Blog

  • Privy Siap Tadah Pendanaan Baru Tahun Depan, Jumlah Pelanggan Melonjak

    Privy Siap Tadah Pendanaan Baru Tahun Depan, Jumlah Pelanggan Melonjak

    JAKARTA — Privy, startup penyedia identitas virtual dan tanda tangan elektronik yang sah dan felony, mencatatkan lonjakan pelanggan hingga 38 kali lipat selama pada 2024 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pencapaian ini membawa perusahaan dalam jalur memperoleh pendanaan baru.

    Leader Working Officer (COO) Privy Nitin Mathur mengungkapkan dalam setahun terakhir perusahaan mencatat peningkatan jumlah klien korporasi dari sekitar 4.000 lebih perusahaan pada 2023 menjadi lebih dari 155.000 pada 2024.

    Nitin menjelaskan bahwa pertumbuhan luar biasa tersebut didorong oleh dua segmen besar yaitu klien undertaking dan bisnis kecil-menengah (UKM). Dari sisi undertaking, Privy kini melayani sekitar 5.500 perusahaan besar. Namun, kontribusi utama justru datang dari sektor UKM.

    “Pertumbuhan paling signifikan berasal dari usaha kecil dan menengah. Mereka semakin sadar akan pentingnya virtual consider, apalagi di tengah maraknya isu deepfake dan transaksi virtual yang makin kompleks,” kata Nitin di Jakarta.

    Chief Operating Officer (COO) Privy Nitin Mathur
    Leader Working Officer (COO) Privy Nitin Mathur

    Salah satu faktor pendorong utama pertumbuhan tersebut, kata Nitin, adalah kerja sama dengan pemerintah. Privy menjadi mitra eksklusif dalam platform e-catalogue dan e-procurement nasional, yang memungkinkan pelaku bisnis skala kecil hingga menengah untuk mengadopsi layanan Privy secara masif.

    Nitin menekankan kehadiran Privy bukan sekadar wacana teknologi, melainkan menjawab masalah nyata berupa pemalsuan identitas melalui tanda tangan virtual. Pemalsuan ini turut berkontribusi atas sejumlah aktivitas ilegal yang tercatat merugikan negara hingga Rp142 triliun.

    “Kami menyelesaikan masalah serius. Virtual consider kini menjadi kebutuhan utama hampir di setiap transaksi bisnis. Itulah mengapa permintaan terhadap otoritas sertifikasi dan tanda tangan virtual melonjak pesat,” ujarnya.

    Pendanaan Baru di Depan Mata

    Privy terakhir kali menggalang pendanaan seri C pada 2022 sebesar Rp746 miliar dari investor world termasuk KKR dan Ventura Capital asal Amerika Serikat. Nitin menegaskan bahwa saat ini perusahaan kembali dalam proses untuk mengamankan putaran pendanaan berikutnya.

    “Kami telah bertemu dengan investor kami, dan sedang aktif menjajaki putaran pendanaan baru. Targetnya, kami bisa mendapatkan komitmen time period sheet pada akhir tahun ini, dengan rencana transaksi dan pencairan dana awal tahun depan,” jelasnya.

    Pendanaan baru ini, kata Nitin, akan digunakan untuk menopang ekspansi bisnis dan memperkuat ekosistem kepercayaan virtual di Indonesia.

    Parfum AXL

  • Lenovo Beberkan Strategi Investasi untuk Percepat Adopsi AI Indonesia

    Lenovo Beberkan Strategi Investasi untuk Percepat Adopsi AI Indonesia

    JAKARTA  — Lenovo, perusahaan teknologi asal China, berkomitmen memperkuat kehadirannya di Indonesia melalui strategi investasi jangka pendek, menengah, dan panjang yang menyasar percepatan adopsi kecerdasan buatan (AI), pembangunan ekosistem virtual, serta keberlanjutan.

    Government Director CAP & ANZ Infrastructure Answers Staff (ISG) Lenovo Kumar Mitra mengatakan Indonesia memiliki potensi besar dalam transformasi virtual, khususnya di sektor yang mengandalkan adaptasi AI untuk mendorong efisiensi bisnis.

    Pendekatan investasi Lenovo tidak hanya berorientasi pada produk, tetapi juga pada kepercayaan jangka panjang, peningkatan keterampilan, serta kontribusi terhadap goal ekonomi virtual nasional.

    Dalam rencana investasi jangka pendek, Lenovo menekankan percepatan implementasi AI melalui solusi AI Rapid Get started, sebuah program yang memungkinkan perusahaan memulai proyek AI secara cepat dengan biaya lebih efisien, sekaligus memberikan hasil nyata yang bisa ditingkatkan skalanya seiring waktu.

    “Kami ingin membantu perusahaan di Indonesia agar tidak ragu memulai perjalanan AI. AI Rapid Get started memberikan fondasi yang tepat tanpa proses yang kompleks,” kata Kumar kepada Bisnis, Senin .

    Sementara itu untuk rencana jangka menengah, Lenovo akan memperkuat kolaborasi dengan mitra lokal, termasuk Unbiased Device Seller (ISV), device integrator, dan penyedia layanan cloud. Strategi ini dirancang untuk memperluas profesional services and products Lenovo serta mendukung inisiatif alih keterampilan tenaga kerja Indonesia agar lebih siap menghadapi tren AI.

    Government Director CAP & ANZ Infrastructure Answers Staff (ISG) Lenovo Kumar Mitra

    Kumar menambahkan salah satu faktor penting yang ditawarkan Lenovo adalah type konsumsi fleksibel melalui platform TruScale. Dengan sistem ini, perusahaan dapat mengakses infrastruktur dan kemampuan AI sesuai kebutuhan tanpa harus mengeluarkan investasi awal yang besar, sesuatu yang kerap menjadi hambatan utama bagi bisnis menengah di Indonesia.

    Ke depan, Lenovo menegaskan akan terus memperluas portofolio yang mencakup PC, infrastruktur, komputasi edge, hingga high-performance computing (HPC). Dimensi keberlanjutan juga menjadi pilar utama dalam strategi jangka panjang Lenovo.

    Teknologi pendingin hemat energi Neptune serta praktik ekonomi sirkular diproyeksikan menjadi solusi yang tidak hanya mendukung efisiensi perusahaan, tetapi juga tujuan lingkungan Indonesia yang lebih hijau.

    Dengan pendekatan bertahap ini, Lenovo berharap dapat memperkuat posisinya sebagai mitra utama transformasi virtual Indonesia, sekaligus mendorong adopsi AI dan keberlanjutan yang sejalan dengan time table pemerintah maupun kebutuhan industri.

    “Bagi Lenovo, Indonesia adalah pasar strategis. Kami tidak hanya ingin menghadirkan teknologi, tetapi juga membangun kepercayaan, memastikan keberlanjutan, dan mendukung visi ekonomi virtual nasional,” kata Kumar.

    Kumar mengatakan berdasarkan studi Lenovo bersama IDC, 65% organisasi di Indonesia memprioritaskan type hybrid atau on-prem untuk beban kerja AI, karena faktor keamanan knowledge, latensi, dan kepatuhan. Di Indoneisa, lanjutnya, kebutuhan ini semakin relevan mengingat transformasi virtual yang cepat di sektor perbankan, manufaktur, hingga ritel.

    “Lenovo melihat peluang besar untuk membantu perusahaan membangun fondasi AI yang kuat mulai dari knowledge control, governance, hingga infrastruktur virtual yang andal,” kata Kumar.

