Kategori: parfum kualitas terbaik

  • Produk Terbaru CeraVe Atasi Jerawat dalam 3 Hari: Blemish Regulate Vary

    Produk Terbaru CeraVe Atasi Jerawat dalam 3 Hari: Blemish Regulate Vary

    Jakarta – CeraVe, merek perawatan kulit yang dikembangkan bersama dermatolog, resmi meluncurkan rangkaian terbaru Blemish Regulate Vary pada CeraVe Zits Academy di Mal Kota Kasablanka hingga 5 Oktober 2025. Melalui dua langkah penting ini, CeraVe menegaskan komitmennya untuk membantu masyarakat Indonesia memutus siklus jerawat dengan solusi perawatan kulit yang efektif sekaligus delicate, sambil memperkuat pores and skin barrier.
    Nama CeraVe berasal dari gabungan kata CERAmides dan MVE supply generation (MultiVesicular Emulsion). Produk CeraVe diformulasikan dengan tiga ceramide esensial yang skin-identical (1, 3, dan 6-II) yang identik dengan ceramide alami di kulit.

    “Kami percaya bahwa kulit merupakan refleksi dari kesehatan diri. Didirikan pada tahun 2005 oleh sekumpulan dermatolog, CeraVe hadir sebagai solusi untuk berbagai masalah kulit dengan komitmen memperkuat pores and skin barrier. Sejak hadir pada awal 2024 di Indonesia, CeraVe semakin diterima oleh konsumen, dan memasuki tahun keduanya kami melangkah lebih jauh dengan berbagai inisiatif baru, termasuk peluncuran Blemish Regulate Vary melalui acara CeraVe Zits Academy,” ujar Silvia Yohana, Common Supervisor, L’Oréal Dermatological Attractiveness Indonesia, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (1/10/2025).
    Banyak orang mengira jerawat hanya masalah remaja atau hormon yang akan hilang seiring waktu. Padahal, jerawat dapat muncul di setiap tahapan usia dan menjadi alasan utama orang mencari pertolongan dermatolog di seluruh dunia. Untuk memutus siklusnya, jerawat perlu dipahami bukan sekadar fase singkat, melainkan masalah kulit berulang yang membutuhkan penanganan tepat.
    “Di Indonesia, jerawat masih menjadi masalah kulit nomor satu, yang dialami oleh sekitar 58% masyarakat selama 12 bulan terakhir. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari ketidakstabilan hormon, tingkat stres yang tinggi, hingga faktor eksternal lainnya. Apabila tidak ditangani dengan baik, dampaknya lebih dari sekadar tampilan kulit, jerawat dapat memengaruhi rasa percaya diri, suasana hati, hingga interaksi sosial,” ujar Pandu Brodjonegoro, Advertising Director, L’Oréal Dermatological Attractiveness Indonesia.
    dr. Vidyani Adiningtyas, Sp. DVE, Dermatolog, Dermsquad CeraVe Indonesia, menjelaskan bahwa jika kandungan ceramide rusak, pores and skin barrier dapat terganggu dan menyebabkan kemerahan, peradangan, gatal. Kulit dengan pores and skin barrier yang rusak biasanya mengalami defisiensi ceramide.
    “Karena itu, jika ingin memperbaiki pores and skin barrier, kita perlu fokus menutrisi kulit dengan jenis ceramide 1, 3, dan 6-II. Semakin banyak ceramide, tidak otomatis lebih baik. Yang penting jenis ceramide sesuai dengan kebutuhan kulit. Selain itu, produk dengan teknologi pelepasan molekul bertahap juga penting. Dengan begitu, ceramide bisa dilepaskan perlahan sehingga bertahan lebih lama di kulit, menjaga kelembapan, dan membuat kulit tetap terhidrasi sepanjang hari,” jelasnya.
    Rangkaian Blemish Regulate Vary
    Blemish Regulate Vary terdiri dari tiga produk yang bisa didapatkan secara resmi di CeraVe Professional Store dan Watsons Indonesia sebagai berikut:

    Blemish Regulate Cleanser, pembersih wajah untuk mengangkat sebum berlebih serta meredakan jerawat sambil memperkuat pores and skin barrier;
    Blemish Regulate Gel, pelembap berbentuk gel untuk mencegah jerawat baru serta memperbaiki tampilan pori-pori tanpa mengganggu pores and skin barrier; serta
    Resurfacing Retinol Serum, serum ringan untuk mengurangi noda bekas jerawat dan noda hitam, menyamarkan pori, meratakan warna kulit, memperbaiki tekstur, sekaligus memperkuat pores and skin barrier.

