Kategori: parfum

  • Kebebasan di Balik Kesederhanaan All New Subaru Forester

    Kebebasan di Balik Kesederhanaan All New Subaru Forester

    Membeli sebuah mobil, pada hakikatnya, adalah membeli kebebasan. Kebebasan untuk bepergian ke mana pun dan kapan pun kita mau. Beberapa mobil kemudian memberikan bonus berupa kemampuan untuk pergi lebih jauh menerabas rintangan yang tak bisa dilalui mobil kebanyakan.

    Salah satu merek yang memberikan ”bonus” itu adalah Subaru. Dengan pengalaman panjangnya memproduksi mobil berpenggerak empat roda (all wheel drive/AWD), Subaru membuka kemungkinan penjelajahan yang lebih luas bagi para penggunanya.

    Apalagi di era SUV (sport utility vehicle) saat ini, pabrikan asal Jepang itu ingin menegaskan tekadnya sebagai produsen SUV terkemuka. Citranya di masa lalu yang identik dengan motorsport dan mobil reli hendak digeser dengan citra produk-produk SUV-nya.

    Dari sembilan model yang saat ini dipasarkan Subaru di pasar global, lima model adalah SUV atau crossover SUV. Bahkan model Subaru Outback, yang dulu berbentuk mobil station wagon atau estate berkolong rendah, kini pun berubah menjadi sebuah crossover SUV berkolong tinggi.

    Di Tanah Air, produk terbaru Subaru adalah Subaru Forester generasi keenam yang diluncurkan di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025, akhir Juli silam. Walau masih mengandalkan dua keunggulan utama Subaru, yakni mesin berkonfigurasi Boxer dan sistem Symmetrical AWD, Forester baru ini membawa kesegaran dengan desain yang lebih gagah dan mesin baru.

    Dengan dimensi panjang 4,655 meter (m), lebar 1,830 m, dan tinggi 1,730 m, Forester menempati posisi sebagai SUV berukuran menengah di jajaran lini produk Subaru. Dia berada di atas Subaru Crosstrek dan di bawah Subaru Ascent (tidak dipasarkan resmi di Indonesia). Dibandingkan kompetitornya yang memiliki spesifikasi hampir sama, Forester terbaru ini lebih pendek 8,5 sentimeter (cm) dibandingkan Mazda CX-60.

    AXL mendapat giliran menjajal langsung Forester generasi keenam ini pada pekan terakhir September lalu. Kesan pertama saat melihat SUV berkapasitas lima tempat duduk ini adalah garis-garis desainnya yang lebih tegas dan solid dibandingkan generasi sebelumnya sehingga mengesankan tampilan lebih gagah.

    Perubahan terbesar terletak pada garis bodi sampingnya yang tadinya cenderung merunduk landai ke depan menjadi lebih mendatar dari belakang ke depan. Alhasil, moncongnya menjadi lebih mendongak dan dihiasi gril yang lebih besar.

    Tidak mencolok

    Walaupun membawa kesegaran, desain mobil ini tetap mempertahankan DNA Forester yang memilih siluet sederhana dan tidak mencolok. Tidak ada kecenderungan untuk membuat mobil tampil futuristik secara berlebihan. Strategi desain ini membuat tampilan Forester cenderung ”awet” dan ”dewasa”.

    Kebersahajaan ini berlanjut ke interior. Desain roda kemudi dan dasbor secara keseluruhan terkesan semenjana, tidak neko-neko. Roda kemudinya berbentuk bundar sempurna, sementara penataan kluster instrumen dan garis-garis dasbornya masih ”lazim”-nya mobil biasa. Bahkan, pada varian Forester 2.5i-S EyeSight yang masuk ke Indonesia ini, kluster instrumen masih mengandalkan jarum-jarum analog. Sebuah fitur yang semakin langka pada mobil baru dewasa ini yang berlomba-lomba memaksimalkan layar digital.

    Bahan pelapis dasbor, pelapis pintu bagian dalam (door trim), dan jok kursi juga tidak menggunakan material atau warna yang aneh-aneh. Warna abu-abu gelap mendominasi interior. Di beberapa bagian dasbor bahkan masih ada material plastik keras tanpa pelapis empuk (soft touch).

    Hanya dalam brosur resmi mobil ini disebutkan adanya pilihan warna coklat untuk pelapis jok, door trim, dan konsol tengah. Pilihan warna interior ini hanya tersedia di Forester dengan warna eksterior Crystal Black Silica dan Brilliant Bronze Metallic.

    Meski tampil sederhana, bukan berarti mobil ini ketinggalan dalam soal teknologi. Dimulai dari desain kursi depannya yang menggunakan teknologi medical ergonomic seat. Rancangan jok ini dikembangkan bersama institusi medis di Jepang dengan meriset pola pergerakan tubuh manusia saat berkendara.

    Hasilnya adalah kursi yang dirancang lebih menopang tulang panggul dan punggung bawah, mengurangi tekanan di bagian leher dan pinggang, menjaga postur tubuh tetap ideal sepanjang perjalanan, dan alhasil mengurangi rasa pegal saat duduk dalam waktu lama. Oleh Subaru Indonesia, kursi ini dinamai ”jok antipegal”.

    Saat menjajal mengendarai Forester ini selama lebih dari dua jam nonstop, terbukti kursi tersebut bisa menopang tubuh dengan baik. Dipadukan dengan putaran roda kemudi yang ringan dan ergonomi posisi memegang roda kemudi, mengendarai mobil ini dalam waktu lama menjadi tidak melelahkan.

    Teknologi modern

    Teknologi canggih lainnya adalah driver monitoring system (DMS) yang berbasis teknologi pengenalan wajah pengemudi. Berdasarkan sejumlah parameter yang sudah diset saat membuat profil pengemudi, mobil bisa mengembalikan berbagai setelan, seperti pengaturan kaca spion luar, setelan audio, hingga AC sesuai dengan profil pengemudi. DMS ini juga disiplin mengingatkan pengemudi untuk selalu menjaga pandangan ke arah depan untuk menghindari distraksi.

    Sebagai mobil yang lahir pada abad ke-21, Subaru Forester terbaru ini juga dilengkapi layar infotainment digital berukuran 11,6 inci yang dipasang vertikal (posisi portrait). Berbagai kontrol fungsi mobil bisa diakses melalui layar ini, seperti AC, audio, dan peranti keselamatan aktif dan bantuan pengemudi EyeSight.

    Bedanya dengan layar kontrol di mobil-mobil modern lainnya, menu di layar Forester ini dibuat simpel. Hanya ada tiga submenu pada layar ini, yakni Vehicle Control, Driving Assistance, dan More Setting, dengan masing-masing submenu hanya berisi 2-6 perintah. Selain itu, ukuran huruf pada menu-menu tersebut juga dibuat besar sehingga mudah dikenali saat mata beralih sesaat melihat ke layar kontrol itu.