    Parfum AXL

  • Lenovo Beberkan Strategi Investasi Berjenjang untuk Percepat Adopsi AI Indonesia

    Lenovo Beberkan Strategi Investasi Berjenjang untuk Percepat Adopsi AI Indonesia

    JAKARTA  — Lenovo, perusahaan teknologi asal China, berkomitmen memperkuat kehadirannya di Indonesia melalui strategi investasi jangka pendek, menengah, dan panjang yang menyasar percepatan adopsi kecerdasan buatan (AI), pembangunan ekosistem virtual, serta keberlanjutan.

    Govt Director CAP & ANZ Infrastructure Answers Staff (ISG) Lenovo Kumar Mitra mengatakan Indonesia memiliki potensi besar dalam transformasi virtual, khususnya di sektor yang mengandalkan adaptasi AI untuk mendorong efisiensi bisnis.

    Pendekatan investasi Lenovo tidak hanya berorientasi pada produk, tetapi juga pada kepercayaan jangka panjang, peningkatan keterampilan, serta kontribusi terhadap goal ekonomi virtual nasional.

    Dalam rencana investasi jangka pendek, Lenovo menekankan percepatan implementasi AI melalui solusi AI Rapid Get started, sebuah program yang memungkinkan perusahaan memulai proyek AI secara cepat dengan biaya lebih efisien, sekaligus memberikan hasil nyata yang bisa ditingkatkan skalanya seiring waktu.

    “Kami ingin membantu perusahaan di Indonesia agar tidak ragu memulai perjalanan AI. AI Rapid Get started memberikan fondasi yang tepat tanpa proses yang kompleks,” kata Kumar kepada Bisnis, Senin (22/9/2025).

    Sementara itu untuk rencana jangka menengah, Lenovo akan memperkuat kolaborasi dengan mitra lokal, termasuk Unbiased Device Dealer (ISV), device integrator, dan penyedia layanan cloud. Strategi ini dirancang untuk memperluas profesional services and products Lenovo serta mendukung inisiatif alih keterampilan tenaga kerja Indonesia agar lebih siap menghadapi tren AI.

    Govt Director CAP & ANZ Infrastructure Answers Staff (ISG) Lenovo Kumar Mitra

    Kumar menambahkan salah satu faktor penting yang ditawarkan Lenovo adalah type konsumsi fleksibel melalui platform TruScale. Dengan sistem ini, perusahaan dapat mengakses infrastruktur dan kemampuan AI sesuai kebutuhan tanpa harus mengeluarkan investasi awal yang besar, sesuatu yang kerap menjadi hambatan utama bagi bisnis menengah di Indonesia.

    Ke depan, Lenovo menegaskan akan terus memperluas portofolio yang mencakup PC, infrastruktur, komputasi edge, hingga high-performance computing (HPC). Dimensi keberlanjutan juga menjadi pilar utama dalam strategi jangka panjang Lenovo.

    Teknologi pendingin hemat energi Neptune serta praktik ekonomi sirkular diproyeksikan menjadi solusi yang tidak hanya mendukung efisiensi perusahaan, tetapi juga tujuan lingkungan Indonesia yang lebih hijau.

    Dengan pendekatan bertahap ini, Lenovo berharap dapat memperkuat posisinya sebagai mitra utama transformasi virtual Indonesia, sekaligus mendorong adopsi AI dan keberlanjutan yang sejalan dengan schedule pemerintah maupun kebutuhan industri.

    “Bagi Lenovo, Indonesia adalah pasar strategis. Kami tidak hanya ingin menghadirkan teknologi, tetapi juga membangun kepercayaan, memastikan keberlanjutan, dan mendukung visi ekonomi virtual nasional,” kata Kumar.

    Kumar mengatakan berdasarkan studi Lenovo bersama IDC, 65% organisasi di Indonesia memprioritaskan type hybrid atau on-prem untuk beban kerja AI, karena faktor keamanan knowledge, latensi, dan kepatuhan. Di Indoneisa, lanjutnya, kebutuhan ini semakin relevan mengingat transformasi virtual yang cepat di sektor perbankan, manufaktur, hingga ritel.

    “Lenovo melihat peluang besar untuk membantu perusahaan membangun fondasi AI yang kuat mulai dari knowledge control, governance, hingga infrastruktur virtual yang andal,” kata Kumar.

    Hambatan AI di Indonesia …

    Parfum AXL

  • Ini Arti Suara-suara Aneh dari Tubuh, Termasuk Perut Keroncongan dan Cegukan

    Ini Arti Suara-suara Aneh dari Tubuh, Termasuk Perut Keroncongan dan Cegukan

    JAKARTA – Tubuh kita adalah mesin biologis yang sibuk, dan terkadang, dia mengeluarkan suara-suara aneh.

    Mulai dari perut yang keroncongan di tengah rapat, sendi yang berbunyi ‘krek’ saat peregangan, hingga telinga yang tiba-tiba berdenging.

    Seringkali suara-suara ini membuat kita malu atau bahkan sedikit cemas. Namun, sebagian besar dari suara ini sebenarnya commonplace dan merupakan tanda bahwa tubuh Anda sedang bekerja.

    Pada dasarnya, tubuh kita memang “berisik”. Kuncinya adalah mendengarkan tidak hanya suaranya, tetapi juga sinyal lain seperti rasa sakit. Jika ada suara aneh yang disertai dengan gejala lain yang mengganggu, jangan ragu untuk bertanya pada ahlinya.

    Berikut arti di balik beberapa suara tubuh yang paling umum:

    1. Perut Keroncongan (Abdomen Growling)

    Suara gemuruh atau “krucuk-krucuk” ini bukan hanya pertanda lapar. Suara ini disebabkan oleh kontraksi otot di lambung dan usus (disebut peristalsis) yang mendorong makanan, cairan, dan fuel melalui saluran pencernaan. Proses ini terjadi sepanjang waktu, tetapi suaranya lebih terdengar saat perut kosong karena tidak ada makanan yang meredamnya.
    Hal ini Jarang sekali perlu dikhawatirkan. Namun, jika suara ini disertai dengan nyeri hebat, kram, atau kembung yang terus-menerus, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

    2. Sendi Berbunyi ‘Krek’ (Joints Cracking)

    Bunyi letupan saat Anda meregangkan jari, lutut, atau punggung seringkali disebabkan oleh pecahnya gelembung fuel (biasanya nitrogen) yang terbentuk di dalam cairan sinovial, pelumas alami sendi Anda. Ini adalah proses yang disebut kavitasi dan umumnya tidak berbahaya.

    Selama tidak ada rasa sakit, bunyi ini commonplace. Namun, jika bunyi ‘krek’ disertai dengan nyeri tajam, bengkak, atau sendi yang “terkunci”, itu bisa menjadi tanda adanya masalah seperti radang sendi atau cedera ligamen.

    3. Telinga Berdenging (Ringing Ears)

    Jika Anda mendengar suara denging atau “nging” sesaat setelah berada di tempat yang bising (seperti konser), itu adalah tanda bahwa sel-sel rambut halus di telinga bagian dalam Anda mengalami iritasi. Namun, jika suara ini terjadi terus-menerus, kondisi ini disebut tinnitus. Tinnitus yang kronis atau hanya terjadi di satu telinga harus segera diperiksakan ke dokter. Ini bisa menjadi tanda kerusakan pendengaran, infeksi, atau masalah medis lainnya.

    4. Cegukan (Hiccups)

    Cegukan terjadi ketika diafragma, otot besar di bawah paru-paru Anda mengalami kejang atau kontraksi tiba-tiba. Kejang ini membuat Anda menghirup udara dengan cepat, yang kemudian dihentikan oleh penutupan pita suara secara mendadak, sehingga menghasilkan suara “hik!” yang khas. Pemicunya bisa karena makan terlalu cepat, minum minuman berkarbonasi, atau perubahan suhu.

