-benar berlaku untuk semua orang?

    Menurut para ahli dari Institute of Drugs U.S, jawabannya tidak sesederhana itu. Meskipun aturan 8 gelas adalah awal yang baik, kebutuhan cairan setiap individu sebenarnya sangat dinamis dan non-public.

    Institute of Drugs U.S merekomendasikan jumlah overall air harian, rata-rata pria membutuhkan sekitar 3,7 liter ( sekitar 15,5 cangkir) cairan in line with hari, sementara wanita 2,7 liter (sekitar 11,5 cangkir) cairan in line with hari.

    Jumlah ini mencakup cairan dari minuman dan juga makanan yang mengandung air, seperti buah-buahan dan sayuran. Namun, untuk menjaga kesehatan ginjal dan membantu tubuh membuang racun, orang dewasa sehat sebaiknya minum sekitar 1,5 hingga 2 liter air putih in line with hari.

    Memenuhi kebutuhan cairan sangat krusial. Seperti yang dilansir dari Occasions of India, hidrasi yang cukup membantu tubuh untuk:

    • Mengeluarkan racun dan menjaga kesehatan ginjal.
    • Mengatur suhu tubuh, terutama saat cuaca panas.
    • Melumasi sendi dan meningkatkan fungsi otot.
    • Meningkatkan tingkat energi dan fungsi otak.
    • Menjaga kesehatan dan elastisitas kulit.

    Mengapa Air Penting untuk Ginjal?

    Ginjal berfungsi menyaring limbah dari darah dan mengeluarkannya melalui urine. Ketika tubuh cukup terhidrasi, proses ini berjalan lancar sehingga risiko penumpukan racun bisa dihindari.

    Sebaliknya, dehidrasi dapat membuat urine menjadi lebih pekat, meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal, serta memperbesar kemungkinan terjadinya infeksi saluran kemih.

    Asupan air yang cukup bukan hanya membantu membuang racun, tetapi juga menjaga keseimbangan elektrolit yang sangat penting untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.

    Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Cairan Anda

    Kebutuhan cairan Anda bisa lebih banyak atau lebih sedikit dari panduan umum, tergantung pada beberapa faktor:

    1. Aktivitas Fisik: Semakin banyak Anda berolahraga atau bergerak dan berkeringat, semakin banyak cairan yang perlu Anda ganti.
    2. Lingkungan dan Iklim: Tinggal di negara beriklim tropis dan lembap seperti Indonesia membuat kita lebih banyak berkeringat, bahkan saat tidak beraktivitas berat. Ini secara otomatis meningkatkan kebutuhan cairan harian.
    3. Kondisi Kesehatan: Saat Anda demam, muntah, atau diare, tubuh kehilangan banyak cairan dan Anda perlu minum lebih banyak. Sebaliknya, beberapa kondisi seperti penyakit ginjal atau jantung mungkin mengharuskan Anda untuk membatasi asupan cairan.
    4. Kehamilan dan Menyusui: Wanita hamil atau yang sedang menyusui membutuhkan cairan ekstra untuk mendukung kesehatan diri dan bayinya.

    Cara Paling Mudah Mengecek Standing Hidrasi Anda

    Lupakan hitungan gelas yang rumit. Ada dua cara sederhana untuk mengetahui apakah Anda cukup minum:

    Dengarkan Rasa Haus Anda: Bagi kebanyakan orang sehat, rasa haus adalah indikator yang andal bahwa tubuh Anda membutuhkan cairan.

    Periksa Warna Urin Anda: Ini adalah cara yang paling mudah. Jika urin Anda berwarna kuning pucat atau hampir bening, berarti Anda terhidrasi dengan baik. Jika warnanya kuning pekat atau lebih gelap, itu tandanya Anda perlu segera minum lebih banyak air.

    Parfum AXL

  • Hubungan Anemia dan Matcha, Minuman Populer yang Bisa Bikin Defisiensi Zat Besi

    Hubungan Anemia dan Matcha, Minuman Populer yang Bisa Bikin Defisiensi Zat Besi

    JAKARTA — Ketenaran minuman hijau cerah, matcha, belum menurun. Padahal, minuman yang dianggap lebih sehat ini juga punya risiko terhadap kesehatan.

    Banyak pengguna media sosial yang mengunggah foto diri mereka di rumah sakit setelah “minum terlalu banyak matcha”.

    Salah satunya, seorang perawat dari Maryland, AS, menjadi viral di TikTok setelah videonya mengklaim bahwa dua latte matcha seminggu membuatnya rambutnya rontok, dan ternyata dia mengalami kadar zat besi yang sangat rendah sehingga dirawat di rumah sakit karena kelelahan.

    Namun, para ahli menekankan bahwa dia dan orang lain seperti dirinya mungkin sudah memiliki kadar zat besi yang lebih rendah dari biasanya sebelum mereka mulai mengonsumsi matcha.

    Jadi, apa hubungan matcha dan anemia defisiensi besi?

    Bubuk matcha terbuat dari daun teh hijau yang digiling halus, yang kaya akan antioksidan. Molekul antioksidan dapat melindungi sel-sel kita dari penyebab kanker dan penyakit kronis lainnya.

    Namun, matcha juga mengandung polifenol atau ‘tremendous antioksidan’ yang disebut katekin yang memengaruhi penyerapan zat besi.

    Meskipun memiliki sifat anti-inflamasi yang bermanfaat, katekin mengikat beberapa jenis zat besi saat melewati usus, sehingga lebih sedikit yang diserap ke dalam darah.

    Kadar zat besi yang rendah mengurangi jumlah sel darah merah yang sehat, yang necessary untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh.

    Dr. Magali Chohan, dosen senior nutrisi di St Mary’s College, London, mengatakan kualitas antioksidan matcha adalah salah satu alasan mengapa matcha menjadi begitu populer.

    Namun dia menambahkan bahwa senyawa-senyawa ini juga dapat mengikat zat besi non-heme, jenis yang ditemukan dalam makanan nabati, sehingga lebih sulit diserap tubuh.

    Intinya, ini berarti orang tidak mendapatkan zat besi yang mereka kira berasal dari sayuran atau kacang-kacangan, sehingga kadarnya secara keseluruhan menjadi lebih rendah.

