Kategori: parfum terbaik

  • 6 Atlet Panjat Tebing Perempuan Indonesia yang Bikin Bangga

    6 Atlet Panjat Tebing Perempuan Indonesia yang Bikin Bangga

    Jakarta – Olahraga panjat tebing semakin populer di Indonesia. Bukan hanya karena tantangan adrenalin yang ditawarkan, tapi juga berkat kiprah atlet-atlet Tanah Air yang sukses mengharumkan nama bangsa di kancah nasional hingga internasional. Dari generasi senior hingga talenta muda, deretan atlet perempuan Indonesia terus menunjukkan prestasi membanggakan.
    Meski awalnya olahraga ini di Indonesia lebih banyak digeluti laki-laki, kini para atlet putri justru menjadi sorotan utama. Mereka tidak hanya rajin menyumbang medali di ajang bergengsi, tapi juga mencetak rekor dunia. Berikut enam atlet panjat tebing perempuan Indonesia yang prestasinya patut diacungi jempol:

    1. Desak Made Rita Kusuma Dewi
    Atlet asal Buleleng, Bali, ini adalah salah satu bintang paling bersinar di panjat tebing dunia. Lahir pada 24 Januari 2001, Desak Rita sudah akrab dengan olahraga ini sejak SD ketika secara tak sengaja melihat dinding panjat di Singaraja.
    Sejak itu, ia menekuni panjat tebing dan sering mewakili Bali di berbagai kejuaraan nasional. Ketekunannya membuahkan hasil besar ketika ia menyabet emas PON XX Papua 2021 dan Asian Video games 2022 Hangzhou.

    Prestasi paling mencolok hadir di IFSC International Championship 2023 di Bern, Swiss, ketika ia meraih medali emas sekaligus menjadi Juara Dunia pace mountaineering putri. Kariernya yang cemerlang juga membawanya lolos ke Olimpiade Paris 2024. Meski gagal meraih medali, keberadaan Desak Rita di kancah dunia membuktikan bahwa Indonesia mampu bersaing di degree tertinggi.
    2. Rajiah Sallsabillah
    Perempuan kelahiran Tangerang, 30 April 1999, ini awalnya hanya “iseng” ikut seleksi tim panjat tebing saat berusia 14 tahun. Namun, keisengan itu justru mengubah jalan hidupnya. Ia diterima sebagai atlet, lalu menjalani latihan intensif yang mengasah kemampuannya hingga menjadi salah satu panjat tebing putri terbaik di Indonesia.

    Rajiah pernah menyumbang emas Asian Video games 2018 di nomor Ladies’s Velocity Relay dan menjuarai IFSC International Cup Chamonix 2023. Ia bahkan mewakili Indonesia di Olimpiade Paris 2024, meski tak berhasil membawa pulang medali. Konsistensinya di berbagai ajang internasional membuktikan ketangguhannya dan menegaskan posisi Indonesia sebagai kekuatan besar di cabang pace mountaineering.
    3. Aries Susanti Rahayu
    Dikenal dengan julukan “Spiderwoman”, Aries adalah ikon panjat tebing Indonesia. Lahir di Grobogan, Jawa Tengah, 21 Maret 1995, ia awalnya adalah atlet atletik sebelum beralih ke panjat tebing berkat ajakan guru olahraganya. Keputusannya itu terbukti tepat, karena kariernya melesat pesat. Ia mencuri perhatian publik ketika meraih emas di Asian Video games 2018.
    Puncak prestasinya terjadi di IFSC International Cup Xiamen 2019, saat Aries memecahkan rekor dunia pace mountaineering dengan catatan waktu 6,995 detik. Pencapaian itu membuat namanya dikenal luas dan ia pun dijuluki sebagai Spiderwoman. Dengan karier yang berkilau, Aries menjadi inspirasi banyak atlet muda untuk berani bermimpi menembus panggung dunia.

    4. Amanda Narda Mutia
    Nama Amanda mulai banyak dibicarakan setelah tampil gemilang di PON XXI Aceh-Sumut 2024. Atlet asal Jawa Timur ini berhasil menyumbangkan emas nomor boulder tim dan pace relay putri, menambah deretan prestasi bagi kontingen Jatim. Ketenangannya dalam menghadapi tekanan kompetisi membuatnya semakin disegani.
    Tak hanya di degree nasional, Amanda juga sudah beberapa kali berlaga di kompetisi internasional, termasuk ajang kualifikasi Olimpiade. Keikutsertaannya di panggung international menjadi bukti bahwa talenta Indonesia terus meluas dan bersaing di antara atlet-atlet dunia.

    5. Alma Ariella Sani
    Masih sangat muda, baru berusia 15 tahun, Alma Ariella Sani mencuri perhatian lewat prestasinya di PON XXI 2024. Ia sukses menyabet emas nomor Mixed Putri serta ikut membawa pulang emas di nomor boulder tim untuk Jawa Timur. Kemenangan ini menjadikannya salah satu wajah baru yang bersinar di dunia panjat tebing Tanah Air.
    Kiprahnya di usia belia memberi harapan besar bagi masa depan olahraga ini. Alma dinilai sebagai simbol regenerasi yang menjanjikan, di mana bakat dan keberaniannya menjadi inspirasi generasi muda lain untuk berprestasi meski masih sangat muda.