    Dua menu lainnya, yakni pilihan mode X-Mode untuk mengatur kemampuan offroad mobil dan pengaturan AC, dibikin tampil permanen di bagian atas dan bawah layar sehingga mudah diakses dan diatur secara intuitif.

    Namun, kesenangan berkendara Subaru Forester ini tetap berpusat pada sistem penggeraknya. Mesinnya kini menggunakan mesin berkode FB25 dengan empat silinder dalam konfigurasi Boxer (horizontally opposed). Kapasitasnya 2,5 liter (2.498 cc) yang mengeluarkan tenaga maksimum 185 PS pada putaran mesin 5.800 rpm dan torsi puncak 247 Nm pada 3.700 rpm.

    Tenaga mesin disalurkan ke empat roda melalui transmisi CVT Lineartronic yang bisa menyimulasikan pergantian ”gigi” manual 8 tingkat percepatan. Walau karakter CVT masih agak terasa saat akselerasi awal, secara keseluruhan akselerasi Forester baru ini terasa ringan dan linier. Meraih kecepatan tinggi di jalan tol juga tak butuh waktu terlalu lama.

    Selama pengujian, mobil diisi bensin beroktan 95 sesuai rekomendasi pabrik. Konsumsi bahan bakar dengan rute kombinasi berdasarkan perhitungan komputer mobil adalah 12 liter per 100 km, atau sekitar 8,3 km per liter. Namun dengan metode penuh ke penuh, konsumsi BBM-nya mencapai 9,4 km per liter. Angka yang wajar untuk mesin 2.500 cc.

    Saat jalanan aspal di depan habis dan hanya tersisa jalan tanah berbatu atau berlumpur, mobil ini masih bisa membawa penggunanya terus maju. Fitur X-Mode memberikan tiga pilihan mode berkendara, yakni Normal untuk jalanan beraspal normal, lalu mode Snow/Dirt untuk jalanan berlapis salju ringan dan jalan tanah berpasir, dan terakhir mode Deep Snow/Mud untuk jalanan berlapis salju tebal atau lumpur.

    Semua mode berkendara ini bisa diterapkan sembari kita menikmati suara sistem audio premium besutan Harman/Kardon dengan 11 pelantang suara (speaker) dan merasakan kelapangan dengan atap kaca panoramic sunroof yang bisa dibuka.

    Secara umum, mobil seharga Rp 735.500.000 (on the road, Jabodetabek) ini memiliki kemampuan yang mumpuni di balik tampilannya yang simpel. Jika Anda orang yang tak mau tampil mencolok, tidak neko-neko, dan mementingkan kebebasan bergerak, baik dalam keseharian maupun dalam petualangan di saat liburan, mobil ini bisa jadi pilihan yang tepat.

    Parfum AXL

  • Tak Kenal Maka Tak Matcha

    Tak Kenal Maka Tak Matcha

    Matcha tengah digandrungi kaum urban kelas menengah perkotaan, khususnya generasi Z. Segala yang serba matcha kini mudah ditemui di berbagai kafe, restoran, juga kedai patiseri. Kelas-kelas kursus penyeduhan matcha juga bertebaran. Di balik segala inovasinya, tak ada salahnya mengingat kembali pada esensi matcha dalam wujud sejatinya.

    Setelah pandemi, matcha makin menjadi tren rasa yang hadir di mana-mana. Berbagai kudapan manis yang viral menyertakan elemen matcha. Matcha sebagai minuman populer jarang ditawarkan secara tunggal. Umumnya dipadukan dengan bahan lainnya, seperti susu dan buah-buahan.

    Kreasi beragam matcha bisa ditemukan di toko roti dan kue, seperti kafe Fragments di Ashta District 8, Jakarta. Setiap gelas matcha latte, misalnya, dibanderol Rp 60.000. Matcha paling ekonomis, usucha, bisa dicicipi dengan harga Rp 55.000. Sementara, matcha jeju tangerine yang menyuguhkan kekhasan ”Negeri Ginseng” dijual seharga Rp 70.000.

    Ryan Kim, pemilik Fragments yang berasal dari Korea Selatan, memadukan matcha dengan cheong atau sirup dari fermentasi buah dan gula khas Korea. ”Sejak masih tinggal di Korsel, aku cinta banget sama matcha. Semula, aku melihat orang Indonesia tidak begitu menyukainya. Di Jepang dan Korsel, sejak dulu selalu populer,” ujar chef Ryan.

    Dia amat gembira mendapati animo masyarakat Indonesia sangat tinggi untuk menikmati matcha selama beberapa tahun ini. Sejak dua bulan lalu, akhirnya Kim turut mencantumkan menu minuman matcha di Fragments. Menurut dia, tren dari luar negeri kerap menyebar dengan cepat di Indonesia, sehingga tak heran menu matcha di Fragments selalu ludes diburu konsumen. Tingginya minat itu belum sebanding dengan ketersediaan stok.

    Membuat matcha itu butuh ketenangan. Harus ”mindful” dan hadir-penuh dalam setiap langkah. Saya ajarkan ”step by step”, supaya peserta benar-benar fokus dan tidak terburu-buru. Matcha itu bukan hanya minuman tren, melainkan sebuah ritual dengan sejarah panjang di Jepang.

    ”Kebetulan, sedang langka karena cuaca di negara asalnya kurang baik. Sekarang, sudah sedikit mendingan,” ucapnya.

    Di Korsel, Pulau Jeju dikenal dengan teh hijaunya yang berkualitas. Banyak wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Korsel sehingga memicu maraknya konsumsi matcha. Setelah kembali ke Tanah Air, minuman yang mereka nikmati di kafe saat melancong kemudian dicari lagi. ”Mungkin juga drakor dan K-pop bikin matcha semakin dikenal meski komoditas Jepang masih lebih populer daripada Korsel,” ucapnya.

    Belajar menyeduh

    Menikmati matcha kini tidak sebatas mendatangi kafe atau restoran berbasis matcha. Banyak penggemar matcha berupaya lebih jauh untuk bisa meraciknya sendiri di rumah. Perlengkapan untuk menyeduh matcha juga banyak dijual lewat lokapasar. Namun, untuk menyeduh dengan benar, kursus singkat penyeduhan matcha menjadi magnet berikutnya.

    Salah satunya kursus singkat yang diadakan Obi Matcha dan restoran La Balena di Jakarta, Sabtu (13/9/2025). Di sana, peserta tak hanya belajar teknik menyeduh matcha yang tepat, tetapi juga memahami filosofi di balik tradisi minum teh di Jepang.