    Parfum AXL

  • Profil Cathy Sharon dan Perjalanan Kariernya dari Panggung Hiburan ke Dunia Bisnis

    Profil Cathy Sharon dan Perjalanan Kariernya dari Panggung Hiburan ke Dunia Bisnis

    Jakarta – Cathy Sharon dikenal sebagai salah satu artis yang memiliki pesona awet muda. Di usia 42 tahun, kakak dari Julie Estelle ini tetap tampil menawan dengan gaya model yang selalu trendi dan relevan dengan perkembangan zaman.
    Tak hanya soal penampilan, Cathy juga menjadi sosok yang menginspirasi banyak orang lewat perjalanan kariernya. Ia memulai langkah di dunia hiburan, lalu perlahan merambah ke ranah bisnis dan berhasil menunjukkan konsistensi serta ketekunan dalam setiap peran yang dijalaninya.
    Berikut ini Olenka rangkum dari berbagai sumber, Rabu (1/10/2025), untuk mengenal lebih lanjut sosok dan perjalanan karier Cathy Sharon.

    Profil dan Kehidupan Pribadi
    Catherine Sharon Gasnier, atau yang lebih akrab dikenal dengan Cathy Sharon, lahir pada 8 Oktober 1982. Dalam hitungan hari, usianya akan genap 43 tahun. Ia merupakan anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Thierry Gasnier dan Hilda Limbara.
    Dari sang ayah, Cathy mewarisi darah Prancis, sementara sang ibu yang berasal dari Sulawesi Tengah memberikan sentuhan Indonesia dalam garis keturunannya. Ia juga memiliki dua adik perempuan yang tak kalah dikenal, yakni Julie Estelle dan Charlotte Christie.

    Parfum AXL

  • 6 Atlet Panjat Tebing Perempuan Indonesia yang Bikin Bangga

    6 Atlet Panjat Tebing Perempuan Indonesia yang Bikin Bangga

    Jakarta – Olahraga panjat tebing semakin populer di Indonesia. Bukan hanya karena tantangan adrenalin yang ditawarkan, tapi juga berkat kiprah atlet-atlet Tanah Air yang sukses mengharumkan nama bangsa di kancah nasional hingga internasional. Dari generasi senior hingga talenta muda, deretan atlet perempuan Indonesia terus menunjukkan prestasi membanggakan.
    Meski awalnya olahraga ini di Indonesia lebih banyak digeluti laki-laki, kini para atlet putri justru menjadi sorotan utama. Mereka tidak hanya rajin menyumbang medali di ajang bergengsi, tapi juga mencetak rekor dunia. Berikut enam atlet panjat tebing perempuan Indonesia yang prestasinya patut diacungi jempol:

    1. Desak Made Rita Kusuma Dewi
    Atlet asal Buleleng, Bali, ini adalah salah satu bintang paling bersinar di panjat tebing dunia. Lahir pada 24 Januari 2001, Desak Rita sudah akrab dengan olahraga ini sejak SD ketika secara tak sengaja melihat dinding panjat di Singaraja.
    Sejak itu, ia menekuni panjat tebing dan sering mewakili Bali di berbagai kejuaraan nasional. Ketekunannya membuahkan hasil besar ketika ia menyabet emas PON XX Papua 2021 dan Asian Video games 2022 Hangzhou.

    Prestasi paling mencolok hadir di IFSC International Championship 2023 di Bern, Swiss, ketika ia meraih medali emas sekaligus menjadi Juara Dunia pace mountaineering putri. Kariernya yang cemerlang juga membawanya lolos ke Olimpiade Paris 2024. Meski gagal meraih medali, keberadaan Desak Rita di kancah dunia membuktikan bahwa Indonesia mampu bersaing di degree tertinggi.
    2. Rajiah Sallsabillah
    Perempuan kelahiran Tangerang, 30 April 1999, ini awalnya hanya “iseng” ikut seleksi tim panjat tebing saat berusia 14 tahun. Namun, keisengan itu justru mengubah jalan hidupnya. Ia diterima sebagai atlet, lalu menjalani latihan intensif yang mengasah kemampuannya hingga menjadi salah satu panjat tebing putri terbaik di Indonesia.

    Rajiah pernah menyumbang emas Asian Video games 2018 di nomor Ladies’s Velocity Relay dan menjuarai IFSC International Cup Chamonix 2023. Ia bahkan mewakili Indonesia di Olimpiade Paris 2024, meski tak berhasil membawa pulang medali. Konsistensinya di berbagai ajang internasional membuktikan ketangguhannya dan menegaskan posisi Indonesia sebagai kekuatan besar di cabang pace mountaineering.
    3. Aries Susanti Rahayu
    Dikenal dengan julukan “Spiderwoman”, Aries adalah ikon panjat tebing Indonesia. Lahir di Grobogan, Jawa Tengah, 21 Maret 1995, ia awalnya adalah atlet atletik sebelum beralih ke panjat tebing berkat ajakan guru olahraganya. Keputusannya itu terbukti tepat, karena kariernya melesat pesat. Ia mencuri perhatian publik ketika meraih emas di Asian Video games 2018.
    Puncak prestasinya terjadi di IFSC International Cup Xiamen 2019, saat Aries memecahkan rekor dunia pace mountaineering dengan catatan waktu 6,995 detik. Pencapaian itu membuat namanya dikenal luas dan ia pun dijuluki sebagai Spiderwoman. Dengan karier yang berkilau, Aries menjadi inspirasi banyak atlet muda untuk berani bermimpi menembus panggung dunia.

