Kategori: parfum lokal indonesia

  • Intip Tanda-tanda Kehidupan Alien Kuno di Planet Mars

    Intip Tanda-tanda Kehidupan Alien Kuno di Planet Mars

    JAKARTA – Rover Perseverance menemukan Cheyava Falls pada Juli 2024 saat menjelajahi formasi ‘Brilliant Angel’, yang merupakan sekelompok bukit batu di tepi utara dan selatan Neretva Vallis.

    Neretva Vallis adalah lembah sungai kuno selebar sekitar 400 meter, yang terbentuk oleh aliran air ke Kawah Jezero, saat Mars masih memiliki air di permukaannya.

    “Penemuan ini merupakan hasil langsung dari upaya NASA untuk merencanakan, mengembangkan, dan melaksanakan misi secara strategis yang mampu menghasilkan jenis ilmu pengetahuan ini,” kata Nicky Fox, wakil administrator Direktorat Misi Sains di Markas Besar NASA di Washington, dikutip dari BBC Astronomy, Selasa (16/9/2025).

    Penemuan tersebut disebut sebagai studi lebih lanjut untuk membenarkan potensi kehidupan kuno di Mars.

    “Dengan publikasi hasil yang telah direview oleh rekan sejawat ini, NASA membuat information ini tersedia bagi komunitas ilmiah yang lebih luas untuk studi lebih lanjut guna mengonfirmasi atau membantah potensi biologisnya” sambung Nicky Fox.

    Rover Perseverance menemukan batuan sedimen yang terdiri dari lempung dan lumpur, yang, ketika ditemukan di Bumi, dapat mengandung bukti kuno kehidupan mikroba masa lalu. Batu-batuan tersebut kaya akan karbon organik, belerang, besi teroksidasi (karat), dan fosfor.

    “Kombinasi senyawa kimia yang kami temukan di Formasi Brilliant Angel berpotensi menjadi sumber energi yang kaya bagi metabolisme mikroba,”

    “Namun, hanya karena kami melihat semua tanda kimia yang meyakinkan dalam information tersebut tidak berarti kami memiliki tanda biologis potensial. Kami perlu menganalisis apa arti information tersebut” kata Joel Hurowitz, ilmuwan dari Universitas Stony Brook, New York, dan penulis utama makalah tersebut.

    Penemuan oleh Rover Perseverance

    Rover Perseverance NASA dilengkapi dengan sejumlah alat untuk menganalisis sampel yang ditemukan di Planet Merah.

    Instrumen PIXL (Planetary Software for X-ray Lithochemistry) dan SHERLOC (Scanning Liveable Environments with Raman & Luminescence for Organics & Chemical substances) digunakan dalam penemuan ini.

    Di Cheyava Falls, ditemukan batu berbentuk panah berukuran sekitar 1 meter x 0,6 meter, yang mengandung bintik-bintik berwarna. Para ilmuwan mengatakan bintik-bintik ini mungkin dihasilkan oleh kehidupan mikroba yang menggunakan bahan kimia dalam batu sebagai sumber energi.

    Perseverance menemukan bukti visible reaksi kimia yang terjadi pada batu, yang tim ilmuwan sebut sebagai ‘bintik-bintik macan tutul’. Bintik-bintik ini mengandung dua mineral kaya besi: vivianite dan greigite.

    NASA mengatakan vivianite ditemukan di Bumi dalam sedimen, rawa gambut, dan materi organik yang membusuk, sementara beberapa kehidupan mikroba di Bumi dapat menghasilkan greigite. Artinya, ini adalah jejak potensial kehidupan mikroba yang menghasilkan energi dan tumbuh.

    Namun, diperlukan bukti lebih lanjut, karena mineral-mineral ini juga dapat terbentuk tanpa adanya kehidupan. Mereka mungkin bisa saja terbentuk akibat suhu tinggi, kondisi asam, dan ikatan dengan senyawa organik. Namun, NASA mengatakan bahwa batuan di Brilliant Angel tidak menunjukkan bukti bahwa mereka mengalami suhu tinggi atau kondisi asam.

    Kehidupan yang penuh vitalitas

    Dulu dianggap bahwa tanda-tanda kehidupan kuno di Mars terbatas pada formasi batuan yang lebih tua, tetapi penemuan ini dilakukan pada beberapa batuan sedimen termuda yang dianalisis oleh Perseverance.

    Ini dapat berarti Mars, mungkin pernah layak huni untuk periode yang lebih lama, atau pada tahap sejarah planet yang lebih akhir daripada yang diperkirakan sebelumnya.

    “Klaim astrobiologi, terutama yang terkait dengan penemuan kehidupan extraterrestrial di masa lalu, memerlukan bukti yang luar biasa”

    “Meskipun penjelasan abiotik untuk apa yang kita lihat di Brilliant Angel kurang mungkin berdasarkan temuan dalam makalah ini, kita tidak dapat mengesampingkannya” kata Katie Stack Morgan, ilmuwan proyek Perseverance di Laboratorium Propulsi Jet NASA di California Selatan.

    Jenis kehidupan Mars apa yang kita bicarakan? Bukan jenis yang datang dengan damai atau pergi ke mana-mana. NASA sedang menganalisis information, melakukan tes tambahan, dan berbagi hasil dengan ilmuwan di seluruh dunia untuk melihat apa yang dapat dipelajari lebih lanjut.

