Jakarta – Memasuki satu dekade kiprahnya sebagai pionir omni-channel good looks store di Indonesia, Sociolla kembali menghadirkan Sociolla Award 2025.
Tahun ini, penghargaan tahunan tersebut dikemas lebih istimewa melalui kurasi eksklusif “100 Hotlist”, daftar 100 produk kecantikan dari 58 emblem ternama, yang dipilih secara komprehensif berdasarkan actual consumer opinions, performa penjualan, serta analisis tren dari Soco Perception Manufacturing facility.
Ghea Yantra, selaku SVP Advertising and marketing Operations Social Bella, menegaskan bahwa Sociolla sejak awal berkomitmen membangun ekosistem kecantikan yang kredibel dan transparan.
“Selama 10 tahun, kami tidak hanya hadir sebagai omni-channel store terpercaya, tapi juga menciptakan ekosistem kecantikan yang lengkap. Hingga kini, kami punya lebih dari 7,6 juta pengguna dan lebih dari 3,5 juta ulasan di Soco App, serta lebih dari 125 toko di 55 kota Indonesia. Semua produk yang kami hadirkan pasti autentik, aman, dan relevan bagi para good looks fanatic,” papar Ghea, saat Press Convention Kick-Off Sociolla Award 2025, di Jakarta, Senin (29/9/2025).
Menurutnya, kurasi 100 Hotlist menjadi tonggak baru dalam penyelenggaraan Sociolla Award.
“Produk yang masuk hotlist harus memenuhi tiga pilar, yakni punya ranking minimum 4,5 dari pengguna, memiliki catatan penjualan konsisten sepanjang Juni 2024–Juni 2025, dan relevan dengan tren yang terdeteksi oleh Soco Perception Manufacturing facility. Dari 100 hotlist inilah publik bisa menentukan pemenang melalui proses balloting terbuka di Soco App hingga 29 Oktober 2025,” jelasnya.
Transparansi dan Inovasi dalam Penjurian
Sementara itu, Amanda Melissa, selaku VP Knowledge Control & Trade Intelligence Social Bella, menambahkan bahwa sistem baru ini membuat penghargaan lebih holistik dibanding award kecantikan lainnya.
“Kami ingin memastikan produk yang terpilih memang the most efficient of the most efficient. Overview actual client dengan ranking di atas 4,5 menjamin kualitas, knowledge penjualan menunjukkan konsistensi dan repurchase, sementara analisis tren memastikan produk relevan dengan kebutuhan konsumen hari ini. Tapi ujungnya, siapa pemenangnya tetap ditentukan publik lewat balloting. It’s a sport changer,” terang Amanda.
Lebih jauh, Amanda menilai kombinasi overview, gross sales, dan tren menjadikan Sociolla Award berbeda dari penghargaan lain di Indonesia.
“Kita satu-satunya yang bisa menghadirkan award yang benar-benar holistik. Nggak hanya gross sales, nggak hanya overview, tapi gabungan knowledge yang utuh. Harapannya, emblem pemenang bisa menginspirasi konsumen sekaligus memotivasi emblem lain untuk terus berinovasi,” tambahnya.