    6. Fitria Hartani
    Fitria adalah salah satu atlet asal Jawa Timur yang kiprahnya tak boleh dilewatkan. Ia sempat masuk tim pelatnas untuk seleksi Olimpiade Tokyo 2020, sebuah pencapaian bergengsi yang hanya bisa diraih oleh atlet bermental kuat. Selain itu, Fitria juga dikenal berprestasi di ajang Pra-PON dengan torehan beberapa medali penting.
    Meski namanya tak selalu muncul di headline besar, perjuangannya di balik layar membuktikan dedikasinya pada dunia panjat tebing. Keberadaan atlet seperti Fitria menunjukkan bahwa kekuatan tim Indonesia bukan hanya berasal dari nama-nama besar, tapi juga dari kerja keras semua atlet yang konsisten berjuang.

    Parfum AXL

  • Putri Habibie Dorong Pangan Sehat dengan Sentuhan Tren International-Lokal

    Putri Habibie Dorong Pangan Sehat dengan Sentuhan Tren International-Lokal

    Olenka, Jakarta – Sebagai Wisma Habibie & Ainun Circle of relatives Ambassador, Passionate Homecook, Content material Writer sekaligus pemilik Girl B Cooking Classchef, Putri Habibie tak hanya berbicara soal dapur dan resep masakan.
    Ia juga aktif mendorong kesadaran tentang pentingnya pola makan sehat, integrasi pangan lokal, hingga peran konten virtual dalam membentuk perilaku masyarakat, khususnya ibu dan keluarga muda di generation virtual.
    Ketika ditanya tentang pengaruh tren world dan lokal terhadap cara pandangnya, Putri menegaskan bahwa keduanya memiliki peran besar dalam mengubah kebiasaan konsumsi masyarakat.
    “Aku sih sendiri sangat berharap tren world yang sedang berjalan ini bisa membawa dampak positif. Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, marketplace kita sekarang nilainya melambung tinggi, terutama untuk meals and diet. Tapi masih banyak pekerjaan rumah bagi kita,” ungkap Putri, saat menjadi panelis di acara diskusi ‘The Long run of Child Meals’ yang digelar Accelerice Indonesia bersama Kalbe Nutritionals, di Wisma Habibie & Ainun, Jakarta Selatan, Kamis (2/10/2025)
    Lebih jauh, Putri pun melihat semakin banyak orang yang ingin tahu lebih banyak tentang gizi, pola makan sehat, dan manfaat kesehatan itu sendiri.
    “Kalau dulu orang hanya makan sayur seadanya, sekarang sudah mulai memikirkan gizi seimbang. Nah, ketika bicara tren lokal, pangan kita sebenarnya sangat kaya. Harapanku ada adaptasi dan integrasi antara tren world dengan potensi lokal. Sehat itu tidak selalu harus salmon atau produk impor. Ikan lokal atau bahan pangan yang tumbuh di halaman rumah pun bisa memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga,” jelasnya.

    Peran Konten dalam Edukasi
    Sebagai seorang chef sekaligus content material writer, Putri menilai platform virtual memberi ruang baru untuk menyebarkan edukasi kesehatan dan nutrisi.
    “Aku senang banget dengan kehadiran platform-platform ini. Sekarang ada perubahan besar dalam cara orang menerima informasi. Kalau dulu masih terikat tradition tertentu, sekarang yang disukai adalah sesuatu yang lebih relatable. Neighborhood is extra cherished,” tuturnya.
    Putri juga menyoroti pergeseran kepercayaan publik dari figur besar atau KOL (Key Opinion Chief) ke KOC (Key Opinion Client) dan komunitas yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
    “Konten yang relatable itu penting. Orang merasa lebih percaya kalau ache points-nya sama, anak susah makan, price range terbatas, tantangan sehari-hari. Dari situ accept as true with terbangun, dan edukasi jadi lebih efektif. Konten yang awalnya clinical bisa dikemas menjadi existence tales, on a regular basis tales. Itu yang bikin konten sosial media bisa jadi hero untuk shaping development,” ujarnya.
    Menurut Putri, salah satu hal yang ia syukuri adalah fakta bahwa media virtual kini bukan lagi panggung eksklusif milik selebriti.
    “Yang aku suka sekali adalah sekarang bukan hanya selebriti yang bisa punya panggung. Kita bisa melihat kehidupan masyarakat secara umum, dan itu benefit besar untuk kita, para pelaku industri. Perception bisa diperoleh lebih mudah, konten bisa jadi jembatan langsung dengan marketplace,” katanya.