    Ada banyak hal yang harus dikesampingkan, mulai dari kontaminasi sampel secara tidak sengaja hingga kemungkinan asal-asal non-kehidupan organik. Semuanya sulit dilakukan karena jarak jutaan kilometer antara Planet Bumi dengan Mars, tetapi NASA sedang berusaha memecahkannya. (Stefanus Bintang)

    Parfum AXL

  • Gerhana Matahari Sebagian 21 September 2025, Bisakah Terlihat di Langit Indonesia?

    Gerhana Matahari Sebagian 21 September 2025, Bisakah Terlihat di Langit Indonesia?

    JAKARTA – Fenomena alam Gerhana Matahari Sebagian akan terlihat di langit dunia pada 21 September 2025.

    Namun apakah fenomena tersebut bisa terlihat di langit di Indonesia? Jawabannya adalah Tidak.

    Pemandangan alam yang cantik tersebut hanya akan terlihat di langit Selandia Baru, Kepulauan Mikronesia, Fiji dan sebagian kecil wilayah Australia Timur.

    Mengutip BMKG, gerhana matahari sebagian merupakan peristiwa terhalangnya sebagian cahaya matahari oleh bulan sehingga tidak semuanya sampai ke bumi.

    Hal ini terjadi saat posisi matahari, bumi, dan bulan tidak sejajar. Di mana akan terlihat seolah-olah bulan telah “menggigit” matahari.

    Kemudian mengutip Observatorium Bosscha, wilayah di permukaan Bumi yang berada di dalam penumbra akan dapat menyaksikan Gerhana Matahari Sebagian (GMS), yaitu saat piringan matahari tidak tertutup sepenuhnya oleh piringan bulan (Gambar 3) ketika fase maksimum gerhana.

    Kemudian wilayah lain di permukaan Bumi di luar penumbra tidak akan dapat menyaksikan gerhana matahari.

    Cara Menonton Gerhana Matahari

    Anda tidak dapat melihat langsung ke matahari selama gerhana matahari tanpa perlindungan mata yang sesuai. Pastikan untuk menggunakan kacamata gerhana matahari atau filter out matahari untuk teleskop atau teropong.

    Proyektor lubang jarum juga merupakan pilihan yang bagus jika Anda sudah terlambat mendapatkan peralatan khusus, karena Anda dapat dengan mudah membuatnya dengan beberapa barang dasar dari sekitar rumah Anda.

    Biasanya, penampakan gerhana matahari sebagian juga akan disiarkan oleh beberapa observatorium melalui tayangan reside streaming.

    Parfum AXL

  • Aturan ‘8 Gelas Sehari’ Cuma Mitos? Ini Kebutuhan Air Minum Anda yang Sebenarnya

    Aturan ‘8 Gelas Sehari’ Cuma Mitos? Ini Kebutuhan Air Minum Anda yang Sebenarnya

    JAKARTA – “Jangan lupa minum air putih delapan gelas sehari!” Nasihat ini mungkin sudah sangat akrab di telinga kita sejak kecil. Aturan “8 gelas” atau sekitar 2 liter in line with hari seringkali menjadi patokan untuk hidrasi. Namun, apakah aturan ini benar-benar berlaku untuk semua orang?

    Menurut para ahli dari Institute of Drugs U.S, jawabannya tidak sesederhana itu. Meskipun aturan 8 gelas adalah awal yang baik, kebutuhan cairan setiap individu sebenarnya sangat dinamis dan non-public.

    Institute of Drugs U.S merekomendasikan jumlah overall air harian, rata-rata pria membutuhkan sekitar 3,7 liter ( sekitar 15,5 cangkir) cairan in line with hari, sementara wanita 2,7 liter (sekitar 11,5 cangkir) cairan in line with hari.

    Jumlah ini mencakup cairan dari minuman dan juga makanan yang mengandung air, seperti buah-buahan dan sayuran. Namun, untuk menjaga kesehatan ginjal dan membantu tubuh membuang racun, orang dewasa sehat sebaiknya minum sekitar 1,5 hingga 2 liter air putih in line with hari.

    Memenuhi kebutuhan cairan sangat krusial. Seperti yang dilansir dari Occasions of India, hidrasi yang cukup membantu tubuh untuk:

    • Mengeluarkan racun dan menjaga kesehatan ginjal.
    • Mengatur suhu tubuh, terutama saat cuaca panas.
    • Melumasi sendi dan meningkatkan fungsi otot.
    • Meningkatkan tingkat energi dan fungsi otak.
    • Menjaga kesehatan dan elastisitas kulit.

    Mengapa Air Penting untuk Ginjal?

    Ginjal berfungsi menyaring limbah dari darah dan mengeluarkannya melalui urine. Ketika tubuh cukup terhidrasi, proses ini berjalan lancar sehingga risiko penumpukan racun bisa dihindari.

    Sebaliknya, dehidrasi dapat membuat urine menjadi lebih pekat, meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal, serta memperbesar kemungkinan terjadinya infeksi saluran kemih.

    Asupan air yang cukup bukan hanya membantu membuang racun, tetapi juga menjaga keseimbangan elektrolit yang sangat penting untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.

    Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Cairan Anda

    Kebutuhan cairan Anda bisa lebih banyak atau lebih sedikit dari panduan umum, tergantung pada beberapa faktor:

    1. Aktivitas Fisik: Semakin banyak Anda berolahraga atau bergerak dan berkeringat, semakin banyak cairan yang perlu Anda ganti.
    2. Lingkungan dan Iklim: Tinggal di negara beriklim tropis dan lembap seperti Indonesia membuat kita lebih banyak berkeringat, bahkan saat tidak beraktivitas berat. Ini secara otomatis meningkatkan kebutuhan cairan harian.
    3. Kondisi Kesehatan: Saat Anda demam, muntah, atau diare, tubuh kehilangan banyak cairan dan Anda perlu minum lebih banyak. Sebaliknya, beberapa kondisi seperti penyakit ginjal atau jantung mungkin mengharuskan Anda untuk membatasi asupan cairan.
    4. Kehamilan dan Menyusui: Wanita hamil atau yang sedang menyusui membutuhkan cairan ekstra untuk mendukung kesehatan diri dan bayinya.

    Cara Paling Mudah Mengecek Standing Hidrasi Anda

    Lupakan hitungan gelas yang rumit. Ada dua cara sederhana untuk mengetahui apakah Anda cukup minum:

    Dengarkan Rasa Haus Anda: Bagi kebanyakan orang sehat, rasa haus adalah indikator yang andal bahwa tubuh Anda membutuhkan cairan.

    Periksa Warna Urin Anda: Ini adalah cara yang paling mudah. Jika urin Anda berwarna kuning pucat atau hampir bening, berarti Anda terhidrasi dengan baik. Jika warnanya kuning pekat atau lebih gelap, itu tandanya Anda perlu segera minum lebih banyak air.

    Parfum AXL

  • WHO Ungkap 5,6 Miliar Orang Berisiko Terinfeksi Dengue dan Arbovirus Lainnya

    WHO Ungkap 5,6 Miliar Orang Berisiko Terinfeksi Dengue dan Arbovirus Lainnya

    JAKARTA -Infeksi dengue masih menjadi beban yang signifikan bagi masyarakat di seluruh dunia, menyebabkan krisis kesehatan yang parah, tekanan ekonomi, dan gangguan sosial.

    Insiden dengue meningkat secara signifikan di seluruh dunia dalam beberapa dekade terakhir, dengan jumlah kasus yang dilaporkan ke Badan Kesehatan Dunia (Global Well being Group/WHO) meningkat dari 505.430 kasus pada tahun 2000 menjadi 14,6 juta pada tahun 2024.

    Bahkan, knowledge terbaru tentang prevalensi dengue memperkirakan bahwa 5,6 miliar orang berisiko terinfeksi dengue dan arbovirus lainnya.

    Dengue adalah infeksi yang disebabkan oleh virus (DENV), yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus betina yang terinfeksi.

    Penyakit ini lebih umum di daerah beriklim tropis dan subtropis. Pada sebagian orang yang mengalaminya, gejala dengue sering kali tidak tampak atau hanya berupa gejala ringan. Namun, bagi yang mengalaminya, gejala paling umum adalah demam tinggi, sakit kepala, nyeri badan, nyeri sendi, mual, muntah dan ruam kulit.

    Virus dengue terdiri dari empat jenis/serotipe, oleh karena itu seseorang dapat terinfeksi virus dengue lebih dari satu kali, dan infeksi kedua kali dapat meningkatkan risiko terjadinya gejala yang lebih parah.

    Information Kementerian Kesehatan RI mencatat, sampai dengan 22 September 2025, terdapat 115.138 kasus dengue secara nasional dengan 479 kematian. Dari jumlah tersebut, 57 persen terjadi di Pulau Jawa yang menunjukkan tingginya konsentrasi beban penyakit di wilayah dengan populasi padat.

    Sementara itu, DKI Jakarta sebagai provinsi dengan mobilitas penduduk yang tinggi membutuhkan strategi berlapis agar perlindungan terhadap masyarakat dapat lebih diperkuat.

    drg. Ani Ruspitawati, M.M., Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta yang diwakili oleh dr. Ovi Norfiana, M.Ok.M., Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, menyampaikan, dengue adalah tantangan kesehatan yang terus kita hadapi setiap tahun dengan dampak yang signifikan bagi masyarakat Jakarta.

    Tahun ini, sampai dengan tanggal 22 September saja, DKI Jakarta mencatat jumlah kasus dengue sebanyak 7.274 kasus dengan 12 kematian.

    Tentunya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan berbagai langkah pengendalian, mulai dari program pengendalian vektor nyamuk seperti 3M Plus dan G1R1J edukasi masyarakat yang berkelanjutan, hingga intervensi berbasis eknologi.

    Salah satu inovasi yang telah kami terapkan adalah implementasi Wolbachia di wilayah Jakarta Barat, yang menjadi pilot untuk memutus rantai penularan virus dengue. Inisiatif ini menunjukkan bagaimana strategi berbasis sains dapat melengkapi upaya konvensional yang sudah berjalan. Tapi, kami menyadari bahwa pengendalian dengue membutuhkan strategi yang terintegrasi.

    Untuk memberikan perlindungan yang lebih optimum bagi masyarakat, diperlukan pendekatan lain yang juga inovatif. Karena itu, kami bersama Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) melaksanakan vaksinasi dengue, beserta pemantauan aktif, di Jakarta Selatan sebagai langkah pelengkap. Kami percaya bahwa kolaborasi
    lintas sektor ini akan semakin memperkuat upaya perlindungan, sekaligus membuka jalan bagi masyarakat Jakarta untuk mendapatkan manfaat dari berbagai bentuk inovasi kesehatan.”