    Hal ini dapat mengakibatkan gejala anemia defisiensi besi, yang meliputi:

    • Kelelahan

    • Masalah pernapasan

    • Palpitasi jantung

    • Kulit lebih pucat dari biasanya

    • Sakit kepala

    • Pusing

    Siapa yang paling berisiko?

    Karena matcha berinteraksi secara spesifik dengan zat besi dalam makanan nabati, para vegan dan vegetarian paling berisiko mengalami defisiensi, kata Dr. Chohan.

    Siapa pun yang sudah kekurangan zat besi juga harus berhati-hati dalam mengonsumsinya, termasuk ibu hamil, mereka yang sedang menstruasi, bayi, dan orang-orang yang sudah mengalami defisiensi zat besi atau anemia, tambahnya.

    Sedangkan mereka yang bisa mendapatkan zat besi dari sumber non-heme, seperti daging dan ikan, akan lebih sedikit terdampak.

    Namun, Dr. Chohan, menambahkan bahwa mereka yabg rajin konsumsi marcha tetap bisa mendapatkan asupan zat besi.

    “Maka seperti tren lainnya, moderasi adalah kuncinya,” lanjutnya.

    Memberi jarak antara asupan matcha di antara waktu makan atau suplemen zat besi berarti efek antioksidannya akan berkurang saat dikonsumsi.

    Jika Anda masih khawatir, nutrition C juga membantu penyerapan zat besi non-heme, imbuh sang ahli.

    “Disarankan untuk menghindari minum matcha bersamaan dengan makanan atau suplemen kaya zat besi dan tingkatkan penyerapan zat besi dengan memadukan zat besi nabati dengan nutrition C, seperti perasan lemon pada salad. Jika ragu, konsultasikan dengan dokter umum Anda,” tambahnya.

    Parfum AXL

  • Gado-gado Rp 483.000 di Geneva, Hidup yang Tak Terbeli di Jakarta

    Gado-gado Rp 483.000 di Geneva, Hidup yang Tak Terbeli di Jakarta

    Di Geneva, sepiring gado-gado Rp 483.000. Tapi, biaya hidup selangit di kota termahal di dunia ini terbayar dengan kualitas hidup baik. Bagaimana dengan di Jakarta?

    Di tepi Danau Geneva, deretan toko mewah berjajar dengan etalasenya menampilkan jenama jam-jam tangan berkilau seharga mobil, bahkan bisa seharga rumah di Indonesia. Kafe-kafe penuh pekerja muda menyesap espreso dengan santai, seolah harga secangkir kopi yang mencapai Rp 150.000 itu seperti recehan.

    Sepiring gado-gado di kota ini sekitar Rp 483.000. Ditambah tempe goreng jadi Rp 643.000 dan dengan segelas es cincau menjadi Rp 800.000. Dari rasa mungkin biasa saja. Bahkan, bagi lidah orang Jakarta yang terbiasa pedas, gado-gado tukang gerobak pinggir jalan mungkin lebih enak.

    Namun, itulah harga yang ditawarkan salah satu dari dua restoran yang menjual menu Indonesia di kota Geneva, Swiss. Harga itu pun termasuk pasaran. Makan malam lengkap, termasuk minum dan menu penutup, di restoran biasa di kota ini rata-rata seharga CHF 50 atau Rp 1 juta lebih.

    Nilai rupiah memang seperti tak berharga di kota ini mengingat nilai tukarnya yang rendah. Pada Senin (18/8/2025), 1 CHF (franc Swiss) setara dengan Rp 20.086,86.

    Bahkan, buck AS juga tak berkutik di Geneva. ”Ini kota paling mahal. Sebagai New Yorker, mesti berhemat kalau ke Geneva,” kata Alexandra Golden, dari New York, Amerika Serikat, yang berada di Geneva untuk mengikuti perundingan plastik di Gedung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

    Menurut Alexandra, harga makanan di Geneva bisa 1,5 kali lebih mahal daripada di New York, yang dikenal sebagai salah satu kota paling mahal di Amerika.

    Di Jakarta, uang sebesar itu bisa membeli gado-gado segerobak, tetapi udara bersih, transportasi tepat waktu, dan rasa aman tetap tak terbeli.

    Itulah Geneva, kota termahal di dunia selain Zurich, juga di Swiss. Menurut Mercer Value of Dwelling Index 2025, harga sewa apartemen satu kamar di pusat kota Geneva bisa menembus CHF 2.500 atau sekitar Rp 45 juta in line with bulan.

    Adapun menurut information Skyscanner, harga rata-rata in line with malam kamar di resort bintang 3 di Geneva sekitar Rp 2.999.888. Harga termurah yang ditemukan dari beberapa pencarian adalah sekitar Rp 1.297.248, itu tanpa sarapan.

    Transportasi free of charge, udara bersih

    Setidaknya ada tiga alasan utama mengapa Geneva menjadi kota termahal. Pertama, krisis perumahan karena besarnya permintaan dibandingkan bangunan terbangun. Di Geneva, apartemen jarang kosong dan antrean sewa bisa memakan waktu berbulan-bulan.

    Kedua, biaya tenaga kerja tinggi. Upah minimal casual di Swiss sangat tinggi, membuat harga jasa ikut melambung. Ketiga, mata uang franc Swiss yang kuat, membuat harga-harga domestik terasa semakin tinggi bagi orang asing.

    Meski begitu, mahalnya biaya hidup tak membuat Geneva sepi peminat. Justru sebaliknya. Geneva adalah rumah bagi PBB, WHO, dan sekitar 200 organisasi internasional lain. Kota ini, bersama Zurich, juga menjadi pusat finansial Eropa, dengan bank-bank raksasa yang menjadi jantung ekonomi international.

    Arus ekspatriat, diplomat, dan profesional internasional terus berdatangan, menjaga roda ekonomi dua kota ini tetap berputar. Bahkan, turis pun tak kurang banyaknya. Menurut laporan Forbes pada Mei 2025, Geneva menerima lebih dari 8 juta turis in line with tahun, angka yang luar biasa mengingat luas kota hanya 15,9 kilometer persegi. Ini menempatkan Geneva di peringkat teratas sebagai destinasi kota yang paling dibanjiri turis in line with unit space, mengalahkan kota-kota seperti Paris dan Roma.