    4. Amanda Narda Mutia
    Nama Amanda mulai banyak dibicarakan setelah tampil gemilang di PON XXI Aceh-Sumut 2024. Atlet asal Jawa Timur ini berhasil menyumbangkan emas nomor boulder tim dan pace relay putri, menambah deretan prestasi bagi kontingen Jatim. Ketenangannya dalam menghadapi tekanan kompetisi membuatnya semakin disegani.
    Tak hanya di degree nasional, Amanda juga sudah beberapa kali berlaga di kompetisi internasional, termasuk ajang kualifikasi Olimpiade. Keikutsertaannya di panggung international menjadi bukti bahwa talenta Indonesia terus meluas dan bersaing di antara atlet-atlet dunia.

    5. Alma Ariella Sani
    Masih sangat muda, baru berusia 15 tahun, Alma Ariella Sani mencuri perhatian lewat prestasinya di PON XXI 2024. Ia sukses menyabet emas nomor Mixed Putri serta ikut membawa pulang emas di nomor boulder tim untuk Jawa Timur. Kemenangan ini menjadikannya salah satu wajah baru yang bersinar di dunia panjat tebing Tanah Air.
    Kiprahnya di usia belia memberi harapan besar bagi masa depan olahraga ini. Alma dinilai sebagai simbol regenerasi yang menjanjikan, di mana bakat dan keberaniannya menjadi inspirasi generasi muda lain untuk berprestasi meski masih sangat muda.

    6. Fitria Hartani
    Fitria adalah salah satu atlet asal Jawa Timur yang kiprahnya tak boleh dilewatkan. Ia sempat masuk tim pelatnas untuk seleksi Olimpiade Tokyo 2020, sebuah pencapaian bergengsi yang hanya bisa diraih oleh atlet bermental kuat. Selain itu, Fitria juga dikenal berprestasi di ajang Pra-PON dengan torehan beberapa medali penting.
    Meski namanya tak selalu muncul di headline besar, perjuangannya di balik layar membuktikan dedikasinya pada dunia panjat tebing. Keberadaan atlet seperti Fitria menunjukkan bahwa kekuatan tim Indonesia bukan hanya berasal dari nama-nama besar, tapi juga dari kerja keras semua atlet yang konsisten berjuang.

    Parfum AXL

  • Jerawat Datang Lagi? Yuk, Kenali Penyebab & Solusi Ampuhnya!

    Jerawat Datang Lagi? Yuk, Kenali Penyebab & Solusi Ampuhnya!

    Jakarta – Banyak yang mengira jerawat hanya masalah remaja atau hormon yang akan hilang seiring waktu. Padahal, jerawat bisa muncul di berbagai usia dan menjadi salah satu alasan utama orang mencari bantuan dermatolog. Untuk menghentikan siklusnya, jerawat perlu dipahami sebagai masalah kulit berulang yang memerlukan penanganan tepat.
    “Di Indonesia, jerawat masih jadi masalah kulit nomor satu. Sekitar 58% masyarakat mengalaminya dalam setahun terakhir. Lebih dari 20 juta remaja usia 15–20 tahun tercatat memiliki jerawat, sementara di usia 20-an hingga 40-an prevalensinya masih tinggi. Faktor pemicu bervariasi, mulai dari hormon, stres, hingga lingkungan. Jika dibiarkan, dampaknya bukan hanya pada kulit, tapi juga kepercayaan diri dan kehidupan sosial,” jelas Pandu rodjonegoro, Advertising and marketing Director, L’Oréal Dermatological Attractiveness Indonesia.
    Jerawat erat kaitannya dengan terganggunya pores and skin barrier, lapisan pelindung kulit terluar. Kekurangan ceramide, komponen penting pores and skin barrier, dapat membuat kulit kering, meradang, hingga rentan terhadap polusi.
    dr. Vidyani Adiningtyas, Sp. DVE, menekankan pentingnya menutrisi kulit dengan ceramide 1, 3, dan 6-II sesuai kebutuhan, serta memilih produk dengan teknologi pelepasan bertahap agar kulit tetap terhidrasi, lembap, dan terlindungi sepanjang hari.