    Parfum AXL

  • Deretan Perempuan Inspiratif di Bidang Sastra

    Deretan Perempuan Inspiratif di Bidang Sastra

    Olenka, Jakarta – Perempuan dan tulisan. Sejak R.A. Kartini dikenal sebagai salah satu tokoh emansipasi yang dikenal berkat tulisan-tulisan bernasnya dalam Habislah Gelap, Terbitlah Terang, makin banyak perempuan Indonesia yang menulis. Lewat jenis tulisan yang berbeda, para perempuan berikut memilih menulis cerita-cerita indah dan menggugah lewat karya sastra.
    Tulisan sastra memang fiksi. Namun, di dalamnya tersimpan hasil pemikiran mendalam penulisnya mengenai fenomena dan kejadian di sekitarnya. Lewat tangan dingin mereka, para penulis perempuan ini ikut merekam sejarah dan membuka mata pembacanya tentang pemikiran yang berbeda dan unique dari perasaan seorang perempuan.

    Berikut sejumlah perempuan penulis sastra di Indonesia dari masa ke masa yang berhasil Olenka rangkumkan:
    1. Siti Rukiah
    Nama Siti Rukiah Kertapati mungkin asing bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, bahkan di telinga penggemar sastra Indonesia. Padahal, dia merupakan sosok penulis perempuan yang mampu eksis di tengah dominasi penulis laki-laki di masa Kemerdekaan.
    Rukiah lahir di Purwakarta pada 25 April 1927. Pada usia 19 tahun, dia menulis puisi untuk Majalah Gelombang Zaman dan Godam Jelata serta pernah menjadi staf redaksi di Majalah Pudjangga Baru. Pernikahannya dengan editor Majalah Godam Jelata, yakni Sidik Kertapati, membuatnya memiliki nama belakang Kertapati. Beberapa karyanya adalah novel Kejatuhan dan Hati (1950), Si Rawun dan Kawan-Kawannya (1955), Teuku Hasan Johan Pahlawan (1957), Pak Supi Kakek Pengungsi, Taman Sandjak Si Kecil (1959), Dongeng-Dongeng Kutilang (1962), Jaka Tingkir (1962), dan Kisah Perjalanan Si Apin (1962).
    Siti Rukiah pernah mendapatkan penghargaan Seni Sastra dari Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional (BMKN) pada 1952 untuk kumpulan cerita pendek dan sajak. Namun, sejak tahun 1965, namanya tidak lagi terdengar di dunia sastra Tanah Air.
    2. Marga T.
    Di technology tahun 1970-an, karya-karya Marga T. alias Marga Tjoa menarik perhatian publik. Marga T. Penulis keturunan Tionghoa ini lahir di Jakarta pada 27 Januari 1943 dengan nama lengkap Intan Margaretha Harjamulia. Sementara itu, nama aslinya adalah Tjoa Liang Tjoe dan merupakan lulusan Fakultas Kedokteran, Universitas Trisakti, Jakarta.
    Semasa hidupnya, Marga T. tercatat melahirkan 128 cerita pendek dan 67 buku. Dia meninggal dunia di Australia pada Kamis, 17 Agustus 2023. Beberapa karya fenomenalnya adalah novel Karmila, Badai Pasti Berlalu, Gema Sebuah Hati, Bukan Impian Semusim, dan Ranjau-ranjau Cinta.
    Dua novelnya, Karmila (1973) dan Badai Pasti Berlalu (1874), menuai sukses saat diangkat ke layar lebar. Movie Karmila tayang pada 1974 dan difilmkan ulang pada 1981 hingga diangkat menjadi seri sinetron televisi dengan judul yang sama di tahun 1991. Sementara itu, movie Badai Pasti Berlalu rilis di tahun 1977 dan digarap ulang pada tahun 2007. Begitupun lagu “Badai Pasti Berlalu” yang mengiringi movie tersebut di tahun 2007 sukses menjadi hits di pasaran dan masih terkenal hingga saat ini.
    3. Nh. Dini
    Novel Pada Sebuah Kapal yang terbit di tahun 1972 telah melambungkan nama Nh. Dini. Perempuan kelahiran Semarang, Jawa Tengah pada tanggal 29 Februari 1936 ini memiliki nama lengkap Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin.
    Menunjukkan minat dan bakat menulis sejak kecil, karya pertamanya dimuat dalam majalah pada tahun 1952. Selanjutnya, Nh. Dini menerbitkan kumpulan cerpen berjudul Dua Dunia di tahun 1956. Menulis lebih dari 30 judul buku, Nh. Dini diganjar berbagai penghargaan, termasuk SEA Write Award pada tahun 2003 dan Lifetime Success Award dari Ubud Writers and Readers Competition pada tahun 2017.
    4. Mira W.
    Mira Widjaja (Wong) atau lebih dikenal dengan nama pena Mira W. lahir pada 13 September 1951 di Jakarta. Dia merupakan lulusan FK Usakti pada tahun 1980. Sepanjang karier menulisnya, Mira W. telah menghasilkan 23 buku yang meliputi 19 novel, tiga kumpulan cerita pendek, dan sebuah kumpulan puisi.
    Salah satu karyanya yang terlaris adalah Di Sini Cinta Pertama Kali Bersemi yang mencapai oplah 10.000, bahkan mengalami lima kali cetak ulang. Karya tersebut telah difilmkan, beserta sejumlah karya lainnya yang difilmkan bahkan diadaptasi menjadi serial TV seperti Kemilau Kemuning Senja, Ketika Cinta Harus Memilih, Permainan Bulan Desember, Dari Jendela SMP, dan Tak Kupersembahkan Keranda Bagimu.
    5. Leila S. Chudori