    Sekalipun biaya makan dan penginapan di Geneva tergolong mahal, Pemerintah Geneva memiliki kebijakan unik untuk meringankan beban wisatawan, yaitu dengan menggratiskan transportasi umumnya.

    Wisatawan yang datang ke Geneva otomatis menerima ”Geneva Delivery Card” secara free of charge selama menginap di akomodasi yang terdaftar seperti resort, hostel, bahkan kamping resmi. Kartu ini memberi akses tak terbatas ke seluruh jaringan kereta api dari dan ke bandara, serta seluruh moda transportasi umum di dalam kota, meliputi bus, trem, kereta, bahkan kapal selama masa inap.

    Kartu virtual ini biasa dikirim melalui electronic mail sekitar tiga hari sebelum kedatangan atau bisa diserahkan saat check-in. Sementara jika mesti membeli kartu transportasi umum harian di Geneva, harganya sekitar CHF 10 atau sekitar Rp 200.000.

    Kartu transportasi ini lahir dari kolaborasi antara Geneva Tourism & Congress dan penyedia akomodasi resmi yang terdaftar. Melalui pungutan pajak wisata, pemerintah kota mendanai sistem transportasi dan memberikan kartu ini sebagai insentif fasilitas mobilitas yang bebas hambatan kepada pengunjung sekaligus mendorong penggunaan moda transportasi yang ramah lingkungan.

    Dengan memperbanyak transportasi umum berbasis listrik, selain mengurangi penggunaan pembangkit listrik fosil, kota ini memiliki kualitas udara yang lebih bersih dibandingkan banyak kota Eropa lain, meski bukan yang paling bersih.

    Rata-rata konsetrasi PM 2.5 tahunan di metropolitan Geneva sekitar 13,7 µg/m³, jauh di bawah batas maksimum Uni Eropa sebesar 25 µg/m³. Bandingkan misalnya dengan kualitas udara di Jakarta yang rata-rata PM 2.5 tahunan mencapai 46,1 µg/m³.

    Berbeda dengan di Jakarta yang mobil listriknya kebanyakan disetrum dengan pembangkit listrik energi batubara, di Geneva sumber listriknya mayoritas dari energi terbarukan.

    Secara nasional, 75-80 persen listrik di Swiss berasal dari energi terbarukan, terutama dari pembangkit tenaga air yang mencapai 66 persen, dan energi terbarukan lain seperti sun, angin, biomassa berkisar 11-14 persen. Sisanya ditopang oleh nuklir sebesar 18-33 persen. Sementara sumber fosil sangat minim, hanya 1-2 persen. Khusus di kota Geneva, mereka menolak menggunakan energi fosil dan nuklir.

    Maka, menjelajah setiap sudut kota ini pun terasa lebih nyaman dan aman. Tinggal jalan kaki dua menit dari penginapan, kita bisa mengakses halte atau stasiun. Transportasi umum siap mengantar ke hampir semua tujuan itu tepat waktu. Tak ada kemacetan, bersesakan, dan udara kotor.

    Tak hanya kualitas udara, Geneva juga sangat bersih karena pengelolaan sampah yang sangat baik. Sejak 2022, Grand Council Geneva mewajibkan pemilahan sampah oleh warga, pelaku usaha, dan institusi publik. Pelanggaran bisa dikenai denda hingga CHF 200 untuk individu dan CHF 400 untuk perusahaan.

    Pemerintah Kota Geneva juga menerapkan sistem p’tite poubelle verte atau ”tempat sampah hijau kecil”, yang memungkinkan warga membuang limbah organik secara terpisah, yang kemudian diolah menjadi biogas dan kompos. Ini dilakukan guna mengurangi quantity sampah yang harus dibakar dengan goal mereka 25 persen pada 2025 dan meningkatkan tingkat daur ulang hingga 80 persen.

    Harga mahal di Geneva memang relatif, terutama bagi yang berduit. Fakta menunjukkan, Geneva masuk dalam lima terbaik destinasi Eropa 2024 menurut Eu Very best Locations, berdasarkan pemungutan suara lebih dari 1 juta orang dari 172 negara.

    Bahkan, di mata para pekerja asing, Geneva berada di peringkat ke-3 dalam survei kualitas hidup Mercer setelah Zurich dan Vienna. Mercer mengukur berdasarkan 39 faktor, mulai dari keamanan, layanan publik, kesehatan, pendidikan, rekreasi, hingga lingkungan alami.

    Harga tinggi, daya beli tinggi

    Tak hanya menarik di mata turis dan pendatang, warga kota Geneva pun puas dengan kualitas kehidupan mereka. Sekalipun menjadi kota termahal, tapi juga dianggap paling layak dihuni. Survei World Liveability Index 2025 (The Economist Intelligence Unit/EIU) menunjukkan, Geneva berada di peringkat ke-5 dalam indeks yang mencakup 173 kota dunia.

    Kota ini mencapai skor tinggi dalam kategori kesehatan, infrastruktur, pendidikan, lingkungan, dan stabilitas, dengan skor keseluruhan mencapai 96,8/100, hampir sempurna. Pendidikan dasar dan menengah di Geneva dimulai sejak usia 4 tahun hingga 15 atau 16 tahun, free of charge.

    Adapun kuliah di universitas publik, yang kualitasnya sangat baik, relatif murah dibandingkan Eropa lain. Biaya kuliah untuk warga Swiss dan penduduk tetap sebesar CHF 500-650 in line with semester, berkisar Rp 9 juta-Rp 12 juta. Beasiswa juga banyak tersedia.

    Di balik biaya hidup yang membuat jeri para pendatang dari negara lain, penduduk Geneva punya modal kuat untuk bertahan. Upah di negara ini juga termasuk yang tertinggi di dunia. Median gaji bulanan berada di kisaran CHF 6.500 atau lebih dari Rp 115 juta.

    Upah terendah yang berlaku di Geneva sejak 1 Januari 2025 mencapai CHF 24,48 in line with jam atau sekitar Rp 495.000 in line with jam. Jika dirata-rata, UMR di kota ini sebesar CHF 4.455 in line with bulan atau sekitar Rp 90 juta in line with bulan dengan beban kerja 42 jam in line with minggu.