    Kalau kamu butuh solusi perawatan jerawat yang lembut sekaligus menjaga kekuatan pores and skin barrier, CeraVe menghadirkan Blemish Regulate Vary.
    Rangkaian skin care ini dikembangkan bersama para dermatolog, diformulasikan dengan tiga jenis ceramide esensial serta teknologi MVE yang membantu meredakan jerawat sambil memperkuat lapisan pelindung kulit. Koleksinya terdiri dari tiga produk utama yang aman digunakan untuk kulit sensitif maupun rentan berjerawat.
    “Selain menghadirkan lini produk terbaru, CeraVe menghadirkan CeraVe Zits Academy, sebuah inisiatif edukasi yang bertujuan memberikan pemahaman tentang pentingnya merawat kulit berjerawat dan pores and skin barrier, sekaligus meluruskan berbagai mitos seputar skin care untuk acne-prone pores and skin. Di CeraVe Zits Academy, pengunjung dapat mengikuti beragam aktivitas menarik, mulai dari pores and skin test dan konsultasi, video games interaktif untuk mengetahui mitos dan fakta tentang jerawat, hingga mengenal lebih dalam rangkaian produk CeraVe serta formulasi di baliknya,” pungkas Pandu.

    Parfum AXL

  • Deretan Perempuan Inspiratif di Bidang Sastra

    Deretan Perempuan Inspiratif di Bidang Sastra

    Olenka, Jakarta – Perempuan dan tulisan. Sejak R.A. Kartini dikenal sebagai salah satu tokoh emansipasi yang dikenal berkat tulisan-tulisan bernasnya dalam Habislah Gelap, Terbitlah Terang, makin banyak perempuan Indonesia yang menulis. Lewat jenis tulisan yang berbeda, para perempuan berikut memilih menulis cerita-cerita indah dan menggugah lewat karya sastra.
    Tulisan sastra memang fiksi. Namun, di dalamnya tersimpan hasil pemikiran mendalam penulisnya mengenai fenomena dan kejadian di sekitarnya. Lewat tangan dingin mereka, para penulis perempuan ini ikut merekam sejarah dan membuka mata pembacanya tentang pemikiran yang berbeda dan unique dari perasaan seorang perempuan.