    Leila S. Chudori atau Leila Salikha Chudori merupakan sastrawan perempuan Indonesia yang pernah menjadi wartawan majalah Pace. Leila lahir di Jakarta pada tanggal 12 Desember 1962 dan merupakan putri dari Mohammad Chudori, seorang wartawan Kantor Berita Antara dan surat kabar The Jakarta Put up.
    Saat masih berusia 11 tahun, ia telah memublikasikan karyanya di majalah Si Kuncung (1973) lewat cerpen berjudul “Pesan Sebatang Pohon Pisang”. Setelah melahirkan banyak cerpen yang dimuat di berbagai surat kabar, buku kumpulan cerpen berjudul 9 dari Nadira terbit di tahun 2009. Karya tersebut mendapat “Penghargaan Sastra” dari Badan Pengembagan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pada tahun 2011.
    Beberapa novelnya yang terkenal adalah Pulang (2012) serta Laut Bercerita (2017). Bahkan, pemutaran nonkomersial movie Laut Bercerita selalu ramai peminat hingga saat ini. Sementara itu, sejumlah skenario yang ditulis Leila adalah drama televisi  “Dunia Tanpa Koma” (2006), movie pendek “Drupadi” (sebuah tafsir dari kisah Mahabrata, 2008), dan skenario movie “Kata Maaf Terakhir” (2009).
    6. Ayu Utami
    Ayu Utami merupakan lulusan Fakultas Sastra Universitas Indonesia yang lahir pada 21 November 1968. Novel pertamanya yang berjudul Saman langsung menarik perhatian publik. Bahkan, karya tersebut berhasil menjuarai sayembara penulisan roman Dewan Kesenian Jakarta pada tahun 1998 serta terjual sebanyak 55 ribu eksemplar dalam waktu tiga tahun.
    Beragam karya lainnya yang telah diterbitkan Ayu Utama adalah Larung (2001), Bilangan Fu (2008), Si Parasit Lajang (2012), dan Cerita Cinta Enrico (2012). Berkat karya-karyanya, ia menerima Prince Claus Award pada tahun 2000 untuk kontribusinya dalam bidang budaya dan pembangunan. Saat ini, Ayu Utami masih aktif dalam dunia literasi Indonesia dengan menggelar beragam kelas pelatihan menulis.
    7. Dee Lestari
    Dewi Lestari Simangunsong merupakan penulis, penyanyi, dan pencipta lagu asal Indonesia. Dalam karier bermusiknya, dia dikenal sebagai penyanyi dalam trio Rida Sita Dewi. Sementara itu, dia menggunakan nama pena Dee Lestari dalam karier kepenulisannya.
    Novel pertamanya berjudul Supernova: Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh terbit pada tahun 2001. Novel easiest supplier yang terjual sebanyak 7 ribu eksemplar dalam dua minggu ini terus berlanjut ke dalam 6 bagian yang terakhir di tahun 2016. Karya lainnya adalah Filosofi Kopi, Madre, Perahu Kertas, Rectoverso, hingga Aroma Karsa. Banyak dari judul-judul tersebut telah diangkat ke layar lebar.
    8. Ratih Kumala
    Belum lama ini, novel karya Ratih Kumala yang diangkat ke serial movie mampu mengguncang dunia perfilman Indonesia, bahkan luar negeri. Gadis Kretek yang dimainkan oleh Dian Sastrowardoyo menjadi perbincangan dan mendapat pujian baik dari dalam maupun luar negeri.
    Ratih Kumala lahir di Jakarta pada 4 Juni 1980 dan merupakan lulusan Sastra Inggris di Universitas Sebelas Maret. Novel pertamanya berjudul Tabula Rasa (2004) berhasil meraih penghargaan sebagai pemenang ketiga dalam Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta. Karya Ratih selanjutnya adalah Genesis (2005); kumpulan cerpen Larutan Senja (2006); Kronik Betawi (2009); Gadis Kretek (2012); Bastian dan Jamur Ajaib (2015); hingga Wesel Pos (2018).
    9. Ika Natasa
    Ika Natassa merupakan penulis Indonesia yang lahir pada 25 Desember 1977 di Medan, Sumatera Utara. Sebelum sukses menjadi penulis, dia merupakan seorang bankir dan sempat bekerja di Financial institution Mandiri sejak tahun 2002.
    Novel debutnya berjudul A Very Yuppy Marriage ceremony yang terbit di tahun 2007. Konsisten mengusung cerita unik dengan tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, beberapa karya Ika selanjutnya adalah Divortiare (2008); Underground (2010); Antologi Rasa (2011); Twivortiare (2012); Important 11 (2015); The Structure of Love (2016); Susah Sinyal (2017); Sementara, Selamanya (2020); hingga Heartbreak Motel (2022).
    10. Djenar Maesa Ayu
    Djenar Maesa Ayu atau yang akrab disapa Nai ini merupakan perempuan kelahiran Jakarta pada 14 Januari 1973. Dia juga dikenal sebagai aktris, produser, serta sutradara asal Indonesia.
    Karya pertamanya adalah cerpen “Lintah” (2002) yang dimuat di Kompas. Cerpen “Menyusu Ayah” menjadi Cerpen Terbaik 2003 versi Jurnal Perempuan dan diterjemahkan oleh Richard Oh. ke dalam bahasa Inggris dengan judul “Suckling Father”. Sementara itu, buku kumpulan cerpen pertamanya berjudul Mereka Bilang, Saya Monyet! (2004) berhasil masuk dalam sepuluh buku terbaik Khatulistiwa Literary Award 2003. Karya lain dari Djenar adalah novel berjudul Nayla (2005).