    Pendiri Obi Matcha, Olivia Budiono, menggunakan matcha impor dari Yame, di Prefektur Fukuoka, Jepang, dengan tingkatan ceremonial atau kualitas tinggi yang digunakan dalam upacara minum teh Jepang (chanoyu). Dia dan rekannya pernah menimba ilmu tentang matcha selama 6 bulan dengan seorang sensei profesor teh di Jepang.

    Ia berharap peserta tak hanya menikmati rasa matcha, tetapi juga memahami esensi di baliknya. ”Harapan saya, setelah ikut workshop ini, peserta bisa bikin matcha dengan cara tradisional di rumah. Setiap kali mereka bikin, hasilnya tetap konsisten dan sesuai, bukan asal-asalan,” ujarnya.

    Olivia Djajadi, seorang instruktur, mengajarkan tahap demi tahap penyeduhan matcha. Semua dilakukannya dengan sangat hati-hati, dari menuang dan menyaring 1-2 sendok teh bubuk matcha (3-4 gram), menuangkan air panas 60 mililiter dengan suhu 80 derajat celsius secara perlahan, lalu mengaduknya dengan chasen (whisk dari bambu) dengan gerakan M atau W sampai berbusa dan larut sempurna. Selanjutnya, jika ingin dijadikan matcha latte bisa ditambahkan pemanis atau susu.

    ”Membuat matcha itu butuh ketenangan. Harus mindful dan hadir-penuh dalam setiap langkah. Saya ajarkan step by step, supaya peserta benar-benar fokus dan tidak terburu-buru. Matcha itu bukan hanya minuman tren, melainkan sebuah ritual dengan sejarah panjang di Jepang,” kata Olivia.

    Lokakarya matcha seperti ini memperkaya pengetahuan para penikmatnya. Dari yang awalnya membeli minuman di kafe, kini mendalami teknik penyeduhannya. Seperti Alisha Oceani, peserta lokakarya, terlihat amat antusias memperhatikan tahapan penyeduhan. Sudah lama dia menyukai matcha, tetapi baru kali ini mengikuti kelas penyeduhan teh.

    ”Seru banget, peralatannya lengkap dan penjelasannya detail. Aku sudah pernah bikin matcha di rumah, tapi setelah ikut ini, aku jadi lebih paham prosesnya. Sekarang aku jadi pengen level up peralatan yang kupakai, nggak cuma yang dibeli di marketplace biasa,” ungkap Alisha.

    Mengutip sebuah artikel di Forbes, di kalangan gen Z matcha tidak lagi dibingkai sebagai makanan sehat, melainkan juga menjadi semacam performance sosial. Dengan membuatnya sendiri di rumah atau membawanya ke ruang publik menjadi ritual pribadi yang sekaligus berfungsi sebagai penanda sosial. Momen tersebut ketika dibagikan di media sosial lantas seolah menjadi simbol tersendiri.

    Matcha sejati

    Kehadiran kafe-kafe berbasis matcha turut memperkenalkan minuman ini secara luas. Namun, jangan pernah samakan teh hijau matcha dengan teh hijau biasa. Keduanya berbeda dari bagian yang dikonsumsi. Belum tentu matcha yang digunakan memiliki kualitas baik dan murni.

    Konsumsi matcha yang murni berarti kamu mengonsumsi seluruh bagian daun tehnya, bukan hanya ekstraknya. Jadi, kalau kualitas daun tehnya bagus dan asli, tubuhmu sudah cukup mendapatkan manfaat hanya dari konsumsi satu hingga dua kali seminggu.

    Sensei of Chado dari Urasenke Tankokai Indonesia Suwarni Widjaja mengatakan, tidak mudah untuk membedakan matcha yang asli dan sudah campuran dari fisik dan rasa. Menurutnya penting untuk dipahami agar tren gaya hidup yang berkembang selaras dengan pemahaman terhadap kualitas dan manfaat dari matcha itu sendiri.

    Urasenke merupakan salah satu dari tiga aliran utama upacara minum teh di Jepang. Urasenke Tankokai Indonesia adalah cabang organisasi urasenke di Jepang yang melestarikan dan mempromosikan chado. Di balik chado yang berarti ”jalan teh”, sebenarnya berakar pada filosofi Buddhisme Zen yang menekankan pada kesadaran melalui meditasi. Upacara minum teh adalah medium disiplin spiritual dan estetika dalam perjalanan penyempurnaan diri.

    Konsumsi matcha secara murni, ditekankan Suwarni, tidak perlu dilakukan setiap hari. Untuk mendapatkan manfaatnya cukup menggunakan sekitar satu hingga dua gram per takaran. Murni yang dimaksud adalah tidak menambahkan bahan pemanis atau lainnya ke dalamnya. Hanya air panas dan bubuk teh hijau matcha.

    ”Konsumsi matcha yang murni berarti kamu mengonsumsi seluruh bagian daun tehnya, bukan hanya ekstraknya. Jadi, kalau kualitas daun tehnya bagus dan asli, tubuhmu sudah cukup mendapatkan manfaat hanya dari konsumsi satu hingga dua kali seminggu,” ucapnya.

    Dalam wujud sejatinya, matcha mengandung antioksidan yang berfungsi untuk menangkal radikal bebas dan berpengaruh terhadap metabolisme tubuh. Sejumlah studi dan artikel ilmiah menunjukkan manfaat matcha bisa didapatkan saat seseorang mengonsumsi bubuk matcha yang berkualitas.

    Konsumsi teh hijau, telah lama menjadi bagian tradisi China. Kemudian berkembang ke Jepang. Di sana, penyeduhan matcha merupakan simbol kesederhanaan dan penghormatan terhadap tradisi kehidupan. Dalam chanoyu, pemilihan jenis matcha yang digunakan tidak boleh menggunakan tingkatan biasa, harus menggunakan yang kualitas tinggi dan asli.

    Menurut Suwarni, matcha yang asli memiliki warna hijau yang khas dan rasa otentik, berbeda dengan grade biasa. Ada beberapa merek yang digunakan untuk sekolah teh Urasenke, yakni Marukyu Koyamaen, Kambayashi, dan Ippodo. Ketiga merek itu memiliki sejarah panjang produksi teh, yang di antaranya dikenal sebagai pemasok teh hijau resmi untuk keluarga kaisar Jepang.

    Ketika mengetahui tradisi dan budaya asalnya, matcha mengajarkan kita untuk kembali pada yang alami bukan sekadar ramai dibicarakan. Saat ini, minat untuk belajar matcha meningkat pesat di Urasenke Indonesia. Materi yang diajarkan mulai dari penghormatan hingga latihan terstruktur.