    Berikut sejumlah perempuan penulis sastra di Indonesia dari masa ke masa yang berhasil Olenka rangkumkan:
    1. Siti Rukiah
    Nama Siti Rukiah Kertapati mungkin asing bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, bahkan di telinga penggemar sastra Indonesia. Padahal, dia merupakan sosok penulis perempuan yang mampu eksis di tengah dominasi penulis laki-laki di masa Kemerdekaan.
    Rukiah lahir di Purwakarta pada 25 April 1927. Pada usia 19 tahun, dia menulis puisi untuk Majalah Gelombang Zaman dan Godam Jelata serta pernah menjadi staf redaksi di Majalah Pudjangga Baru. Pernikahannya dengan editor Majalah Godam Jelata, yakni Sidik Kertapati, membuatnya memiliki nama belakang Kertapati. Beberapa karyanya adalah novel Kejatuhan dan Hati (1950), Si Rawun dan Kawan-Kawannya (1955), Teuku Hasan Johan Pahlawan (1957), Pak Supi Kakek Pengungsi, Taman Sandjak Si Kecil (1959), Dongeng-Dongeng Kutilang (1962), Jaka Tingkir (1962), dan Kisah Perjalanan Si Apin (1962).
    Siti Rukiah pernah mendapatkan penghargaan Seni Sastra dari Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional (BMKN) pada 1952 untuk kumpulan cerita pendek dan sajak. Namun, sejak tahun 1965, namanya tidak lagi terdengar di dunia sastra Tanah Air.
    2. Marga T.
    Di technology tahun 1970-an, karya-karya Marga T. alias Marga Tjoa menarik perhatian publik. Marga T. Penulis keturunan Tionghoa ini lahir di Jakarta pada 27 Januari 1943 dengan nama lengkap Intan Margaretha Harjamulia. Sementara itu, nama aslinya adalah Tjoa Liang Tjoe dan merupakan lulusan Fakultas Kedokteran, Universitas Trisakti, Jakarta.
    Semasa hidupnya, Marga T. tercatat melahirkan 128 cerita pendek dan 67 buku. Dia meninggal dunia di Australia pada Kamis, 17 Agustus 2023. Beberapa karya fenomenalnya adalah novel Karmila, Badai Pasti Berlalu, Gema Sebuah Hati, Bukan Impian Semusim, dan Ranjau-ranjau Cinta.
    Dua novelnya, Karmila (1973) dan Badai Pasti Berlalu (1874), menuai sukses saat diangkat ke layar lebar. Movie Karmila tayang pada 1974 dan difilmkan ulang pada 1981 hingga diangkat menjadi seri sinetron televisi dengan judul yang sama di tahun 1991. Sementara itu, movie Badai Pasti Berlalu rilis di tahun 1977 dan digarap ulang pada tahun 2007. Begitupun lagu “Badai Pasti Berlalu” yang mengiringi movie tersebut di tahun 2007 sukses menjadi hits di pasaran dan masih terkenal hingga saat ini.
    3. Nh. Dini
    Novel Pada Sebuah Kapal yang terbit di tahun 1972 telah melambungkan nama Nh. Dini. Perempuan kelahiran Semarang, Jawa Tengah pada tanggal 29 Februari 1936 ini memiliki nama lengkap Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin.
    Menunjukkan minat dan bakat menulis sejak kecil, karya pertamanya dimuat dalam majalah pada tahun 1952. Selanjutnya, Nh. Dini menerbitkan kumpulan cerpen berjudul Dua Dunia di tahun 1956. Menulis lebih dari 30 judul buku, Nh. Dini diganjar berbagai penghargaan, termasuk SEA Write Award pada tahun 2003 dan Lifetime Success Award dari Ubud Writers and Readers Competition pada tahun 2017.
    4. Mira W.
    Mira Widjaja (Wong) atau lebih dikenal dengan nama pena Mira W. lahir pada 13 September 1951 di Jakarta. Dia merupakan lulusan FK Usakti pada tahun 1980. Sepanjang karier menulisnya, Mira W. telah menghasilkan 23 buku yang meliputi 19 novel, tiga kumpulan cerita pendek, dan sebuah kumpulan puisi.
    Salah satu karyanya yang terlaris adalah Di Sini Cinta Pertama Kali Bersemi yang mencapai oplah 10.000, bahkan mengalami lima kali cetak ulang. Karya tersebut telah difilmkan, beserta sejumlah karya lainnya yang difilmkan bahkan diadaptasi menjadi serial TV seperti Kemilau Kemuning Senja, Ketika Cinta Harus Memilih, Permainan Bulan Desember, Dari Jendela SMP, dan Tak Kupersembahkan Keranda Bagimu.
    5. Leila S. Chudori
    Leila S. Chudori atau Leila Salikha Chudori merupakan sastrawan perempuan Indonesia yang pernah menjadi wartawan majalah Pace. Leila lahir di Jakarta pada tanggal 12 Desember 1962 dan merupakan putri dari Mohammad Chudori, seorang wartawan Kantor Berita Antara dan surat kabar The Jakarta Put up.
    Saat masih berusia 11 tahun, ia telah memublikasikan karyanya di majalah Si Kuncung (1973) lewat cerpen berjudul “Pesan Sebatang Pohon Pisang”. Setelah melahirkan banyak cerpen yang dimuat di berbagai surat kabar, buku kumpulan cerpen berjudul 9 dari Nadira terbit di tahun 2009. Karya tersebut mendapat “Penghargaan Sastra” dari Badan Pengembagan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pada tahun 2011.
    Beberapa novelnya yang terkenal adalah Pulang (2012) serta Laut Bercerita (2017). Bahkan, pemutaran nonkomersial movie Laut Bercerita selalu ramai peminat hingga saat ini. Sementara itu, sejumlah skenario yang ditulis Leila adalah drama televisi  “Dunia Tanpa Koma” (2006), movie pendek “Drupadi” (sebuah tafsir dari kisah Mahabrata, 2008), dan skenario movie “Kata Maaf Terakhir” (2009).
    6. Ayu Utami
    Ayu Utami merupakan lulusan Fakultas Sastra Universitas Indonesia yang lahir pada 21 November 1968. Novel pertamanya yang berjudul Saman langsung menarik perhatian publik. Bahkan, karya tersebut berhasil menjuarai sayembara penulisan roman Dewan Kesenian Jakarta pada tahun 1998 serta terjual sebanyak 55 ribu eksemplar dalam waktu tiga tahun.
    Beragam karya lainnya yang telah diterbitkan Ayu Utama adalah Larung (2001), Bilangan Fu (2008), Si Parasit Lajang (2012), dan Cerita Cinta Enrico (2012). Berkat karya-karyanya, ia menerima Prince Claus Award pada tahun 2000 untuk kontribusinya dalam bidang budaya dan pembangunan. Saat ini, Ayu Utami masih aktif dalam dunia literasi Indonesia dengan menggelar beragam kelas pelatihan menulis.
    7. Dee Lestari
    Dewi Lestari Simangunsong merupakan penulis, penyanyi, dan pencipta lagu asal Indonesia. Dalam karier bermusiknya, dia dikenal sebagai penyanyi dalam trio Rida Sita Dewi. Sementara itu, dia menggunakan nama pena Dee Lestari dalam karier kepenulisannya.
    Novel pertamanya berjudul Supernova: Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh terbit pada tahun 2001. Novel easiest supplier yang terjual sebanyak 7 ribu eksemplar dalam dua minggu ini terus berlanjut ke dalam 6 bagian yang terakhir di tahun 2016. Karya lainnya adalah Filosofi Kopi, Madre, Perahu Kertas, Rectoverso, hingga Aroma Karsa. Banyak dari judul-judul tersebut telah diangkat ke layar lebar.
    8. Ratih Kumala
    Belum lama ini, novel karya Ratih Kumala yang diangkat ke serial movie mampu mengguncang dunia perfilman Indonesia, bahkan luar negeri. Gadis Kretek yang dimainkan oleh Dian Sastrowardoyo menjadi perbincangan dan mendapat pujian baik dari dalam maupun luar negeri.
    Ratih Kumala lahir di Jakarta pada 4 Juni 1980 dan merupakan lulusan Sastra Inggris di Universitas Sebelas Maret. Novel pertamanya berjudul Tabula Rasa (2004) berhasil meraih penghargaan sebagai pemenang ketiga dalam Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta. Karya Ratih selanjutnya adalah Genesis (2005); kumpulan cerpen Larutan Senja (2006); Kronik Betawi (2009); Gadis Kretek (2012); Bastian dan Jamur Ajaib (2015); hingga Wesel Pos (2018).
    9. Ika Natasa
    Ika Natassa merupakan penulis Indonesia yang lahir pada 25 Desember 1977 di Medan, Sumatera Utara. Sebelum sukses menjadi penulis, dia merupakan seorang bankir dan sempat bekerja di Financial institution Mandiri sejak tahun 2002.
    Novel debutnya berjudul A Very Yuppy Marriage ceremony yang terbit di tahun 2007. Konsisten mengusung cerita unik dengan tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, beberapa karya Ika selanjutnya adalah Divortiare (2008); Underground (2010); Antologi Rasa (2011); Twivortiare (2012); Important 11 (2015); The Structure of Love (2016); Susah Sinyal (2017); Sementara, Selamanya (2020); hingga Heartbreak Motel (2022).
    10. Djenar Maesa Ayu
    Djenar Maesa Ayu atau yang akrab disapa Nai ini merupakan perempuan kelahiran Jakarta pada 14 Januari 1973. Dia juga dikenal sebagai aktris, produser, serta sutradara asal Indonesia.
    Karya pertamanya adalah cerpen “Lintah” (2002) yang dimuat di Kompas. Cerpen “Menyusu Ayah” menjadi Cerpen Terbaik 2003 versi Jurnal Perempuan dan diterjemahkan oleh Richard Oh. ke dalam bahasa Inggris dengan judul “Suckling Father”. Sementara itu, buku kumpulan cerpen pertamanya berjudul Mereka Bilang, Saya Monyet! (2004) berhasil masuk dalam sepuluh buku terbaik Khatulistiwa Literary Award 2003. Karya lain dari Djenar adalah novel berjudul Nayla (2005).