    Parfum AXL

  • Profil dan Perjalanan Karier Rachel Maryam, dari Dunia Hiburan ke Panggung Politik

    Profil dan Perjalanan Karier Rachel Maryam, dari Dunia Hiburan ke Panggung Politik

    Olenka, Jakarta – Ada banyak artis Tanah Air yang melebarkan sayap kariernya ke dunia politik, salah satunya Rachel Maryam. Aktris cantik berdarah Sunda ini kini kembali menjabat sebagai anggota DPR RI untuk periode 2024–2029.
    Perjalanan politik Rachel terbilang konsisten. Ia pertama kali terpilih sebagai anggota DPR pada tahun 2009 dan terus dipercaya masyarakat hingga kini, menjadikannya sudah empat periode berturut-turut mengemban amanah di parlemen. Saat ini, Rachel Maryam aktif bertugas di Komisi I DPR RI serta di Badan Anggaran.
    Berikut telah Olenka rangkum dari pelbagai sumber, Minggu (5/10/2025), untuk mengenal lebih lanjut sosok Rachel Maryam dan perjalanan kariernya dari dunia hiburan ke panggung politik.

    Profil dan Kehidupan Pribadi
    Pemilik nama lengkap Rachel Maryam Sayidina ini lahir di Bandung pada 20 April 1980. Meski kini dikenal aktif di dunia politik, perjalanan pendidikannya justru dimulai dari bidang yang berbeda.
    Rachel sempat menempuh studi di Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung dengan mengambil jurusan Manajemen Tata Hidang, sesuai keinginan sang ibu yang menginginkan putrinya menekuni dunia perhotelan.
    Namun, jauh di dalam hatinya, Rachel sebenarnya ingin melanjutkan pendidikan di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) karena merasa lebih cocok dengan dunia seni. Ketidaksesuaian jurusan dengan minatnya membuat Rachel akhirnya tidak menyelesaikan kuliahnya, dan tak lama kemudian, ia justru menemukan jalannya sendiri di dunia hiburan.

    Parfum AXL

  • Istana Ungkap Isi Pertemuan Prabowo dan Jokowi: Bahas Masalah Negara

    Istana Ungkap Isi Pertemuan Prabowo dan Jokowi: Bahas Masalah Negara

    Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan isi pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).

    Adapun diketahui, pertemuan tersebut berlangsung di kediaman Prabowo di Jalan Kartanegara IV, Jakarta Selatan pada Sabtu (4/10) .

    “Kebetulan Pak Presiden ke-7, Pak Jokowi ada di Jakarta. Sudah, janjian ketemu waktunya makan siang. Tentu banyak hal yang dipercakapkan mengenai masalah-masalah kebangsaan. Termasuk memberikan masukan ke depan sebaiknya seperti apa untuk beberapa hal,” jelasnya kepada pewarta di Jakarta, Minggu (5/10).

    Lanjutnya, ia mengatakan jika pertemuan itu dilakukan dalam rangka kunjungan balasan saat Kepala Negara berada di Jawa Tengah.

    Diketahui, pertemuan Prabowo dan Jokowi berlangsung tertutup. Hal tersebut dikonfirmasi ajudan Jokowi, Kompol Syarif Muhammad Fitriansyah.

    “Ya, betul (sekaligus makan siang). Pertemuan berlangsung hanya empat mata. Pak Presiden Prabowo dan Pak Jokowi saja,” sambungnya.

    parfum AXL

  • Mengenal Sosok M. Hadi Nainggolan: Mantan Penjual Kue Keliling yang Kini Menjabat Ketua Satgas Pangan

    Mengenal Sosok M. Hadi Nainggolan: Mantan Penjual Kue Keliling yang Kini Menjabat Ketua Satgas Pangan

    Di tengah dinamika dunia bisnis dan sosial yang kian kompleks, nama Muhammad Hadi Nainggolan mencuat sebagai sosok pengusaha muda yang memadukan ketekunan, visi besar, dan komitmen sosial.

    Pria kelahiran 25 April 1983 ini dikenal bukan hanya sebagai entrepreneur lintas sektor, tetapi juga sebagai figur penting di balik lahirnya generasi baru pelaku usaha pangan di Indonesia.