    Cegukan biasanya hilang dengan sendirinya. Namun, jika cegukan berlangsung lebih dari 48 jam, ini bisa menjadi pertanda adanya masalah medis yang perlu diperiksa.

    5. Hidung Bersiul (Whistling Nostril)

    Suara siulan saat Anda bernapas biasanya disebabkan oleh aliran udara yang melewati saluran hidung yang menyempit. Penyebab paling umum adalah penumpukan lendir akibat pilek atau alergi.

    Biasanya tidak berbahaya dan akan hilang saat hidung Anda bersih. Namun, jika siulan terjadi terus-menerus bahkan saat Anda sehat, itu mungkin menandakan adanya polip hidung atau penyimpangan septum yang perlu diperiksa oleh dokter THT.

    Parfum AXL

  • Aturan ‘8 Gelas Sehari’ Cuma Mitos? Ini Kebutuhan Air Minum Anda yang Sebenarnya

    Aturan ‘8 Gelas Sehari’ Cuma Mitos? Ini Kebutuhan Air Minum Anda yang Sebenarnya

    JAKARTA – “Jangan lupa minum air putih delapan gelas sehari!” Nasihat ini mungkin sudah sangat akrab di telinga kita sejak kecil. Aturan “8 gelas” atau sekitar 2 liter in line with hari seringkali menjadi patokan untuk hidrasi. Namun, apakah aturan ini benar-benar berlaku untuk semua orang?

    Menurut para ahli dari Institute of Drugs U.S, jawabannya tidak sesederhana itu. Meskipun aturan 8 gelas adalah awal yang baik, kebutuhan cairan setiap individu sebenarnya sangat dinamis dan non-public.

    Institute of Drugs U.S merekomendasikan jumlah overall air harian, rata-rata pria membutuhkan sekitar 3,7 liter ( sekitar 15,5 cangkir) cairan in line with hari, sementara wanita 2,7 liter (sekitar 11,5 cangkir) cairan in line with hari.

    Jumlah ini mencakup cairan dari minuman dan juga makanan yang mengandung air, seperti buah-buahan dan sayuran. Namun, untuk menjaga kesehatan ginjal dan membantu tubuh membuang racun, orang dewasa sehat sebaiknya minum sekitar 1,5 hingga 2 liter air putih in line with hari.

    Memenuhi kebutuhan cairan sangat krusial. Seperti yang dilansir dari Occasions of India, hidrasi yang cukup membantu tubuh untuk:

    • Mengeluarkan racun dan menjaga kesehatan ginjal.
    • Mengatur suhu tubuh, terutama saat cuaca panas.
    • Melumasi sendi dan meningkatkan fungsi otot.
    • Meningkatkan tingkat energi dan fungsi otak.
    • Menjaga kesehatan dan elastisitas kulit.

    Mengapa Air Penting untuk Ginjal?

    Ginjal berfungsi menyaring limbah dari darah dan mengeluarkannya melalui urine. Ketika tubuh cukup terhidrasi, proses ini berjalan lancar sehingga risiko penumpukan racun bisa dihindari.

    Sebaliknya, dehidrasi dapat membuat urine menjadi lebih pekat, meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal, serta memperbesar kemungkinan terjadinya infeksi saluran kemih.

    Asupan air yang cukup bukan hanya membantu membuang racun, tetapi juga menjaga keseimbangan elektrolit yang sangat penting untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.

    Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Cairan Anda

    Kebutuhan cairan Anda bisa lebih banyak atau lebih sedikit dari panduan umum, tergantung pada beberapa faktor:

    1. Aktivitas Fisik: Semakin banyak Anda berolahraga atau bergerak dan berkeringat, semakin banyak cairan yang perlu Anda ganti.
    2. Lingkungan dan Iklim: Tinggal di negara beriklim tropis dan lembap seperti Indonesia membuat kita lebih banyak berkeringat, bahkan saat tidak beraktivitas berat. Ini secara otomatis meningkatkan kebutuhan cairan harian.
    3. Kondisi Kesehatan: Saat Anda demam, muntah, atau diare, tubuh kehilangan banyak cairan dan Anda perlu minum lebih banyak. Sebaliknya, beberapa kondisi seperti penyakit ginjal atau jantung mungkin mengharuskan Anda untuk membatasi asupan cairan.
    4. Kehamilan dan Menyusui: Wanita hamil atau yang sedang menyusui membutuhkan cairan ekstra untuk mendukung kesehatan diri dan bayinya.

    Cara Paling Mudah Mengecek Standing Hidrasi Anda

    Lupakan hitungan gelas yang rumit. Ada dua cara sederhana untuk mengetahui apakah Anda cukup minum:

    Dengarkan Rasa Haus Anda: Bagi kebanyakan orang sehat, rasa haus adalah indikator yang andal bahwa tubuh Anda membutuhkan cairan.

    Periksa Warna Urin Anda: Ini adalah cara yang paling mudah. Jika urin Anda berwarna kuning pucat atau hampir bening, berarti Anda terhidrasi dengan baik. Jika warnanya kuning pekat atau lebih gelap, itu tandanya Anda perlu segera minum lebih banyak air.

    Parfum AXL

  • Hubungan Anemia dan Matcha, Minuman Populer yang Bisa Bikin Defisiensi Zat Besi

    Hubungan Anemia dan Matcha, Minuman Populer yang Bisa Bikin Defisiensi Zat Besi

    JAKARTA — Ketenaran minuman hijau cerah, matcha, belum menurun. Padahal, minuman yang dianggap lebih sehat ini juga punya risiko terhadap kesehatan.

    Banyak pengguna media sosial yang mengunggah foto diri mereka di rumah sakit setelah “minum terlalu banyak matcha”.

    Salah satunya, seorang perawat dari Maryland, AS, menjadi viral di TikTok setelah videonya mengklaim bahwa dua latte matcha seminggu membuatnya rambutnya rontok, dan ternyata dia mengalami kadar zat besi yang sangat rendah sehingga dirawat di rumah sakit karena kelelahan.

    Namun, para ahli menekankan bahwa dia dan orang lain seperti dirinya mungkin sudah memiliki kadar zat besi yang lebih rendah dari biasanya sebelum mereka mulai mengonsumsi matcha.

    Jadi, apa hubungan matcha dan anemia defisiensi besi?

    Bubuk matcha terbuat dari daun teh hijau yang digiling halus, yang kaya akan antioksidan. Molekul antioksidan dapat melindungi sel-sel kita dari penyebab kanker dan penyakit kronis lainnya.

    Namun, matcha juga mengandung polifenol atau ‘tremendous antioksidan’ yang disebut katekin yang memengaruhi penyerapan zat besi.

    Meskipun memiliki sifat anti-inflamasi yang bermanfaat, katekin mengikat beberapa jenis zat besi saat melewati usus, sehingga lebih sedikit yang diserap ke dalam darah.

    Kadar zat besi yang rendah mengurangi jumlah sel darah merah yang sehat, yang necessary untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh.

    Dr. Magali Chohan, dosen senior nutrisi di St Mary’s College, London, mengatakan kualitas antioksidan matcha adalah salah satu alasan mengapa matcha menjadi begitu populer.

    Namun dia menambahkan bahwa senyawa-senyawa ini juga dapat mengikat zat besi non-heme, jenis yang ditemukan dalam makanan nabati, sehingga lebih sulit diserap tubuh.

    Intinya, ini berarti orang tidak mendapatkan zat besi yang mereka kira berasal dari sayuran atau kacang-kacangan, sehingga kadarnya secara keseluruhan menjadi lebih rendah.