    Seiring dengan besarnya penghasilan, pajak di Geneva juga tinggi, termasuk tertinggi di seluruh Swiss. Di luar pajak penghasilan federal yang berlaku di seluruh Swiss sebesar 11,5 persen dari pendapatan kena pajak, juga ada pajak lainnya.

    Dengan itu, sebagian besar warga mampu menutup biaya hidup sehari-hari. Sistem publik juga menopang: sekolah negeri free of charge dan berkualitas, transportasi umum andal, serta layanan kesehatan terjamin meski premi asuransinya tinggi.

    Kehidupan di kota mahal ini juga melahirkan strategi sehari-hari. Banyak keluarga memilih belanja ke grocery store diskon seperti Aldi atau Lidl, alih-alih toko top rate. Sebagian bahkan rutin menyeberang ke Perancis atau Jerman untuk membeli bahan makanan lebih murah. Makan di restoran setiap hari jelas bukan kebiasaan warga Swiss kebanyakan. Memasak di rumah jauh lebih masuk akal.

    ”Kota ini memang mahal, tetapi sebanding dengan kualitas hidup dan infrastuktur publiknya,” kata Rahyang Nusantara, Deputi Direktur Dietplastik Indonesia, yang berada di Geneva. ”Di sini aman, transportasi tepat waktu, melayani 24 jam. Air minum dari keran juga tinggal minum.”

    Geneva menunjukkan paradoks kota international: menjadi termahal sekaligus menawarkan standar hidup yang baik. Bagi penduduk lokal yang dibayar dengan standar gaji di sana, mahal pun terasa relatif. Kerja di sektor casual di sana sejam saja sudah cukup untuk membeli sepiring gado-gado itu.

    Pada akhirnya, gado-gado Rp 483.000 di Geneva bukan hanya cerita tentang makanan yang terasa mahal, melainkan juga simbol tentang bagaimana sebuah kota menata prioritasnya. Di Jakarta, uang sebesar itu bisa membeli gado-gado segerobak, tetapi udara bersih, transportasi tepat waktu, dan rasa aman tetap tak terbeli.

    Geneva memang mahal, tapi setiap franc kembali ke rakyatnya. Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia lebih murah, tetapi setiap hari kita membayar dengan kualitas hidup dan kesehatan yang memburuk. Yang jelas, kalau ke Geneva, jangan sekali-kali mencoba menghitung harga sepiring gado-gado dengan uang rupiah kita. Bakal enggak tega mengunyahnya.

    Parfum AXL

  • Senandung Kebebasan dari Dublin

    Senandung Kebebasan dari Dublin

    Berada di Dublin, Irlandia, pada musim panas menawarkan kehangatan dan keleluasaan untuk menjelajahi warisan budaya yang hidup di kota itu.

    Berada di jantung kota Dublin tidak hanya dapat menikmati keindahan pemandangan alam dan deretan bangunan tua bersejarah. Ibu kota Irlandia tersebut juga membawa semangat kebebasan berekspresi hingga melahirkan sejumlah musisi kelas dunia.

    Langit di Kota Dublin, Irlandia, Minggu (22/6/2025), tertutup mendung. Saat membuka jendela kamar lodge, matahari masih bersembunyi di balik awan abu-abu. Melihat padatnya time table Konferensi Internasional Pengendalian Tembakau 2025, waktu senggang sepanjang pagi ini merupakan saat tepat untuk menelusuri pusat kota itu.

    Rintik hujan disertai angin kencang menyambut begitu keluar dari penginapan. Meski demikian, cuaca yang kurang bersahabat itu tidak menyurutkan hasrat untuk menjelajahi kawasan wisata budaya di sepanjang Sungai Liffey yang jernih airnya saat musim panas.

    Sungai Liffey membelah kota menjadi sisi utara dan selatan, dengan pusat kota berada di antara keduanya. Dublin mempertahankan nuansa masa lalu dengan elemen kota dari zaman Viking, dari kastil Dublin hingga monumen penghormatan para penulis Irlandia.

    Salah satu keuntungan berada di Dublin adalah banyak hal bisa dilakukan dengan berjalan ataupun transportasi publik. Dengan wilayah tak terlalu luas, sekitar 115 kilometer persegi atau seperenam dari Ibukota Jakarta, disertai kekayaan sejarah dan bangunan-bangunan bersejarah nan indah, ada banyak hal untuk dilihat di tiap sudut kota.

    Untuk menjangkau berbagai sudut kota, tersedia bus dan tram dengan tarif harian ataupun berlangganan. Ada juga bus wisata yang siap mengantarkan kita menuju tempat-tempat wisata dan ikonik di Dublin selama 24 jam dengan tarif berkisar 25 euro. Jika ingin lebih leluasa sekaligus berolahraga, bisa juga berkeliling kota menggunakan sepeda yang disewakan di jalur khusus sepeda.

    Setelah melangkah beberapa meter dari lodge, pandangan mata pun tertuju ke seberang jalan, tepatnya jembatan Ha’penny, yang menghubungkan dua sisi Sungai Liffey. Setelah melintasi sungai melalui jembatan, tampak deretan toko suvenir, butik, kafe, bar, dan galeri budaya. Mural menghiasi dinding bangunan di jalan berbatu.

    Di sudut jalan, banyak turis berfoto di depan salah satu pub tertua di Dublin, yakni Temple Bar, yang beroperasi sejak tahun 1840. Bagian luar bangunan itu berbahan kayu warna merah, dihiasi lampu-lampu antik dan keranjang gantung dengan bunga warna-warni.

    Distrik Temple Bar yang ramai tak hanya menjadi surga belanja suvenir dan minum. Di sekitar Sungai Liffey itu, kita bisa mengunjungi beberapa museum dan bangunan bersejarah, antara lain Museum Whiskey Irlandia, Gudang Guiness, dan bangunan Kastil Dublin.

    Selama berabad-abad, Kastil Dublin yang dibangun pada awal abad ke-13 di lokasi permukiman Viking, berfungsi sebagai pusat pemerintahan Inggris, lalu Britania Raya di Irlandia. Pada 1922, setelah kemerdekaan Irlandia, kastil itu jadi kompleks pemerintahan dan obyek wisata utama.