    Parfum AXL

  • Luhut Larang Kemenkeu Tarik Anggaran MBG, Purbaya: Kalau Penyerapannya Kurang Kita Ambil!

    Luhut Larang Kemenkeu Tarik Anggaran MBG, Purbaya: Kalau Penyerapannya Kurang Kita Ambil!

    Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa tetap pada pendirian untuk menggambil anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tak terserap secara efektif. Purbaya menegaskan agenda penarikan anggaran tersebut bakal ia kebut pada akhir Oktober 2025 ini.

    Purbaya mengatakan penarikan anggaran tak terserap oleh Kementerian Keuangan dilakukan untuk mengukur kinerja Badan Gizi Nasional (BGN) dalam penggunaan anggaran, dia mengatakan, apabila setelah penarikan anggaran itu BGN ternyata masih membutuhkan dana tambahan, maka Kementerian Keuangan kata dia bakal kembali mengalokasikan anggaran untuk program andalan Presiden Prabowo Subianto tersebut.

    “Kalau nanti akhir Oktober, saya bisa prediksi berapa penyerapannya, kalau kurang kita ambil uangnya. Kalau lebih kita tambah. Kita lihat seberapa efektif dia menjalankan programnya dengan baik,” ujar Purbaya dilansir Senin (6/09/2025).

    Purbaya menegaskan,penarikan anggaran tak terserap itu jelas sangat membantu BGN dalam mengebut program ini. Dia yakin program yang bisa menyerap anggaran dengan baik, bakal berjalan lancar tanpa adanya hambatan berarti.

    “Jadi enggak ada target, justru kita mau bantu mereka supaya programnya berjalan dengan baik dan lancar,” tuturnya.

    Purbaya melanjutkan anggaran yang tak terserap membuat dana yang telah digelontorkan pemerintah hanya terparkir menjadi dana pasif yang tak mendatangkan manfaat, baginya uang nganggur itu lebih baik digunakan untuk menopang program lain yang dapat membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat.

    “Akan terus berjalan, cuma kita pastikan lebih baik pelaksanaannya, bukan saya yang mandor, tapi kalau uangnya enggak dipakai, saya ambil,” tegasnya.

    Luhut menegaskan anggaran yang telah dikucurkan untuk menyokong program ini tak perlu diutak atik lagi. Secara tak langsung Luhut tidak sepakat dengan rencana Purbaya.

    “Tadi kami pastikan juga bahwa penyerapan anggarannya sekarang kelihatan sangat membaik. Sehingga Menteri Keuangan tidak perlu nanti mengambil anggaran yang tidak terserap,” ujar Luhut.