    Hal ini dapat mengakibatkan gejala anemia defisiensi besi, yang meliputi:

    • Kelelahan

    • Masalah pernapasan

    • Palpitasi jantung

    • Kulit lebih pucat dari biasanya

    • Sakit kepala

    • Pusing

    Siapa yang paling berisiko?

    Karena matcha berinteraksi secara spesifik dengan zat besi dalam makanan nabati, para vegan dan vegetarian paling berisiko mengalami defisiensi, kata Dr. Chohan.

    Siapa pun yang sudah kekurangan zat besi juga harus berhati-hati dalam mengonsumsinya, termasuk ibu hamil, mereka yang sedang menstruasi, bayi, dan orang-orang yang sudah mengalami defisiensi zat besi atau anemia, tambahnya.

    Sedangkan mereka yang bisa mendapatkan zat besi dari sumber non-heme, seperti daging dan ikan, akan lebih sedikit terdampak.

    Namun, Dr. Chohan, menambahkan bahwa mereka yabg rajin konsumsi marcha tetap bisa mendapatkan asupan zat besi.

    “Maka seperti tren lainnya, moderasi adalah kuncinya,” lanjutnya.

    Memberi jarak antara asupan matcha di antara waktu makan atau suplemen zat besi berarti efek antioksidannya akan berkurang saat dikonsumsi.

    Jika Anda masih khawatir, nutrition C juga membantu penyerapan zat besi non-heme, imbuh sang ahli.

    “Disarankan untuk menghindari minum matcha bersamaan dengan makanan atau suplemen kaya zat besi dan tingkatkan penyerapan zat besi dengan memadukan zat besi nabati dengan nutrition C, seperti perasan lemon pada salad. Jika ragu, konsultasikan dengan dokter umum Anda,” tambahnya.

    Parfum AXL

  • Terapi Dislipidemia untuk Deteksi Kadar Kolesterol dalam Darah

    Terapi Dislipidemia untuk Deteksi Kadar Kolesterol dalam Darah

    JAKARTA -Menurut information terbaru U.S. Nationwide Institutes of Well being (NIH) tahun ini, sekitar 40 juta orang dewasa di Indonesia mengalami kadar kolesterol LDL (LDL-C) tinggi yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

    Banyak yang belum mendapatkan terapi, sehingga menjadi faktor utama meningkatnya angka kematian akibat penyakit kardiovaskular. Peningkatan akses terapi dan edukasi kesehatan menjadi prioritas yang mendesak.

    Tantangan ini diperkuat dengan penelitian internasional. Studi INTERASPIRE (Eu Center Magazine, 2024) melaporkan bahwa di Indonesia, hanya 16,6% pasien penyakit arteri koroner yang berhasil mencapai goal LDL-C <70 mg/dL, sementara kepatuhan terhadap panduan terapi secara keseluruhan masih sangat rendah.

    Mayoritas pasien gagal mengontrol tekanan darah, memiliki prevalensi tinggi diabetes dan obesitas, serta minim partisipasi dalam program rehabilitasi jantung.

    Dr. Ade Meidian Ambari, Presiden Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), menjelaskan bahwa dahulu goal LDL-kolesterol untuk pasien kardiovaskular risiko tinggi adalah <100 mg/dL atau <70 mg/dL. Namun, pada kadar tersebut pun, banyak pasien masih berisiko tinggi mengalami kejadian kardiovaskular mayor seperti serangan jantung dan stroke.

    Dia menekankan bahwa pedoman ESC/EAS 2021 bahkan menurunkan goal untuk pasien risiko sangat tinggi menjadi <55 mg/dL, menegaskan kembali prinsip bahwa “semakin rendah, semakin baik”.

    “Dalam lanskap terapi world yang terus berkembang, monoterapi saja tidak cukup. Pendekatan dual-inhibition dengan rosuvastatin dan ezetimibe menjadi jalur optimum untuk mencapai goal LDL-C dan mempertahankan hasil jangka panjang.” ujarnya.

    Dia menjelaskan, terapi dual-inhibition mengombinasikan rosuvastatin, yang menekan sintesis kolesterol di hati, dengan ezetimibe, yang menghambat penyerapan kolesterol di usus halus. Kombinasi ini memungkinkan pasien mencapai kadar goal dengan lebih efektif dan aman dibandingkan monoterapi.

    “Bagi pasien risiko sangat tinggi, strategi dual-inhibition yang menekan sintesis sekaligus penyerapan kolesterol adalah cara paling efektif mencapai goal LDL-C. Terapi dislipidemia memberikan pendekatan ini, dengan peningkatan signifikan pada hasil terapi pasien.”

    Baik In Hyun, Direktur Daewoong Pharmaceutical Indonesia, menyatakan, penyakit kardiovaskular adalah penyebab kematian nomor satu di Indonesia, namun banyak pasien masih gagal menurunkan LDL-kolesterolnya secara efektif.

    “Mengatasi kebutuhan medis yang belum terpenuhi adalah salah satu misi utama kami di Daewoong Indonesia, demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.” paparnya.

    Dia mengatakan salah satu terapi yang bisa digunakan orang dengan kolesterol tinggi yakni terapi dislipidemia yang bisa menurunkan LDL-C yang lebih kuat dibandingkan terapi yang ada sebelumnya.

    Terapi ini menunjukkan efikasi lebih tinggi dan risiko efek samping lebih rendah dibandingkan monoterapi statin, mampu menurunkan LDL-C lebih dari 50% bahkan pada dosis rendah 10/2,5 mg.

    Selain itu, terapi ini tersedia dalam tiga opsi dosis (10/5 mg, 10/10 mg, 10/20 mg), termasuk kombinasi dosis rendah 10/5 mg pertama di Indonesia, sehingga memungkinkan terapi yang lebih dipersonalisasi sesuai kebutuhan pasien.

    Rosuvastatin, sebagai satu-satunya statin dengan bukti klinis dapat memperlambat progresi aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah akibat penumpukan lemak/plak), semakin memperkuat potensi terapi Daewoong untuk menjadi standar baru dalam tata laksana dislipidemia.

    Prof. JeeHoon Kang dari Seoul Nationwide College Clinic mempresentasikan hasil studi RACING yang melibatkan 3.780 pasien dengan penyakit kardiovaskular aterosklerotik (ASCVD) di Korea Selatan.

    Studi ini menunjukkan bahwa kombinasi dosis tetap rosuvastatin dan ezetimibe, mekanisme dual-inhibition yang sama dengan terapi Daewoong, mencapai tingkat keberhasilan goal LDL-C satu tahun yang lebih tinggi dibandingkan monoterapi statin intensitas tinggi (73% vs. 55%), dengan tingkat penghentian terapi yang lebih rendah, sehingga lebih menguntungkan untuk kepatuhan jangka panjang (The Lancet, 2022).

    Prof. JeeHoon Kang berkomentar, “Dalam praktik klinis, sebagian besar pasien masih gagal mencapai goal terapi. Terapi dislipidemia Daewoong hadir sebagai alternatif yang tepat waktu dan relevan.” Ia menambahkan, “Dengan dual-inhibition, terapi ini menurunkan beban efek samping sekaligus meningkatkan efektivitas, yang sangat mengesankan. Pedoman 2025 akan menetapkan goal LDL-C yang lebih ketat, dan terapi dislipidemia Daewoong siap menjadi tolok ukur baru.”

    Parfum AXL

  • WHO Ungkap 5,6 Miliar Orang Berisiko Terinfeksi Dengue dan Arbovirus Lainnya

    WHO Ungkap 5,6 Miliar Orang Berisiko Terinfeksi Dengue dan Arbovirus Lainnya

    JAKARTA -Infeksi dengue masih menjadi beban yang signifikan bagi masyarakat di seluruh dunia, menyebabkan krisis kesehatan yang parah, tekanan ekonomi, dan gangguan sosial.