    Saat hari beranjak siang, kawasan wisata itu makin ramai. Para turis dan warga setempat memadati restoran, kafe, dan bar untuk menyantap hidangan ataupun minum untuk melepas dahaga sambil berbincang dan menikmati alunan musik. Di sudut jalan, musisi jalanan menyanyikan lagu sambil memainkan gitar ataupun alat musik tradisional Irlandia.

    Warisan musik Dublin sama legendarisnya dengan warisan sastranya, membuat kota ini jauh melampaui ekspektasi di kancah internasional. Bagi pencinta musik, salah satu tempat yang patut dikunjungi adalah Museum Rock and Roll Irlandia.

    Di tempat itu, kita bisa menelusuri semua hal terkait industri musik Irlandia lebih dari setengah abad terakhir. Sebelum memasuki museum, sungguh sayang jika melewatkan kesempatan untuk berfoto di dinding luar museum yang bertuliskan Wall of Popularity Dublin.

    Dinding bagian luar museum tersebut bercat merah dan hitam dengan jendela-jendela kaca berbentuk segi empat yang lebar. Di jendela-jendela kaca itu, terpampang foto-foto diri dan sampul album beberapa penyanyi dan musisi Irlandia antara lain Sinead O’Connor, Eric Bell, pendiri grup musik Skinny Lizzy, dan grup rock Indie Pillow Queens.

    Untuk mengikuti tur berpemandu di museum itu, pengunjung mesti membayar tiket masuk 26 euro. Setelah antre masuk museum selama 30 menit, Anto, perempuan asal Chile, pun menghampiri dan memandu berkeliling museum tersebut.

    Eksplorasi sejarah musik

    Ini tak sekadar kunjungan museum biasa, tetapi perjalanan interaktif ke jantung budaya musik Dublin yang berkembang pesat. Tempat yang berdiri sejak tahun 2015 ini penuh dengan memorabilia dan foto-foto autentik yang menghidupkan kembali legenda musik Irlandia.

    Saat menelusuri lorong-lorong kompleks musik yang berperan dalam karier para seniman Irlandia, seolah terhubung dengan sejarah musik rock Irlandia sejak 1970-an hingga kini. Apalagi saat berada di ruangan sama yang dulu kerap dikunjungi para musisi pencetak sejarah musik.

    Perjalanan diawali dengan menuruni tangga menuju ruang bawah tanah yang gelap. Di salah satu ruangan, terpajang pelat-pelat piringan hitam karya musisi terkemuka Irlandia mulai dari Gary Moore hingga Enya, dan memorabilia legenda musik seperti keyboard dan gitar.

    Ada sudut khusus untuk mengenang Rorry Gallagher, musisi, penyanyi, dan penulis lagu rock asal Irlandia yang dijuluki sebagai dewa gitar. Sejumlah gitar miliknya dipajang di kotak kaca dilengkapi lukisannya dan video yang memutar pementasan musiknya.

    Tak hanya pelat-pelat piringan hitam dan alat musik, di ruangan itu juga terdapat foto-foto autentik Rorry Gallagher. Foto-foto berwarna hitam-putih disertai dengan video yang merekam aksi panggung musisi legendaris tersebut.

    Evy Rachmawati
    Anto, pemandu, sedang menjelaskan mengenai koleksi Museum Rock and Roll Irlandia, kepada rombongan wisatawan, di Kota Dublin, Irlandia, Minggu (22/6/2025).

    Selanjutnya, pengunjung diajak memasuki ruang pameran band U2. Ada settee, foto-foto lama, piringan hitam, tiket dari masa awal U2 dikenal, jaket coklat besar generation ’80-an, seperangkat alat musik band, dan memorabilia lain yang menggambarkan perjalanan grup tersebut.

    Di ruang bercermin yang dirancang untuk bermain musik bersama itu, Anto mengajak pengunjung memainkan alat musik demi merasakan sensasi pengalaman rock and roll. Beberapa pria pun mencoba memainkan drum. ”Saya berkunjung ke sini karena suka musik,” tutur Mai, pengunjung dari Jerman.

    Saya berkunjung ke sini karena suka musik.

    Sejenak merasakan sensasi bermain musik rock and roll, berada di ruangan yang sama di mana para musisi terkemuka pernah singgah. Tak perlu malu karena tak bisa memainkan alat musik. Sekadar menabuh drum ala kadarnya pun sudah menimbulkan rasa senang.

    Kemudian, tur berlanjut dengan menyaksikan pemutaran movie pendek dokumenter tentang evolusi musik rock di Irlandia dan musik sebagai jalinan kehidupan Irlandia di ruangan lain. Dalam 10 menit lebih, movie ini merekam jejak perkembangan karier beberapa musisi kenamaan Irlandia, termasuk Dubliners.

    Piringan hitam dan memorabilia para penyanyi dan musisi legendaris Irlandia terpajang di Museum Rock and Roll Irlandia, di Kota Dublin, Irlandia, pada Minggu (22/6/2025).

    Anto lalu membawa kami menaiki tangga menuju ruangan besar nan gelap di mana terdapat panggung musik, The Button Manufacturing unit. Menurut laman Dublin.ie, dulu tempat itu adalah pabrik pakaian dalam. Musisi Nile Rodgers dan Van Morrison pernah duduk di belakang panggung itu. ”Di sini biasa ada pentas musik,” ujarnya.

    Perjalanan menelusuri jejak industri musik di Irlandia berlanjut ke gedung di seberang museum, lokasi Temple Lane Recording Studios, studio musik di mana para musisi ternama merekam lagu. Di lantai atas, terdapat studio rekaman dan memorabilia beberapa artis kenamaan, seperti piyama dan jaket penyanyi Michael Jackson dan kostum panggung Sinead O’Connor.

    Semangat antikekerasan

    Dari tur ini tergambar semangat kesetaraan dan kebebasan dari segala bentuk kekerasan, ketidakadilan, serta penindasan, dalam berbagai karya musik yang dihasilkan para musisi Irlandia. Salah satunya adalah lagu U2 berjudul ”The place the Streets Have No Title”.

    I need to run, I need to cover/I wanna tear down the partitions that hang me inside of/I wanna succeed in out and contact the flame/The place the streets don’t have any title (Aku ingin lari, aku ingin bersembunyi/Aku ingin meruntuhkan tembok yang menahanku di dalam/Aku ingin meraih dan menyentuh api/Di mana jalanan tak bernama)

    Sepenggal lirik lagu ”The place the Streets Have No Title” dari band rock Irlandia, U2, ini menjadi lagu pembuka album mereka tahun 1987. Lagu ini menyuarakan kesetaraan melalui gagasan mengenai suatu tempat di mana standing sosial tak ditentukan alamat seseorang.