    Kelas ini bersifat seumur hidup karena belajar matcha dianggap sebagai bagian proses tanpa akhir. Bahkan, seorang sensei teh seperti Suwarni pun masih terus belajar agar pengetahuannya tidak stagnan.

    ”Murid baru terus bertambah setiap bulan, termasuk dari Jepang. Jumlahnya meningkat sampai 3 kali lebih banyak dibanding tahun 2023,” ujar Suwarni.

    Tren global

    Tren matcha tidak hanya melanda Indonesia, tetapi juga dunia. Mengutip data Grand View Research, perusahaan konsultan dan riset pasar berbasis di Amerika Serikat, pasar matcha global diperkirakan mencapai 4,3 miliar dollar AS pada tahun 2023 dan diproyeksikan mencapai 7,43 miliar dollar AS pada tahun 2030 dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 7,9 persen dari tahun 2024 hingga 2030.

    Tingginya minat terhadap matcha itu tak sebanding dengan pasokannya yang cenderung stagnan. Tak heran, seperti diulas di salah satu artikel di BBC, di Jepang saja misalnya, pembeli matcha di berbagai toko kerap dibatasi hanya satu atau dua kemasan saja per orang.

    Popularitas matcha di panggung global diduga terkait dengan meledaknya turisme di Jepang pascapandemi. Seiring melemahnya mata uang yen, Jepang menjadi destinasi turis mancanegara yang menarik. Dampak ikutannya, segala terkait komoditas Jepang seperti matcha pun diminati. Apalagi selebritas Hollywood seperti Gwyneth Paltrow, Kylie Jenner, Rihanna, hingga Brad Pitt pun menggemari matcha.

    Pada tahun 2023, negara-negara di Asia Pasifik mendominasi pasar global matcha sebesar 57,76 persen. Grand View Research menyebutkan, pasar matcha di Amerika Serikat dan Eropa menjadi pangsa pasar yang substansial pada tahun 2023. Hal ini salah satunya disebabkan kesadaran masyarakat terhadap manfaat kesehatan dari matcha. Dunia tengah menghijau, bukan oleh hutan, tapi matcha.

    Parfum AXL

  • Mengenal Diana Kusumastuti, Arsitek Perempuan di Balik Megaproyek IKN yang Kini Menjabat Wakil Menteri PU

    Mengenal Diana Kusumastuti, Arsitek Perempuan di Balik Megaproyek IKN yang Kini Menjabat Wakil Menteri PU

    Jakarta – Dalam susunan Kabinet Merah Putih, terdapat sejumlah tokoh perempuan yang dipercaya mengisi jabatan strategis.

    Salah satunya adalah Ir. Diana Kusumastuti, M.T. yang resmi dilantik oleh Presiden RI, Prabowo Subianto pada 21 Oktober 2024 sebagai Wakil Menteri (Wamen) Pekerjaan Umum.

    Sosok Diana sendiri dikenal luas sebagai birokrat senior yang telah lama berkecimpung di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Ia juga pernah menjadi ‘anak buah’ Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono di technology Presiden Joko Widodo.

    Dengan karier panjang, dedikasi, dan segudang prestasi, Diana Kusumastuti membuktikan bahwa perempuan bisa menjadi motor penggerak pembangunan bangsa.

    Lantas, siapa sebenarnya Diana Kusumastuti dan bagaimana sepak terjang kariernya hingga dipercaya mendampingi menteri di kabinet?

    Latar Belakang Pendidikan

    Dikutip dari Kumparan, Diana lahir di Surakarta pada Juli 1967. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di bidang Teknik Arsitektur di Universitas Diponegoro, Semarang, pada tahun 1991.

    Perjalanan akademiknya berlanjut ke Institut Teknologi Bandung (ITB), tempat ia menempuh magister Teknik Studi Pembangunan hingga lulus pada 2004.

    Tak hanya itu, Diana juga tercatat mengikuti Diklat Kepemimpinan Tingkat II sebagai bagian dari pengembangan kapasitas aparatur negara.

    Jejak Karier di Kementerian PUPR

    Sebelum masuk birokrasi, Diana sempat bekerja di perusahaan kontraktor dan menjadi konsultan inside. Kariernya di Kementerian PUPR sendiri dimulai pada tahun 1993 melalui Direktorat Bina Program.

    Dikutip dari Tribunnews, Diana kemudian dipercaya menangani berbagai sub-direktorat, antara lain Program Rencana Jangka Menengah, Program Air Minum dan Penyehatan Lingkungan, serta Program Tata Bangunan dan Lingkungan Permukiman.

    Beberapa tugas penting yang pernah diemban Diana Kusumastuti antara lain memimpin pembangunan venue Asian Video games di Jakarta dan Palembang, melakukan revitalisasi Stadion Manahan Solo, serta merehabilitasi sejumlah bangunan cagar budaya seperti Masjid Istiqlal Jakarta, Pasar Johar Semarang, dan Pasar Atas Bukittinggi.

    Diana juga pernah terlibat dalam penataan 8 destinasi pariwisata tremendous prioritas dan menjalankan program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) di daerah 3T, yang menunjukkan peran strategisnya dalam pembangunan infrastruktur nasional.

    Kemudian, pada 2019, Diana menjabat sebagai Direktur Bina Penataan Bangunan. Setahun kemudian, ia dipercaya menjadi Direktur Jenderal Cipta Karya (2020–2024).

    Dalam posisi ini, Diana memainkan peran sentral dalam pembangunan infrastruktur nasional, termasuk mengelola anggaran proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

    Parfum AXL

  • Profil Cathy Sharon dan Perjalanan Kariernya dari Panggung Hiburan ke Dunia Bisnis

    Profil Cathy Sharon dan Perjalanan Kariernya dari Panggung Hiburan ke Dunia Bisnis

    Jakarta – Cathy Sharon dikenal sebagai salah satu artis yang memiliki pesona awet muda. Di usia 42 tahun, kakak dari Julie Estelle ini tetap tampil menawan dengan gaya model yang selalu trendi dan relevan dengan perkembangan zaman.
    Tak hanya soal penampilan, Cathy juga menjadi sosok yang menginspirasi banyak orang lewat perjalanan kariernya. Ia memulai langkah di dunia hiburan, lalu perlahan merambah ke ranah bisnis dan berhasil menunjukkan konsistensi serta ketekunan dalam setiap peran yang dijalaninya.
    Berikut ini Olenka rangkum dari berbagai sumber, Rabu (1/10/2025), untuk mengenal lebih lanjut sosok dan perjalanan karier Cathy Sharon.