    Insiden dengue meningkat secara signifikan di seluruh dunia dalam beberapa dekade terakhir, dengan jumlah kasus yang dilaporkan ke Badan Kesehatan Dunia (Global Well being Group/WHO) meningkat dari 505.430 kasus pada tahun 2000 menjadi 14,6 juta pada tahun 2024.

    Bahkan, knowledge terbaru tentang prevalensi dengue memperkirakan bahwa 5,6 miliar orang berisiko terinfeksi dengue dan arbovirus lainnya.

    Dengue adalah infeksi yang disebabkan oleh virus (DENV), yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus betina yang terinfeksi.

    Penyakit ini lebih umum di daerah beriklim tropis dan subtropis. Pada sebagian orang yang mengalaminya, gejala dengue sering kali tidak tampak atau hanya berupa gejala ringan. Namun, bagi yang mengalaminya, gejala paling umum adalah demam tinggi, sakit kepala, nyeri badan, nyeri sendi, mual, muntah dan ruam kulit.

    Virus dengue terdiri dari empat jenis/serotipe, oleh karena itu seseorang dapat terinfeksi virus dengue lebih dari satu kali, dan infeksi kedua kali dapat meningkatkan risiko terjadinya gejala yang lebih parah.

    Information Kementerian Kesehatan RI mencatat, sampai dengan 22 September 2025, terdapat 115.138 kasus dengue secara nasional dengan 479 kematian. Dari jumlah tersebut, 57 persen terjadi di Pulau Jawa yang menunjukkan tingginya konsentrasi beban penyakit di wilayah dengan populasi padat.

    Sementara itu, DKI Jakarta sebagai provinsi dengan mobilitas penduduk yang tinggi membutuhkan strategi berlapis agar perlindungan terhadap masyarakat dapat lebih diperkuat.

    drg. Ani Ruspitawati, M.M., Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta yang diwakili oleh dr. Ovi Norfiana, M.Ok.M., Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, menyampaikan, dengue adalah tantangan kesehatan yang terus kita hadapi setiap tahun dengan dampak yang signifikan bagi masyarakat Jakarta.

    Tahun ini, sampai dengan tanggal 22 September saja, DKI Jakarta mencatat jumlah kasus dengue sebanyak 7.274 kasus dengan 12 kematian.

    Tentunya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan berbagai langkah pengendalian, mulai dari program pengendalian vektor nyamuk seperti 3M Plus dan G1R1J edukasi masyarakat yang berkelanjutan, hingga intervensi berbasis eknologi.

    Salah satu inovasi yang telah kami terapkan adalah implementasi Wolbachia di wilayah Jakarta Barat, yang menjadi pilot untuk memutus rantai penularan virus dengue. Inisiatif ini menunjukkan bagaimana strategi berbasis sains dapat melengkapi upaya konvensional yang sudah berjalan. Tapi, kami menyadari bahwa pengendalian dengue membutuhkan strategi yang terintegrasi.

    Untuk memberikan perlindungan yang lebih optimum bagi masyarakat, diperlukan pendekatan lain yang juga inovatif. Karena itu, kami bersama Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) melaksanakan vaksinasi dengue, beserta pemantauan aktif, di Jakarta Selatan sebagai langkah pelengkap. Kami percaya bahwa kolaborasi
    lintas sektor ini akan semakin memperkuat upaya perlindungan, sekaligus membuka jalan bagi masyarakat Jakarta untuk mendapatkan manfaat dari berbagai bentuk inovasi kesehatan.”

    Prof. Dr. dr. Sri Rezeki Hadinegoro, SpA(Ok), Guru Besar Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, menambahkan pentingnya kewaspadaan terhadap dengue.

    “Dengue adalah penyakit yang dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia, di mana seseorang tinggal, maupun gaya hidup; dan bukan hanya saat musim hujan, tetapi juga mengancam sepanjang tahun. Itulah sebabnya masyarakat perlu selalu waspada, karena setiap keluarga berisiko terpapar. Pencegahan sangat penting, sama pentingnya adalah memastikan bahwa setiap intervensi yang dijalankan benar-benar memberikan dampak jangka panjang bagi kesehatan masyarakat.

    Melalui pemantauan aktif vaksinasi dengue pada anak Sekolah Dasar di Jakarta Selatan ini, FKUI bersama Dinkes Provinsi DKI Jakarta dengan dukungan Takeda berupaya menghadirkan mekanisme pemantauan efektifitas vaksin yang lebih sistematis. Kami percaya, dengan langkah ini, kita dapat membangun fondasi yang lebih kuat dan berkesinambungan dalam mengurangi beban dengue di Indonesia.

    Selain itu, kegiatan ini juga akan dilakukan bersama di beberapa daerah lain yaitu Palembang dan Banjarmasin.

    Prof. Dr. dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, menegaskan komitmen FKUI dalam pelayanan kepada masyarakat.

    dr. Fadjar Surya Mensing Silalahi, Plh. Direktur Penyakit Menular, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengatakan upaya pengendalian dengue di Indonesia terus diperkuat dari waktu ke waktu sebagai bagian dari komitmen nasional dalam melindungi kesehatan masyarakat.

    Kementerian Kesehatan telah menetapkan Strategi Nasional Penanggulangan Dengue (STRANAS) 2021–2025 sebagai acuan bersama dalam menekan angka kesakitan dan kematian akibat dengue di seluruh wilayah. Keberhasilan strategi nasional ini tidak hanya ditentukan oleh pemerintah semata.

    Dibutuhkan dukungan nyata dari akademisi, sektor swasta, dan masyarakat agar upaya pencegahan bisa berjalan lebih menyeluruh dan berkelanjutan.

    dr. Arif Abdillah, Head of Clinical Affairs Takeda mengatakan, Takeda memiliki komitmen jangka panjang dalam mendukung Indonesia melawan dengue, sejalan dengan misi untuk menghadirkan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat.

    “Kami percaya bahwa peningkatan kesadaran publik tentang bahaya dengue, disertai kerja sama lintas sektor yang erat, merupakan fondasi penting untuk mencapai nol kematian akibat dengue pada tahun 2030,” ujarnya.

    Parfum AXL

  • Melancong di Usia Senja, Siapa Takut?

    Melancong di Usia Senja, Siapa Takut?

    Wisata budaya dan religius jadi pilihan lansia melancong ke mancanegara. Hanya saja, persiapan matang dibutuhkan, termasuk latihan fisik seperti banyak jalan kaki.

    Usia bukan lagi hambatan untuk beraktivitas, bahkan untuk melancong hingga ke negeri orang. Seorang diri, tanpa handai tolan, pun bukan persoalan. Itulah yang dilakukan oleh Liong Siak Tjhie (80), seorang wartawan harian berbahasa Mandarin, Huan Qiu Ri Bao, saat mengikuti Eva Air Famtrip selama lima hari ke Taiwan, beberapa waktu lalu.

    Ia menjadi orang yang paling tua di antara 13 anggota rombongan yang kebanyakan berusia di kepala tiga atau empat. Meskipun menjadi yang paling senior, Pak Liong sama sekali tidak merepotkan. Ia bisa mengikuti semua kegiatan yang mayoritas membutuhkan aktivitas jalan kaki yang lumayan jauh, berkisar 15.000-16.000 langkah tiap harinya.

    Lantas, apa resepnya?