    Irlandia tak hanya dikenal sebagai tempat asal grup U2. Di museum itu juga terdapat memorabilia sejumlah penyanyi dan grup musik lainnya dari negeri itu yang mendunia antara lain musisi dan penyanyi blues Gary Moore, penyanyi Enya, Sinead O’Connor, band rock Cranberries, dan band beraliran people rock The Corrs.

    Band-band seperti The Chieftans dan Clannad pun meraih kesuksesan yang mendunia, membawa musik tradisional Irlandia. Musik Irlandia juga berpengaruh besar pada band seperti Skinny Lizzy dengan lagu hitsnya ”Whiskey in The Jar” dan jadi ikon rock and roll.

    Sementara lagu Cranberries, ”Zombie”, terinspirasi dari pengeboman di Warrington, Inggris, pada 1993 oleh Irish Republican Military, yang menewaskan dua anak. Lagu itu memprotes perang dan pelaku kekerasan diibaratkan zombie yang mengabaikan nyawa manusia.

    Plat piringan hitam karya Gary Moore dengan lagu ”After The Warfare” pun dipajang di dinding salah satu ruang museum. Lagu itu menyampaikan pesan rekonsiliasi, dengan menyoroti bagaimana perang meninggalkan luka pada individu, secara fisik dan emosional.

    …When the battles were gained?/inside of your lonely castle/the fight’s simply begun/after the battle/who will you preventing for (kapan perang dimenangkan?/dalam benteng kesepianmu/pertempuran baru dimulai/setelah perang/siapa yang akan kamu perjuangkan).

    Atmosfer musik yang kuat dan suasana kota yang hangat membuat Dublin menjadi salah satu tempat tujuan anak muda untuk melancong maupun bekerja. Dari Dublin, suara kebebasan dan kesetaraan pun menggaung hingga ke seluruh penjuru dunia.

    Parfum AXL

  • Bali yang Disimpan, Diperam, dan Dilepaskan Auguste

    Bali yang Disimpan, Diperam, dan Dilepaskan Auguste

    Auguste Soesastro seperti melakukan ”fermentasi” selama bertahun-tahun untuk merespons ”rasa” dari Bali versi terkini. Penggunaan bahan klasik yang dipadukan dengan rancangan bersiluet modern seolah mencerminkan dualitas budaya yang berdampingan di Bali. Begitu dinamis dan universal seiring waktu.

    Penafsiran yang matang tentang Bali itu tak lahir dalam sekejap. Sebelumnya, Auguste pernah memperkenalkan koleksi yang terinspirasi dari tarian Bali di New York, Amerika Serikat, pada tahun 2010. Sejak saat itu, dia terus mengamati, meriset, dan mengeksplorasi banyak hal.

    Benar saja, semakin lama diperam, koleksi 27 tampilan busana karya Auguste bertajuk ”Archipelago Cruise” yang tampil dalam Plaza Indonesia Fashion Week, Jakarta, Minggu (28/9/2025), terlihat segar dan berani tanpa meninggalkan ciri khas detail garis, konstruksi potongan, dan minim ornamentasi.

    ‘”Sebenarnya karena research yang ’tidak selesai’ (berkesinambungan). Nanti beberapa tahun lagi kalau dapat ide atau gagasan baru, mungkin bisa keluar lagi (koleksi lainnya), tapi untuk sekarang saya rest dulu (dari tema ini),” ucap pendiri label Kraton ini, ditemui seusai acara.

    Pada pembuka, penonton disuguhi lanskap matahari saat siang di atas lautan luas pada layar di latar belakang. Kemudian, satu per satu model melintasi landas peraga. Salah satu model pria mengenakan setelan jas dan celana pendek selutut berwarna putih, menampilkan kesan santai nan elegan.

    Biasanya jas yang memiliki kerah shawl identik dengan kesan formal dan serius. Auguste melembutkan kesan itu dengan membuat kerah atas yang tegak, sedikit mengingatkan pada Napoleon collar, kerah pada jas yang dikenakan kaisar Perancis, Napoleon Bonaparte. Bagian depan kerah berkancing yang dibuat melebar memberi efek dada terlihat bidang.

    Setelah mata dimanja dengan warna putih, muncul busana bernuansa hitam. Setelan rok panjang hitam bermotif garis dan atasan blus hitam semi-dress berlengan panjang yang terlihat nyaman dikenakan model. Ini dipertegas dengan keberadaan dua saku pada kanan dan kiri rok, yang menjadi andalan untuk menyelipkan tangan saat teriknya matahari ataupun cuaca yang dingin.

    Pakaian keseharian di Bali tak melulu dikaitkan dengan yang berbahan minim, Auguste menyajikan pilihan lain yang panjang dan nyaman dipakai harian. Rancangan ini dilengkapi aksen kain ikat pinggang berwarna senada yang dililitkan pada pinggang sehingga menampilkan batas pinggang ke atas dan bawah tanpa membuat lekuk tubuh terlihat ketat.

    Menurut saya, Bali zaman sekarang sebagian besar sudah ”westernized” sekali. Saya ingin menunjukkan baju-baju yang bisa dipakai di Bali masih punya jejak tradisional Indonesia, tapi tampilannya tetap internasional.

    Eksplorasi

    Fragmen selanjutnya yang ditampilkan pada latar belakang layar adalah video masyarakat Bali yang menjalankan tradisi atau upacara adat pada sore hari. Ada lima rancangan pakaian khas Bali yang elemen tradisionalnya ditunjukkan lewat bawahan kain songket Bali.

    Auguste tidak terlalu banyak memainkan warna terang pada koleksi atasan di segmen ini. Ia coba memadukan elemen itu dengan warna cerah pada corak tenunan songket Bali yang lebih geometrik.

    ”Menurut saya, Bali zaman sekarang sebagian besar sudah westernized sekali. Saya ingin menunjukkan baju-baju yang bisa dipakai di Bali masih punya jejak tradisional Indonesia, tapi tampilannya tetap internasional. Jadi, bukan baju barat dan bukan juga baju tradisional panggung (setengah kostum), saya mencari jalan tengah,” ucapnya.