    Prof. Dr. dr. Sri Rezeki Hadinegoro, SpA(Ok), Guru Besar Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, menambahkan pentingnya kewaspadaan terhadap dengue.

    “Dengue adalah penyakit yang dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia, di mana seseorang tinggal, maupun gaya hidup; dan bukan hanya saat musim hujan, tetapi juga mengancam sepanjang tahun. Itulah sebabnya masyarakat perlu selalu waspada, karena setiap keluarga berisiko terpapar. Pencegahan sangat penting, sama pentingnya adalah memastikan bahwa setiap intervensi yang dijalankan benar-benar memberikan dampak jangka panjang bagi kesehatan masyarakat.

    Melalui pemantauan aktif vaksinasi dengue pada anak Sekolah Dasar di Jakarta Selatan ini, FKUI bersama Dinkes Provinsi DKI Jakarta dengan dukungan Takeda berupaya menghadirkan mekanisme pemantauan efektifitas vaksin yang lebih sistematis. Kami percaya, dengan langkah ini, kita dapat membangun fondasi yang lebih kuat dan berkesinambungan dalam mengurangi beban dengue di Indonesia.

    Selain itu, kegiatan ini juga akan dilakukan bersama di beberapa daerah lain yaitu Palembang dan Banjarmasin.

    Prof. Dr. dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, menegaskan komitmen FKUI dalam pelayanan kepada masyarakat.

    dr. Fadjar Surya Mensing Silalahi, Plh. Direktur Penyakit Menular, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengatakan upaya pengendalian dengue di Indonesia terus diperkuat dari waktu ke waktu sebagai bagian dari komitmen nasional dalam melindungi kesehatan masyarakat.

    Kementerian Kesehatan telah menetapkan Strategi Nasional Penanggulangan Dengue (STRANAS) 2021–2025 sebagai acuan bersama dalam menekan angka kesakitan dan kematian akibat dengue di seluruh wilayah. Keberhasilan strategi nasional ini tidak hanya ditentukan oleh pemerintah semata.

    Dibutuhkan dukungan nyata dari akademisi, sektor swasta, dan masyarakat agar upaya pencegahan bisa berjalan lebih menyeluruh dan berkelanjutan.

    dr. Arif Abdillah, Head of Clinical Affairs Takeda mengatakan, Takeda memiliki komitmen jangka panjang dalam mendukung Indonesia melawan dengue, sejalan dengan misi untuk menghadirkan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat.

    “Kami percaya bahwa peningkatan kesadaran publik tentang bahaya dengue, disertai kerja sama lintas sektor yang erat, merupakan fondasi penting untuk mencapai nol kematian akibat dengue pada tahun 2030,” ujarnya.

    Parfum AXL

  • Melancong di Usia Senja, Siapa Takut?

    Melancong di Usia Senja, Siapa Takut?

    Wisata budaya dan religius jadi pilihan lansia melancong ke mancanegara. Hanya saja, persiapan matang dibutuhkan, termasuk latihan fisik seperti banyak jalan kaki.

    Usia bukan lagi hambatan untuk beraktivitas, bahkan untuk melancong hingga ke negeri orang. Seorang diri, tanpa handai tolan, pun bukan persoalan. Itulah yang dilakukan oleh Liong Siak Tjhie (80), seorang wartawan harian berbahasa Mandarin, Huan Qiu Ri Bao, saat mengikuti Eva Air Famtrip selama lima hari ke Taiwan, beberapa waktu lalu.

    Ia menjadi orang yang paling tua di antara 13 anggota rombongan yang kebanyakan berusia di kepala tiga atau empat. Meskipun menjadi yang paling senior, Pak Liong sama sekali tidak merepotkan. Ia bisa mengikuti semua kegiatan yang mayoritas membutuhkan aktivitas jalan kaki yang lumayan jauh, berkisar 15.000-16.000 langkah tiap harinya.

    Lantas, apa resepnya?

    ”Yang pertama, jangan merasa kita sudah tua. Kalau kita merasa tua, jadi bener-bener tua. Jangan ingat umur … jangan ingat umur,” ujar Pak Liong berkali-kali.

    Keyakinan untuk tidak mengingat umur tersebut membuatnya tidak merasa kesulitan untuk beraktivitas di luar rumah. Meski tak boleh mengingat umur, tidak lantas menolak kenyataan bahwa usia memang sudah lanjut kemudian hidup sekenanya, tanpa memperhatikan kesehatan. Tetap tahu batas, dalam bahasa Pak Liong.

    ”Memang belakangan ini saya sering melangkahkan kaki, saya keliling rumah sakit. Bukan karena saya sakit. Hanya cari ada penyakit atau tidak. Ngecek saja. Ini seperti rapor anak sekolahan ya,” kata Liong.

    Keputusannya mengikuti perjalanan wisata ke Taipei, April lalu, pun sudah dipertimbangkan dengan matang. Ia juga mendapatkan izin untuk mengikuti lima hari tersebut dari anak-anaknya, meskipun tak punya kerabat di Ilha Formosa atau Pulau Formosa tersebut. Beda halnya jika berkunjung ke China, ia masih punya kerabat di beberapa kota di negeri tersebut.

    Saat ditanya apakah famtrip tersebut dirasa berat, Lion mengaku sama sekali tidak memberatkan. Ia mengikuti seluruh perjalanan, menikmati setiap atraksi yang disuguhkan. ”Ya, tetapi saya juga tahu diri. Kalau terlalu terjal, saya berjalan semampunya. Sesuai kemampuan saja,” ungkapnya.