    ”Yang pertama, jangan merasa kita sudah tua. Kalau kita merasa tua, jadi bener-bener tua. Jangan ingat umur … jangan ingat umur,” ujar Pak Liong berkali-kali.

    Keyakinan untuk tidak mengingat umur tersebut membuatnya tidak merasa kesulitan untuk beraktivitas di luar rumah. Meski tak boleh mengingat umur, tidak lantas menolak kenyataan bahwa usia memang sudah lanjut kemudian hidup sekenanya, tanpa memperhatikan kesehatan. Tetap tahu batas, dalam bahasa Pak Liong.

    ”Memang belakangan ini saya sering melangkahkan kaki, saya keliling rumah sakit. Bukan karena saya sakit. Hanya cari ada penyakit atau tidak. Ngecek saja. Ini seperti rapor anak sekolahan ya,” kata Liong.

    Keputusannya mengikuti perjalanan wisata ke Taipei, April lalu, pun sudah dipertimbangkan dengan matang. Ia juga mendapatkan izin untuk mengikuti lima hari tersebut dari anak-anaknya, meskipun tak punya kerabat di Ilha Formosa atau Pulau Formosa tersebut. Beda halnya jika berkunjung ke China, ia masih punya kerabat di beberapa kota di negeri tersebut.

    Saat ditanya apakah famtrip tersebut dirasa berat, Lion mengaku sama sekali tidak memberatkan. Ia mengikuti seluruh perjalanan, menikmati setiap atraksi yang disuguhkan. ”Ya, tetapi saya juga tahu diri. Kalau terlalu terjal, saya berjalan semampunya. Sesuai kemampuan saja,” ungkapnya.

    Rangkaian perjalanan kali ini memang agak berbeda dari tur-tur yang biasa dikunjungi oleh wisatawan mancanegara. Rombongan yang diundang oleh Eva Air bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata Taiwan tersebut dibawa ke destinasi-destinasi baru yang rupanya hendak diperkenalkan kepada para agensi perjalanan.

    Sebut saja, West Lake Resortopia di wilayah administratif Miaoli dan Lavender Woodland di Distrik Xinshe, kota Taichung. Pemandu wisata yang menemani perjalanan kami, Tommy Lee, mengaku baru pertama kali mengunjungi kedua tempat tersebut merupakan destinasi yang jarang masuk dalam paket tur yang ditawarkan ke wisatawan mancanegara.

    Di dua lokasi ini, pengunjung harus mengeluarkan energi ekstra untuk jalan kaki sedikit menanjak dan relatif jauh. Pada kondisi seperti ini, Pak Liong pun memilih untuk melangkahkan kaki seperlunya dan semampunya saja.

    Namun, dibandingkan saya sendiri yang umur mendekati angka 50, kondisi Pak Liong bahkan jauh lebih baik. Ia masih menganggap enteng ketika bertemu jalan menanjak, padahal napas saya sudah ngos-ngosan, serasa hampir putus. Pak Liong pun mencandai, ”Segitu mah enteng.”

    Lantas, apa latihan yang dipersiapkan oleh Liong untuk mengikuti kegiatan tur tersebut? Ia mengakui banyak jalan kaki, bahkan dirinya sering memilih menggunakan Transjakarta sebagai sarana mobilitas jika berada di Jakarta meskipun di beberapa bagian dirinya harus naik turun tangga untuk menggunakan jembatan penyeberangan menuju pemberhentian Transjakarta.

    ”Orang Indonesia itu biasanya suka melihat sesuatu yang bagus, wah, dan baru. Itu tipikal (turis) Indonesia. Dia tidak suka sesuatu yang berbau kultural, sejarah,” kata Tommy Lee.

    Ini dilakukannya meskipun sang anak memintanya untuk menggunakan jasa ojek roda empat melalui aplikasi. Ia juga tak mau jika ke mana-mana harus diantar oleh anaknya dengan kendaraan pribadi. Ia menolak kedua saran itu karena membuat kesempatannya berjalan kaki menjadi berkurang.

    Selain ke Taiwan, Liong memang relatif sering bepergian ke luar negeri. Setidaknya setahun sekali untuk mengunjungi saudaranya (paman dan bibinya, saudara kandung ayahnya) yang berada di China. Kepergiannya ke Taiwan, selain jalan-jalan, juga untuk mendapatkan satu jawaban mengapa kedua negara (Taiwan dan China) bermusuhan begitu lama, seperti saudara yang belum juga cocok.

    ”Ini bukan soal politik, melainkan ingin tahu saja ya. Lebih ke tradition sebenarnya,” kata Liong. Meski sudah lima hari berada di Taiwan, Pak Liong belum juga menemukan jawabannya.

    Motivasi seperti itu, menurut Tommy, wajar dimiliki oleh para pelancong yang datang ke Taiwan. Sebab, banyak wisatawan yang datang ke Taiwan untuk bernostalgia, melihat tempat-tempat yang merekam peristiwa bersejarah baik bagi masyarakat pada umumnya maupun orang itu sendiri.

    Berdasarkan pengamatannya, turis dari beberapa negara memiliki tipe yang berbeda-beda. Misalnya, turis asal Indonesia lebih suka hal-hal baru yang sedang viral atau tren, wah, dan bagus. Tipikalnya sama hal dengan turis-turis asal Malaysia. Sementara turis lokal Taiwan, Jepang, ataupun Singapura lebih menyukai hal-hal yang mengandung unsur kebudayaan, memiliki nilai seni, dan sejarah.

    ”Orang Indonesia itu biasanya suka melihat sesuatu yang bagus, wah, dan baru. Itu tipikal (turis) Indonesia. Dia tidak suka sesuatu yang berbau kultural, sejarah,” kata Tommy. Satu hal lagi yang diingat Tommy, wisatawan asal negeri plus 62 sering sekali mencari kamar kecil.

    Taiwan sendiri, menurut Tommy, banyak menawarkan hal-hal berbau budaya. Dibandingkan China yang memiliki wilayah yang luas sehingga memiliki destinasi beragam untuk ditawarkan, Taiwan merupakan negara kecil yang luasnya setara dengan Provinsi Jawa Barat. Ia mengungkapkan, negeri ini bisa dikelilingi dengan perjalanan darat dalam waktu lebih kurang 72 jam.

    Efek positif

    Berdasarkan information Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jumlah penduduk di dunia yang berusia 60 tahun ke atas adalah 1,1 miliar jiwa pada tahun 2023. WHO memprediksi jumlah tersebut naik menjadi 1,4 miliar jiwa pada tahun 2030. Pertambahan jumlah lansia tentu berimplikasi pada persoalan kesehatan publik. Memelihara kesehatan menjadi hal krusial bagi lansia, tak hanya kesehatan fisik tetapi juga psikis dan kejiwaan. Dengan kesehatan yang baik, para lansia bisa tetap mandiri serta dapat berpartisipasi aktif di keluarga dan komunitas.

    Dari berbagai hasil penelitian, kesejahteraan (well-being), kebahagiaan, dan kepuasan hidup para lansia akan meningkat ketika mereka menjadi pelancong. Kegiatan melancong memungkinkan para turis lansia melampaui pengalaman dan zona nyamannya.

    Dalam artikel berjudul ”Tourism Choice of Seniors and Their Have an effect on on Wholesome Growing old” yang ditulis oleh Ian Patterson, Adela Balderas-Cejudo, dan Shane Pegg, terungkap bahwa wisata bagi kaum manula memiliki pengaruh positif terhadap kehidupan mereka dan berkontribusi pada gaya hidup yang lebih sehat. Artikel tersebut disusun setelah melakukan wawancara kualitatif terhadap 20 orang yang berusia 55 tahun hingga 80 tahun.