    “Itu kami ingatkan tadi sama Dadan, karena itu cost of fund juga. Jadi jangan sampai dana yang dialokasikan tidak terserap,” tambahnya memungkasi.

    parfum AXL

  • Aksi Purbaya yang Cuek dengan Imbauan Luhut: Dana MBG Tetap Ditarik!

    Aksi Purbaya yang Cuek dengan Imbauan Luhut: Dana MBG Tetap Ditarik!

    Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali menyorot perhatian publik dengan aksinya tetap menarik dana program unggulan Presiden Prabowo Subianto, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG), jika  penyerapan anggaran hingga akhir Oktober ini masih rendah.

    Adapun aksinya tersebut sekaligus merespons permintaan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan agar anggaran MBG tidak dipotong.

    “Pak Luhut itu kan sudah mengakses penyerapan anggarannya, berarti dia nilai itu sudah bagus semua. Tapi kan kita melihat sampai akhir Oktober, kalau tidak menyerap ya kita akan potong juga,” cetusnya, seperti dikutip Senin (6/10/2025).

    Diketahui sebelumnya, Luhut meminta agar Purbaya tidak mengurangi angaran MBG karena dinilai penyerapan anggaran program tersebut sudah membaik.

    “Tadi kami pastikan juga bahwa penyerapan anggarannya sekarang kelihatan sangat membaik, sehingga Menteri Keuangan (Purbaya Yudhi Sadewa) ndak perlu nanti ngambil-ngambil anggaran yang tidak terserap,” ujar Luhut beberapa waktu lalu.

    parfum AXL

  • Mengenal Sosok M. Hadi Nainggolan: Mantan Penjual Kue Keliling yang Kini Menjabat Ketua Satgas Pangan

    Mengenal Sosok M. Hadi Nainggolan: Mantan Penjual Kue Keliling yang Kini Menjabat Ketua Satgas Pangan

    Di tengah dinamika dunia bisnis dan sosial yang kian kompleks, nama Muhammad Hadi Nainggolan mencuat sebagai sosok pengusaha muda yang memadukan ketekunan, visi besar, dan komitmen sosial.

    Pria kelahiran 25 April 1983 ini dikenal bukan hanya sebagai entrepreneur lintas sektor, tetapi juga sebagai figur penting di balik lahirnya generasi baru pelaku usaha pangan di Indonesia.

    Lantas, seperti apa perjalanan hidup dan kiprah sosok Hadi ini? Dikutip dari berbagai sumber, Senin (6/10/2025), berikut ulas profil singkatnya.

    Masa Kecil Penuh Perjuangan

    Dikutip dari Suara.com, perjalanan hidup Hadi tidak dimulai dari kemewahan. Ia dibesarkan di Desa Rimo, Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh, dari ayah berdarah Tapanuli Utara dan ibu asal Aceh Singkil.

    Sejak usia sembilan tahun, Hadi kecil sudah berkeliling kampung menjajakan kue sepulang sekolah untuk membantu sang ibu.

    “Karena keterbatasan ekonomi ini, rutinitas ini saya tempuh setiap hari sehabis salat Subuh. Sepulang sekolah, saya jualan lagi, jual es dalam termos,” kenangnya dalam wawancara bersama Suara.com (6/4/2016).

    Ketika sang ayah jatuh sakit hingga meninggal dunia saat ia masih duduk di bangku kelas 6 SD, tanggung jawab keluarga pun berpindah ke pundaknya.

    Pendidikan dan Awal Kiprah Bisnis

    Usai menamatkan pendidikan di Madrasah Aliyah Muhammadiyah, Hadi melanjutkan studi di Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Medan.

    Semasa kuliah, ia aktif di berbagai organisasi mahasiswa seperti HMI, BEM, BAM, UKDM, dan KAMMI, membentuk karakter kepemimpinan dan kepedulian sosialnya sejak dini.

    Dikutip dari Tribunnews, sambil kuliah, Hadi membuka usaha desain grafis dan percetakan, bahkan sempat memiliki properti dan kendaraan dari hasil kerja kerasnya. Namun, seperti banyak pengusaha muda lainnya, ia pun mengalami jatuh bangun.

    Pada 2011, ia memutuskan untuk meninggalkan Medan dan merantau ke Surabaya dan Banjarmasin, menekuni bisnis batubara bersama mitra asal Singapura. Namun, ketika harga komoditas tersebut jatuh, ia menyadari perlunya membangun bisnis yang lebih berkelanjutan.

    “Dari situ saya berpikir bahwa kita harus merancang bisnis yang lebih bisa bertahan lama,” tuturnya.

    parfum AXL

  • Fakta di Balik Kandungan Asam Lemak Jenuh Minyak Sawit Merah

    Fakta di Balik Kandungan Asam Lemak Jenuh Minyak Sawit Merah

    Ketua Umum Masyarakat Perkelapasawitan Indonesia (MAKSI), Darmono Taniwiryono, menegaskan bahwa kelapa sawit kerap disalahpahami sebagai minyak murahan yang tidak sehat.