    Rangkaian perjalanan kali ini memang agak berbeda dari tur-tur yang biasa dikunjungi oleh wisatawan mancanegara. Rombongan yang diundang oleh Eva Air bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata Taiwan tersebut dibawa ke destinasi-destinasi baru yang rupanya hendak diperkenalkan kepada para agensi perjalanan.

    Sebut saja, West Lake Resortopia di wilayah administratif Miaoli dan Lavender Woodland di Distrik Xinshe, kota Taichung. Pemandu wisata yang menemani perjalanan kami, Tommy Lee, mengaku baru pertama kali mengunjungi kedua tempat tersebut merupakan destinasi yang jarang masuk dalam paket tur yang ditawarkan ke wisatawan mancanegara.

    Di dua lokasi ini, pengunjung harus mengeluarkan energi ekstra untuk jalan kaki sedikit menanjak dan relatif jauh. Pada kondisi seperti ini, Pak Liong pun memilih untuk melangkahkan kaki seperlunya dan semampunya saja.

    Namun, dibandingkan saya sendiri yang umur mendekati angka 50, kondisi Pak Liong bahkan jauh lebih baik. Ia masih menganggap enteng ketika bertemu jalan menanjak, padahal napas saya sudah ngos-ngosan, serasa hampir putus. Pak Liong pun mencandai, ”Segitu mah enteng.”

    Lantas, apa latihan yang dipersiapkan oleh Liong untuk mengikuti kegiatan tur tersebut? Ia mengakui banyak jalan kaki, bahkan dirinya sering memilih menggunakan Transjakarta sebagai sarana mobilitas jika berada di Jakarta meskipun di beberapa bagian dirinya harus naik turun tangga untuk menggunakan jembatan penyeberangan menuju pemberhentian Transjakarta.

    ”Orang Indonesia itu biasanya suka melihat sesuatu yang bagus, wah, dan baru. Itu tipikal (turis) Indonesia. Dia tidak suka sesuatu yang berbau kultural, sejarah,” kata Tommy Lee.

    Ini dilakukannya meskipun sang anak memintanya untuk menggunakan jasa ojek roda empat melalui aplikasi. Ia juga tak mau jika ke mana-mana harus diantar oleh anaknya dengan kendaraan pribadi. Ia menolak kedua saran itu karena membuat kesempatannya berjalan kaki menjadi berkurang.

    Selain ke Taiwan, Liong memang relatif sering bepergian ke luar negeri. Setidaknya setahun sekali untuk mengunjungi saudaranya (paman dan bibinya, saudara kandung ayahnya) yang berada di China. Kepergiannya ke Taiwan, selain jalan-jalan, juga untuk mendapatkan satu jawaban mengapa kedua negara (Taiwan dan China) bermusuhan begitu lama, seperti saudara yang belum juga cocok.

    ”Ini bukan soal politik, melainkan ingin tahu saja ya. Lebih ke tradition sebenarnya,” kata Liong. Meski sudah lima hari berada di Taiwan, Pak Liong belum juga menemukan jawabannya.

    Motivasi seperti itu, menurut Tommy, wajar dimiliki oleh para pelancong yang datang ke Taiwan. Sebab, banyak wisatawan yang datang ke Taiwan untuk bernostalgia, melihat tempat-tempat yang merekam peristiwa bersejarah baik bagi masyarakat pada umumnya maupun orang itu sendiri.

    Berdasarkan pengamatannya, turis dari beberapa negara memiliki tipe yang berbeda-beda. Misalnya, turis asal Indonesia lebih suka hal-hal baru yang sedang viral atau tren, wah, dan bagus. Tipikalnya sama hal dengan turis-turis asal Malaysia. Sementara turis lokal Taiwan, Jepang, ataupun Singapura lebih menyukai hal-hal yang mengandung unsur kebudayaan, memiliki nilai seni, dan sejarah.

    ”Orang Indonesia itu biasanya suka melihat sesuatu yang bagus, wah, dan baru. Itu tipikal (turis) Indonesia. Dia tidak suka sesuatu yang berbau kultural, sejarah,” kata Tommy. Satu hal lagi yang diingat Tommy, wisatawan asal negeri plus 62 sering sekali mencari kamar kecil.

    Taiwan sendiri, menurut Tommy, banyak menawarkan hal-hal berbau budaya. Dibandingkan China yang memiliki wilayah yang luas sehingga memiliki destinasi beragam untuk ditawarkan, Taiwan merupakan negara kecil yang luasnya setara dengan Provinsi Jawa Barat. Ia mengungkapkan, negeri ini bisa dikelilingi dengan perjalanan darat dalam waktu lebih kurang 72 jam.

    Efek positif

    Berdasarkan information Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jumlah penduduk di dunia yang berusia 60 tahun ke atas adalah 1,1 miliar jiwa pada tahun 2023. WHO memprediksi jumlah tersebut naik menjadi 1,4 miliar jiwa pada tahun 2030. Pertambahan jumlah lansia tentu berimplikasi pada persoalan kesehatan publik. Memelihara kesehatan menjadi hal krusial bagi lansia, tak hanya kesehatan fisik tetapi juga psikis dan kejiwaan. Dengan kesehatan yang baik, para lansia bisa tetap mandiri serta dapat berpartisipasi aktif di keluarga dan komunitas.