    Hasil penelitian itu dikelompokkan ke dalam dua tema, yaitu preferensi wisata terkait dengan waktu, jenis-jenis wisata, dan dengan siapa akan melakukan kegiatan tersebut. Tema kedua, terkait dengan tujuan wisata untuk tujuan kesehatan.

    Terkait dengan waktu, mayoritas lansia mengambil off top season (65 persen) atau bukan pada musim liburan (top season). Kebanyakan menghindari masa-masa liburan sekolah meskipun sebagian lansia menyatakan tidak masalah bepergian ke lokasi wisata pada musim liburan. Selain itu, berwisata bukan di musim liburan juga menghemat biaya akomodasi dan transportasi. Bahkan, keberadaan turis-turis lansia merupakan hal yang berharga dalam pasar pariwisata karena mereka mampu mengisi masa-masa off top season (bukan musim liburan).

    Sebagian lansia lebih suka wisata mandiri (tanpa agen wisata/go back and forth agent), sementara sepertiga lainnya memilih menggunakan jasa agen go back and forth. Motivasi utama untuk berwisata adalah untuk mengunjungi kerabat atau kenalan yang berada di tempat-tempat populer dan ingin didatangi.

    Mengenai tema kedua terkait liburan dan kesehatan, hampir semua responden memiliki kesadaran mengenai kesehatan dan sering mengekspresikan keyakinan mengenai pentingnya touring dan tetap aktif. Beberapa responden yakin touring berpengaruh pada kesehatan mereka, misalnya dengan melakukan aktivitas yang aktif selama touring akan meningkatkan peluang untuk terhindar dari demensia. Karena itu, sebagian responden menjadi heran ketika para manula tidak melakukan aktivitas, kecuali menonton televisi.

    Studi lain menemukan bahwa menua dengan aktif memiliki manfaat signifikan bagi interaksi sosial serta kesehatan fisik dan psikologis lansia. Pariwisata merupakan bagian penting dari kehidupan pascapensiun manusia-manusia senior ini dan sering berfungsi sebagai strategi adaptif untuk membantu orang yang sudah pensiun menghadapi proses penuaan secara commonplace.

    Lansia bertualang? Siapa takut….

    Parfum AXL

  • Gado-gado Rp 483.000 di Geneva, Hidup yang Tak Terbeli di Jakarta

    Gado-gado Rp 483.000 di Geneva, Hidup yang Tak Terbeli di Jakarta

    Di Geneva, sepiring gado-gado Rp 483.000. Tapi, biaya hidup selangit di kota termahal di dunia ini terbayar dengan kualitas hidup baik. Bagaimana dengan di Jakarta?

    Di tepi Danau Geneva, deretan toko mewah berjajar dengan etalasenya menampilkan jenama jam-jam tangan berkilau seharga mobil, bahkan bisa seharga rumah di Indonesia. Kafe-kafe penuh pekerja muda menyesap espreso dengan santai, seolah harga secangkir kopi yang mencapai Rp 150.000 itu seperti recehan.

    Sepiring gado-gado di kota ini sekitar Rp 483.000. Ditambah tempe goreng jadi Rp 643.000 dan dengan segelas es cincau menjadi Rp 800.000. Dari rasa mungkin biasa saja. Bahkan, bagi lidah orang Jakarta yang terbiasa pedas, gado-gado tukang gerobak pinggir jalan mungkin lebih enak.

    Namun, itulah harga yang ditawarkan salah satu dari dua restoran yang menjual menu Indonesia di kota Geneva, Swiss. Harga itu pun termasuk pasaran. Makan malam lengkap, termasuk minum dan menu penutup, di restoran biasa di kota ini rata-rata seharga CHF 50 atau Rp 1 juta lebih.

    Nilai rupiah memang seperti tak berharga di kota ini mengingat nilai tukarnya yang rendah. Pada Senin (18/8/2025), 1 CHF (franc Swiss) setara dengan Rp 20.086,86.

    Bahkan, buck AS juga tak berkutik di Geneva. ”Ini kota paling mahal. Sebagai New Yorker, mesti berhemat kalau ke Geneva,” kata Alexandra Golden, dari New York, Amerika Serikat, yang berada di Geneva untuk mengikuti perundingan plastik di Gedung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

    Menurut Alexandra, harga makanan di Geneva bisa 1,5 kali lebih mahal daripada di New York, yang dikenal sebagai salah satu kota paling mahal di Amerika.

    Di Jakarta, uang sebesar itu bisa membeli gado-gado segerobak, tetapi udara bersih, transportasi tepat waktu, dan rasa aman tetap tak terbeli.

    Itulah Geneva, kota termahal di dunia selain Zurich, juga di Swiss. Menurut Mercer Value of Dwelling Index 2025, harga sewa apartemen satu kamar di pusat kota Geneva bisa menembus CHF 2.500 atau sekitar Rp 45 juta in line with bulan.

    Adapun menurut information Skyscanner, harga rata-rata in line with malam kamar di resort bintang 3 di Geneva sekitar Rp 2.999.888. Harga termurah yang ditemukan dari beberapa pencarian adalah sekitar Rp 1.297.248, itu tanpa sarapan.

    Transportasi free of charge, udara bersih

    Setidaknya ada tiga alasan utama mengapa Geneva menjadi kota termahal. Pertama, krisis perumahan karena besarnya permintaan dibandingkan bangunan terbangun. Di Geneva, apartemen jarang kosong dan antrean sewa bisa memakan waktu berbulan-bulan.

    Kedua, biaya tenaga kerja tinggi. Upah minimal casual di Swiss sangat tinggi, membuat harga jasa ikut melambung. Ketiga, mata uang franc Swiss yang kuat, membuat harga-harga domestik terasa semakin tinggi bagi orang asing.

    Meski begitu, mahalnya biaya hidup tak membuat Geneva sepi peminat. Justru sebaliknya. Geneva adalah rumah bagi PBB, WHO, dan sekitar 200 organisasi internasional lain. Kota ini, bersama Zurich, juga menjadi pusat finansial Eropa, dengan bank-bank raksasa yang menjadi jantung ekonomi international.

    Arus ekspatriat, diplomat, dan profesional internasional terus berdatangan, menjaga roda ekonomi dua kota ini tetap berputar. Bahkan, turis pun tak kurang banyaknya. Menurut laporan Forbes pada Mei 2025, Geneva menerima lebih dari 8 juta turis in line with tahun, angka yang luar biasa mengingat luas kota hanya 15,9 kilometer persegi. Ini menempatkan Geneva di peringkat teratas sebagai destinasi kota yang paling dibanjiri turis in line with unit space, mengalahkan kota-kota seperti Paris dan Roma.

    Sekalipun biaya makan dan penginapan di Geneva tergolong mahal, Pemerintah Geneva memiliki kebijakan unik untuk meringankan beban wisatawan, yaitu dengan menggratiskan transportasi umumnya.

    Wisatawan yang datang ke Geneva otomatis menerima ”Geneva Delivery Card” secara free of charge selama menginap di akomodasi yang terdaftar seperti resort, hostel, bahkan kamping resmi. Kartu ini memberi akses tak terbatas ke seluruh jaringan kereta api dari dan ke bandara, serta seluruh moda transportasi umum di dalam kota, meliputi bus, trem, kereta, bahkan kapal selama masa inap.

    Kartu virtual ini biasa dikirim melalui electronic mail sekitar tiga hari sebelum kedatangan atau bisa diserahkan saat check-in. Sementara jika mesti membeli kartu transportasi umum harian di Geneva, harganya sekitar CHF 10 atau sekitar Rp 200.000.