    Kali ini eksplorasinya dengan memadukan songket Bali menghasilkan pendekatan yang menyenangkan dan segar. Bisa dikatakan bahwa penggunaan kain tradisional tidak membuat fokus orang akan langsung tertuju pada kainnya, tetapi justru ke desain baju atasan yang anggun nan elegan.

    Salah satu contohnya terlihat pada rancangan blus atasan berbahan viscose yang dipadukan songket Bali berwarna dasar kemerahan. Blus itu menciptakan efek melayang dan jatuh mengikuti garis potongan. Siluet pakaiannya terlihat longgar sehingga menghadirkan ruang gerak yang cukup nyaman bagi yang mengenakan. Sementara kain songket yang dibuat tegak lurus membuat anggun secara tampilan keseluruhan.

    Tampilan wastra tak tampak mendominasi. Sebaliknya, perpaduan bahan tradisional dan rancangan yang modern justru saling menguatkan. Koleksi atasan pada segmen ini terlihat akan mudah dipadu padan dengan berbagai macam bawahan selain kain. Ruang keleluasaan ini membuat koleksi ini bisa berdaya pakai panjang.

    ”Ini kan koleksinya Bali, tapi Bali zaman sekarang itu masih ada semua pengaruh, ya. Saya mau kasih lihat bahwa masih ada tradisionalnya sedikit dan tradisional itu sebenarnya bisa berkembang,” tuturnya.

    Nyaman

    Kenyamanan yang diutamakan ini terlihat dari pemilihan jenis kain yang digunakan. Sebagian besar desain rancangan yang hadir dalam koleksi ini menggunakan linen premium, salah satunya desain jaket parka linen. Daya serap tinggi yang dimiliki kain linen membuat parka ini cocok dipakai dalam cuaca panas sekalipun, seperti di Bali.

    Menjelang pengujung pergelaran, tampil gaun panjang berbahan laminated lurex crepe yang cukup mencuri perhatian. Di bawah cahaya lampu, gaun ini memantulkan kilau lembut yang memberi aura glamor elegan yang pas. Keglamoran dalam garapan Auguste senantiasa terasa senyap, tak berteriak.

    Potongan gaunnya membentuk kesan anggun saat sang model melangkah. Tambahan aksen ikat pinggang membuat tubuh terlihat ramping dan kaki lebih jenjang.

    Di balik setiap rancangan minimalis Auguste selalu tersimpan pesan yang tak terucap, tapi bisa dirasakan. Dalam proses kreatifnya, dia selalu mempertanyakan sesuatu. Satu hal yang diyakininya, sebuah desain itu bisa berevolusi ketika perancangnya mempertanyakan sesuatu.

    ”Saya tahu ada batasan-batasannya, tetapi batasan itu tetap punya ujungnya sampai di mana. Nah, bagian itu yang selalu saya coba mainkan dan dorong terus,” ujar perancang yang sejak kecil menjadi kosmopolit itu.

    Bagi dia, tahap penelitian atau melakukan riset itu amat penting. Tidak hanya terlihat bagus secara estetika, tapi harus juga diikuti dengan penelitian. Sekali lagi, Auguste selalu memperhatikan detail kenyamanan, bukan demi estetika saja.

    Koleksi Bali milik Auguste menjadi contoh bahwa setiap ide yang datang harus diendapkan untuk kemudian diwujudkan. Setelah menyelami masa lalu dan merespons masa kini, api semangat bereksplorasinya dibiarkan terus menghangat.

    Parfum AXL

  • Aduhai, Zhuhai!

    Aduhai, Zhuhai!

    Zhuhai yang berbatasan dengan Makau dan China punya segudang hal untuk ditunjukkan. Namun, kami hanya punya kurang dari 24 jam untuk menjelajah kota ini.

    Semua terjadi serba cepat di Zhuhai, sebuah kota pesisir di selatan China yang berbatasan dengan Makau. Ini bukan karena ritme hidupnya yang cepat, melainkan karena kami tak punya banyak waktu untuk singgah. Namun, Zhuhai tampaknya tak rela melepas dan berusaha menahan kami tinggal lebih lama.

    ”Sayang sekali kita tidak sampai 24 jam di Zhuhai, ya,” ucap saya kepada Dragana Blejica, wartawan Serbia, saat melaju dengan bus di jalanan Zhuhai, Jumat (12/9/2025).

    Kala itu, sebagian wartawan Asia-Pasifik dan Eropa berkunjung ke Kota Zhuhai dan Shenzhen yang ada di Provinsi Guangdong, China. Kunjungan ini adalah bagian dari program China World Press Verbal exchange Heart (CIPCC), sebuah program di bawah Asosiasi Diplomasi Publik China (CPDA). Para wartawan diajak menengok kemajuan Zhuhai dan Shenzhen setelah menjadi zona ekonomi khusus 45 tahun terakhir.

    Wartawan Serbia tadi manggut-manggut. Dia juga pengin tinggal 1-2 hari lebih lama di Zhuhai. Bagi dia, yang suka keliling Asia untuk mencari kehangatan matahari saat musim dingin di Serbia, Zhuhai adalah tempat yang tepat untuk bertualang sambil berjemur.

    Hal serupa dirasakan oleh wartawan-wartawan Asia-Pasifik yang notabenenya sudah ”kenyang” dijemur matahari. Setelah sekian pekan tinggal di Beijing yang seperti hutan beton, pergi ke Zhuhai adalah sebuah kemewahan. Langitnya biru cerah, mataharinya hangat, udaranya bersih, dan laut biru terhampar di depan mata. Ibaratnya seperti pergi dari Jakarta ke Raja Ampat.

    Suasana Kota Zhuhai di Provinsi Guangdong, China pada Jumat (12/9/2025). Zhuhai yang terletak di selatan China merupakan satu dari empat kota pertama di China yang menjadi kawasan ekonomi khusus. Kota pesisir yang berbatasan dengan Hong Kong dan Makau ini pun menjadi salah satu kota dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat.