    Profil dan Kehidupan Pribadi
    Catherine Sharon Gasnier, atau yang lebih akrab dikenal dengan Cathy Sharon, lahir pada 8 Oktober 1982. Dalam hitungan hari, usianya akan genap 43 tahun. Ia merupakan anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Thierry Gasnier dan Hilda Limbara.
    Dari sang ayah, Cathy mewarisi darah Prancis, sementara sang ibu yang berasal dari Sulawesi Tengah memberikan sentuhan Indonesia dalam garis keturunannya. Ia juga memiliki dua adik perempuan yang tak kalah dikenal, yakni Julie Estelle dan Charlotte Christie.

    Parfum AXL

  • Jerawat Datang Lagi? Yuk, Kenali Penyebab & Solusi Ampuhnya!

    Jerawat Datang Lagi? Yuk, Kenali Penyebab & Solusi Ampuhnya!

    Jakarta – Banyak yang mengira jerawat hanya masalah remaja atau hormon yang akan hilang seiring waktu. Padahal, jerawat bisa muncul di berbagai usia dan menjadi salah satu alasan utama orang mencari bantuan dermatolog. Untuk menghentikan siklusnya, jerawat perlu dipahami sebagai masalah kulit berulang yang memerlukan penanganan tepat.
    “Di Indonesia, jerawat masih jadi masalah kulit nomor satu. Sekitar 58% masyarakat mengalaminya dalam setahun terakhir. Lebih dari 20 juta remaja usia 15–20 tahun tercatat memiliki jerawat, sementara di usia 20-an hingga 40-an prevalensinya masih tinggi. Faktor pemicu bervariasi, mulai dari hormon, stres, hingga lingkungan. Jika dibiarkan, dampaknya bukan hanya pada kulit, tapi juga kepercayaan diri dan kehidupan sosial,” jelas Pandu rodjonegoro, Advertising and marketing Director, L’Oréal Dermatological Attractiveness Indonesia.
    Jerawat erat kaitannya dengan terganggunya pores and skin barrier, lapisan pelindung kulit terluar. Kekurangan ceramide, komponen penting pores and skin barrier, dapat membuat kulit kering, meradang, hingga rentan terhadap polusi.
    dr. Vidyani Adiningtyas, Sp. DVE, menekankan pentingnya menutrisi kulit dengan ceramide 1, 3, dan 6-II sesuai kebutuhan, serta memilih produk dengan teknologi pelepasan bertahap agar kulit tetap terhidrasi, lembap, dan terlindungi sepanjang hari.

    Kalau kamu butuh solusi perawatan jerawat yang lembut sekaligus menjaga kekuatan pores and skin barrier, CeraVe menghadirkan Blemish Regulate Vary.
    Rangkaian skin care ini dikembangkan bersama para dermatolog, diformulasikan dengan tiga jenis ceramide esensial serta teknologi MVE yang membantu meredakan jerawat sambil memperkuat lapisan pelindung kulit. Koleksinya terdiri dari tiga produk utama yang aman digunakan untuk kulit sensitif maupun rentan berjerawat.
    “Selain menghadirkan lini produk terbaru, CeraVe menghadirkan CeraVe Zits Academy, sebuah inisiatif edukasi yang bertujuan memberikan pemahaman tentang pentingnya merawat kulit berjerawat dan pores and skin barrier, sekaligus meluruskan berbagai mitos seputar skin care untuk acne-prone pores and skin. Di CeraVe Zits Academy, pengunjung dapat mengikuti beragam aktivitas menarik, mulai dari pores and skin test dan konsultasi, video games interaktif untuk mengetahui mitos dan fakta tentang jerawat, hingga mengenal lebih dalam rangkaian produk CeraVe serta formulasi di baliknya,” pungkas Pandu.

    Parfum AXL

  • Rayakan Satu Dekade, Sociolla Hadirkan Ok-BeautyLand di Jakarta dengan Beragam Promo Menarik

    Rayakan Satu Dekade, Sociolla Hadirkan Ok-BeautyLand di Jakarta dengan Beragam Promo Menarik

    Jakarta – Sebagai bagian dari perayaan satu dekade Sociolla, Sociolla mempersembahkan Ok-BeautyLand 2025 yamg akan berlangsung di Laguna Atrium, Central Park pada 1-5 Oktober 2025. Kegiatan ini merupakan wujud dari komitmen Sociolla dalam menghadirkan pengalaman kecantikan yang relevan dengan kebutuhan para konsumen.
    SVP Advertising Operations Social Bella, Ghea Yantra, mengungkapkan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar pameran kecantikan. Melalui kegiatan ini, Sociolla ingin memberikan pengalaman berbelanja seperti di Korea, mulai dari suasana belanja, hiburan, hingga aktivitas menarik lainnya.
    “Sociolla Ok-BeautyLand merupakan tournament yang menawarkan pelanggan untuk menemukan berbagai produk-produk dari Korea dan bisa mencobanya secara langsung. Ada berbagai keseruan menarik yang dapat dirasakan pengunjung, seperti promo, diskon, dan new launches,” ungkapnya dalam Ok-BeautyLand, Kamis (2/10/2025), Jakarta.

    Melalui Ok-BeautyLand, para pengunjung dapat merasakan pengalaman singkat berlibur ke Korea dengan atmosfer khas daerah populer, seperti Seongsu, Gangnam, hingga Hongdae. Dengan berbagai aktivitas yang seru dan menarik, seperti merchandising device virtual good looks blind field, freebies, hingga permainan asal Korea di beberapa sales space yang ada.
    Rangkaian Seru di Sociolla Ok-BeautyLand

    Pamper in Hanok Area (Seongsu-Impressed)

    Hadir instalasi AMORE PACIFIC yang membuat para pengunjung merasakan sensasi berada di Korea. Tak hanya itu, para pengunjung dapat menikmati fast pampering carrier menggunakan rangkaian produk top rate dari AMOREPACIFIC serta kesempatan mengikuti fortunate draw dengan hadiah eksklusif, dan berbagai video games seru.

    Skin care District – Gan Glow (Gangnam-Impressed)

    Menawarkan pengalaman seperti menelusuri Gangnam District, kawasan yang dikenal sebagai surganya kecantikan. Space ini menghadirkan rekomendasi skin care terbaik untuk berbagai kebutuhan kulit. Di sini, pengunjung juga dapat mencoba aktivitas menarik seperti pores and skin test UV test, hingga kesempatan bertemu dengan good looks content material writer favorit.

    Make-up District (Hongdae-Impressed)

    Menghadirkan nuansa yang sama seperti di Hongdae, pengunjung dapat mencoba berbagai make-up dan menemukan gaya yang paling sesuai. Keseruan space ini bertambah dengan hadirnya layanan make-up contact up, private colour research, DIY product customization, hingga product engraving untuk menambah personalisasi pada produk yang telah dibeli.