    Dari berbagai hasil penelitian, kesejahteraan (well-being), kebahagiaan, dan kepuasan hidup para lansia akan meningkat ketika mereka menjadi pelancong. Kegiatan melancong memungkinkan para turis lansia melampaui pengalaman dan zona nyamannya.

    Dalam artikel berjudul ”Tourism Choice of Seniors and Their Have an effect on on Wholesome Growing old” yang ditulis oleh Ian Patterson, Adela Balderas-Cejudo, dan Shane Pegg, terungkap bahwa wisata bagi kaum manula memiliki pengaruh positif terhadap kehidupan mereka dan berkontribusi pada gaya hidup yang lebih sehat. Artikel tersebut disusun setelah melakukan wawancara kualitatif terhadap 20 orang yang berusia 55 tahun hingga 80 tahun.

    Hasil penelitian itu dikelompokkan ke dalam dua tema, yaitu preferensi wisata terkait dengan waktu, jenis-jenis wisata, dan dengan siapa akan melakukan kegiatan tersebut. Tema kedua, terkait dengan tujuan wisata untuk tujuan kesehatan.

    Terkait dengan waktu, mayoritas lansia mengambil off top season (65 persen) atau bukan pada musim liburan (top season). Kebanyakan menghindari masa-masa liburan sekolah meskipun sebagian lansia menyatakan tidak masalah bepergian ke lokasi wisata pada musim liburan. Selain itu, berwisata bukan di musim liburan juga menghemat biaya akomodasi dan transportasi. Bahkan, keberadaan turis-turis lansia merupakan hal yang berharga dalam pasar pariwisata karena mereka mampu mengisi masa-masa off top season (bukan musim liburan).

    Sebagian lansia lebih suka wisata mandiri (tanpa agen wisata/go back and forth agent), sementara sepertiga lainnya memilih menggunakan jasa agen go back and forth. Motivasi utama untuk berwisata adalah untuk mengunjungi kerabat atau kenalan yang berada di tempat-tempat populer dan ingin didatangi.

    Mengenai tema kedua terkait liburan dan kesehatan, hampir semua responden memiliki kesadaran mengenai kesehatan dan sering mengekspresikan keyakinan mengenai pentingnya touring dan tetap aktif. Beberapa responden yakin touring berpengaruh pada kesehatan mereka, misalnya dengan melakukan aktivitas yang aktif selama touring akan meningkatkan peluang untuk terhindar dari demensia. Karena itu, sebagian responden menjadi heran ketika para manula tidak melakukan aktivitas, kecuali menonton televisi.

    Studi lain menemukan bahwa menua dengan aktif memiliki manfaat signifikan bagi interaksi sosial serta kesehatan fisik dan psikologis lansia. Pariwisata merupakan bagian penting dari kehidupan pascapensiun manusia-manusia senior ini dan sering berfungsi sebagai strategi adaptif untuk membantu orang yang sudah pensiun menghadapi proses penuaan secara commonplace.

    Lansia bertualang? Siapa takut….

    Parfum AXL

  • Benang Jarum Hadirkan Viola Assortment di Type Country XIX

    Benang Jarum Hadirkan Viola Assortment di Type Country XIX

    Jakarta – Gelaran mode tahunan Type Country XIX di Senayan Town kembali menjadi panggung prestisius bagi emblem lokal untuk menunjukkan karya terbaiknya. Tahun ini, Benang Jarum tampil memukau dengan menghadirkan koleksi terbaru yang menegaskan identitasnya sebagai label ready-to-wear fashionable dan relevan bagi perempuan masa kini.
    Type Country, yang rutin menghadirkan desainer lokal maupun internasional, menjadi ruang bagi Benang Jarum untuk menampilkan kekuatan desain khasnya. Logo ini dikenal dengan pola dan motif ikonik yang selalu standout, memadukan elemen elegan dan artistik, serta menghadirkan busana yang bukan hanya mewah, namun juga fungsional untuk dikenakan sehari-hari.
    Kehadiran di runway Type Country XIX sekaligus menegaskan konsistensi Benang Jarum dalam menjaga element, identitas, serta daya tarik yang mampu merangkul pasar lokal maupun world.

    Pada kesempatan ini, Benang Jarum meluncurkan Viola Assortment, koleksi terbaru yang resmi diperkenalkan pada 23 September 2025. Terinspirasi dari keindahan bunga viola, koleksi ini menampilkan motif floral abstrak dengan teknik watercolor yang berpadu harmonis dengan garis stripes watercolor serta signature monogram khas Benang Jarum.
    Siluet yang mengalir, element bordir halus, dan potongan flexible menjadikan koleksi ini pilihan tepat bagi perempuan fashionable yang menginginkan busana dengan sentuhan delicate luxurious, fashionable, dan tetap praktis untuk berbagai kesempatan.

    Mifthahul Jannah, Inventive Director Benang Jarum, menyampaikan komitmennya untuk terus mengangkat type Indonesia ke degree lebih tinggi.
    “Benang Jarum selalu berkomitmen untuk membawa type Indonesia ke panggung yang lebih luas. Kami ingin menunjukkan bahwa desain ready-to-wear lokal tidak hanya relevan di pasar domestik, tapi juga memiliki kualitas dan karakter untuk bersaing di degree world,” ungkapnya.
    Viola Assortment resmi diperkenalkan di runway Type Country XIX, dan kini sudah tersedia di butik Benang Jarum maupun platform on-line resmi. Kehadirannya di ajang mode bergengsi ini sekaligus memperkuat posisi Benang Jarum sebagai emblem yang konsisten menghadirkan karya ready-to-wear berkelas, dengan perpaduan antara keanggunan, identitas kuat, dan fleksibilitas gaya bagi perempuan masa kini.