    Zhuhai pun menarik karena memiliki latar belakang sejarah dan budaya. Dulu, Zhuhai adalah desa bagi para nelayan, petambak garam, dan petani. Zhuhai lantas bertransformasi menjadi kota yang maju, bahkan menjadi salah satu gerbang globalisasi dan modernisasi.

    Posisi Zhuhai yang berada di pesisir Sungai Mutiara serta menghadap Laut China Selatan menjadikan kota ini strategis. Sejak technology Dinasti Han, ”Kota Seratus Pulau” ini menjadi simpul perdagangan penting antara China dengan Timur Tengah, Afrika, dan Eropa. Zhuhai juga termasuk salah satu simpul Jalur Sutra.

    Hal ini sekaligus menjadikan Zhuhai sebagai kanal pertukaran budaya dan pintu yang membuka pemahaman akan peradaban dunia. Zhuhai pun menjadi jendela buat dunia yang begitu luas, khususnya bagi para muda-mudi yang haus pengetahuan dan petualangan.

    Berangkatlah Yung Wing, Wong A laugh, dan Wong Shing ke Amerika Serikat pada 1847. Tiga pemuda Zhuhai ini adalah orang-orang China pertama yang menempuh pendidikan di luar negeri. Gelombang untuk menuntut ilmu ke luar negeri pun bergulir setelah mereka pulang kampung. Ilmu dan perspektif yang mereka peroleh di negeri orang adalah potongan-potongan puzzle yang lantas membentuk wajah Zhuhai saat ini.

    Suasana Kota Zhuhai di Provinsi Guangdong, China pada Kamis (11/9/2025). Zhuhai yang terletak di selatan China merupakan satu dari empat kota pertama di China yang menjadi kawasan ekonomi khusus. Kota pesisir yang berbatasan dengan Hong Kong dan Makau ini pun menjadi salah satu kota dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat.

    Oleh karena itu, jangan heran bila banyak warga China yang menempuh pendidikan jauh-jauh hingga ke luar negeri. Semuanya pengaruh Yung Wing dan kawan-kawan. Gelombang sekolah ke luar negeri melahirkan banyak sosok revolusioner dan prominen, misalnya Xue Jinqin yang adalah perempuan pembicara publik pertama di China.

    Daya pendidikan ini pada gilirannya memengaruhi kebijakan kota, setidaknya hingga satu abad seusai technology Yung Wing. Setelah technology reformasi ekonomi China, pemerintah Zhuhai menentukan arah pengembangan kota lewat pendekatan ilmiah, yakni pendidikan dan sains. Zhuhai sepertinya paham bahwa kebijakan sejatinya mesti jelas landasannya dan bisa dipertanggungjawabkan. Tidak boleh ngasal, apalagi buru-buru.

    Dan berkembanglah Zhuhai seperti sekarang. Zhuhai terpilih sebagai salah satu kota pertama yang ditetapkan sebagai zona ekonomi khusus China pada 1980. Selain Zhuhai, kota lain yang menjadi zona ekonomi khusus di periode yang sama adalah Shenzhen, Xiamen, dan Shantou.

    Kini, ekonomi Zhuhai digerakkan oleh sejumlah industri seperti teknologi dan industri. Zhuhai—yang disebut salah satu kota paling layak huni dan paling bahagia di China—melaju dengan produk domestik bruto (PDB) sekitar 450 miliar yuan atau sekitar Rp 1 triliun pada 2024.

    24 jam kurang

    Dalam waktu kurang dari 24 jam, kelompok wartawan internasional diajak berkeliling ke sebanyak-banyaknya tempat di Zhuhai. Dari semua tempat, mungkin Desa Beishan adalah yang paling menarik.

    Sekilas, Beishan tampak seperti desa yang kental dengan unsur sejarah dan budaya. Rumah-rumah tua dengan arsitektur China berdiri megah di beberapa titik.

    Ada lagi rumah tua yang didandani, dan kini menjadi pertokoan. Turis suka pergi ke sana karena suasananya yang elok dan adem. Barang dan jasa yang dijual pun menarik hati. Karena tahu tak akan lama ada di Zhuhai, sebagian anggota rombongan segera membeli suvenir atau penganan khas yang tersedia. Katanya, ”Kapan lagi ke Zhuhai, kan?”

    Selain Desa Beishan, rombongan juga diajak mengelilingi museum ini-itu di Kota Kuno Tangjia, yakni Zhuhai. Konten museumnya macam-macam, mulai dari sejarah Tangjia, bangunan-bangunan berarsitektur kuno yang masih dipelihara sampai sekarang, sampai kisah Yung Wing dan kawan-kawan yang melanglang buana ke AS.

    Sayang, perjalanan di Zhuhai tak berlangsung lama. Sekitar 23 jam setelah kedatangan di Zhuhai, kami sudah tiba lagi di bandara untuk pulang ke Beijing. Meski tubuh letih dan linu-linu seusai banyak berjalan kaki, sebagian wartawan masih ingin menjelajahi Zhuhai.

    ”Andaikan bisa lebih lama ada di sini,” kata beberapa rekan wartawan.

    Entah mantra apa yang tak sengaja terucap, sebagian wartawan jadi betulan mesti tinggal beberapa jam lebih lama di Zhuhai. Mungkin karena kesalahan sistem, nama dan nomor paspor wartawan-wartawan Asia-Pasifik tertukar. Akibatnya, kami tidak bisa test in dan melewatkan penerbangan sore.

    Beruntung ada staf dan penyelenggara perjalanan yang membantu. Dahi mereka sampai berkerut dan berpeluh untuk mengurus isu ini. Di sisi lain, kelompok wartawan Asia-Pasifik malah cengengesan dan menertawakan nasib. Bagi kami, tak ada gunanya juga stres (meski di dalam hati deg-degan juga).

    ”Betul, kan. Zhuhai tidak mau kita pulang cepat!”

    Kami bahkan berandai-andai kembali menginap di lodge bagus yang menghadap Laut China Selatan, lalu jalan-jalan sejenak dan makan hidangan ubur-ubur yang rasanya segar. Khayalan itu buyar ketika kami diberi tahu untuk pulang ke Beijing dengan penerbangan selanjutnya, lantas tiba di apartemen menjelang tengah malam.

    Waktu kami di Zhuhai memang singkat, tetapi sangat berkesan. Duh, Zhuhai, lain kali kami datang lagi, deh!

    Parfum AXL