    Lantas, seperti apa perjalanan hidup dan kiprah sosok Hadi ini? Dikutip dari berbagai sumber, Senin (6/10/2025), berikut ulas profil singkatnya.

    Masa Kecil Penuh Perjuangan

    Dikutip dari Suara.com, perjalanan hidup Hadi tidak dimulai dari kemewahan. Ia dibesarkan di Desa Rimo, Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh, dari ayah berdarah Tapanuli Utara dan ibu asal Aceh Singkil.

    Sejak usia sembilan tahun, Hadi kecil sudah berkeliling kampung menjajakan kue sepulang sekolah untuk membantu sang ibu.

    “Karena keterbatasan ekonomi ini, rutinitas ini saya tempuh setiap hari sehabis salat Subuh. Sepulang sekolah, saya jualan lagi, jual es dalam termos,” kenangnya dalam wawancara bersama Suara.com (6/4/2016).

    Ketika sang ayah jatuh sakit hingga meninggal dunia saat ia masih duduk di bangku kelas 6 SD, tanggung jawab keluarga pun berpindah ke pundaknya.

    Pendidikan dan Awal Kiprah Bisnis

    Usai menamatkan pendidikan di Madrasah Aliyah Muhammadiyah, Hadi melanjutkan studi di Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Medan.

    Semasa kuliah, ia aktif di berbagai organisasi mahasiswa seperti HMI, BEM, BAM, UKDM, dan KAMMI, membentuk karakter kepemimpinan dan kepedulian sosialnya sejak dini.

    Dikutip dari Tribunnews, sambil kuliah, Hadi membuka usaha desain grafis dan percetakan, bahkan sempat memiliki properti dan kendaraan dari hasil kerja kerasnya. Namun, seperti banyak pengusaha muda lainnya, ia pun mengalami jatuh bangun.

    Pada 2011, ia memutuskan untuk meninggalkan Medan dan merantau ke Surabaya dan Banjarmasin, menekuni bisnis batubara bersama mitra asal Singapura. Namun, ketika harga komoditas tersebut jatuh, ia menyadari perlunya membangun bisnis yang lebih berkelanjutan.

    “Dari situ saya berpikir bahwa kita harus merancang bisnis yang lebih bisa bertahan lama,” tuturnya.

    parfum AXL

  • Serba-Serbi Vivo Batalkan Beli BBM dari Pertamina

    Serba-Serbi Vivo Batalkan Beli BBM dari Pertamina


    Polemik kelangkaan BBM di SPBU swasta belum juga menemui titik terang. Beberapa waktu lalu, pemerintah dan pengelola SPBU swasta mencapai kesepakatan bahwa pasokan BBM di SPBU swasta akan dipenuhi oleh PT Pertamina. Namun, kesepakatan tersebut kandas di tengah jalan.

    PT Vivo Energy Indonesia menjadi pihak SPBU swasta yang pertama menegumumkan batal membeli BBM dari Pertamina. Padahal, sebelumnya Vivo berencana membeli 40.000 barel BBM dari Pertamina. Pembatalan tersebut disampaikan oleh Direktur Vivo Energy Indonesia dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI pada Rabu (01/10/2025). Hal itu dilakukan karena ada beberapa hal teknis yang belum bisa dipenuhi oleh Pertamina.

    Kendati demikian, Vivo tidak menutup kemungkinan bahwa ke depannya mereka akan membeli BBM dari Pertamina jika spesifikasi yang diminta bisa dipenuhi oleh pihak Pertamina. Dalam kesempatan itu pula, Vivo menyebut stok BBM yang ia miliki sudah habis untuk bulan Oktober 2025 ini.

    “Kami tetap akan berkoordinasi dengan Pertamina untuk saat-saat mendatang siapa tahu apa yang kami minta itu bisa dipenuhi oleh Pertamina dan kami akan beli dari Pertamina,” jelasnya.

    Respons Pertamina

    Pembatalan pembelian BBM oleh Vivo juga diamini pihak Pertamina. Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Achmad Muchtasyar, mengungkapkan salah satu kendala dalam kerja sama antara pihak swasta dengan Pertamina ialah adanya kandungan etanol pada BBM murni atau base fuel milik Pertamina. Kandungan etanol tersebut dinilai tidak sesuai spesifikasi BBM SPBU swasta.

    “Secara regulasi itu diperkenankan kandungan etanol itu sampai jumlah tertentu. Kalau tidak salah, sampai 20% etanol, nah sedangkan ini ada etanol 3,5%,” jelas Achmad dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI, Jakarta, dikutip Kamis (2/10/2025).

    “Ini bukan masalah kualitas, masalah konten. Kontennya ini aman bagi karakteristik spesifikasi produk yang masing-masing. Karena ini beda-beda merek, beda spesifikasi,” ungkapnya lagi.

    Respons Menteri ESDM

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, turut merespons pembatalan pembelian BBM oleh Vivo dari Pertamina. Ia menyebut, pengelola SPBU swasta masih terus bernegosiasi secara business to business (B to B) dengan Pertamina.

    “Kami hanya memberikan guidance. Selebihnya diatur (secara B to B),” tegas Bahlil di Jakarta, Kamis (2/10/2025).