    Parfum AXL

  • Sociolla Award 2025 Hadir dengan 100 Hotlist, Kurasi Kredibel dari 58 Logo Kecantikan Ternama

    Sociolla Award 2025 Hadir dengan 100 Hotlist, Kurasi Kredibel dari 58 Logo Kecantikan Ternama

    Jakarta – Memasuki satu dekade kiprahnya sebagai pionir omni-channel good looks store di Indonesia, Sociolla kembali menghadirkan Sociolla Award 2025.
    Tahun ini, penghargaan tahunan tersebut dikemas lebih istimewa melalui kurasi eksklusif “100 Hotlist”, daftar 100 produk kecantikan dari 58 emblem ternama, yang dipilih secara komprehensif berdasarkan actual consumer opinions, performa penjualan, serta analisis tren dari Soco Perception Manufacturing facility.
    Ghea Yantra, selaku SVP Advertising and marketing Operations Social Bella, menegaskan bahwa Sociolla sejak awal berkomitmen membangun ekosistem kecantikan yang kredibel dan transparan.
    “Selama 10 tahun, kami tidak hanya hadir sebagai omni-channel store terpercaya, tapi juga menciptakan ekosistem kecantikan yang lengkap. Hingga kini, kami punya lebih dari 7,6 juta pengguna dan lebih dari 3,5 juta ulasan di Soco App, serta lebih dari 125 toko di 55 kota Indonesia. Semua produk yang kami hadirkan pasti autentik, aman, dan relevan bagi para good looks fanatic,” papar Ghea, saat Press Convention Kick-Off Sociolla Award 2025, di Jakarta, Senin (29/9/2025).
    Menurutnya, kurasi 100 Hotlist menjadi tonggak baru dalam penyelenggaraan Sociolla Award.
    “Produk yang masuk hotlist harus memenuhi tiga pilar, yakni punya ranking minimum 4,5 dari pengguna, memiliki catatan penjualan konsisten sepanjang Juni 2024–Juni 2025, dan relevan dengan tren yang terdeteksi oleh Soco Perception Manufacturing facility. Dari 100 hotlist inilah publik bisa menentukan pemenang melalui proses balloting terbuka di Soco App hingga 29 Oktober 2025,” jelasnya.

    Transparansi dan Inovasi dalam Penjurian
    Sementara itu, Amanda Melissa, selaku VP Knowledge Control & Trade Intelligence Social Bella, menambahkan bahwa sistem baru ini membuat penghargaan lebih holistik dibanding award kecantikan lainnya.
    “Kami ingin memastikan produk yang terpilih memang the most efficient of the most efficient. Overview actual client dengan ranking di atas 4,5 menjamin kualitas, knowledge penjualan menunjukkan konsistensi dan repurchase, sementara analisis tren memastikan produk relevan dengan kebutuhan konsumen hari ini. Tapi ujungnya, siapa pemenangnya tetap ditentukan publik lewat balloting. It’s a sport changer,” terang Amanda.
    Lebih jauh, Amanda menilai kombinasi overview, gross sales, dan tren menjadikan Sociolla Award berbeda dari penghargaan lain di Indonesia.
    “Kita satu-satunya yang bisa menghadirkan award yang benar-benar holistik. Nggak hanya gross sales, nggak hanya overview, tapi gabungan knowledge yang utuh. Harapannya, emblem pemenang bisa menginspirasi konsumen sekaligus memotivasi emblem lain untuk terus berinovasi,” tambahnya.

    Parfum AXL

  • Menelaah Pergeseran Tren Kecantikan di Indonesia dan Peran Sociolla dalam Mendorong Inovasi Industri

    Menelaah Pergeseran Tren Kecantikan di Indonesia dan Peran Sociolla dalam Mendorong Inovasi Industri

    Jakarta – Industri kecantikan di Indonesia tengah mengalami dinamika yang begitu cepat. Pergeseran tren make-up dan skin care tidak hanya dipengaruhi faktor estetika, tetapi juga perubahan perilaku konsumen, perkembangan teknologi, hingga pemanfaatan information.
    Hal ini diungkapkan oleh Amanda Melissa, VP Knowledge Control & Industry Intelligence Social Bella, yang menilai pasar kecantikan di Indonesia semakin cerdas, variatif, dan menantang.
    Amanda menyebut, faktor utama yang mendorong perubahan tren kecantikan adalah meningkatnya literasi konsumen. Jika dulu label ‘brightening’ saja sudah cukup menarik minat, kini konsumen datang dengan pertanyaan yang lebih spesifik.
    “Konsumen itu semakin lebih pintar ketika mencari produk kecantikannya. Dulu cukup dengan label brightening. Sekarang mereka bisa tanya, ‘Mbak, moisturizer yang ada centella mana? Atau serum dengan niacinamide yang mana?’ Pintar banget tuh. Dan itu impact-nya post-COVID, ketika logo ramai beriklan dan sosmed makin aktif,” ungkap Amanda, saat Press Convention Kick-Off Sociolla Award 2025, di Jakarta, Senin (29/9/2025).
    Perempuan yang akrab disapa Mandy ini lantas menuturkan, dalam kurun 2–3 tahun, konsumen Indonesia berubah drastis. Mereka tidak hanya menuntut produk skin care, tapi juga frame care, hair care, hingga make-up dengan fungsi tambahan.