    Non-public Care District – Nam Zen (Namsan-Impressed)

    Terinspirasi dari keindahan Namsan yang memiliki suasana alami. Space ini menghadirkan rangkaian hair care, frame care, dan private care. Para pengunjung dapat mencoba aktivitas menarik seperti scalp test dan hair do.

    Beragam promo turut hadir untuk melengkapi keistimewaan kegiatan ini. Terdapat diskon hingga 90%, Purchase 1 Get 1, flash sale di jam tertentu setiap hari, voucher eksklusif, hingga freebies bernilai Rp500 juta. Tak hanya itu, anggota SOCO yang terdaftar berkesempatan memperoleh good looks blind field melalui virtual merchandising device dengan menukarkan minimum 50 SOCO Issues di aplikasi SOCO.
    Kehadiran Perdana SungBoon Editor di Indonesia di Sociolla Ok-BeautyLand
    Dalam rangkaian Sociolla Ok-BeautyLand, SungBoon Editor, emblem skin care asal Korea Selatan, menandai debutnya di Indonesia. Mengusung filosofi “Just right Aspect, Particular Impact, Day by day Utilization”, nama SungBoon memiliki arti uncooked aspect yang mencerminkan not anything pointless, the whole thing intentional.
    Emblem ini dikenal sebagai Best Sluggish Growing old Emblem dengan sejumlah pencapaian world, mulai dari Inexperienced Tomato Pore Lifting Ampoule yang telah terjual lebih dari 6 juta unit di Korea, hingga Deep Collagen Masks yang berhasil meraih posisi nomor satu di Amazon AS
    Setiap produknya diformulasikan dengan hero components yang dipatenkan, mulai dari Inexperienced Tomato untuk membantu perawatan pori, Apple Peel untuk memperhalus tekstur kulit, Collagen untuk menjaga elastisitas, hingga Grape Vita C dan Silk Peptide untuk mencerahkan serta memperkuat kulit. Formulasi ini efektif menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia yang menghadapi tantangan kulit di iklim tropis.

    Parfum AXL

  • Perjalanan Karier Luna Allegra: dari Golden Tiket Idol Junior ke Ratu-Ratu Queens

    Perjalanan Karier Luna Allegra: dari Golden Tiket Idol Junior ke Ratu-Ratu Queens

    Jakarta – Perjalanan karier Luna Allegra di dunia hiburan Indonesia adalah kisah konsistensi seorang remaja yang kini dikenal sebagai aktris cilik. Dari sekadar wajah blasterannya yang terpampang di iklan televisi hingga kini tampil di layar international Netflix, Luna terus menunjukkan bahwa bakat dan kerja keras bisa berjalan beriringan.
    Nama Luna pertama kali mencuri perhatian publik ketika ia ikut serta dalam Indonesian Idol Junior tahun 2018. Kala itu, usianya baru 4,5 tahun, namun keberaniannya di panggung membuat juri terkesan hingga menghadiahinya golden price ticket.

    Momen tersebut menjadi pintu masuk besar yang membawa Luna keluar dari dunia modeling dan iklan menuju panggung hiburan nasional. Sejak saat itu, sosoknya dikenal dengan penampilan percaya diri, ekspresi herbal, dan pesona khas seorang anak kecil yang tulus mencintai seni.
    Tonggak penting datang pada 2023 saat Luna dipercaya membintangi movie horor Suzzanna: Malam Jumat Kliwon. Meski masih belia, ia mampu beradaptasi dengan disiplin ketat perfilman, membuktikan bahwa dirinya tak hanya mengandalkan wajah imut, melainkan juga keseriusan dalam berakting.

    Dua tahun berselang, kesempatan besar kembali datang lewat perannya sebagai Eva di Ratu-Ratu Queens: The Sequence, sebuah prekuel yang ditayangkan Netflix.
    Dalam serial tersebut, Luna dituntut untuk memperlihatkan konsistensi karakter dengan nuansa emosional yang mendalam—rindu, rasa ingin diterima, hingga perasaan tidak aman ketika hidup di tengah dua budaya. Kemampuan itu membuat tokoh Eva hadir dengan lapisan emosional yang menyentuh, sekaligus menambah relevansi cerita dengan pengalaman banyak remaja.

    Beradu akting dengan para aktor senior, Luna juga menunjukkan profesionalismenya dengan all out dan mampu beradaptasi. Di luar layar pun, Luna tak berhenti berkarya.
    Kini ia duduk di bangku kelas 1 SMP dan juga aktif sebagai anggota Glitter, sebuah lady crew dengan penampilan energik dan kreatif. Lewat grup ini, Luna belajar disiplin, menjaga konsistensi performa, serta mengasah kerja sama tim.

    Selain itu, dukungan keluarga pun semakin memperkuat rasa percaya dirinya. Lahir dari Ibu yang berdarah Indonesia dan Ayah berdarah Jerman membuatnya mampu menyeimbangkan dunia remaja dengan karier hiburan yang terus berkembang.
    Tak hanya mengandalkan bakat seni, Luna dikenal sebagai sosok multitalenta dengan kemampuan berbahasa yang menonjol. Fasih dalam lima bahasa, yakni Indonesia, Inggris, Prancis, Jerman, dan Jepang. Rasa ingin tahu yang besar dan kemandiriannya menjadi modal penting dalam membentuk pribadi yang matang di usia muda.

    Kini, setelah menapaki jalur panjang sejak idola cilik hingga panggung internasional, Luna Allegra hadir sebagai ikon remaja yang tak hanya berbakat, tetapi juga inspiratif. Perjalanannya membuktikan bahwa ketekunan dan keberanian mencoba hal baru adalah kunci utama untuk melangkah jauh di dunia hiburan.

    Parfum AXL

  • Putri Habibie Dorong Pangan Sehat dengan Sentuhan Tren International-Lokal

    Putri Habibie Dorong Pangan Sehat dengan Sentuhan Tren International-Lokal

    Olenka, Jakarta – Sebagai Wisma Habibie & Ainun Circle of relatives Ambassador, Passionate Homecook, Content material Writer sekaligus pemilik Girl B Cooking Classchef, Putri Habibie tak hanya berbicara soal dapur dan resep masakan.
    Ia juga aktif mendorong kesadaran tentang pentingnya pola makan sehat, integrasi pangan lokal, hingga peran konten virtual dalam membentuk perilaku masyarakat, khususnya ibu dan keluarga muda di generation virtual.
    Ketika ditanya tentang pengaruh tren world dan lokal terhadap cara pandangnya, Putri menegaskan bahwa keduanya memiliki peran besar dalam mengubah kebiasaan konsumsi masyarakat.
    “Aku sih sendiri sangat berharap tren world yang sedang berjalan ini bisa membawa dampak positif. Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, marketplace kita sekarang nilainya melambung tinggi, terutama untuk meals and diet. Tapi masih banyak pekerjaan rumah bagi kita,” ungkap Putri, saat menjadi panelis di acara diskusi ‘The Long run of Child Meals’ yang digelar Accelerice Indonesia bersama Kalbe Nutritionals, di Wisma Habibie & Ainun, Jakarta Selatan, Kamis (2/10/2025)
    Lebih jauh, Putri pun melihat semakin banyak orang yang ingin tahu lebih banyak tentang gizi, pola makan sehat, dan manfaat kesehatan itu sendiri.
    “Kalau dulu orang hanya makan sayur seadanya, sekarang sudah mulai memikirkan gizi seimbang. Nah, ketika bicara tren lokal, pangan kita sebenarnya sangat kaya. Harapanku ada adaptasi dan integrasi antara tren world dengan potensi lokal. Sehat itu tidak selalu harus salmon atau produk impor. Ikan lokal atau bahan pangan yang tumbuh di halaman rumah pun bisa memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga,” jelasnya.