    Dalam kesempatan itu, Bahlil memastikan bahwa stok BBM dalam negeri dalam kondisi aman dan cukup hingga 21 hari. Khusus untuk ketersediaan BBM pada SPBU swasta, Bahlil menegaskan bahwa pemerintah sudah menambahkan kuota impor BBM sebesar 10% lebih tinggi dibandingkan kuota impor pada 2024 lalu.

    “Jadi tidak ada alasan dan tidak ada satu persepsi bahwa BBM kita, ketersediaan kita menipis. Nggak ada. Sudah penuh. Semuanya ada. Kuota impornya pun kita sudah berikan sesuai dengan apa yang disampaikan sebelumnya,” pungkas Bahlil.

    parfum AXL

  • Kenali Tata Cara dan Persyaratan Pemecahan Bidang Tanah bagi Pemegang Hak

    Kenali Tata Cara dan Persyaratan Pemecahan Bidang Tanah bagi Pemegang Hak

    Pemecahan bidang tanah jadi salah satu layanan yang paling umum diajukan di Kantor Pertanahan. Pemecahan bidang tanah bisa dilakukan dalam beberapa proses, seperti pembagian tanah waris, jual-beli sebagian tanah, atau pembangunan kawasan perumahan di mana pihak pengembang memecah tanah menjadi kavling-kavling.

    “Pemecahan bidang tanah adalah proses membagi satu bidang tanah yang memiliki satu sertipikat, menjadi beberapa bagian dan masing-masing bagian punya sertipikat sendiri, yang mana setelahnya sertipikat induk menjadi tidak berlaku pasca dilakukannya pemecahan,” jelas Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah (PHPT), Shamy Ardian dalam keterangannya, di Kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Kamis (02/10/2025).

    Pemecahan bidang tanah dapat dilakukan jika ada permintaan dari pemegang hak yang bersangkutan. Satu bidang tanah yang telah terdaftar dapat dipecah menjadi beberapa bagian untuk jadi satuan bidang baru, dengan status hukum yang sama seperti bidang tanah semula.

    Sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, untuk satuan bidang baru yang dipisahkan dibuatkan surat ukur, buku tanah, dan sertipikat sebagai satuan bidang tanah baru. Sementara, peta pendaftaran, daftar tanah, surat ukur, buku tanah, dan sertipikat bidang tanah semula akan dibubuhkan catatan mengenai telah diadakannya pemecahan tersebut.

    Bagi masyarakat yang ingin melakukan pemecahan bidang tanah, dapat mengajukan beberapa berkas, yaitu sertipikat asli tanah (SHM/SHGB); fotokopi KTP dan KK pemilik; surat permohonan pemecahan; SPPT Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun terakhir; bukti lunas PBB; rencana tapak/site plan dari pemerintah kabupaten/kota setempat (bagi pengembang). Jika tanah dalam status warisan, maka diperlukan juga akta waris/surat keterangan waris, serta surat kematian pemilik lama.

    Usai masyarakat mengajukan permohonan pemecahan sertipikat, petugas Kantor Pertanahan akan melakukan pengukuran ulang dan membuat peta bidang tanah baru sesuai rencana pembagian. Biaya pengukuran dikenakan sesuai ketentuan yang berlaku. Kemudian, Kantor Pertanahan akan memproses dan menerbitkan sertipikat baru hasil pemecahan.

    parfum AXL

  • Dompet Dhuafa Perkuat Kolaborasi dengan Berbagai Komunitas di Indonesia

    Dompet Dhuafa Perkuat Kolaborasi dengan Berbagai Komunitas di Indonesia


    Dompet Dhuafa mengundang puluhan komunitas dari seluruh Indonesia untuk menghadiri Community Gathering bertema “Spread Kindness, Build Togetherness” di Ampera, Jakarta Selatan pada Kamis (2/9). Acara ini digelar sebagai penguatan jalinan kolaborasi Dompet Dhuafa dan para komunitas yang telah bekerja sama untuk memberdayakan masyarakat.

    Etika Setiawanti, Direktur Resource Mobilization Dompet Dhuafa, menekankan pentingnya kolaborasi dalam misi kemanusiaan. Menurutnya, tercapainya target penyaluran dan pemberdayaan penerima manfaat tidak terlepas dari kolaborasi dengan komunitas.

    “Puluhan perwakilan komunitas dari ratusan komunitas yang sudah terhubung dengan Dompet Dhuafa hadir dalam kesempatan ini. Diharapkan, kegiatan ini menjadi ajang terwujudnya sinergi kebaikan dan memunculkan ide-ide maupun gagasan yang penting bagi program kebermanfaatan bagi Dompet Dhuafa. Kami juga berharap bisa memperluas kerja sama dengan banyak komunitas lainnya,” ujar Etika.

    “Kini waktunya anak-anak muda menjadi penggerak kebaikan. Dari mereka, terbuka gagasan-gagasan penting dan ide-ide kreatif dalam hal kebaikan,” kata Ahmad Faqih Syarafaddin selaku General Manager (GM) Penghimpunan Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) Dompet Dhuafa.