    Kartu transportasi ini lahir dari kolaborasi antara Geneva Tourism & Congress dan penyedia akomodasi resmi yang terdaftar. Melalui pungutan pajak wisata, pemerintah kota mendanai sistem transportasi dan memberikan kartu ini sebagai insentif fasilitas mobilitas yang bebas hambatan kepada pengunjung sekaligus mendorong penggunaan moda transportasi yang ramah lingkungan.

    Dengan memperbanyak transportasi umum berbasis listrik, selain mengurangi penggunaan pembangkit listrik fosil, kota ini memiliki kualitas udara yang lebih bersih dibandingkan banyak kota Eropa lain, meski bukan yang paling bersih.

    Rata-rata konsetrasi PM 2.5 tahunan di metropolitan Geneva sekitar 13,7 µg/m³, jauh di bawah batas maksimum Uni Eropa sebesar 25 µg/m³. Bandingkan misalnya dengan kualitas udara di Jakarta yang rata-rata PM 2.5 tahunan mencapai 46,1 µg/m³.

    Berbeda dengan di Jakarta yang mobil listriknya kebanyakan disetrum dengan pembangkit listrik energi batubara, di Geneva sumber listriknya mayoritas dari energi terbarukan.

    Secara nasional, 75-80 persen listrik di Swiss berasal dari energi terbarukan, terutama dari pembangkit tenaga air yang mencapai 66 persen, dan energi terbarukan lain seperti sun, angin, biomassa berkisar 11-14 persen. Sisanya ditopang oleh nuklir sebesar 18-33 persen. Sementara sumber fosil sangat minim, hanya 1-2 persen. Khusus di kota Geneva, mereka menolak menggunakan energi fosil dan nuklir.

    Maka, menjelajah setiap sudut kota ini pun terasa lebih nyaman dan aman. Tinggal jalan kaki dua menit dari penginapan, kita bisa mengakses halte atau stasiun. Transportasi umum siap mengantar ke hampir semua tujuan itu tepat waktu. Tak ada kemacetan, bersesakan, dan udara kotor.

    Tak hanya kualitas udara, Geneva juga sangat bersih karena pengelolaan sampah yang sangat baik. Sejak 2022, Grand Council Geneva mewajibkan pemilahan sampah oleh warga, pelaku usaha, dan institusi publik. Pelanggaran bisa dikenai denda hingga CHF 200 untuk individu dan CHF 400 untuk perusahaan.

    Pemerintah Kota Geneva juga menerapkan sistem p’tite poubelle verte atau ”tempat sampah hijau kecil”, yang memungkinkan warga membuang limbah organik secara terpisah, yang kemudian diolah menjadi biogas dan kompos. Ini dilakukan guna mengurangi quantity sampah yang harus dibakar dengan goal mereka 25 persen pada 2025 dan meningkatkan tingkat daur ulang hingga 80 persen.

    Harga mahal di Geneva memang relatif, terutama bagi yang berduit. Fakta menunjukkan, Geneva masuk dalam lima terbaik destinasi Eropa 2024 menurut Eu Very best Locations, berdasarkan pemungutan suara lebih dari 1 juta orang dari 172 negara.

    Bahkan, di mata para pekerja asing, Geneva berada di peringkat ke-3 dalam survei kualitas hidup Mercer setelah Zurich dan Vienna. Mercer mengukur berdasarkan 39 faktor, mulai dari keamanan, layanan publik, kesehatan, pendidikan, rekreasi, hingga lingkungan alami.

    Harga tinggi, daya beli tinggi

    Tak hanya menarik di mata turis dan pendatang, warga kota Geneva pun puas dengan kualitas kehidupan mereka. Sekalipun menjadi kota termahal, tapi juga dianggap paling layak dihuni. Survei World Liveability Index 2025 (The Economist Intelligence Unit/EIU) menunjukkan, Geneva berada di peringkat ke-5 dalam indeks yang mencakup 173 kota dunia.

    Kota ini mencapai skor tinggi dalam kategori kesehatan, infrastruktur, pendidikan, lingkungan, dan stabilitas, dengan skor keseluruhan mencapai 96,8/100, hampir sempurna. Pendidikan dasar dan menengah di Geneva dimulai sejak usia 4 tahun hingga 15 atau 16 tahun, free of charge.

    Adapun kuliah di universitas publik, yang kualitasnya sangat baik, relatif murah dibandingkan Eropa lain. Biaya kuliah untuk warga Swiss dan penduduk tetap sebesar CHF 500-650 in line with semester, berkisar Rp 9 juta-Rp 12 juta. Beasiswa juga banyak tersedia.

    Di balik biaya hidup yang membuat jeri para pendatang dari negara lain, penduduk Geneva punya modal kuat untuk bertahan. Upah di negara ini juga termasuk yang tertinggi di dunia. Median gaji bulanan berada di kisaran CHF 6.500 atau lebih dari Rp 115 juta.

    Upah terendah yang berlaku di Geneva sejak 1 Januari 2025 mencapai CHF 24,48 in line with jam atau sekitar Rp 495.000 in line with jam. Jika dirata-rata, UMR di kota ini sebesar CHF 4.455 in line with bulan atau sekitar Rp 90 juta in line with bulan dengan beban kerja 42 jam in line with minggu.

    Seiring dengan besarnya penghasilan, pajak di Geneva juga tinggi, termasuk tertinggi di seluruh Swiss. Di luar pajak penghasilan federal yang berlaku di seluruh Swiss sebesar 11,5 persen dari pendapatan kena pajak, juga ada pajak lainnya.

    Dengan itu, sebagian besar warga mampu menutup biaya hidup sehari-hari. Sistem publik juga menopang: sekolah negeri free of charge dan berkualitas, transportasi umum andal, serta layanan kesehatan terjamin meski premi asuransinya tinggi.

    Kehidupan di kota mahal ini juga melahirkan strategi sehari-hari. Banyak keluarga memilih belanja ke grocery store diskon seperti Aldi atau Lidl, alih-alih toko top rate. Sebagian bahkan rutin menyeberang ke Perancis atau Jerman untuk membeli bahan makanan lebih murah. Makan di restoran setiap hari jelas bukan kebiasaan warga Swiss kebanyakan. Memasak di rumah jauh lebih masuk akal.

    ”Kota ini memang mahal, tetapi sebanding dengan kualitas hidup dan infrastuktur publiknya,” kata Rahyang Nusantara, Deputi Direktur Dietplastik Indonesia, yang berada di Geneva. ”Di sini aman, transportasi tepat waktu, melayani 24 jam. Air minum dari keran juga tinggal minum.”

    Geneva menunjukkan paradoks kota international: menjadi termahal sekaligus menawarkan standar hidup yang baik. Bagi penduduk lokal yang dibayar dengan standar gaji di sana, mahal pun terasa relatif. Kerja di sektor casual di sana sejam saja sudah cukup untuk membeli sepiring gado-gado itu.

    Pada akhirnya, gado-gado Rp 483.000 di Geneva bukan hanya cerita tentang makanan yang terasa mahal, melainkan juga simbol tentang bagaimana sebuah kota menata prioritasnya. Di Jakarta, uang sebesar itu bisa membeli gado-gado segerobak, tetapi udara bersih, transportasi tepat waktu, dan rasa aman tetap tak terbeli.

    Geneva memang mahal, tapi setiap franc kembali ke rakyatnya. Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia lebih murah, tetapi setiap hari kita membayar dengan kualitas hidup dan kesehatan yang memburuk. Yang jelas, kalau ke Geneva, jangan sekali-kali mencoba menghitung harga sepiring gado-gado dengan uang rupiah kita. Bakal enggak tega mengunyahnya.

    Parfum AXL