    Peran Konten dalam Edukasi
    Sebagai seorang chef sekaligus content material writer, Putri menilai platform virtual memberi ruang baru untuk menyebarkan edukasi kesehatan dan nutrisi.
    “Aku senang banget dengan kehadiran platform-platform ini. Sekarang ada perubahan besar dalam cara orang menerima informasi. Kalau dulu masih terikat tradition tertentu, sekarang yang disukai adalah sesuatu yang lebih relatable. Neighborhood is extra cherished,” tuturnya.
    Putri juga menyoroti pergeseran kepercayaan publik dari figur besar atau KOL (Key Opinion Chief) ke KOC (Key Opinion Client) dan komunitas yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
    “Konten yang relatable itu penting. Orang merasa lebih percaya kalau ache points-nya sama, anak susah makan, price range terbatas, tantangan sehari-hari. Dari situ accept as true with terbangun, dan edukasi jadi lebih efektif. Konten yang awalnya clinical bisa dikemas menjadi existence tales, on a regular basis tales. Itu yang bikin konten sosial media bisa jadi hero untuk shaping development,” ujarnya.
    Menurut Putri, salah satu hal yang ia syukuri adalah fakta bahwa media virtual kini bukan lagi panggung eksklusif milik selebriti.
    “Yang aku suka sekali adalah sekarang bukan hanya selebriti yang bisa punya panggung. Kita bisa melihat kehidupan masyarakat secara umum, dan itu benefit besar untuk kita, para pelaku industri. Perception bisa diperoleh lebih mudah, konten bisa jadi jembatan langsung dengan marketplace,” katanya.

    Parfum AXL

  • Mengenal Sosok Marcella Zalianty dan Kiprah Kariernya Jadi Bintang Movie Tanah Air

    Mengenal Sosok Marcella Zalianty dan Kiprah Kariernya Jadi Bintang Movie Tanah Air

    Olenka, Jakarta – Dunia movie Indonesia telah melahirkan banyak aktris kenamaan yang tetap eksis hingga kini. Salah satunya adalah Marcella Zalianty, yang dikenal lewat kepiawaiannya dalam memerankan berbagai karakter hingga berhasil meraih penghargaan Pemeran Utama Wanita Terbaik di ajang Competition Movie Indonesia (FFI).
    Belum lama ini, Marcella kembali mencuri perhatian lewat aktingnya sebagai Jumiati dalam movie Sihir Pelakor yang tayang pada 30 Juli 2025. Peran ini sekaligus menandai kembalinya ia ke style horor, setelah sebelumnya lebih banyak dikenal melalui film-film drama dan sosial-politik.
    Bakat seni Marcella sendiri tak lepas dari pengaruh sang ibunda, Tetty Liz Indriati, aktris senior yang juga telah lama berkiprah di dunia perfilman. Berikut Olenka rangkum perjalanan karier Marcella Zalianty, sosok bintang movie yang namanya begitu lekat dengan industri hiburan Tanah Air, Jumat (3/10/2025).

    Profil dan Kehidupan Pribadi
    Marcella Zalianty lahir di Jakarta pada 7 Maret 1980. Ia merupakan putri dari aktris senior Tetty Liz Indriati.
    Bakat seni jelas mengalir dalam darahnya, terlebih sang adik, Olivia Zalianty, juga menapaki jalan yang sama di dunia seni peran. Memiliki keturunan Tionghoa dan Batak, Marcella tumbuh dalam pola asuhan sang ibu yang dikenal disiplin dan tegas dalam mendidik anak-anaknya.
    Meski akhirnya dikenal luas sebagai aktris papan atas, Marcella tidak melupakan pentingnya pendidikan. Ia menempuh studi S1 Ilmu Komunikasi di Universitas Pelita Harapan, lalu melanjutkan pendidikannya ke jenjang S2 dengan mengambil Ilmu Hukum di Universitas Padjadjaran serta Kebijakan Publik di Sekolah Tinggi Kepemerintahan dan Kebijakan Publik.
    Di luar karier, kehidupan pribadi Marcella juga menarik perhatian publik. Pada 29 November 2010, ia menikah dengan pembalap nasional Ananda Mikola. Dari pernikahan tersebut, pasangan ini dikaruniai dua buah hati, Kana Mahatma Soeprapto dan Ayrton Magali Sastra Soeprapto, yang melengkapi kebahagiaan keluarga kecil mereka.

    Parfum AXL

  • Mengenal Sosok Dian Sastrowardoyo, Mulai deri Perjalanan Karier hingga Fakta Menarik Si ‘Cinta’!

    Mengenal Sosok Dian Sastrowardoyo, Mulai deri Perjalanan Karier hingga Fakta Menarik Si ‘Cinta’!

    Olenka, Jakarta – Nama Dian Paramita Sastrowardoyo, atau yang lebih dikenal sebagai Dian Sastro, sudah tidak asing di telinga masyarakat Indonesia. Sejak kemunculannya di layar lebar awal 2000-an, Dian telah menjadi wajah dari banyak perubahan dalam industri hiburan Tanah Air.
    Namun, di balik pesona dan ketenarannya, ia adalah sosok perempuan yang berpendidikan tinggi, peduli terhadap isu sosial, dan mampu menyeimbangkan peran sebagai ibu, aktris, serta aktivis.
    Melalui karya-karyanya, kiprah sosialnya, dan cara ia menjalani kehidupan pribadi, Dian Sastrowardoyo telah menjadi simbol inspirasi bagi banyak perempuan Indonesia. Ia membuktikan bahwa menjadi “perempuan hebat” tidak harus meninggalkan nilai-nilai keluarga, melainkan bagaimana seorang perempuan mampu menjalani berbagai peran tersebut.