    “Sekarang cushion misalnya, bukan hanya untuk menutupi jerawat, tapi juga dituntut bisa menyembuhkan tanpa menimbulkan jerawat baru,” tukasnya.
    Selain literasi, sambung Amanda, perubahan demografi juga memberi warna pada industri kecantikan. Generasi muda seperti Gen Z membawa kebutuhan berbeda dengan Gen Y, Gen X, atau bahkan konsumen usia 30 tahun ke atas yang lebih mapan secara finansial.
    “Indonesia memang negara dengan demografi muda. Tapi generasi yang 30 tahun ke atas, yang punya daya beli kuat, juga makin besar. Sementara Gen Z baru masuk pasar dengan preferensi berbeda. Jadi marketplace makin ramai, makin seru,” jelas Amanda.
    Amanda melanjutkan, perubahan ekonomi pun semakin terlihat. Segmen harga produk tidak lagi hanya terbagi dua, yakni murah dan top class, melainkan melebar ke banyak lapisan. Amanda bilang, dari masker Rp100 ribu, cushion Rp300 ribu–Rp500 ribu, hingga produk dengan harga jutaan, semua punya pasarnya masing-masing.
    “Sekarang ke toko Sociolla bisa pusing, karena banyak banget pilihannya. Itu menandakan marketplace kita berkembang cepat,” katanya.

    Parfum AXL

  • Aksi Purbaya Tolak Pajak Baru Dipuji Mahfud MD: Terus Maju Pak, Bravo!

    Aksi Purbaya Tolak Pajak Baru Dipuji Mahfud MD: Terus Maju Pak, Bravo!

    Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memberikan apresiasi tinggi atas aksi-aksi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, salah satunya dengan tidak memberlakukan pajak baru di Indonesia dalam waktu dekat.

    Diketahui, Purbaya melakukan penundaan untuk penerapan skema baru pungutan bagi para pedagang di e-commerce, seperti Shopee dan Tokopedia.

    “Salut kepada Menkeu Pak Purbaya. Dia tidak membebani rakyat dengan pungutan pajak-pajak baru. Dia sikat korupsi, dia lakukan efektivitas dan efisiensi di K/L dan BUMN. Dia mulai hantam korupsi dan ilegalitas di perpajakan dan kepabeanan,” cuit Mahfud MD dalam akun X pribadinya seperti dilihat, Senin (6/10/2025).

    Menurutnya, langkahnya tersebut dinilai lebih berpihak kepada rakyat dan fokus pada pemberantasan korupsi, hingga efisiensi anggaran.

    “Terus maju, Pak. Bravo,” tukasnya.

    parfum AXL

  • Menteri UMKM Beber Dampak MBG Bagi Masyarakat Kelas Bawah

    Menteri UMKM Beber Dampak MBG Bagi Masyarakat Kelas Bawah


    Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar program pemerintah untuk memenuhi kebutuhan gizi bagi anak-anak dan ibu hamil. 

    Dia mengatakan, program andalan Presiden Prabowo membawa banyak sekali manfaat bagi masyarakat, salah satunya menggerakan roda ekonomi yang menyasar hingga masyarakat kelas bawah. Untuk itu dia  meminta supaya masyarakat mendukung penuh program tersebut. 

    “MBG bukan hanya sekadar menyasar peningkatan gizi anak, tetapi juga membangun ekosistem usaha agar betul-betul ekonomi bergerak di lapisan bawah,” ujar Maman dalam keterangan pers Kementerian UMKM di Jakarta, Kamis (2/10/2025).

    Ia mengakui sejumlah persoalan dalam pelaksanaan program masih perlu dievaluasi dan disempurnakan. Menurutnya, masih ada waktu untuk memperbaiki sistem, tata kelola, serta aspek lain yang relevan. Maman pun menanggapi tudingan adanya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) fiktif, yang menurutnya merupakan kekeliruan.

    “Dalam kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN), dikenal istilah roll back, di mana terhadap kasus itu ditemukan sekitar 5.000 SPPG yang telah mendaftar, namun tidak segera membangun dan memulai kegiatan. Itulah yang akan dihapus jika tidak melanjutkan pembangunan. Jadi bukan berarti ada SPPG fiktif,” ucap Maman.

    Ia mengungkapkan, banyak pengusaha yang telah memperoleh titik SPPG, tetapi belum mampu membangun karena keterbatasan finansial. Kondisi ini, menurutnya, perlu menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan regulasi BGN.

    “Pertama, BGN sendiri yang menentukan titik beserta sekolahnya. Kedua, jangan beri kesempatan bagi siapa pun untuk mengelola dapur umum yang jumlahnya melebihi batas,” katanya.

    Lebih lanjut, Maman menekankan bahwa dampak ekonomi dari MBG tidak kalah penting dibanding aspek gizi. Ia menyebut satu SPPG bisa melibatkan hingga 15 pemasok, dan setiap pemasok memiliki 3–5 pekerja. “Artinya, ada multiplier effect berupa keterlibatan UMKM sekaligus penyerapan tenaga kerja lokal. Dan itu nyata terjadi,” tegasnya.

    parfum AXL