    Dalam kegiatan tersebut, hadir pula Rinaldi Nur Ibrahim, CEO Youth Ranger Indonesia; Inara Rusli dari Komunitas Teman Searah; serta Wawang Sunarya, penerima manfaat dan penggiat komunitas.

    Rinaldi Nur Ibrahim menyebut bahwa komunitas bukan sekadar tempat meluangkan waktu, melainkan juga meluangkan gagasan, ide-ide, serta curhat-curhat anak-anak muda. Hal positif dalam berkomunitas adalah mengajak anak-anak muda untuk bertumbuh dan menghasilkan gagasan yang positif bagi masyarakat.

    “Youth Ranger sendiri dibangun atas inisiatif anak-anak muda yang membutuhkan wadah. Berawal dari keresahan yang sama dan membentuk pola-pola pikir yang sama tercetuslah untuk membuat komunitas,” ungkap Rinaldi.

    “Indonesia dikenal dengan semangat gotong-royong yang telah menjadi bagian integral dari budaya masyarakatnya. Dalam konteks modern, semangat ini dapat diadaptasi untuk membangun ekonomi berbasis komunitas yang tangguh dan berkelanjutan. Dompet Dhuafa, mengajak komunitas kebaikan dalam memperluas kolaborasi untuk kebermanfaatan yang lebih luas,” pungkas Etika Setiawanti.

    parfum AXL

  • 1.000 Peserta Bersatu dalam Festival Rock-Gamelan: Slank dan Suka2x Ramaikan ‘Rock & Learn Family Festival’ Sekolah Pilar Indonesia

    1.000 Peserta Bersatu dalam Festival Rock-Gamelan: Slank dan Suka2x Ramaikan ‘Rock & Learn Family Festival’ Sekolah Pilar Indonesia

    ‎Sekolah Pilar Indonesia (SPI) menyelenggarakan kegiatan Rock & Learn Family Festival dengan tema Harmony in Motions di Sekolah Pilar Indonesia, Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (4/10/2025) sebagai upaya inovatif memadukan unsur tradisi dan modernitas.

    ‎Festival yang diinisiasi oleh OSIS SMA Pilar Indonesia tersebut menjadi ajang kolaborasi unik antara energi musik rock dan keindahan gamelan tradisional Indonesia.

    ‎Kepala Sekolah SMA Pilar Indonesia, Henri Sucahyo Purnomo, mengatakan kegiatan ini dirancang sebagai sarana pembelajaran aktif bagi seluruh peserta didik.

    ‎Selain menghadirkan suasana yang menyenangkan dan kolaboratif, kegiatan ini juga menginternalisasi visi dan misi sekolah, yaitu menumbuhkan kemandirian, memperkuat budi pekerti luhur, serta menumbuhkan sikap saling menghargai dalam keberagaman.

    ‎”Rock & Learn Family Festival bukan sekadar hiburan. Ini adalah manifestasi dari visi kami untuk menciptakan pembelajaran yang holistik, yakni pembelajaran yang tidak hanya mengasah intelektualitas, tetapi juga membangun karakter, identitas, dan kebanggaan terhadap budaya sendiri,” katanya di Sekolah Pilar Indonesia, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (4/09/2025).

    ‎”Melalui perpaduan musik rock yang energik dengan gamelan tradisional yang sarat filosofi dan kearifan lokal, kami ingin menunjukkan kepada generasi muda bahwa identitas budaya dan modernitas bukan dua hal yang bertentangan, namun bisa berjalan beriringan,” lanjut Henri.

    ‎Hal ini menjadi perwujudan nyata komitmen Sekolah Pilar Indonesia terhadap pendidikan karakter yang holistik.

    ‎”Kami ingin anak-anak tumbuh menjadi generasi yang worldly, tapi tidak worldless. Mereka bisa go global, tetapi tetap go local dalam hati dan pikiran mereka,” ujarnya.

    ‎Ketua Panitia dari OSIS SMA, Athariq D Fadhillah, menambahkan bahwa para peserta didik di Sekolah Pilar Indonesia ingin menunjukkan bahwa belajar tidak harus selalu di dalam kelas dengan buku dan papan tulis.

    ‎“Musik, seni, dan budaya bisa menjadi media pembelajaran yang jauh lebih powerful dan berkesan,” tegasnya.

    ‎Operational Board Sekolah Pilar Indonesia (SPI), Sri Wulandari, menegaskan bahwa pihaknya meyakini pendidikan karakter dan nilai kebersamaan berawal dari lingkungan keluarga.

    Ia menyampaikan, penyelenggaraan festival ini bertujuan untuk menumbuhkan kebiasaan positif di dalam keluarga.

    ‎“Ini merupakan momen yang langka di era digital saat ini. Ketika gawai sering kali menjadi penghalang komunikasi dalam keluarga, festival ini justru menjadi katalis yang menyatukan mereka. Melalui kegiatan ini, keluarga memiliki proyek bersama, tujuan bersama, dan yang terpenting, kenangan bersama yang akan selalu dikenang,” ujar Sri Wulandari.

    parfum AXL