    Padahal, menurutnya, persepsi itu keliru jika ditinjau dari sisi ilmiah maupun komposisi kandungannya.

    Ia menjelaskan, selama ini banyak masyarakat menilai minyak kelapa sawit tidak sehat karena dianggap memiliki kandungan lemak jenuh tinggi.

    Namun, jika dibandingkan dengan minyak lain, justru kelapa sawit memiliki proporsi lebih rendah.

    “Ya, banyak masyarakat yang menilai minyak kelapa sawit nggak sehat karena kandungan lemak jenuhnya tinggi. Padahal, kenyataannya, faktanya virgin coconut oil itu kandungan lemak jenuhnya 90%,” tuturnya.

    “Sedangkan, virgin palm oil, kandungan lemak jenuhnya hanya 50%. Jadi lebih tinggi mana? Antara virgin coconut oil dengan virgin palm oil kalau kita bicara tentang lemak cenuh yang selama ini ditakuti,” tambahnya.

    parfum AXL

  • Serba-Serbi Vivo Batalkan Beli BBM dari Pertamina

    Serba-Serbi Vivo Batalkan Beli BBM dari Pertamina


    Polemik kelangkaan BBM di SPBU swasta belum juga menemui titik terang. Beberapa waktu lalu, pemerintah dan pengelola SPBU swasta mencapai kesepakatan bahwa pasokan BBM di SPBU swasta akan dipenuhi oleh PT Pertamina. Namun, kesepakatan tersebut kandas di tengah jalan.

    PT Vivo Energy Indonesia menjadi pihak SPBU swasta yang pertama menegumumkan batal membeli BBM dari Pertamina. Padahal, sebelumnya Vivo berencana membeli 40.000 barel BBM dari Pertamina. Pembatalan tersebut disampaikan oleh Direktur Vivo Energy Indonesia dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI pada Rabu (01/10/2025). Hal itu dilakukan karena ada beberapa hal teknis yang belum bisa dipenuhi oleh Pertamina.

    Kendati demikian, Vivo tidak menutup kemungkinan bahwa ke depannya mereka akan membeli BBM dari Pertamina jika spesifikasi yang diminta bisa dipenuhi oleh pihak Pertamina. Dalam kesempatan itu pula, Vivo menyebut stok BBM yang ia miliki sudah habis untuk bulan Oktober 2025 ini.

    “Kami tetap akan berkoordinasi dengan Pertamina untuk saat-saat mendatang siapa tahu apa yang kami minta itu bisa dipenuhi oleh Pertamina dan kami akan beli dari Pertamina,” jelasnya.

    Respons Pertamina

    Pembatalan pembelian BBM oleh Vivo juga diamini pihak Pertamina. Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Achmad Muchtasyar, mengungkapkan salah satu kendala dalam kerja sama antara pihak swasta dengan Pertamina ialah adanya kandungan etanol pada BBM murni atau base fuel milik Pertamina. Kandungan etanol tersebut dinilai tidak sesuai spesifikasi BBM SPBU swasta.

    “Secara regulasi itu diperkenankan kandungan etanol itu sampai jumlah tertentu. Kalau tidak salah, sampai 20% etanol, nah sedangkan ini ada etanol 3,5%,” jelas Achmad dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI, Jakarta, dikutip Kamis (2/10/2025).

    “Ini bukan masalah kualitas, masalah konten. Kontennya ini aman bagi karakteristik spesifikasi produk yang masing-masing. Karena ini beda-beda merek, beda spesifikasi,” ungkapnya lagi.

    Respons Menteri ESDM

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, turut merespons pembatalan pembelian BBM oleh Vivo dari Pertamina. Ia menyebut, pengelola SPBU swasta masih terus bernegosiasi secara business to business (B to B) dengan Pertamina.

    “Kami hanya memberikan guidance. Selebihnya diatur (secara B to B),” tegas Bahlil di Jakarta, Kamis (2/10/2025).

    Dalam kesempatan itu, Bahlil memastikan bahwa stok BBM dalam negeri dalam kondisi aman dan cukup hingga 21 hari. Khusus untuk ketersediaan BBM pada SPBU swasta, Bahlil menegaskan bahwa pemerintah sudah menambahkan kuota impor BBM sebesar 10% lebih tinggi dibandingkan kuota impor pada 2024 lalu.

    “Jadi tidak ada alasan dan tidak ada satu persepsi bahwa BBM kita, ketersediaan kita menipis. Nggak ada. Sudah penuh. Semuanya ada. Kuota impornya pun kita sudah berikan sesuai dengan apa yang disampaikan sebelumnya,” pungkas Bahlil.

    parfum AXL