    Menjunjung Tinggi Pendidikan
    Lahir di Jakarta pada 16 Maret 1982, Dian tumbuh dalam keluarga yang sangat menghargai pendidikan. Ia merupakan cucu dari tokoh nasional Prof. Mr. Suryono Sastrowardoyo, seorang intelektual dan diplomat Indonesia.
    Lingkungan keluarganya yang sarat dengan nilai intelektualitas inilah yang kemudian membentuk cara pandangnya terhadap pentingnya ilmu pengetahuan. Sejak kecil, Dian dikenal sebagai sosok yang tekun dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap berbagai hal, terutama hal-hal yang berkaitan dengan pemikiran dan filsafat.
    Dian menyelesaikan pendidikan sarjananya di Universitas Indonesia (UI) dengan mengambil jurusan Filsafat, dan berhasil lulus pada tahun 2007. Ia kerap menyebut bahwa belajar filsafat memberinya kemampuan untuk berpikir kritis dan reflektif terhadap kehidupan.

    Tak berhenti di situ, kecintaannya terhadap dunia akademik mendorongnya untuk melanjutkan studi Magister Manajemen Keuangan di universitas yang sama, yang berhasil ia tuntaskan pada tahun 2014. Baginya, pendidikan bukan hanya tentang mendapatkan gelar, tetapi tentang memperluas wawasan dan memperdalam pemahaman diri.
    Karier Gemilang di Dunia Hiburan
    Dian memulai perjalanannya di dunia hiburan sebagai seorang fashion. Pada tahun 1996, ia menorehkan prestasi dengan menjadi pemenang Gadis Sampul, ajang bergengsi yang telah melahirkan banyak bintang muda Indonesia. Kemenangan itu membuka pintu bagi Dian untuk terjun ke dunia seni peran.
    Namun, siapa sangka, enam tahun kemudian, perannya sebagai Cinta dalam movie “Ada Apa dengan Cinta?” (AADC) akan mengubah hidupnya secara drastis dan menjadikannya ikon perfilman nasional.

    Movie yang disutradarai oleh Rudi Soedjarwo itu bukan hanya menjadi fenomena budaya, tetapi juga menandai kebangkitan sinema Indonesia di awal 2000-an. Karakter Cinta yang diperankannya menjadi karakter yang terasa nyata dan relevan bagi banyak penonton. Kesuksesan movie tersebut bahkan melampaui layar lebar, menciptakan gelombang tren baru di dunia hiburan dan fesyen kala itu.
    Selepas AADC, Dian tidak berhenti pada satu citra. Ia menantang dirinya untuk terus berkembang dengan mengambil peran-peran kompleks di berbagai movie seperti Pasir Berbisik (2001), Drupadi (2008), 3 Doa 3 Cinta (2008), 7/24 (2014), hingga Kartini (2017), di mana ia memerankan tokoh pahlawan emansipasi perempuan Indonesia.
    Lewat peran tersebut, Dian berhasil menghidupkan kembali semangat perjuangan Kartini dengan nuansa fashionable yang dekat dengan generasi masa kini. Konsistensinya dalam memilih proyek berkualitas menjadikannya salah satu aktris paling dihormati di Indonesia, dengan berbagai penghargaan bergengsi sebagai bukti pengakuan atas talentanya.
    Perempuan Trendy dan Sosok Ibu yang Inspiratif

    Meski kariernya di dunia hiburan terus bersinar, Dian tetap memprioritaskan perannya sebagai seorang ibu dan istri. Ia menikah dengan Maulana Indraguna Sutowo pada tahun 2010 dan dikaruniai dua anak, Shailendra Naryama Sastraguna Sutowo dan Ishana Ariandra Nariratana Sutowo.
    Di tengah padatnya jadwal syuting dan aktivitas sosial, Dian dikenal sebagai ibu yang aktif mendampingi tumbuh kembang anak-anaknya. Ia sering berbagi cerita tentang pentingnya pola asuh yang seimbang antara disiplin dan kasih sayang.
    Dian percaya bahwa menjadi ibu bukan berarti kehilangan jati diri atau berhenti berkarya. Sebaliknya, peran sebagai orang tua memberinya inspirasi baru dalam menjalani kehidupan. Ia juga kerap membahas bagaimana perempuan bisa tetap produktif tanpa merasa bersalah meninggalkan anak, asalkan dilakukan dengan komunikasi dan perencanaan yang baik.

    “Menjadi ibu bukan alasan untuk berhenti berkembang. Justru dari situ, kita belajar tentang makna tanggung jawab dan cinta yang sesungguhnya,” tulisnya dalam salah satu unggahan media sosialnya.
    Kepedulian Sosial dan Aktivisme
    Dian Sastrowardoyo tidak hanya bersinar di layar kaca, tetapi juga berperan aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Ia mendirikan Yayasan Dian Sastrowardoyo, yang berfokus pada pemberdayaan perempuan dan pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu.
    Melalui yayasan ini, ia memberikan beasiswa, pelatihan keterampilan, dan akses pendidikan untuk membantu menciptakan generasi muda yang lebih tangguh dan berdaya saing.

    Selain itu, Dian juga sering terlibat dalam kampanye sosial yang menyoroti isu-isu penting, seperti deteksi dini kanker, kesetaraan gender, dan kesehatan psychological. Ia berpartisipasi dalam sejumlah program kemanusiaan, termasuk kampanye literasi dan gerakan perempuan di berbagai daerah di Indonesia.
    A laugh Reality
    Di balik keseriusan dan kecerdasannya, Dian juga dikenal sebagai pribadi yang sederhana dan menyenangkan. Ia memiliki kegemaran membaca dan sering membagikan daftar buku favoritnya di media sosial.

    Beberapa bacaan favoritnya di antaranya adalah The Alchemist karya Paulo Coelho dan Guy’s Seek for That means karya Viktor Frankl — dua buku yang menurutnya mengubah cara pandangnya tentang kehidupan.
    Tak hanya itu, Dian juga dikenal sangat disiplin menjaga kesehatan tubuh dan pikiran. Ia rutin berolahraga, terutama yoga dan lari pagi, sebagai bentuk meditasi dan self-care. Di sela kesibukannya, ia juga gemar memasak untuk keluarganya dan bahkan sempat membagikan resep masakan sehat buatannya kepada para pengikutnya.
    Menariknya, Dian pernah mengaku bahwa ia bukan tipe orang yang suka berpesta atau hura-hura. Ia lebih senang menghabiskan waktu di rumah, membaca buku, atau berdiskusi tentang ide-ide besar bersama teman dekatnya. Hal ini menunjukkan bahwa di balik glamor dunia hiburan, Dian tetap mempertahankan kesederhanaan dan keaslian dirinya.

    Parfum AXL